"Udalah kalian duluan aja ke mobil gua mau ambil buku dulu yang ketinggalan" ucap Aditya sembari tersenyum, Kenan dan Liuzzi pun pergi duluan ke dalam mobil untuk menunggu Aditya.
Di sisi Aditya, ia pun langsung segera membuang permen karet itu dengan cepat Aditya pun langsung minum air saking kepedasan nya, ibu Liuzzi punn hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah anak nya.
Di dalam mobil Liuzzi pun mengingat pertemuan Bela dan juga Desi yang bereseng-kongkol untuk mendapatkan semua uang dari kedua abang nya itu.
"Abang Aditya, Kenan nanti malam gua mau ngobrol sama kalian berdua karena ini penting!" tegas Liuzzi yang membuat Aditya dan Kenan pun merasa bahwa ada sesuatu hal yang penting yang akan dibicarakan oleh Liuzzi.
"Emang... mau bahas apa? terus mau bahas nya dimana?"
"Nanti di rumah aja gua bilang, udah gua mau ke kelas dulu bye..." ucap Liuzzi yang langsung turun dari mobil dan pergi menuju kelasnya, bersama dengan Yuri yang tengah menunggu dirinya di depan pintu.
Di lorong kelas terlihat kedua pacar abang nya itu yang ingin menghampiri abang nya itu, dengan wajah kesal nya Liuzzi pun berjalan lebih cepat yang membuat Yuri pun langsung berlari mengikuti Liuzzi.
"Liuzzi lu ngapain buru-buru!?" tanya Yuri yang semakin kelelahan karena harus berjalan lebih cepat agar tidak tertinggal oleh Liuzzi di belakang nya.
"Gak... gak apa-apa, cuman males aja lihat kecoak!!" desis Liuzzi, Yuri pun kebingungan dengan perkataan Liuzzi ia pun hanya diam saja melihat wajah Liuzzi yang tengah kesal.
Sesampainya Liuzzi di kelas Liuzzi pun dikejutkan dengan banyak pewarna yang tiba-tiba menimpa dirinya, karena ulah teman-teman Liuzzi yang ingin membalas kann dendam nya kepada dirinya.
Liuzzi tahu dan hanya diam saja karena kejadian ini akan terjadi, ia selalu membawa baju cadangan untung nya Liuzzi pun langsung pergi kekamar mandi dan langsung mengganti pakaian nya itu.
Cik!! dasar bodoh lu pikir gua g*bl*k gitu! gua udah persiapan coy!!
"Liuzzi lu gak apa-apa kan? belum aja jam pelajaran di mulai langsung di jahilin sama teman-teman lu" ucap Yuri yang langsung memeluk Liuzzi.
"Yah.... namanya mau balas dendam, apapun akan di lakukan untuk membalasnya, semua manusia kadang harus membalas dendam agar perasaan nya lega" ucap Liuzzi yang membuat Yuri pun menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dengan perkataan Liuzzi.
"Emang kenapa sih gak temen aja sama mereka, dari pada kamu di gini ini mulu?" tanya Yuri dengan wajah penasaran akan jawaban Liuzzi.
"Gua gak mau temenan sama mereka yang mau merampas uang gua!" gertak Liuzzi yang membuat Yuri pun kebingungan.
"Emang kaya gimana tuh cerita nya?"
"Jadi gua itu pergi ke restoran, saat biru mereka hanya berpura-pura tidak membawa uang, ya gua tahu kalo mereka merencanakan itu jadi gua pergi aja" ucap Liuzzi dengan santai nya, Yuri pun merasa kebingungan dengan perkataan Liuzzi.
Mengapa Liuzzi mengetahui bahwa uang nya akan dirampas oleh teman-teman nya, dan mengapa ia langsung pergi begitu saja.
"Gua mau nanya satu hal sama lu" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun melihat tatapan serius Yuri terlihat.
"Ya... mau nanya apa emang?"
"Kenapa elu bisa tahu kalo lu bakal di rampas uang nya?" tanya Yuri yang membuat Liuzzi pun sadar bahwa dirinya hampir ingin membocorkan rahasia nya kepada teman nya itu.
"Ah... karena waktu itu tuh... sebenarnya aku dengar mereka bisik-bisik gitu loh iya, kan!?" tanya Liuzzi dengan gugup karena hampir rahasia nya akan terbongkar.
"Owalah gitu toh"
"Dah, gua mau ke kelas gua dulu byee" ucap Liuzzi yang langsung berlari menjauh dari Yuri karena saking ketakutan nya.
Kring-kring
Bel pun berbunyi semua mahasiswa pulang ke rumah mereka masing-masing, Liuzzi seperti biasa pulang bersama Yuri karena kedua abang nya harus mengantarkan pacar mereka yang selalu mereka lakukan setiap saat.
"Abang lu tega juga ngelihat adeknya jalan dari kampus sampe ke rumah" ucap Yuri yang langsung mengelus bahu Liuzzi karena kelelahan full belajar di kelas nya.
"Abang gua itu mikirin pacar nya doang dibandingkan gua" ucap Liuzzi dengan kesal, setelah beberapa menit mereka pun sampai di depan rumah Yuri.
"Byee Liuzzi semangat jalan kakinya"
"Ya deh..."
Di sepanjang jalan Liuzzi hanya bisa terdiam, berjalan seperti orang aneh, Liuzzi melihat orang sekitar melihat kebersamaan antara abang dan adik nya.
"Liuzzi woii, ayo naik mau pulang gak?" tanya Aditya yang langsung memberhentikan mobil nya di samping trotoar itu, Liuzzi pun terkejut melihat abang nya telah balik.
"Mau dong" ucap Liuzzi yang langsung berlari dan naik ke dalam mobil itu, dengan cepat mobil itu pun sampai di depan rumah. Sang ibu yang telah menunggu dan menyambut ketiga anak nya itu.
"Ayo kalian langsung makan gih..." ucap ibu Liuzzi, Aditya, Kenan dan juga Liuzzi makan bersama yang telah ditunggu oleh ayahnya di meja makan.
Selesai makan mereka pun beraktivitas seperti biasa nya, Liuzzi dan kedua abang nya pun berkumpul di kamar Liuzzi membicarakan sesuatu penting yang membuat kedua abang nya itu pun hanya terdiam.
"Jadi lu mau bahas apa emang nya?"
"Gua mau bilang sesuatu yang penting banget!" ucap Liuzzi dengan wajah serius nya Aditya dan Kenan pun saling menatap mata melihat tingkah adiknya itu.
"Gua mau kasih tahu tentang rahasia pacar kalian berdua!!"
"Ha!?"
Pesan Author...
[Hai... kali ini author bikin bab ini gak terlalu banyak ya, soal nya author lagi capek, jadi agak susah dapat fels nya, ini juga author bikin agar bisa dapat fels nya dan akhirnya author hanya bisa membuat sedikit. Untuk besok semoga author bisa bikin bab nya pajang seperti bab sebelumnya, jadi nantikan terus ya untuk bab berikut nya ^^]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Jun!!!
Masa down yaa~😊
2022-07-26
2