Pagi sudah datang, namun Keira masih setia memejamkan matanya dengan memeluk Kevin. Kevin yang sudah terbangun sejak tadi hanya tersenyum sembari memandangi wajah ayu natural sang istri. Di singkirkannya anak rambut yang menutupi wajah Keira, di kecupnya kening Keira lembut. Karena mesara tergangu, Keira menggeliat dan perlahan mebuka matanya. Saat membuka mata, pandangannya bertemu dengan Kevin.
"Pagi sayang!"seru Kevin dengan senyum manis.
"Pagi"jawab Keira masih canggung.
"Mau mandi?"tanya Kevin.
"Emmm, iya"jawab Keira dan langsung beranjak dari tempat tidur. Kevin tersenyum melihat itu. 20 menit Keira selesai dengan mandinya, dia keluar dari kamar mandi dengan baju santai karena memang ini hari Minggu. Melihat Kaira sudah selesai, Kevin benranjak ke kamar mandi.
Di meja makan sudah ada Aryo dan Luna menunggu anak anaknya.
"Pagi pa, ma"sapa Keira sopan.
"Pagi sayang"seru mereka.
"Kevin mana kei?" tanya Luna.
"Lagi mandi ma"jawab Keira.
"Ya udah kamu sarapan dulu aja Kei"tutur Luna.
"Nanti aja ma, sekalian nunggu Kevin, paling bentar lagi turun ma"jawab Keira.
Dan benar saja, tak berselang lama Kevin menuruni anak tangga dan bergabung di meja makan.
"Pagi pa ,ma"sapa Kevin.
"Pagi sayang" jawab mereka kompak.
"Ya sudah, ayo sarapan"ajak Luna.
Tidak ada obrolan di meja makan, setelah selesai pasangan pasutri muda itu berenjak dari meja makan menuju taman belakang. Mereka hanya saling diam dengan pikiran mereka masing masing. Hingga Kevin memulai membuka obrolan
"Kei, jalan yuk"ajak Kevin.
"Kemana?"tanya Keira.
"Mall?Nonton?"ajak Kevin.
"Boleh deh, siap siap dulu yuk!" seru Keira dengan semangat dan beranjak dari duduknya sembari menarik tangan Kevin. Sedangkan Kevin tersenyum melihat tingkah istrinya.
Selesai bersiap siap, mereka berangkat ke Mall.
.
.
.
Sesampainya di mall, Kevin mengajak istrinya ke salah satu toko baju. Beberapa baju di pilihkan Kevin untuk istrinya. Keira hanya pasrah saja Kevin membelikan baju untuknya, karena protes pun tidak ada gunanya. Setelah selesai membeli baju, mereka menuju kedai es krim.
"Mau rasa apa?"tanya Kevin.
"Coklat dong"jawab Keira semangat.
"Masih aja coklat" ucap Kevin seraya mengusak pucuk kepala Keira.
"Tunggu bentar, gue pesenin"lanjut Kevin.
Sambil menunggu Kevin yang sedang antri Keira memaninkan ponselnya. Namun saat sedang fokus pada ponselnya, ada yang menepuk bahu Keira pelan
"Hay Kei!"sap Gavin.
"Ehh, hai"jawab Keira bingung.
"Lagi nunggu siapa?"tanya Gavin.
"Hahh, itu, ee, nunggu_"belum sempat Keira selesai menjawab, Kevin sudah datang dengan 2 cup es krim.
"Nih Kei"seru Kevin ambil menyodorkan 1 cup es krim rasa coklat. Sedangkan Keira menjawabnya dengan anggukan.
"Eh, elo bro. Sama siapa?"tanya Kevin pada Gavin.
"Sama mama"jawab Gavin.
"Mana tante Linda?" tanya Kevin.
"Lagi shoping, tadi gue liat Keira sendirian makanya gue samperin, eh ternyata sama lo"jawab Gavin.
"Iya"jawab Kevin santai. Sedangkan Keira hanya tersenyum canggung.
"emmm, ya udah gue duluan"akhirnya Gavin memilih pergi dari sana.
"Ya, salam buat tante"jawab Kevin yang di acungi jempol oleh Gavin.
Setelah kepergian Gavin, Keira terlihat gelisah. Ia takut Gavin berfikiran macam macam tentang dirinya dan Kevin. Kevin yang melihat itu segera menggenggam tangan Keira.
"Tenang aja Kei, Gavin nggak bakal mikir yang macem macem"ucap Kevin menangkan Keira. Keira tersenyum menanggapi ucapan Kevin.
"Habisin es krimnya, habis itu pulang? apa mau makan dulu?" tanya Kevin.
"Makan dulu ya, mau steak"jawab Keira.
"Iyaa"jawab Kevin. Selesai makan es krim dan steak yang di minta Keira, mereka segera pulang.
.
.
.
Sesampainya di rumah Keira langsung merebahkan tubuhnya di kasur. Kevin geleng geleng kepala melihat Keira.
"Mandi dulu Kei"seru Kevin. Keira yabg tadinya memejamkan mata, kini bangkit memilih duduk di tepi ranjang.
"Kev, sini deh, gue mau ngomong"seru Keira.
"Apa sayang"jawab Kevin seraya duduk di samping Keira.
"Issh"jawab Keira.
"Kenapa sihh? kan emang sayang" jawab Kevin.
"Iya iyaa. Emm, Kev, lo nggak masalah kan pernikahan kita di sembunyiin gini?"tanya Keira.
"Kan emang dari awal pernikahan kita di sembuyiin dulu Kei, emang kenapa" jawab Kevin.
"Ya kan gue baru mau belajar buka hati buat lo, sedangkan hubungan kita di sembunyiin, gue jadi kurang bebas"lirih Keira.
"Trus lo maunya gimana? bilang aja gitu kalo kita udah nikah?" goda Kevin. Sebenarnya Kevin sudah tau tujuan Keira bicara seperti itu, setidaknya status mereka di depan teman teman berubah jadi teman atau pacar.
"Ihsss, nggak gitu Kevinn"seru Keira.
"Ya udah, gimana kalo di depan temen temen kita pacaran aja gimana?" seru Kevin. Keira terdiam memikirkan ucapan Kevin.
"Ntar fans fans lo ngamuk ke gue gimana?"tanya Keira.
"Nggak bakalan lah, yang ada mereka bakalan takut deketin gue karena takut di amuk sama lo"seloroh Kevin dengan kekehan.
"Ihhh, ngeselin dehh"rajuk Keira.
"Jangan cemberut, gak apa apa kita pecaran di depan temen temen"jawab Kevin
"Iya dehh, berarti sekarang kita pacaran yaa?" tanya Keira.
"Iya sayangg"jawab Kevin
.
.
.
Pagi datang, Kevin dan Keira rapi dengan seragam siap ke sekolah. Dengan senyum yang merekah, keduanya menuruni anak tangga dengan tangan yang saling bertautan. Tentu saja hal itu tak luput dari penglihatan Aryo dan Luna.
"Pagi pa, ma"sapa Kevin dan Keira.
"Pagi"jawab Aryo dan Luna.
"Kayaknya ada yang lagi kasmaran nih pa"goda Luna. Sedangkan yang di goda hanya tersenyum malu malu.
"Biarin ma, jangan di ganggu, ntar pada malu"jawab Aryo.
Mereka sarapan dengan khitmat, selesai sarapan Kevin dan Keira pamit berangkat sekolah.
.
.
.
Hari ini Keira tidak turun di gang dekat sekolah seperti biasanya, melainkan di parkiran sekolah. Dengan jantung yang berdetak kencang, Keira turun dari mobil Kevin. Benar saja, para siswa yang ada disana menatap Keira sambil berbisik bisik. Ada hubungan apa Kevin dan Keira? Kenapa Keira berangkat bareng Kevin?Banyak yang bertanya tanya. Hingga Kevin turun dari mobil dan menghampiri Keira.
"Yuk masuk"ajak Kevin sembari menautkan jemarinya pada jemari Keira. Semua siswa menatap bingung pada keduanya, pasalnya tak jarang Keira si pembuat onar selalu bersitegang dengan Kevin, tapi sekarang mereka berangkat sekolah bersama dan bejalan dengan saling bergandengan. Tidak ada yang berani menegur mereka.
Kevin mengantarkan Keira sampai depan kelas.
"Sana masuk, belajar yang rajin!"seru Kevin seraya mengusak pucuk kepala Keira.
"Iya, aku masuk dulu"jawab Keira.
"Iya, inget belajar yang rajin"ulang Kevin seraya mengecup kening Keira mesra. Dan itu semua tak luput dari penglihatan para siswa. Banyak yang menatap iri dengan perbuatan Kevin pada Keira, tapi juga banyak juga menatap benci pada Keira. Apalagi para kaum hawa penggemar berat Kevin.
.
.
.
Didalam kelas, Keira langsung mendapat tatapan intimidasi dari para sahabatnya.
"Kei, apa yang lo sembuyiin dari kita?tanya Alya.
"Nggak ada"jawab Keira santai.
"Terus yang tadi kita lihat apaan?" tanya Alya lagi.
"Ooo, Kevin"jawab Keira masih santai.
"Keiii, gue serius nanya"geram Alya.
"Gue juga seruis, kan emang Kevin yang lo liat tadi"jawab Keira seadaanya.
"Serah lo deh"jawab Alya dengan mode ngambeknya. Sedangkan Keira hanya terkekeh.
"Lo pacaran ya Kei sama Kevin?" kini Lily yang bertanya.
"Tumben lo pinter ly"jawab Keira cengengesan.
"Jadi bener yang di bilang Gavin kalo lo sama Kevin pacaran?" tanya Alya.
"Gavin bilang gitu sama lo?"tanya Keira.
"Iya, tadi pagi pas gue mau ke kelas, Gavin manggil gue, dan nanya nanya gitu apa lo sama Kevin pacaran"jawab Alya.
"Terus lo jawab apa?"tanya Keira penasaran.
"Ya gue jawab aja nggak tau, terus Gavin juga cerita kalo kemarin dia ketemu lo di mall sama Kevin"jelas Alya. Dan Keira hanya manggut manggut.
.
.
.
Jam istirahat Keira dan sahabatnya sedang berada di kantin. Saat asik makan pesanan mereka, Kevin cs berjalan masuk ke kantin juga.
"Stt, stt, Kei ,pacar lo tu"seru Lily.
"Mana?"tanya Keira sambil celingak celinguk mencari sang suami. Dan lily menjawab dengan menunjuknya dengan dagu.
Senyum Keira mengembang saat melihat sang suami berjalan ke arahnya.
"Hai, boleh gabung?"tanya Kevin.
"Boleh"jawab Keira.
"Lo mau makan apa? biar gue pesenin?" tanya Keira pada Kevin.
"Kita nggak di tanya Kei?" cicit Nathan.
"Nggak"jawab Keira ketus.
"Lo kurang menarik broo"ucap Kendro sambil menepuk nepuk bahu Nathan.
"Gue udah pesen, bentar lagi paling di anter ke sini"jawab Kevin seraya mengacak gemas rambut Keira.
"Ehem ehemmm,,yang mesra mesraan tolong jangan di sini, jiwa jomblo gue meronta ronta liat kalian"cicit Kendro yang di sambut gelak tawa sang sahabat. Sahabat Kevin juga sudah tau kalau Kevin dan Keira berpacaran, dan mereka menerima dengan senang. Namun tidak dengan Gavin, ia belum bisa menerima hubungan mereka.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments