Waktu terus berjalan hingga tiba di saat para siswa menjalankan ulangan akhir semester 2 atau ulangan kenaikan kelas. Semua siswa sudah berada di ruangan masing masing, dengan telaten mereka mengerjakan satu per satu soal ulangan tersebut. Begitu juga dengan Kevin dan Keira. Kevin dan Keira tidak begitu kesusahan mengerjakan soal, karena mereka selalu belajar.
Krinnggg
"Waktu habis, letakkan alat tulis kalian, dan tinggalkan ruangan!"seru guru yang berjaga di ruangan Keira.
Semua siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin, mengisi perut setelah berfikir keras mengerjakan ulangan.
"Sayang, sini"seru Kevin yang melihat istrinya kesulitan mencari bangku yang kosong. Akhirnya Kevin cs dan Keira cs bergabung di satu bangku panjang.
"Gimana tadi? lancar?" tanya Kevin.
"Lancar"jawab Keira.
"Kai, lo pesen apa? biar gue pesenin sekalian?"tany Alya.
"Gue pesen_"belum selesai Keira menjawab, Kevin sudah lebih dulu menyela.
"Keira udah gue pesenin"ucap Kevin.
"Huhh, enak ya yang punya ayang, mau makan aja udah ada yang mesenin"cicit Lily.
"Emang lo nggak punya ayang, makanya cari ayang"cibir Kendro.
"Aa' Kendro mau jadi ayangnya Lily?" tanya Lily.
"Idihhh, ogah banget gue"jawab Kendro.
"Jangan gitu Ken, ntar jadian beneran lo"ucap Nathan dengan kekehan.
"Amit amitt" ucap Kendro sambil mengetuk ngetuk kan tangannya di meja. Sedangkan Lily hanya mencebikkan bibirnya. Tak berselang lama pesanan mereka sudah datang, mereka pun makan dengan sesekali ada obrolan dan candaan.
.
.
.
Tak terasa hari pertama ulangan sudah berakhir. Di dalam kamar Keira langsung saja menghempaskan tubuhnya di kasur empuk itu. Tak selang lama dia tertidur dengan masih mengenakan seragam. Sedangkan Kevin masih di ruang kerja Aryo karena tadi saat Kevin dan Keira hendak menaiki tangga Aryo memanggilnya.
.
.
.
Di ruang kerja Kevin dan Aryo sedang membicarakan hal serius. Mengenai perusahan yang setelah Kevin lulus nanti akan di limpahkannya pada Kevin.
"Nggak kecepetan pa? Kevin baru lulus SMA pa"tanya Kevin.
"Kamu nggak harus tiap hari ke kantor, papa masih bakal bantuin kamu sampai kamu selesai kuliah nanti, ya itung itung kamu belajar dulu"jelas Aryo.
"Kamu bicarakan dulu sama istri kamu, Keira juga harus tau"lanjut Aryo.
"Dan satu lagi, Keira juga anak tunggal, pasti nanti dia juga harus melanjutkan bisnis papinya"cicit Aryo.
"Iya pa, nanti Kevin bicarakan dulu sama Keira."jawab Kevin.
.
.
.
Sesampainya di kamar, Kevin melihat istrinya tertidur dan masih mengenakan seragam. Dan jangan lupakan sepatu yang masih bertengger di kakinya. Sontak saja Kevin hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan istrinya. Dengan perlahan Kevin melepaskan sepatu Keira dan membernarkan posisi tidur Keira agar lebih nyaman. Dirasa sudah nyaman, Kevin ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
Keira menggeliat saat merasakan kakinya seperti tertimpa sesuatu. Di liriknya kebawah ternyata sang suami tidur dengan memeluknya seolah guling. Keira melihat ke arah jam dinding.
"Jam 4 sore"gumam Keira lirih. Keira melirik Kevin yang tertidur, pulas, sangat pulas. Hingga Keira menyunggingkan senyumnya. Di rapikannya rambut Kevin yang sedikit berantakan.
"Andai dulu lo nggak berpura pura nggak kenal gue, pasti gue bakal langsung ngajak lo nikah Kev"gumam Keira ketika mengingat bagaimana dulu ia membenci Kevin saat ia belum tau bahwa Kevin si ketos menyebalkan ternyata Kevin yang ia cari selama ini. Keira mendekatkan wajahnya, memberikan ciuman singkat di bibir Kevin. Dengan perlahan Keira melepaskan pelukan Kevin, setelah berhasil Keira menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments