Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa 1 minggu lagi akan di adakan ulangan tengah semester 2. Keira semakin rajin belajar, tapi dia juga masih rajin membuat onar. Dan sudah lebih dari 1 bulan Keira masih enggan membalas perasaan Kevin. Kevin pula masih sama, masih dingin bak kulkas dan membiarkan Keira untuk berfikir.
Malam hari setelah selesai makan malam Keira langsung masuk ke kamarnya. Dia belajar untuk persiapan ulangan tengah semester yang hanya tinggal 1 minggu lagi. Di saat Keira sedang fokus membaca, terdengar suara ketukan pintu
Tok tok tok
"Kei, mami boleh masuk?" tanya Clara.
"Boleh mi."sahut Keira
Clara tersenyum melihat anaknya sedang belajar.
"Rajin banget sayang belajarnya."puji Clara.
"Iya lah mi, seminggu lagi ulangan tengah semester. Jadi harus semangat belajar, biar ranking 1 lagi."ucap Keira semangat.
"Nahh, gitu semangat."ucap Clara yang di tanggapi senyuman oleh Keira.
"Emmm, sayang, mami mau ngomong serius sama Keira!"Lanjut Clara.
"Ngomong apa mi? kayaknya penting banget?" jawab Keira dengan dahi bekerut.
"Mami, Papi sama orang tua nya Kevin, sudah berencana mau menikahkan kalian setelah ulangan tengah semester ini sayang!" seru Clara dengan hati hati.
Keira terdiam mencerna kata kata sang mami. "Keira kan masih sekolah mi, masak nikah. Nggak lucu ah mami." sungut Keira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mami serius sayang, mami sama tante Luna pengen kalian menikah"seru Clara dengan nada sedih.
"Mii, bukan Keira nggak mau menikah mi, tapi masalahnya Keira masih sekolah, apa kata temen temen coba kalo tau Keira sama Kevin menikah?"sanggah Keira.
hufft
Terdengar helaan nafas Clara.
"Sayang, kalian menikah secara diam diam, nanti hanya kepala sekolah saja yang tau, itu sudah di urus om Aryo, papanya Kevin. Dan mami pengen kamu menikah karena mami sama papi mau ke luar negri buat ngurus bisnis papa Kei, jadi saat mami sama papi pergi, ada yang jagain kamu."tutur Clara menjelaskan.
"Keira bisa ikut kan mii."pinta Keira.
"Nggak sayang, kamu sudah kelas XI, bentar lagi kelas XII, tanggung kalau harus pindah sekolah."cicit Clara.
hufft
"Terserah mami sama papi aja deh. Kei mau lanjut belajar mi." jawab Keira dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mami yakin dengan kamu menikah sama Kevin, kamu bakal bahagia, mami yakin Kevin bakal jagaain kamu. Mami keluar dulu ,kamu lanjut belajarnya" seru Clara yang tidak di tanggapi oleh Keira.
.
.
.
Di tempat berbeda tepatnya di sebuah cafe, terlihat sekumpulan anak muda yang sedang nongkrong. 4 sekawan SMA GUNA DARMA, yang merupakan Most Wanted di sekolah, yang selalu di idam idamkan oleh kaum hawa. Kevin, Gavin, Nathan dan Kendro. Mereka nongkrong di cafe, cafe dengan gaya milenial, banyak menarik minat kaum anak muda untuk singgah.
"Lo kenapa Kev dari tadi bengong aja?" tanya Nathan pada Kevin.
"Gak"jawab Kevin singkat.
"Gue balik dulu." lanjut Kevin.
"Loh, mau ngapain bro balik?"tanya Nathan.
"Belajar."jawab Kevin.
Kevin meninggalkan teman temannya di cafe, di sepanjang perjalanan dia terus teringat dengan ucapan sang mama, yang menyuruhnya menikah selesai ulangan tengah semester ini. Kevin sebenarnya senang, tapi dia juga masib memikirkan Keira yang sampai saat ini belum bisa menerimanya kembali.
"Aarrgh."teriak Kevin frustasi memikirkan bagaimana cara agar Keira menerimanya kembali.
.
.
.
2 minggu berlalu, inilah saat di nantikan oleh semua siswa, karena hari ini tepat hari terakhir mereka melaksakan ulangan semester. Tapi tidak dengan Keira, gadis itu malah terlihat murung di kelas, padahal bel pulang sekolah sudah berbunyi. Dan hal itu membuat para sahabat Keira bingung.
"Kei, mall yukk. Mumpung ulangan udah selesai!" ajak Alya.
"Gue males, mau balik." jawab Keira malas.
"Lo kenapa sih Kei, gue perhatiin akhir akhir ini lo sering banget melamun? kalo ada masalah cerita aja sama kita!" tanya Alya.
Meskipun sahabat Keira sudah tau pangeran kecil Keira adalah ketos mereka, tapi Keira enggan untuk berbagi cerita tentang pertunangan dan pernikahannya.
"nggak ada apa apa kok. Gue balik duluan ya, mami udah nelfon."jawab Keira seraya melangkahkan kaki nya keluar.
Di sepanjang perjalanan pulang, Keira terus berfikir tentang pernikahannya. Hingga tak terasa kini sudah sampai di rumah. Dengan segera Keira turun dari mobilnya, melangkah memasuki rumahnya. Ternyata di ruang tamu sudah anda tante Luna, mama Kevin.
"Keira, sudah pulang? sini dulu sayang!"titah Clara.
"Ada apa mi?" tanya Keira setelah menghampiri mami nya.
"Nanti kamu siap siap ya, besok acara ijab kabul kamu sama Kevin akan di langsungkan sayang!"seru Clara.
Keira hanya menganggukan kepala sebagai jawaban. Tentu saja itu membuat Clara dan Luna bahagia. Tapi tau saja mereka, bahwa hati Keira masih bimbang.
.
.
.
Di balkon Keira berdiri, menatap banyaknya pekerja yang sedang sibuk mendekor taman belakang rumah Keira untuk acara ijab kabul besok. Keira tersenyum kecut melihat semua itu. Dia belum tau apa yang akan di lakukan setelahnya, setelah menikah dengan Kevin.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments