Bab 2 : Antagonis!?

"Liuzzi ayo kita sudah sampai..." ucap Kenan yang langsung menyadarkan Liuzzi seketika ia melihat ke arah jendela mobil, Liuzzi pun melihat 2 orang perempuan yang langsung menghampiri abang nya Aditya yang telah keluar dari mobil tersebut.

Ha!? itu siapa emang nya ya!?

Liuzzi pun keluar dan melihat abang Aditya yang menggandeng tangan nya pacar nya tersebut, Liuzzi pun mengingat-ngingat nama pacar abang nya tersebut, yang membuat nya tiba-tiba melihat seorang wanita memeluk abang nya.

Sontak membuat Liuzzi membulatkan matanya karena abang nya yang bernama Kenan pergi dengan pacar nya, lalu Liuzzi pun melihat abang nya semakin lama yang semakin menjauh.

Em... Kira-kira siapanya tuh cewek!? gua kaya ngerasa gak asing tuh sama 2 wanita itu!?

Oh... iya gua ingat mereka kan pacar dari kedua abangnya Liuzzi yang bernama Desi dan juga Bela! dan mereka kan antagonis yang akan membuat Liuzzi terbunuh!

Mampussss gua bakal mati lagi di dunia ini!! engga gua gak boleh mati kedua kalinya... gua harus bisa tetap hidup di dunia ini!! gua gak mau sampe kesempatan ini di sia-siakan

"Berarti artinya gua harus ngelakuin sesuatu biar gua gak mati dibunuh begitu saja tuh sama antagonis!" bisik Liuzzi yang berjalan menuju kelasnya, Liuzzi pun tiba-tiba menghentikan langkah nya melihat abang nya Kenan bermesraan di suatu kantin kampus yang membuat Liuzzi semakin ketakutan.

"Gimana ini dia tambah mepet mulu lagi tuh!! gimana itu argh..." bisik Liuzzi yang langsung mengerutkan dahinya dengan wajar yang penuh emosi.

Tiba-tiba Kenan pun melihat adik nya dari kejauhan yang membuat nya berjalan mendekati Liuzzi, seketika membuat Liuzzi panik.

"Ayo duduk bersama kami berdua" ajak abang Kenan sambil menarik tangan Liuzzi sontak membuat Liuzzi hanya bisa mengikuti abang nya dan duduk di samping abang nya, dengan wajah tersenyum paksa.

Mereka pun bercakap-cakap yang membuat Liuzzi menatap Bela dengan wajah serius yang membuat Bela merasa risi dengan tatapan Liuzzi, yang membuat abang nya melihat tingkah Liuzzi seperti seorang mata-mata.

"Woi... Liuzzi sadar!!" teriak Kenan tepat di telinga Liuzzi yang membuat nya merasakan kesal kepada Kenan dan langsung menarik rambut abang nya.

"Kenapa lu teriak di telinga gua ha!! mau cari nyali lu ha!!" teriak Liuzzi sembari menarik rambut abang nya yang membuat Bela banyak bisa diam melihat tingkah antara abang dan adik.

"Kalian sudah lah... cukup, aku iri dengan kalian berdua jadinya" ucap Bela dengan wajah cemberut melihat Liuzzi dan Kenan seperti anak kecil. Liuzzi pun langsung melepas tangan nya dari rambut abang nya tersebut.

"Memang kenapa Bela, kenapa kamu iri?" ucap Kenan dengan tatapan serius yang membuat Liuzzi kesal dan merasa jijik dengan wajah Bela.

"Karena aku kan gak punya adek..." ucap Bela yang langsung memeluk Kenan yang membuat Kenan pun kembali membalas pelukan itu, Liuzzi pun langsung pergi begitu saja setelah melihat wajah Bela yang manja kepada abang yang membuat semakin jijik mendekati nya.

Di buku bilang Liuzzi sangat menyukai pacar kakak nya, tapi aku akan mengubah sikap Liuzzi karena aku tahu karena mereka mendekati abang ku hanya karena harta keluarga ku saja!

"Lihat saja aku akan membuat kalian tidak mendapatkan hasil apa-apa!" bisik Liuzzi dan tersenyum licik sembari berjalan menuju kelasnya.

Kring-kring...

Bel pun berbunyi, semua mahasiswa pun pulang, Liuzzi pun tengah membereskan buku-bukunya untuk pulang, tetapi teman-teman Liuzzi pun datang menghampiri meja Liuzzi, Liuzzi pun hanya bisa menatap tatapan mata mereka.

"Mau apa kalian?" tanya Liuzzi dengan wajah kesalnya, yang membuat teman-teman nya pun ingin mengajak Liuzzi ke sebuah cafe.

"Ayo kita ke cafe" ucap salah satu teman nya yang membuat Liuzzi pun mengerti akan alur cerita yang akan dia alami sekarang.

"Ayo aku ikut" ucap Liuzzi yang langsung mengikuti teman-teman nya sembari tersenyum licik yang membuat nya mengingat kejadian yang terjadi kepada Liuzzi di dalam novel nanti.

Di dalam novel Liuzzi di ajak ke cafe karena, Liuzzi yang akan membayar semua tagihan makan itu, semua teman-teman Liuzzi itu hanya bermuka dua saja, karena pada nyatanya Liuzzi dipermainkan karena ia mempunyai uang dan harta yang banyak, makanya Liuzzi bisa berteman dengan mereka karena mereka hanya memanfaatkan uang Liuzzi saja.

Mereka kadang membuat suatu alasan kepada Liuzzi, ada yang berpura-pura uang mereka tinggal sedikit, dan adapun yang berpura-pura karena dompet mereka ketinggalan, itulah mengapa Liuzzi sangat bodoh, masih tetap bertahan berteman dengan mereka.

Di sepanjang jalan Liuzzi hanya diabaikan oleh teman-teman nya, yang membuat Liuzzi kesal dan sekaligus marah karena mereka menganggap bahwa dirinya tidak ada.

Cik!!! Dasar go*lok!! Kalian semua pada diemin gua!! Lihat aja gua bakal balas atas perbuatan kalian semua! hahaha.

Sesampainya di cafe semua pun membuka buku menu yang ada di cafe itu, Liuzzi disana hanya memesan sebuah jus dan juga roti bakar, lalu pelayan pun datang ke arah meja mereka, teman-teman Liuzzi pun terkejut mengapa Liuzzi hanya membeli sebuah roti bakar dan juga jus saja.

Sembari menunggu pesanan Liuzzi pun pergi ke arah kasir untuk membayar makan nya, teman-teman Liuzzi hanya mengabaikan dirinya, Liuzzi pun langsung menjalani rencananya.

"Halo kak" ucap Liuzzi yang langsung melihat ke arah kanan dan kiri untuk berwaspada jika teman-teman akan mendengar obrolan nya.

"Oh… . Halo juga dek, memang ada apa ya dek?" tanya kak kasir itu yang langsung membuat Liuzzi menengok ke arah kanan dan kiri agar teman-teman masih tetap tidak mendengar pembicaraan mereka.

"Kak tolong ada buku menu nya gak?" bisik Liuzzi yang membuat kak itu pun langsung mengambil buku menu itu, dengan cepat Liuzzi pun langsung melihat pesanan yang tadinya ia pesan.

"Kak saya tadi pesan ini ama yang ini, jadi saya pengen bayar punya saya aja ya kk" bisik Liuzzi yang langsung menunjukkan jarinya ke arah beberapa minum dan makanan di buku menu itu, dan sedangkan tangan kanan berusaha untuk mengambil dompet di tas nya.

"Lah!? Bukanya kk pesan yang ini juga ya?" ucap kak itu dengan cepat memberikan uang itu kepada kak kasir itu, yang membuat Liuzzi pun menatap ke arah teman-teman nya yang tengah berbincang di meja makan.

"Kak bisa gak ngomong nya gak kenceng, bisik-bisik aja kk, denger ya kk! itu bukan pesenan saya,tapi itu pesenan teman-teman saya ok" bisik Liuzzi dengan wajah paniknya, yang membuat kak itu pun langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan memberikan kembalikan uang nya kepada Liuzzi.

"Ok makasih kk" bisik Liuzzi yang membuat kak itu pun membalas nya "Sama-sama dek" bisik kak kasir itu sembari tersenyum. Liuzzi pun langsung kembali ke tempat duduk nya.

"Liuzzi kamu tadi ngapain ke kasir?" tanya salah satu teman Liuzzi yang membuat Liuzzi pun langsung mengangkat ransel nya lalu berdiri.

"Aku tadi habis bayar pesanan makan kita ko" ucap Liuzzi sembari tersenyum, semua teman-teman nya pun senang, tiba-tiba teman Liuzzi pun merasa tidak enakan kepada Liuzzi yang telah mentraktir makan nya.

"Liuzzi kamu tadi mah gak usah bayar makan kami" ucap salah satu teman Liuzzi dengan wajah tidak enakan, yang membuat Liuzzi merasa jijik melihat wajah nya.

Cik!! Siapa juga yang mau bayar makan lu pada!! Gak sudi saya mah!

Sok pura-pura punya uang, padahal nyatanya mah engga! Lihat aja gua bakal bikin kalian nyuci piring di cafe ini! Hahahhaa

Pelayan pun datang membawa makan, Liuzzi pun datang membawa pesana-pesanan mereka, Liuzzi pun langsung memakai roti bakar itu dan jus itu dengan cepat, teman-teman Liuzzi pun melihat tingkah aneh dirinya yang tengah terburu-buru.

"Aah… Selesai, teman-teman aku pulang dulu ya, soalnya masih ada urusan" ucap Liuzzi yang berlari menuju pintu keluar cafe, di sepanjang perjalanan Liuzzi pun berlari sembari melihat ke arah belakang apakah teman-teman nya mengikuti dirinya.

Sesampainya di depan pintu rumah, Liuzzi pun mengetuk pintu rumah nya hingga terengah-engah rasanya semua kakinya ingin patah, dan juga rasanya kepala Liuzzi semakin pusing.

Tok-tok…

Tiba-tiba ibu Liuzzi membuka pintu itu, ia pun melihat tingkah anak nya yang tengah lelah seperti telah berlari maraton, Liuzzi pun langsung masuk begitu saja dengan tubuh nya yang ingin merebahkan tubuh nya di kasur.

"Liuzzi kamu sepertinya kelelahan nak?" tanya ibu Liuzzi yang kawatir dengan keadaan dirinya, yang membuat Liuzzi pun tersenyum "Aku tidak apa-apa ko bu, aku kan hanya kecapean aja, aku ke kamar dulu nanti biar aku tidur ya" ucap Liuzzi yang langsung ke kamar nya.

Di kamar Liuzzi pun menganti bajunya dan meletakan ransel nya di atas meja belajar, setelah menganti bajunya ia pun merebahkan tubuh nya di atas kasur.

"Rasanya capek deh, kalo pura-pura jadi cupu, cupu tuh gak seru banget deh…" ucap Liuzzi sebarin menatap langit-langit kamar nya.

Mending gua ubah diri Liuzzi asli menjadi baru, dan keren lagi, baiklahhhhh gua bakal ubah penampilan Liuzzi asli menjadi yang baruuuu!

"Perasaan gua bertekad amat dah mau berubahnya?"

Terpopuler

Comments

Nirwana Asri

Nirwana Asri

aku kirim bunga ya

2022-08-17

1

lim woo

lim woo

GO LIUZZI GO LIUZZI GOO

2022-08-12

1

lim woo

lim woo

WAHHH?!

2022-08-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Reinkarnasi
2 Bab 2 : Antagonis!?
3 Bab 3 : Kencan
4 Bab 4 : Rencana Gagal
5 Bab 5 : Fake Friends
6 Bab 6 : Cerita Cinta
7 Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8 Bab 8 : Sekongkol!?
9 Bab 9 : Memberi Tahu
10 Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11 Bab 11 : Pertemuan Kedua
12 Bab 12 : Tokoh Favorit
13 Bab 13 : Maafkan Aku...
14 Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15 Bab 15 : Unknown
16 Bab 16 : Siapa Itu!?
17 Bab 17 : Menyatakan Cinta
18 Bab 18 : Pengganggu
19 Bab 19 : Berkelahi
20 Bab 20 : Baju Kuno
21 Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22 Bab 22 : Mengulang
23 Bab 23 : Malam Yang Dingin
24 Bab 24 : Rancangan
25 Bab 25 : Sepatu
26 Bab 26 : Pengumuman Nay
27 Bab 27 : Paket misterius
28 Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29 Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30 Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31 Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32 Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33 Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34 Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35 Bab 35 : Menampar
36 Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37 Bab 37 : Nay Pembelot!?
38 Bab 38 : Jujur
39 Bab 39 : Omongan Manis
40 Bab 40 : Tertinggal Cepat
41 Bab 41 : Melacak
42 Bab 42 : Menikah!?
43 Bab 43 : Tertangkap
44 Bab 44 : Pingsan
45 Bab 45 : Menjauh
46 Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47 Bab 47 : Tawaran
48 Bab 48 : Kabar Baik
49 Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50 Bab 50 : Pria Misterius
51 Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52 Bab 52 : Dosen Muda
53 Bab 53 : Suka
54 Bab 54 : Diterima
55 Bab 55 : Jabatan
56 Bab 56 : Sengaja
57 Bab 57 : Dokter Tampan
58 Bab 58 : Tingkah
59 Bab 59 : Sikap Dingin
60 Bab 60 : Kisah Mikael
61 Bab 61 : Kagum
62 Bab 62 : Aku Mirya
63 Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64 Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65 Bab 65 : Dalam Pengawasan
66 Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67 Bab 67 : Penyakit Cinta
68 Bab 68 : Akhir Pekan
69 Bab 69 : Aku Raa
70 Bab 70 : Harapan Raa
71 Bab 71 : Ibu Mertua
72 Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73 Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74 Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75 Bab 75 : Jujur lah!
76 Bab 76 : Perjanjian
77 Bab 77 : Belum Terlambat
78 Bab 78 : Keributan
79 Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80 Bab 80 : Penolakan
81 Bab 81 : Pindah Rumah
82 Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83 Bab 83 : Diterima
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 : Reinkarnasi
2
Bab 2 : Antagonis!?
3
Bab 3 : Kencan
4
Bab 4 : Rencana Gagal
5
Bab 5 : Fake Friends
6
Bab 6 : Cerita Cinta
7
Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8
Bab 8 : Sekongkol!?
9
Bab 9 : Memberi Tahu
10
Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11
Bab 11 : Pertemuan Kedua
12
Bab 12 : Tokoh Favorit
13
Bab 13 : Maafkan Aku...
14
Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15
Bab 15 : Unknown
16
Bab 16 : Siapa Itu!?
17
Bab 17 : Menyatakan Cinta
18
Bab 18 : Pengganggu
19
Bab 19 : Berkelahi
20
Bab 20 : Baju Kuno
21
Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22
Bab 22 : Mengulang
23
Bab 23 : Malam Yang Dingin
24
Bab 24 : Rancangan
25
Bab 25 : Sepatu
26
Bab 26 : Pengumuman Nay
27
Bab 27 : Paket misterius
28
Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29
Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30
Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31
Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32
Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33
Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34
Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35
Bab 35 : Menampar
36
Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37
Bab 37 : Nay Pembelot!?
38
Bab 38 : Jujur
39
Bab 39 : Omongan Manis
40
Bab 40 : Tertinggal Cepat
41
Bab 41 : Melacak
42
Bab 42 : Menikah!?
43
Bab 43 : Tertangkap
44
Bab 44 : Pingsan
45
Bab 45 : Menjauh
46
Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47
Bab 47 : Tawaran
48
Bab 48 : Kabar Baik
49
Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50
Bab 50 : Pria Misterius
51
Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52
Bab 52 : Dosen Muda
53
Bab 53 : Suka
54
Bab 54 : Diterima
55
Bab 55 : Jabatan
56
Bab 56 : Sengaja
57
Bab 57 : Dokter Tampan
58
Bab 58 : Tingkah
59
Bab 59 : Sikap Dingin
60
Bab 60 : Kisah Mikael
61
Bab 61 : Kagum
62
Bab 62 : Aku Mirya
63
Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64
Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65
Bab 65 : Dalam Pengawasan
66
Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67
Bab 67 : Penyakit Cinta
68
Bab 68 : Akhir Pekan
69
Bab 69 : Aku Raa
70
Bab 70 : Harapan Raa
71
Bab 71 : Ibu Mertua
72
Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73
Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74
Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75
Bab 75 : Jujur lah!
76
Bab 76 : Perjanjian
77
Bab 77 : Belum Terlambat
78
Bab 78 : Keributan
79
Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80
Bab 80 : Penolakan
81
Bab 81 : Pindah Rumah
82
Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83
Bab 83 : Diterima

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!