"Eh... Liuzzi rupanya, hai" ucap salah bsatu teman nya sembari tersenyum, Liuzzi pun melihat seorang perempuan seperti ketakutan, yang membuat Liuzzi tahu bahwa teman-temanya itu sedang merampas uang dari perempuan itu.
"Kalian ngapain ngumpul sama cewek ini?" ucap Liuzzi pura-pura tidak tahu dengan kejadian itu, semua teman-temanya pun tersenyum.
"Kami sedang merampas uang dia, gimana kamu mau ikutan Liuzzi?" tanya salah satu teman Liuzzi yang membuat Liuzzi pun tidak menyangka bahwa teman-temanya lebih licik dari perkiraan nya.
Liuzzi pun menghampiri perempuan itu dan membantu nya berdiri yang membuat teman-temanya pun terkejut dengan tingkag Liuzzi, perempuan itu berdiri di belakang Liuzzi yang membuat Liuzzi harus bisa menjadi tamengnya.
"Liuzzi lu ngapain nolong tuh anak!!" teriak salah satu teman nya itu yang membuat Liuzzi memasang wajah kesal nya.
"Fake friends!!!"
"Apa!?" teriak salah satu teman Liuzzi dengan wajah nya yang semakin kebingungan dengan ucapan LiuzziLiuzzi, Liuzzi pun mendekati teman-temanya dengan tatapan serius.
"Kamu saya itu bodoh ha!! g*bl*k gitu!!" teriak Liuzzi yang membuat teman-temanya Liuzzi semakin kebingungan dengan perkataan dirinya, teman-temanya tidak menyangka bahwa Liuzzi akan berpihak dengan orang lain.
"Liuzzi lu kenapa sih!? ayo lah kita kan udah pernah kaya gini sebelum nya, meskipun kamu emang kasihan sama orang itu" ucap salah satu teman nya itu yang membuat Liuzzi semakin emosi dengan perkataan teman-temanya itu.
"KALIAN PIKIR GUA GAK TAHU GITU KALO LU SEMUA PADA MAU RAMPAS UANG GUA JUGA!!!" teriak Liuzzi dengan wajah nya dan matanya yang melotot karena ia tidak bisa menahan amarah nya lagi karena ia teringat dekat kejadian dimana Liuzzi di dalam novel seperti orang bodoh.
"Lu kenapa sih Liuzzi!? kita kan teman?" tanya salah satu teman nyavitu dengan wajah cemas, Liuzzi semakin kesal dengan perkataan teman nya itu.
"Kalian itu fake friends tahu gak! lu semua deketin gua karena mau uang gua doang kan!!"
Perempuan itu pun mendekati Liuzzi dan langsung menarik nya pergi begitu saja dari hadapan teman-temanya itu, Liuzzi pun terkejut karena perempuan itu langsung menarik tangan nya begitu saja.
Semakin lama Liuzzi pun hanya bisa terdiam duduk di sebuah bangku, perempuan itu pergi entah kemana, pikiran Liuzzi hanya bisa berfokus dengan isi cerita itu dalam novel yang membuat Liuzzi, semakin kesal dengan teman-temanya.
Untung gua gak bakal berteman lagi tuh sama orang g*bl*k itu!! kalau engga gua pasti bakal di porotin uang gua mulu!!
"Hai... ini ada minuman buat kamu" ucap perempuan itu yang langsung mengulurkan tangan nya untuk memberikan sebuah minuman kepada Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum balik dang mengambil minuman itu.
"Kamu kuliah di sini?"
"I-iya..." ucap perempuan itu dengan gugup, Liuzzi pun menyuruh nya untuk duduk di samping nya, perempuan itu pun menuruti kata-kata Liuzzi.
Kring-kring...
Bel pun berbunyi membuat Liuzzi pun menarik nafas panjang karena ia baru saja berbicara dua kata, perempuan itu pun berlari, Liuzzi pun segera berteriak menanyakan namanya.
"Hey!! nama mu siapa? aku Liuzzi!?" teriak Liuzzi dari lorong yang membuat perempuan itu pun menghentikan langkah nya lalu ia pun berbalik mengarah ke arah Liuzzi.
"Nama ku Yuri! nanti pulang sekolah bareng ya, tunggu di depan aja..." teriak Yuri yang terus berlari yang membuat Liuzzi pun menggeleng kan kepalanya lalu pergi berlari menuju kelasnya kembali.
Setelah pulang kuliah, seperti yang dikatakan oleh Yuri, Liuzzi pun menunggu Yuri untuk pulang bareng, di sisi lain teman-teman Liuzzi melihat Liuzzi yang tengah berdiri disanadisana, semua teman-temanya telah merencanakan sesuatu yang akan membuat Liuzzi akan di permalukan.
"Teman-teman siap dengan rencana kita tadi!?" tanya salah satu teman nya itu, teman-temanya itu pun mengangguk kan kepalanya pertanda mengerti.
Dari kejauhan Yuri pun melihat teman-temanya Liuzzi yang akan mendorong Liuzzi ke arah lubang, yang membuat Yuri pun panik dan sesegera mungkin berlari untuk mencegah Liuzzi jatuh ke dalam lubang itu.
"Liuzzi awas!!" teriak Yuri dari kejauhan yang membuat Liuzzi pun terkejut, tiba-tiba seorang laki-laki pun menahan nya agar tidak tejatuh kedalam lubang itu, Liuzzi sontak kaget melihat seorang pria memegang nya agar tidak terjatuh ke dalam lubang itu.
Rencana teman-temanya Liuzzi gagal mereka pun kabur melarikan diri, setelah Liuzzi telah tertol Yuri pun cemas dengan keadaan Liuzzi.
"Liuzzi kamu gak apa² kan!?" tanya Yuri yang panik dengan keadaan Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum melihat tingkah Yuri yang cemas akan dirinya, laki-laki itu pun pergi meninggalkan mereka berdua, yang membuat Liuzzi pun berteriak.
"Woi!? makasih udah mau bantuin gua tadi!?" teriak Liuzzi yang membuat laki-laki itu pun menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuh nya.
"Sama-sama, lain kali hati²" ucap laki-laki biru dengan dingin nya yang membuat Liuzzi memasang muka datarnya "Emang nama lu siapa!?" tanya Liuzzi dengan ketusnya, laki-laki itu pun tersenyum.
"Nama gua Zen, sampai ketemu lagi" ucap Zen yang langsung berlari begitu saja dari hadapan Liuzzi dan Yuri.
Lah napa tuh orang!? sampai ketemu lagi!? emang gua bakal ketemu sama dia lagi ya!?
Di jalan, Liuzzi pun dan Yuri bercakap-cakap dan bercanda tawa, tanpa mereka ketahuhi bahwa rumah Yuri pun sudah sampai, yang membuat Liuzzi dah Yuri pun mengakhiri obrolan nya itu.
"Makasih ya Liuzzi, udah nemenin aku pulang bareng" ucap Yuri "Slow aja, oh iya kayaknya kamu pinter banget sampe bawa buku kaya gitu?" ucap Liuzzi yang langsung melihat ke arah tangan Yuri yang membawa beberapa buku.
"Lah!? bukanya aku yang harus bilang gitu sama kamu ya?" tanya Yuri yang semakin membuat Liuzzi kebingungan apa yang dimaksud dengan Yuri.
"Lah!? maksudnya kenapa emang nya?? kan emang kamu itu pinter, dan aku dengar-dengar kamu itu dapat beasiswa kan?" tanya Liuzzi, Yuri pun membalas nya dengan anggukan kepalanya.
"Iya bener sih, tapi kamu dan abang kamu kan juga orang pinter si universitas??" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun terkejut bahwa abang nya dan dirinya adalah orang pintar di universitas itu.
Lah!? kalo gua sama abang orang pinter dan masuk kuliah juga mendapat beasiswa di universitas itu... kenapa mereka bodoh sama pacar nya sendiri?
Seharusnya mereka peka dong kalo pacar nya itu cuman morotin uangnya doang? wah apa jangan-jangan abang gua bodoh sama soal percintaan ya kaya gua dulu?? gua harus selidiki ini!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Cip_13
maaf kak sebelumnya, kalau bisa jangan disingkat kata-katanya🙏🥰
2022-08-22
0
reedha
kadang sepintar apapun orang di bidang akademik belum tentu pintar kalau urusan hati, bisa saja dibutakan oleh cinta dan bertingkah seperti orang bodoh atau mau saja dibodohi oleh pacar
2022-08-05
5
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semangat ya kak
2022-07-30
1