Mampusss ada emam-emak marah-marah lagi datang ke sini!!
Liuzzi pun segera menarik telinga kedua abang nua itu dengan sangat kencang, mereka pun berteriak kesakitan Desi dan Bela hanya bisa menahan tawa mereka melihat ketiga saudara itu mulai berkelahi lagi.
"Tahu gak gua marah karena apa!?" tanya Liuzzi yang semakin lama menarik telinga kedua abang nya itu, dengan cepat Aditya dan Kenan pun berkata bersama.
"Gak!"
"Oh!! jadi lu ber-dua gak tahu ya...!!" teriak Liuzzi yang semakin menjadi-jadi membuat Liuzzi pun melepaskan tangan nya, dan mulai duduk di tengah-tengah kedua abang nya itu.
"Katanya... ada orang yang masuk sift malam nih!! iya gak!" desis Liuzzi seperti seorang psikopat dengan tatapan tajam nya, membuat kedua abang nya ketakutan setengah mati.
"I-iya itu karena kami mau berangkat bareng sama pacar kami, emang kenapa?" tanya abang Kenan dengan wajah sombongnya nya dan dengan tatapan tajam Liuzzi melotot kearah Aditya dan Kenan.
"Sudah gih... udah beli juga Liuzzi kamu masuk aja, biar kedua abang kamu bisa masuk kelas mereka masing-masing" ucap Bela dengan wajah sok polos nya, Liuzzi pun melihat bahwa tas Bela seperti barang brand ternama.
"Kak Bela aku mau nanya dong?" tanya Liuzzi sembari mendekati dirinya dan melihat tas nya itu dengan tatapan tajam. Bela pun kebingungan dengan pertanyaan Liuzzi yang barusan dia lontar kan.
"Iya... mau nanya apa emang?"
"Kan ini bukan nya tas brand ternama yang lagi ngetren ya? kak dapat uang dari mana? bukan nya orang tua kak lagi sakit dirawat di rumah sakit? dan seharusnya kk gak bisa beli tas ini dong?" ucap Liuzzi dengan nada santai nya, dan dengan wajah kecurigaan nya seperti seorang detektif yang sedang melakukan intrograsi.
"Ah... itu soal itu, kk punya uang simpenan" ucap Bela dengan gugup, Liuzzi pun dengan santai nya melontarkan beberapa pertanyaan lagi kepada Bela dengan wajah pucat nya dengan Desi yang masih memutar kan otak nya untuk menghindari pertanyaan Liuzzi.
"Oh! jadi kk gak relakan uang tabung kk buat orang tua lk sendiri gitu?" tanya Liuzzi yang langsung membuat Bela ketakutan dan jantung nya pun berdegup dengan kencang, bersama Desi yang semakin lama mengigit bibir nya saking cemesnya.
Kring-kring....
Dimohon untuk semua mahasiswa untuk masuk ke kelas nya masing-masing... untuk memulai pembelajaran kali ini, terimakasih.
Suara bel pun berbunyi dengan kesal nya Liuzzi pun tidak bisa mendengar jawaban dari Bela dan juga Desi, tetapi Liuzzi merasa puas bahwa dirinya kali ini menang membuat mereka cemas dengan pertan yang dilontarkan Liuzzi.
Hahahaha! ngakak banget deh ama ekspresi wajahnya lu berdua! ini masih permulaan wahai kak calon ipar ku
Dengan wajah senang nya ia pun pergi ke kelas nya, melihat dosen telah menunggu Liuzzi pun menundukkan kepalanya meminta maaf kepada dosen tersebut, semua teman-teman Liuzzi pun mentertawakan nya.
Liuzzi hanya mengabaikan tawa mereka, karena ia tahu, bahwa jika ia akan mengotori nama dirinya didepan dosen. Setelah selesai jam pelajaran, semua mahasiswa pun pulang Liuzzi dan Yuri pun berjalan kaki bersama.
Aditya dan Kenan sebenarnya sudah menawarkan Liuzzi untuk naik mobil, tetapi karena Liuzzi kasihan Yuri akan sendirian berjalan ia pun memutuskan untuk berjalan kaki untuk pulang.
"Liuzzi kenapa lu tadi gak bareng aja ama abang lu?" tanya Yuri merasa tidak enakan kepada dirinya karena jarak rumah Liuzzi dan rumah nya sangat jauh.
"Teman sejati tidak akan pernah meninggalkan temanya, meskipun keadaan susah, mau pun senang dia akan selalu ada di sisinya" ucap Liuzzi sembari tersenyum, mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Liuzzi.
Yuri pun tersenyum mendengar kata-kata Liuzzi, membuat nya mempunyai teman sejati, selama ini dia hanya mempunyai teman palsu yang menginginkan dna memanfaatkan kepintaran nya saja.
Flashback On
"Yuri.... kerjain dong PR ku" ucap teman Yuri yang langsung menyerahkan beberapa buku matapelajaran yang berbeda-beda.
"Ah.... iya baik lah aku akan mengerjakan nya" ucap Yuri sembari tersenyum, semua teman-teman nya pun pergi ke kantin diam-diam mereka membicarakan Yuri, tanpa mereka sadari bahwa Yuri mendengar semua percakapan itu.
"Si Yuri itu g*bl*k ya!?" ledek teman-teman Yuri, Yuri merasa tersakiti dengan perkataan teman-teman nya, ia pun langsung menghampiri teman-teman nya itu.
"Jadi kalian hanya mempermainkan diriku saja?" tanya Yuri dengan wajah kesalnya, smeua teman-teman Yuri pun dengan santai mendorong dirinya dan tejatuh dilantai.
Yuri pun ditinggal sendirian oleh teman-teman nya, mereka tertawa melihat penderitaan dirinya, itulah yang membuat Yuri trauma dengan pertemanan.
Flashback Off
"Aku akan sentiasa menemani mu Liuzzi" ucap Yuri sembari tersenyum lebar, Liuzzi punn membalas senyuman itu.
"Kita seperti kisah seorang 2 teman yang sama-sama pernah disakiti oleh teman-teman nya" ucap Liuzzi, Yuri pun terkejut mengapa Liuzzi mengetahui bahwa dirinya pernah disakiti oleh teman-teman nya.
"I-iya... tentu"
Sesampainya Liuzzi dirumah, ia pun langsung bersiap-siap untuk makan, tetapi tiba-tiba kedua abang nya pun datang dengan keadaan terluka parah di seumur tubuh nya.
"Lah!? kenapa abang Aditya dan Kenan bisa terluka sampe kaya gini!" ucap Liuzzi dengan nada panik nya yang langsung terburu-buru mengambil beberapa obat p3k.
"Aditya dan anak ku Kenan!? kenapa kalian bisankaya gini sih nak!?"tanya ibu Liuzzi yang langsung membantu Liuzzi mengobati luka-luka nya.
" Tadi kami mengantarkan Desi dan Bela pulang ke rumah, tapi... pas su-sudah diantarkan, kami balik, tiba-tiba ada seseorang yang menghadang mobil kami" ucap Aditya dengan lemasnya, ia pun hanya bisa merasakan kesakitan.
"Seseorang yang menghadang kalian siapa memang nya?" tanya ibu Liuzzi semakin kebingungan Liuzzi yang ikut mendengar sontak ia pun mengingat pesan dan surat dari orang misterius itu.
"Dia semua menggunakan baju hitam ibu, jadi kami tidak bisa melihat wajah nya dengan detail" ucap Aditya, melihat kedua abang nya terluka parah, Liuzzi yakin pelakunya adalah orang misterius itu.
"Kalian berdua istirahat dulu, biar ibu buatkan makan buat kalian berdua" ucap ibu Liuzzi yang langsung berjalan mengarah ke arah dapur, Liuzzi pun kembali ke kamar nya dengan perasaan ketakutan, dan dengan wajah cemasnya, ia pun duduk di dekat jendela melihat beberapa orang di luar sana.
"Apa yang menyerang abang Aditya dan Kenan itu adalah orang yang mengirimkan pesan dan surat yang gua terima itu ya!?" ucap Liuzzi dengan ragu-ragu.
Kenapa adalah orang yang mau neror gua sih!? gua kan ada di dunia novel!? masa ada yang mau neror gua!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
jangan insecure
2022-07-30
1