G*la! ini benar-benar menyenangkan sekali, gua bakal membuat kalian tidak nyaman dengan keberadaan gua ditengah lu berdua!
Setelah Kenan mengantarkan Desi kerumah nya Liuzzi pun memberi senyuman untuk membuat Desi tersenyum balik, dengan cepat Desi pun masuk dan langsung melemparkan tasnya ke lantai, sontak membuat Bela terkejut melihat sikap Desi setelah pulang dari bioskop.
"Lah!? lu napa jirrr? gua lagi asik nonton drakor juga" ucap Bela sambil mengunyah makanan di dalam mulut nya itu, Desi pun dengan kesal duduk di samping Bela yang tengah asik menonton.
"Gua kesel lah! adeknya si Kenan itu sok pinter! gua sama Kenan gak bisa berduaan di bioskop gegara dia duduk di tengah-tengah gua sama Kenan!" teriak Desi dengan kesal dan dengan rayt wajah nya yang mulai ingin meremas wajah Liuzzi.
"Yang bener lu!? jadi gegara si Liuzzi, lu berdua gak bisa berduaan gitu maksud lu? jadi kaya kehalang sama dia!?" ucap Bela yang ingin memastikan perkataan Desi, Desi pun mengguk kan kepalanya.
"Dih!? si bocah g*bl*k itu udah mulai bertingkat g*la! berani-betaninya dia menghalangi lu buat bisa meluluhkan hati Kenan!" ucap Bela yang mulai emosi lagi karena sahabat nya merasa hari ini hari sialnya.
"Nanti besok kita ke restoran, besok kita harus beri pelajaran sama anak ba*ot itu!" ucap Bela yang langsung menutup laptop nya dan pergi tidur bersama Desi dengan keadaan yang masih bersenderan di sofa.
Di sisi Liuzzi, Liuzzi pun langsung membaringkan tubuh nya di kasur dengan wajah cerianya, karena berhasil membuat mereka tidak terlalu mendekat meskipun masih berpacaran.
"Ah.... gua seneng banget deh hari ini, tap besok gua bakal harus menyiapkan banyak energi untuk membuat kekacauan di restoran besok, gua kali ini gak boleh gegabah!" tekad Liuzzi yang langsung tertidur menutup mata nya, Kenan pun sedang duduk di sofa bersama Aditya dan kedua orang tuanya.
Dengan keadaan tegang mereka berempat akan membicarakan sesuatu untuk besok, di restoran nanti.
"Jadi jika Liuzzi akan bertingkah lagi gimana ayah?" tanya Aditya dengan wajah cemasbya karena besok adalah acara makan bersama, ayah pun langsung tersenyum kepada anak nya itu.
"Kau tidak udah kawatir jika Liuzzi memang akan membuat masalah nanti, ibu dan ayah akan memperingati dirinya untuk tidak bertingkah dulu besok, jadi kalian tidur saja sekarang ok" ucap ayah Liuzzi, Kenan dan Aditya pun tersenyum balik dan pergi ke kamar nya masing-masing.
Keesokan harinya keluarga Liuzzi pun bersiap-siap ucap berangkat, dengan baju sopan ibu, ayah Liuzzi pun seperti seorang anak muda yang menggunakan baju yang sedasi, yang membuat Aditya dann Kenan pun terpukau.
"Wow, ibu seperti anak muda yah, dan juga ayah seperti gagah" puji Aditya dengan matanya yang masih menatap baju yang dipakai oleh kedua orang tuanya.
"Ibu sama ayah emang kaya muda sih.... tapi inget ama umur yak, jangan sampe lupa hahahahah" ucap Kenan yang membuat ibu dana ayah nya pun menatap dirinya dengan wajah datar.
"Liuzzi kamu dimana nak, kita udah mau berangkat nih!?" teriak ibu Liuzzi yang membuat Liuzzi pun keluar dari kamar nya, semua keluarga nya pun tekejut melihat cara pakaian Liuzzi yang sangat sederhana tetap ia seperti putri yang tengah memakai gaun.
"Gimana bagus gak? ini adalah pakaian bekas dari gudang, aku lihat terus aku cuci deh rupanya bagus juga meskipun agak kuno bajunya" ucap Liuzzi yang langsung melihat mata keluarga, dengan wajah berbinar-binar.
"Astaga Liuzzi lu cocok banget, bagus dengan pakaian kuno kaya gitu" ucap Aditya yang langsung tersenyum, Liuzzi pun tersenyum kembali..
"Lumayan lah, lu kenapa gak semua baju lu pakaian kuno aja sekalian dah?" tanya Kenapa yang membuat wajah Liuzzi kesal, ayah Liuzzi pun langsung memukul bahu Kenan dengan kencang.
"Anjirrr sakit ayah!" teriak Kenan dengan sikap seperti anak kecil, ayah nya pun menatap nya dengan wajah datar "Anjirrr-anjirr kamu yang nyupir sekarang!" teriak Ayah Liuzzi yang langsung memberikan kunci mobil itu kepada Kenan.
"Dih ko gua sih! mending abang Aditya aja yang nyupir ayah, gua lagi badmood neh!" teriak Kenan, semua keluarga nya pun tidak mendengar kan dirinya, ia pun terpaksa harus menyupir.
Setelah drama yang terjadi di rumah nya, semua keluarga Liuzzi pun sampai di tempat restoran itu, terlihat Desi dan juga Bela telah menunggu disana, Aditya dan Kenan ia pun langsung masuk sedangkan Liuzzi dan kedua orang tuanya ingin membicarakan sesuatu kepada Liuzzi.
"Liuzzi, ayah sama ibu mau bicara sesuatu sama kamu" ucap ayah Liuzzi dengan wajah serius nya, dan dengan ibu yang langsung tersenyum kepada Liuzzi, Liuzzi pun bingung mengapa tidak langsung masuk saja.
"Iya ayah mau bicara apa emang nya?" ucap Liuzzi yang langsung penasaran apa yang akan dibicarakan oleh ayahnya itu.
"Kali ini kamu jangan membuat keributan yang nak, kami berdua tahu kamu pengen membuat keributan kan?" ucap ayah Liuzzi yang membuat Liuzzi pun langsung membulatkan matahari seketika ter bengong begitu saja.
"Liuzzi sayang, kamu jangan bikin masalah ya sama calon kakak ipar kamu, kamu tahu kan abang kamu suka sama Desi dan juga Bela, jangan ganggu hubungan mereka ya nak" ucap ibu Liuzzi yang langsung tersenyum, tiba-tiba Liuzzi pun langsung ter bengong pikirannya seketika terfikir kan dengan nasibnya nanti.
"Kamu boleh dukungan abang kamu buat deket sma mereka, tapi tolong jangan ganggu hubungan mereka" ucap ayah Liuzzi yang langsung tersenyum, Liuzzi pun langsung ditinggal begitu saja disana dengan keadaan ketakutan. Dan ia pun melihat keluarga nya yang tengah berbahagia di tengah-tengah Desi dan juga Bela, Liuzzi hanya bisa melihat itu di depan pintu restoran itu lewat kaca.
Seketika Liuzzi untuk langsung menetes air matanya nya yang membuat make up nya sedikit luntur karena Liuzzi menangis, ia tidak smaa sekali berkedip melihat keadaan keluarga nya yang senang bahagia.
Apakah mereka tidak tahu bahwa gua bakan terluka nanti? jika gua tidak bertindak sesuatu?, apa mereka pengen diri gua celaka, sedangkan abang Aditya dan Kenan bahagia diatas penderitaan gua? Apa yang harus gua lakukan sekarang?
"Liuzzi sayang ayo masuk nak, ko kamu diam saja di luar" ucap Ibu Liuzzi yang langsung melihat Liuzzi tengah berdiri disana.
"Iya bu sebentar aku akan masuk yaa" ucap Liuzzi sembari tersenyum lebar, Liuzzi dengan cepat pun menghapus air mata nya, ia pun langsung masuk kedalam restoran itu, ia bukan nya duduk memainkan ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya.
"Liuzzi kenapa ke toilet?" ucap abang Aditya yang langsung kebingungan dan dengan tingkah Liuzzi, dan mengapa mata Liuzzi seperti habis menangis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
next kak
2022-08-01
1