Liuzzi pun memutuskan untuk duduk sejenak melihat mereka tengah mengobrol berdua, dengan sikap Bela yang sangat manja kepada abang nya Liuzzi mereka bahwa Bela hanya mempermainkan perasaan abang nya saja bersama dengan Desi.
Kadang gua ngerasa abang gua pinter tapi dia bakal bodoh di lingkaran percintaan, sama seperti gua dulu yang emang mudah di tipu sama kata-kata manisnya.
Liuzzi dalam novel pun sama saja, dia juga langsung bodoh ketika dalam lingkaran pertemanan, padahal dia kan pinter banget.
"Sayang aku pergi dulu ya, orang tua ku udah nunggu di rumah sakit" ucap Bela yang langsung berdiri seperti terburu-buru ingin berjanjian dengan orang lain.
"Mau aku antar gak?" ucap Aditya yang ingin menawarkan Bela di antara ke rumah sakit bersama nya agar bisa cepat sampai nya.
"Eh!? gak usah sayang hahaha mending kamu langsung tidur aja besok kan kuliah" ucap Bela dengan panik, Liuzzi pun menyadari bahwa ada yang disembunyikan oleh Bela di belakang abang nya, dengan nada suara nya yang sangat ketakutan.
Wah... ada ya gak beres nih!
Liuzzi pun langsung pergi meninggalkan cafe itu dan ia pun bersembunyi di balik tong sampah besar yang terletak di depan cafe, Bela pun keluar dari cafe itu bersama abang nya yang tengah pulang.
Abang Aditya udah pergi artinya si Bela sendiri dong!? gua harus buntut ini dia mau kemana!
Bela pun segera berlari menuju restoran yang terletak di samping cafe, yang mereka kencani tadi, Liuzzi pun dengan cepat masuk kedalam restoran itu, tapi sialnya restoran itu sangat ramai sehingga Liuzzi pun hanya bisa mendengar perkataan mereka terpotong-potong.
Ish!!! ni restoran segala rame lagi, arghhh!!
"Wehhh lihat gua dapat uang banyak dari si Aditya bodoh itu loh Desi" ucap Bela yang langsung mengeluarkan amplop coklat nya berisikan uang banyak, dengan senang nya Bela dan Desi pun bersenang-senang.
"Mending kita pesan makan untuk merayakan keberhasilan lu sama gua gimana?" tanya Desi yang langsung senang, Liuzzi pun melihat dan terkejut bahwa mereka saling mengenal satu sama lain, tetap yang Liuzzi tahu Bela dan Desi hanyalah teman bisa yang tidak terlalu mengenal satu sama lain.
Mereka naaling kenal rupanya! mereka memang penipu!!
"Gimana kalo kita ke pergi ke tempat biasa aja?" tanya Bela yang langsung bersemangat, Desi pun langsung menarik tangan untuk pergi ke tempat biasa mereka nongkrong.
Liuzzi pun menatap Bela dan Desi pergi semakin jauhi dari pandangan nya, Liuzzi pun berjalan seperti orang gagal di trotoar, ia tidak peduli berapa ramai nya disana.
Gimana ya? gua rasanya pengen bilang ke abang gua tentang perlakuan mereka... apa gua bilang aja kali ya?
Sesampainya Liuzzi di rumah ia pun mengetuk pintu, seketika ibu Liuzzi pun langsung memeluk dirinya yang tengah pulang terlalu malam, ditunggu oleh kedua abang nya di ruang tamu, wajah Liuzzi semakin melemas.
"Liuzzi ayo makan dulu gih di dapur" ucap Kenan dengan senyuman, Liuzzi hanya menuruti kata-kata bya saja, ia pun duduk di kursi itu, dan tanpa Liuzzi sadari di kursi itu telah diberi lem.
"Liuzzi udah selesai makan nya, Liuzzi mau pengen ke kamar dulu" ucap Liuzzi yang langsung sadar bahwa dirinya telah dipermainkan oleh kedua abang itu, mereka sengaja jahil kepada dirinya.
Liuzzi pun kesal karena diam-diam abang nya telah memberikan jebakan "Abang Aditya, Kenan sini kalian bertanggung jawab woi g*bl*k!!!" teriak Liuzzi yang tengah berusaha untuk melepaskan kursi itu dari tubuh nya.
"Buahahaha cuba aja lepas sendiri hahahaha" teriak Kenan dan juga Aditya yang langsung bersembu di kamar nya masing-masing, ayah Liuzzi pun langsung melepa Liuzzi dari kursi itu, setelah nya Liuzzi pun langsung mengedor-gedorkan pintu kamar mereka.
"Dasar lu berdua sialan t*l*l!!! cepet keluar lu takut ya!!!" teriak Liuzzi yang semakin mengedor-gedorkan pintu itu dengan kencang, ibu Liuzzi pun menghampiri Liuzzi.
"Nak ini udah malam lo, malu didengar sama tetangga" ucap Ibu Liuzzi yang langsung mengelus-ngeluskan bahu Liuzzi.
"Tapi ibu kan abang duluan yang salah dia yang jailin aku!" ucap Liuzzi yang masih menyimpan dendam kejahilan kedua abang nya itu, ibu Liuzzi pun langsung menyuruh Liuzzi pergi kekamar nya untuk istirahat dikamarnya.
"Mending gua tidur daripada mikir yang tadi, tapi mau gimana lagi gua pengen banget nyingkirin si antagonis bodoh itu!! abang gua nya aja yang telalu bodoh..." ucap Liuzzi yang langsung berbaring di kasur nya dan tidur telelap.
Tetap tetap saja Liuzzi tidak bisa tidur ia pun memutuskan untuk membuat rencana menjahili abang nya balik mengunakan sejata andalan nya di dunia sebelum nya.
Untung nya gua punya permen karet ini, gua bakal balas semua perbuatan kalian abang Aditya dan juga Kenan
Permen ini mampu membuat kalian itu sakit, dan juga yang paling terpenting, di dunia sebelum nya gua adalah pe jahil yang hebat, lu gak bisa membandingkan kejahilan lu dengan gua, karena gua adalah raja jahil
Keesokan harinya seperti bisa Liuzzi pun bersiap-siap berangkat kuliah nya bersama kedua abang nya itu, Liuzzi pun menghampiri kedua abang nya itu dan memberikan 2 bungkus permen karet.
"Wis... permen karet bakal enak nih" ucap abang Kenan yang langsung mengambil permen karet itu begitu saja dari tangan Liuzzi.
Aditya pun mengambil permen karet itu dengan perasaan ragu, karena Liuzzi tiba-tiba baik kepada mereka setelah kejadian tadi malam, Liuzzi hanya tersenyum yang membuat Aditya pun memakan permen karet itu.
"Gimana enak gak permen karet nya, soal nya itu super edisi terbatas loh" ucap Liuzzi yang langsung melirik kedua abang nya itu yang tengah menahan rasa pedas yang sangat dasyat.
Buahahaha akhirnya lu berdua kena jebakan gua, mampusss situ!! lagian siapa suru kalian mempermainkan gua
"Liuzzi gua mau nanya, lu mempermainkan kita berdua dengan permen karet pedas level dasyat iyankan?" tanya abang Aditya dengan wajah serius nya yang membuat Liuzzi pun ketakutan, mengapa abang Aditya tahu soal permen karet itu.
"E-emang kenapa dengan permen karet itu?" tanya Liuzzi dengan ketakutan, Aditya pun langsung tersenyum "Karena inginkan permen karet kesukaan gua Liuzzi apa lagi ini kan edisi terbatas" ucap Aditya yang langsung membuat Kenan dan juga Liuzzi kebingungan.
"Ha!? sejak kapan lu suka permen karet pedas itu!?" ucap Kenan dan Liuzzi yang kebingungan dengan tingkah abang nya itu, padahal nyatanya dulu Aditya tidak menyukai permen karet pedas dasyat itu.
Gua harus bisa menahan rasa pedas ini!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Jun!!!
Baru tau ada permen karet pedas 😂
2022-07-23
1