"Ha!?"
"Iya... gua bakal bahasa soal pacar lu berdua" ucap Liuzzi yang semakin serius, membuat kedua abang nya pun hanya diam.
"Emang mau bahas soal apa?"
"Soal kebohongan dia sama lu berdua bodoh!!" teriak Liuzzi, Aditya dan Kenan pun terkejut apa kebohongan yang disembunyikan oleh pacar mereka.
"Jadi tadi gua pergi keluar malam-malam dan melihat Desi dan juga Bela yang berduaan di sebuah restoran, di situ mereka terlihat dekat, dan Bela mengeluarkan sejumlah uang yang di berikan oleh abang Aditya untuk orang tuanya"
"Terus apa salahnya dengan uang itu? uang itu kan buat pengobatan orang tu-" ucap Aditya yang langsung terpotong dengan perkataan Liuzzi.
"Dia gak gunain uang itu buat pengobatan orang tuanya!! dia hanya memanfaatkan uang nya lu doang!!" tegas Liuzzi dengan wajah marah nya, kedua abang nya itu punn merasakan bahwa Liuzzi ingin memutuskan hubungan dirinya dengan pacar nya itu.
"Lu g*la ya!! dia gak mungkin bohong!! orang tuanya emang beneran sakit ko!!" teriak Aditya yang membuat Liuzzi pun terkejut dengan gertak sang abang nya itu.
"Lu mau ngerusak hubungan gua sama si Bela kan!!" gertak Aditya yang membuat mata Liuzzi npun membulat tidak berkedip sedikit pun. Aditya pun keluar dari kamar Liuzzi dan langsung menutup pintu itu dengan kencang.
"Liuzzi gua heran ama lu, lu sampe mau fitnah pacar nya abang Aditya kalo dia itu pembohong, lu tuh gak tahu apa-apa soal sikap dia, Bela sama abang Aditya udah pacaran lama, gak mungkin lah Bela bohongin abang Aditya!!" gertak Kenan yang langsung membela abang nya itu, dengan cepat ia pun pergi dengan perasaan tak menyangkal bahwa Liuzzi tidak menyukai pacar abang nya itu.
Apa gua salahnya kasih tahu soal ini ke abang gua? tapi kenapa abang gua lebih percaya sama pacar nya sendiri dari pada gua adik kandung nya?
Liuzzi pun menangis di tengah malam yang gelap, semua sunyi, rasa harapan hampir menghilang, Liuzzi tidak menyangka bahwa ia akan di tuduh pembohongan oleh kedua abang nya itu.
"Gua mending nyerah aja apa harus berusaha?" ucap Liuzzi dengan suara kecilnya, sembari menatap langit gelap yang diterangi oleh bulan dan dengan keadaan jalan sepi hanya terlihat lampu jalan yang menerangi.
Flashback On
"Abang Aditya, abang Kenan kapan nih kalian sama pacar kalian nikah?" tanya Liuzzi dengan wajah senang gembira melihat kedua kakak ipar nya akan menikah dengan abang nya.
"Ya nanti pas lulus kuliah, lu aja masih belum lulus sma" ucap abang Kenan dengan santai nya, Liuzzi pun kesal dengan perkataan abang nya itu.
"Lah aku juga bakal kuliah kali tahun ini kan udah mau lulus sma" ucap Liuzzi dengan sombongnya, kedua abang nya pun hanya menggeleng kan kepala mereka.
"Abang itu dia calon kakak ipar ku datang" ucap Liuzzi yang langsung menujukan jarinya ke arah Desi dan juga Bela. Yang tengah berjalan mendekati mereka.
"Akhirnya calon kakak ipar ku datang, aku adiknya abang Aditya dan juga Kenan bakan menyetujui kalian untuk menikah yeyeye" ucap Liuzzi yang langsung bertepuk tangan, semua punn mengikuti nya sembari tersenyum melihat sikap Liuzzi.
Flashback Off
Liuzzi lu kenapa sih jadi berubah gini!? padahal lu dulu kan nya minta kedua lu ini buat nikah sama Desi dan Bela? tapi kenapa lu tiba-tiba fitnah calon kakak ipar lu sendiri?
Pikiran Aditya dan Kenan pun mengarahkan kearah kejadian masa lalu mereka, yang membuat mereka merasa bahwa Liuzzi bersikap berubah tidak seperti dulu, yang menyemangati kedua abang nya itu untuk mendekati Desi dan juga Bela.
Selalu mendukung hubungan mereka, ketika mereka ada masalah Liuzzi selalu menyelesaikan masalah itu, agar pernikahan mereka bisa dilaksanakan.
"Apa sih yang buat lu berubah Liuzzi, sampe mau misahin gua sama Bela?" tanya Aditya dengan keadaan tidak bisa tidur.
Keesokan harinya, Liuzzi pun berangkat tanpa sepengetahuan kedua abang nya itu, subuh-subuh Liuzzi telah berangkat ke kampus nya dengan berjalan kaki, ibu Liuzzi kebingungan mengapa ia tidak berangkat dengan kedua abang nya saja dari pada jalan kaki.
"Kamu serius mau jalan kaki ajanke kampus?" tanya ibu Liuzzi yang ingin memastikan keadaan Liuzzi, apakah ia benar-benar serius.
"Iya bu, sekalian mau olahraga, aku duluan ya bu... bye..." ucap Liuzzi yang langsung pergi setelah bersalaman dengan sang ibu, ibu Liuzzi merasa bahwa Liuzzi tengah mempunyai masalah dengan kedua abang nya itu.
Setelah Liuzzi pergi 1 jam yang lalu untuk berangkat kuliah, Aditya dan Kenan pun keluar dari kamar mereka untuk sarapan pagi untuk berangkat kuliah.
"Aditya, Kenan, kalian tahu gak Liuzzi kenapa?" tanya ibu Liuzzi yang sangat mencemaskan keadaan Liuzzi.
"Maksud ibu kenapa?"
"Soal nya pas subuh dia berangkat kuliah sendiri jalan kaki, biasanya dia kan berangkat sama kalian berdua" ucap ibu Liuzzi sontak membuat Aditya dan juga Kenan pun terkejut bahwa Liuzzi sudah berangkat lebih awal ke kampus.
"Apa Liuzzi udah berangkat ke kampus pas subuh?" tanya Aditya yang langsung membulat kan matanya, ibu Liuzzi pun hanya mengangguk kan kepalanya, mereka pun segera berangkat ke kampus dengan cepat.
"Sebenarnya ada kejadian apa sih yang mereka sembunyikan?" ucap ibu Liuzzi yang sedang merapikan makan di atas meja, tanpa ia sadar bahwa suami nya telah menunggu nya untuk sarapan.
Sesampainya Aditya dan Kenan di sekolah, ia sama sekali tidak melihat keberadaan Liuzzi, kedua pacar mereka pun menghampiri mereka, Desi dan Bela pun kebingungan karena dari tadi Aditya dan Kenan sedang mencari seseorang.
"Aditya kamu kenapa?" tanya Bela dengan wajah cemas nya, Aditya pun langsung terdiam.
"Liuzzi tadi pagi dia udah berangkat subuh-subuh, tapi gak tahun sekali dia ada di mana" ucap Aditya yang dengan wajah cemas nya itu, Bela dan Desi pun berniat untuk membantu Aditya dan Kenan untuk mencari Liuzzi.
Tiba-tiba Liuzzi pun muncul di hadapan mereka bersama teman nya Yuri seperti seseorang yang tidak dikenali oleh Liuzzi, sontak membuat Liuzzi pun hanya melintasi mereka dengan wajahnya yang tidak sama sekali menengok mengarah kepada mereka.
Kenapa Liuzzi tidak melihat kami? apa dia cuma berpura-pura? kenapa sikap lu jadi gini sih Liuzzi?
Flashback On
"Liuzzi lu berangkat ke kampus dari jam berapa emang? biasanya lu berangkat sama abang lu?" tanya Yuri dengan wajah terkejut, melihat Liuzzi sendirian menunggu Yuri.
"Iya soalnya nya gua lagi mau sendiri aja, gua juga mau sekalian olahraga ya kan?" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum, Yuri merasa curiga dengan keadaan Liuzzi.
"Lu pasti nyembunyiin sesuatu ayo gak apa-apa cerita ini aja" ucp Yuri yang langsung duduk di samping Liuzzi, Liuzzi pun mulai menangis dan bersandar dibahu Yuri, Yuri pun langsung mengelus-eluskan bahunya.
"Gua tadi malam itu...." ucap Liuzzi yang mulai menceritakan masalah nya kepada Yuri, sembari air mata yang masih menetes di pipinya.
"Gua bertengkar sama abang gua, karena gua tadi malam kasih tahu kejadian bahwa pacar abang gua yang namanya Bela itu cuma mau uang abang gua aja, tapi abang gua malah gak percaya" ucap Liuzzi yang masih keadaan bersandar di bahu Yuri.
"Jadi abang lu kaya gak percaya gitu sama omongan lu?" tanya Yuri, Liuzzi pun menganggukkan kepala nya pertanda jawaban iya.
"Kalo itu kenapa gak berjuang buat kasih tahu bahwa pacar abang kamu itu cuman mau uang nya aja?" tanya Yuri ya Yuri langsung memberikan semangat kepada Liuzzi, Liuzzi pun dengan wajah lesunya langsung bersemangat lagi.
"Kalo misalnya abang gua gak percaya gimana?"
"Ya... lu harus berusahalah buat bisa buktikan kalo omongan lu bener, dan kalo omongan lu bener dan terbukti, abang lu bakal berlutut sama lu" ucap Yuri yang langsung membuat Liuzzi bersemangat lagi, Liuzzi pun bertekad untuk membuat abang nya putus dari pacar nya itu dengan segera.
"Makasih nya, udah beri semangat, dan guanjuga gak bakal nyerah gitu aja, meskipun keluarga gua gak percaya, gua bakal buktikan kalo gua itu bener!!" teriak Liuzzi yang membuat Yuri npun tersenyum senang melihat wajah nya kembali ceria lagi.
Flashback Off
"Liuzzi tadi kamu kenapa gak lihat abang kamu? padahal dia wajah nya kaya cemas gitu loh?" tanya Yuri, Liuzzi hanya diam saja mendengar perkataan Yuri, ia merasa masih kesal dengan kedua abang itu bersama dengan pacar nya.
Gua bakal buktikan kalo gua itu bener! dan gua bukan lah seorang pembohongan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Lisa Haruna(Izin hiatus guys)
semangat thor
2022-08-02
1