Bab 5 : Fake Friends

"Eh... Liuzzi rupanya, hai" ucap salah bsatu teman nya sembari tersenyum, Liuzzi pun melihat seorang perempuan seperti ketakutan, yang membuat Liuzzi tahu bahwa teman-temanya itu sedang merampas uang dari perempuan itu.

"Kalian ngapain ngumpul sama cewek ini?" ucap Liuzzi pura-pura tidak tahu dengan kejadian itu, semua teman-temanya pun tersenyum.

"Kami sedang merampas uang dia, gimana kamu mau ikutan Liuzzi?" tanya salah satu teman Liuzzi yang membuat Liuzzi pun tidak menyangka bahwa teman-temanya lebih licik dari perkiraan nya.

Liuzzi pun menghampiri perempuan itu dan membantu nya berdiri yang membuat teman-temanya pun terkejut dengan tingkag Liuzzi, perempuan itu berdiri di belakang Liuzzi yang membuat Liuzzi harus bisa menjadi tamengnya.

"Liuzzi lu ngapain nolong tuh anak!!" teriak salah satu teman nya itu yang membuat Liuzzi memasang wajah kesal nya.

"Fake friends!!!"

"Apa!?" teriak salah satu teman Liuzzi dengan wajah nya yang semakin kebingungan dengan ucapan LiuzziLiuzzi, Liuzzi pun mendekati teman-temanya dengan tatapan serius.

"Kamu saya itu bodoh ha!! g*bl*k gitu!!" teriak Liuzzi yang membuat teman-temanya Liuzzi semakin kebingungan dengan perkataan dirinya, teman-temanya tidak menyangka bahwa Liuzzi akan berpihak dengan orang lain.

"Liuzzi lu kenapa sih!? ayo lah kita kan udah pernah kaya gini sebelum nya, meskipun kamu emang kasihan sama orang itu" ucap salah satu teman nya itu yang membuat Liuzzi semakin emosi dengan perkataan teman-temanya itu.

"KALIAN PIKIR GUA GAK TAHU GITU KALO LU SEMUA PADA MAU RAMPAS UANG GUA JUGA!!!" teriak Liuzzi dengan wajah nya dan matanya yang melotot karena ia tidak bisa menahan amarah nya lagi karena ia teringat dekat kejadian dimana Liuzzi di dalam novel seperti orang bodoh.

"Lu kenapa sih Liuzzi!? kita kan teman?" tanya salah satu teman nyavitu dengan wajah cemas, Liuzzi semakin kesal dengan perkataan teman nya itu.

"Kalian itu fake friends tahu gak! lu semua deketin gua karena mau uang gua doang kan!!"

Perempuan itu pun mendekati Liuzzi dan langsung menarik nya pergi begitu saja dari hadapan teman-temanya itu, Liuzzi pun terkejut karena perempuan itu langsung menarik tangan nya begitu saja.

Semakin lama Liuzzi pun hanya bisa terdiam duduk di sebuah bangku, perempuan itu pergi entah kemana, pikiran Liuzzi hanya bisa berfokus dengan isi cerita itu dalam novel yang membuat Liuzzi, semakin kesal dengan teman-temanya.

Untung gua gak bakal berteman lagi tuh sama orang g*bl*k itu!! kalau engga gua pasti bakal di porotin uang gua mulu!!

"Hai... ini ada minuman buat kamu" ucap perempuan itu yang langsung mengulurkan tangan nya untuk memberikan sebuah minuman kepada Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum balik dang mengambil minuman itu.

"Kamu kuliah di sini?"

"I-iya..." ucap perempuan itu dengan gugup, Liuzzi pun menyuruh nya untuk duduk di samping nya, perempuan itu pun menuruti kata-kata Liuzzi.

Kring-kring...

Bel pun berbunyi membuat Liuzzi pun menarik nafas panjang karena ia baru saja berbicara dua kata, perempuan itu pun berlari, Liuzzi pun segera berteriak menanyakan namanya.

"Hey!! nama mu siapa? aku Liuzzi!?" teriak Liuzzi dari lorong yang membuat perempuan itu pun menghentikan langkah nya lalu ia pun berbalik mengarah ke arah Liuzzi.

"Nama ku Yuri! nanti pulang sekolah bareng ya, tunggu di depan aja..." teriak Yuri yang terus berlari yang membuat Liuzzi pun menggeleng kan kepalanya lalu pergi berlari menuju kelasnya kembali.

Setelah pulang kuliah, seperti yang dikatakan oleh Yuri, Liuzzi pun menunggu Yuri untuk pulang bareng, di sisi lain teman-teman Liuzzi melihat Liuzzi yang tengah berdiri disanadisana, semua teman-temanya telah merencanakan sesuatu yang akan membuat Liuzzi akan di permalukan.

"Teman-teman siap dengan rencana kita tadi!?" tanya salah satu teman nya itu, teman-temanya itu pun mengangguk kan kepalanya pertanda mengerti.

Dari kejauhan Yuri pun melihat teman-temanya Liuzzi yang akan mendorong Liuzzi ke arah lubang, yang membuat Yuri pun panik dan sesegera mungkin berlari untuk mencegah Liuzzi jatuh ke dalam lubang itu.

"Liuzzi awas!!" teriak Yuri dari kejauhan yang membuat Liuzzi pun terkejut, tiba-tiba seorang laki-laki pun menahan nya agar tidak tejatuh kedalam lubang itu, Liuzzi sontak kaget melihat seorang pria memegang nya agar tidak terjatuh ke dalam lubang itu.

Rencana teman-temanya Liuzzi gagal mereka pun kabur melarikan diri, setelah Liuzzi telah tertol Yuri pun cemas dengan keadaan Liuzzi.

"Liuzzi kamu gak apa² kan!?" tanya Yuri yang panik dengan keadaan Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum melihat tingkah Yuri yang cemas akan dirinya, laki-laki itu pun pergi meninggalkan mereka berdua, yang membuat Liuzzi pun berteriak.

"Woi!? makasih udah mau bantuin gua tadi!?" teriak Liuzzi yang membuat laki-laki itu pun menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuh nya.

"Sama-sama, lain kali hati²" ucap laki-laki biru dengan dingin nya yang membuat Liuzzi memasang muka datarnya "Emang nama lu siapa!?" tanya Liuzzi dengan ketusnya, laki-laki itu pun tersenyum.

"Nama gua Zen, sampai ketemu lagi" ucap Zen yang langsung berlari begitu saja dari hadapan Liuzzi dan Yuri.

Lah napa tuh orang!? sampai ketemu lagi!? emang gua bakal ketemu sama dia lagi ya!?

Di jalan, Liuzzi pun dan Yuri bercakap-cakap dan bercanda tawa, tanpa mereka ketahuhi bahwa rumah Yuri pun sudah sampai, yang membuat Liuzzi dah Yuri pun mengakhiri obrolan nya itu.

"Makasih ya Liuzzi, udah nemenin aku pulang bareng" ucap Yuri "Slow aja, oh iya kayaknya kamu pinter banget sampe bawa buku kaya gitu?" ucap Liuzzi yang langsung melihat ke arah tangan Yuri yang membawa beberapa buku.

"Lah!? bukanya aku yang harus bilang gitu sama kamu ya?" tanya Yuri yang semakin membuat Liuzzi kebingungan apa yang dimaksud dengan Yuri.

"Lah!? maksudnya kenapa emang nya?? kan emang kamu itu pinter, dan aku dengar-dengar kamu itu dapat beasiswa kan?" tanya Liuzzi, Yuri pun membalas nya dengan anggukan kepalanya.

"Iya bener sih, tapi kamu dan abang kamu kan juga orang pinter si universitas??" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun terkejut bahwa abang nya dan dirinya adalah orang pintar di universitas itu.

Lah!? kalo gua sama abang orang pinter dan masuk kuliah juga mendapat beasiswa di universitas itu... kenapa mereka bodoh sama pacar nya sendiri?

Seharusnya mereka peka dong kalo pacar nya itu cuman morotin uangnya doang? wah apa jangan-jangan abang gua bodoh sama soal percintaan ya kaya gua dulu?? gua harus selidiki ini!!

Terpopuler

Comments

Cip_13

Cip_13

maaf kak sebelumnya, kalau bisa jangan disingkat kata-katanya🙏🥰

2022-08-22

0

reedha

reedha

kadang sepintar apapun orang di bidang akademik belum tentu pintar kalau urusan hati, bisa saja dibutakan oleh cinta dan bertingkah seperti orang bodoh atau mau saja dibodohi oleh pacar

2022-08-05

5

꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

semangat ya kak

2022-07-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Reinkarnasi
2 Bab 2 : Antagonis!?
3 Bab 3 : Kencan
4 Bab 4 : Rencana Gagal
5 Bab 5 : Fake Friends
6 Bab 6 : Cerita Cinta
7 Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8 Bab 8 : Sekongkol!?
9 Bab 9 : Memberi Tahu
10 Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11 Bab 11 : Pertemuan Kedua
12 Bab 12 : Tokoh Favorit
13 Bab 13 : Maafkan Aku...
14 Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15 Bab 15 : Unknown
16 Bab 16 : Siapa Itu!?
17 Bab 17 : Menyatakan Cinta
18 Bab 18 : Pengganggu
19 Bab 19 : Berkelahi
20 Bab 20 : Baju Kuno
21 Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22 Bab 22 : Mengulang
23 Bab 23 : Malam Yang Dingin
24 Bab 24 : Rancangan
25 Bab 25 : Sepatu
26 Bab 26 : Pengumuman Nay
27 Bab 27 : Paket misterius
28 Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29 Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30 Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31 Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32 Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33 Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34 Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35 Bab 35 : Menampar
36 Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37 Bab 37 : Nay Pembelot!?
38 Bab 38 : Jujur
39 Bab 39 : Omongan Manis
40 Bab 40 : Tertinggal Cepat
41 Bab 41 : Melacak
42 Bab 42 : Menikah!?
43 Bab 43 : Tertangkap
44 Bab 44 : Pingsan
45 Bab 45 : Menjauh
46 Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47 Bab 47 : Tawaran
48 Bab 48 : Kabar Baik
49 Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50 Bab 50 : Pria Misterius
51 Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52 Bab 52 : Dosen Muda
53 Bab 53 : Suka
54 Bab 54 : Diterima
55 Bab 55 : Jabatan
56 Bab 56 : Sengaja
57 Bab 57 : Dokter Tampan
58 Bab 58 : Tingkah
59 Bab 59 : Sikap Dingin
60 Bab 60 : Kisah Mikael
61 Bab 61 : Kagum
62 Bab 62 : Aku Mirya
63 Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64 Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65 Bab 65 : Dalam Pengawasan
66 Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67 Bab 67 : Penyakit Cinta
68 Bab 68 : Akhir Pekan
69 Bab 69 : Aku Raa
70 Bab 70 : Harapan Raa
71 Bab 71 : Ibu Mertua
72 Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73 Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74 Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75 Bab 75 : Jujur lah!
76 Bab 76 : Perjanjian
77 Bab 77 : Belum Terlambat
78 Bab 78 : Keributan
79 Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80 Bab 80 : Penolakan
81 Bab 81 : Pindah Rumah
82 Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83 Bab 83 : Diterima
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 : Reinkarnasi
2
Bab 2 : Antagonis!?
3
Bab 3 : Kencan
4
Bab 4 : Rencana Gagal
5
Bab 5 : Fake Friends
6
Bab 6 : Cerita Cinta
7
Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8
Bab 8 : Sekongkol!?
9
Bab 9 : Memberi Tahu
10
Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11
Bab 11 : Pertemuan Kedua
12
Bab 12 : Tokoh Favorit
13
Bab 13 : Maafkan Aku...
14
Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15
Bab 15 : Unknown
16
Bab 16 : Siapa Itu!?
17
Bab 17 : Menyatakan Cinta
18
Bab 18 : Pengganggu
19
Bab 19 : Berkelahi
20
Bab 20 : Baju Kuno
21
Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22
Bab 22 : Mengulang
23
Bab 23 : Malam Yang Dingin
24
Bab 24 : Rancangan
25
Bab 25 : Sepatu
26
Bab 26 : Pengumuman Nay
27
Bab 27 : Paket misterius
28
Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29
Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30
Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31
Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32
Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33
Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34
Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35
Bab 35 : Menampar
36
Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37
Bab 37 : Nay Pembelot!?
38
Bab 38 : Jujur
39
Bab 39 : Omongan Manis
40
Bab 40 : Tertinggal Cepat
41
Bab 41 : Melacak
42
Bab 42 : Menikah!?
43
Bab 43 : Tertangkap
44
Bab 44 : Pingsan
45
Bab 45 : Menjauh
46
Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47
Bab 47 : Tawaran
48
Bab 48 : Kabar Baik
49
Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50
Bab 50 : Pria Misterius
51
Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52
Bab 52 : Dosen Muda
53
Bab 53 : Suka
54
Bab 54 : Diterima
55
Bab 55 : Jabatan
56
Bab 56 : Sengaja
57
Bab 57 : Dokter Tampan
58
Bab 58 : Tingkah
59
Bab 59 : Sikap Dingin
60
Bab 60 : Kisah Mikael
61
Bab 61 : Kagum
62
Bab 62 : Aku Mirya
63
Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64
Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65
Bab 65 : Dalam Pengawasan
66
Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67
Bab 67 : Penyakit Cinta
68
Bab 68 : Akhir Pekan
69
Bab 69 : Aku Raa
70
Bab 70 : Harapan Raa
71
Bab 71 : Ibu Mertua
72
Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73
Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74
Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75
Bab 75 : Jujur lah!
76
Bab 76 : Perjanjian
77
Bab 77 : Belum Terlambat
78
Bab 78 : Keributan
79
Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80
Bab 80 : Penolakan
81
Bab 81 : Pindah Rumah
82
Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83
Bab 83 : Diterima

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!