Keesokan harinya Liuzzi pun berangkat sekolah bersama abang nya, yang telah masuk sift pagi lagi, seperti biasanya Liuzzi hanya bisa ter bengong memikirkan akan alur cerita yang akan terjadi nanti malam, ketika kedua abang nya itu akan berkencan nanti malam.
Gua harus cepet-cepet pulang dan membuntuti abang Aditya nanti malam!!
"Woi!!! udah nyampe ngapain gak turun-turun bodoh!!!" teriak abang Kenan yang membuat telinga Liuzzi pun sakit, Liuzzi hanya bisa terdiam dan keluar begitu saja, ia melihat kedua pacar abang nya mendekati kedua abang nya itu sembari memegang tangan mereka.
Saat itu pun yang membuat Liuzzi merasa jijik dengan pacar abang nya itu dan pergi begitu saja dengan wajah kesalnya.
"Liuzzi halo" ucap Yuri dari belakang nya yang membuat Liuzzi tersenyum melihat tingkah Yuri yang semakin membaik "Halo juga weh.. tumben lu gak bawa buku?" tanya Liuzzi yang menatap ke arah tangan Yuri yang kosong tidak membawa 1 buku pun di tangan nya.
"Heheh gua hari ini gak terlalu belajar banyak sih, ohiya kalo lu?" tanya Yuri, seketika langkah Liuzzi pun terhenti Yuri pun melihat ada seorang laki-laki yang keluar begitu saja dari kelas nya.
"Weh!? Liuzzi lu napa!? oh iya Liuzzi maaf aku make lu gua ya, tapi gak apa-apa kan?" tanya Yuri yang membuat Liuzzi pun mengangguk kan kepalanya, sembari melihat laki-laki itu pergi jauh di hadapan nya.
Tu laki-laki siapa ya? padahal itu bukan teman kelas gua juga?
Liuzzi pun pergi masuk kedalam kelas nya, yang membuat Liuzzi terkejut adalah ada foto dirinya yang terpapar di papan tulis yang tengah di tolong oleh seorang laki-laki yang bernama Zen, Liuzzi hanya menatap nya dengan wajah tak peduli yang membuat teman-teman Liuzzi pun kesal karena Liuzzi tidak terpancing dengan emosi.
Cik!! kamu pikir dengan cara foto seorang laki-laki dan aku yang tengah di tolong bisa terpancing apa!!
"Hey... semua lihat ini ada foto Liuzzi bersama seorang laki-laki loh... rupanya Liuzzi genit juga ya" sindir salah satu teman Liuzzi yang membuat Liuzzi tersenyum.
"Iya ya Liuzzi genit juga ama cowok" bisik semua siswa yang ada di dalam kelas itu, sontak membuat Liuzzi pun memukul mejanya itu lalu berdiri.
Bruk!!
"Hey... perhatian dong... emang salah ya kalo cowo itu bantuin aku pas mau jatuh ke dalam lubang??" teriak Liuzzi dengan suara sindiran nya yang membuat teman-teman Liuzzi pun menjadi ketakutan.
Salah satu teman Liuzzi pun mendekati Liuzzi yang langsung mengancam Liuzzi, Liuzzi tahu bahwa teman-teman nya itu akan balas dendam pada nya tetapi dia tidak akan peduli dengan mereka.
"Awas aja lu Liuzzi gua bakal bikin lu sengsara!!" desis salah satu teman nya itu dengan wajah kesal, Liuzzi hanya diam saja dengan santai nya Liuzzi pun duduk kembali karena ia tidak peduli dengan dendam mereka.
Cik... lu semua dendam!? gak peduli!! gua mah!!
Kring-kring...
Semua siswa pun pulang kerumah nya masing-masing, seperti biasa Liuzzi pulang jalan kaki karena kedua abang nya tengah mengantarkan pacar-pacar mereka ke rumah mereka.
"Jeh!!! abang g*bl*k macam apa yang mementingkan pacar nya dibanding gua!!" ucap Liuzzi dengan nada kesal dan marah nya, Liuzzi pun tiba-tiba teringat bahwa abang nya Aditya akan pergi kencan bersama Bela. Liuzzi pun segera pergi ke rumah dengan cepat, sebelum kedua abang nya tiba di rumah.
Sesampainya Liuzzi dirumah, Liuzzi pun langsung membuat pintu itu dengan cepat dan masuk kedalam kamar nya, lalu bersiap-siap untuk mengikuti abang nya ke cafe.
"Ibu ayah aku pulang" ucap abang Aditya yang langsung duduk di ruang tamu, bersama ibu dan ayah nya tengah bersantai, Liuzzi pun melihat abang Aditya yang ingin berbicara serius dengan kedua orang tuanya itu.
Liuzzi penasaran apa yang mereka lakukan bertiga itu, seperti merahasiakan sesuatu dari dirinya yang membuat nya pun, mendengar nya dari pintu kamar nya.
"Ibu, ayah aku minta uang lagi dong?" ucap Aditya yang membuat Liuzzi terkejut mengapa abang nya meminta uang, dan untuk apa kegunaan uang itu.
"Minta uang lagi? buat pacar mu lagi si Bela?" tanya ayah Liuzzi dengan tegas abang Aditya pun mengangguk kan kepalanya, ayah Liuzzi pun mengeluarkan sebuah amplop coklat yang berisikan uang.
"Emang kenapa lagi si Bela?" tanya ibu Liuzzi yang semakin penasaran untuk apa uang itu diberikan kepada Bela, Liuzzi pin memikirkan hal yang sama seperti pikiran ibunya.
"Soal nya orang tua Bela sakit bu, dia butuh uang buat pengobatan orang tuanya" ucap Aditya yang membuat kedua orang tua Liuzzi pun tersenyum, karena uang itu akan digunakan untuk membantu keluarga Bela.
Tetap di sisi lain Liuzzi merasa bahwa uang itu tidak digunakan untuk mengobati orang tua nya, melainkan itu hanya sebuah alasan saja agar mereka bisa berfoya-foya dengan uang itu.
"Ini sesuai dengan total ny kan ayah 20 juta?" tanya Aditya yang membuat Liuzzi pun terkejut bahwa isi uang yang ada di dalam amplop itu berisikan 20 juta
What!! 20 juta!! itu bukan uang yang sedikit kan!? g*la itu uang buat di apain si wanita be*ng*ek ya?
"Sudah ya ayah, ibu aku pengen pergi dulu buat kasih uang ini ke Bela" ucap Aditya yang langsung berlari keluar dan pergi begitu bsaja dengan menggunakan sepeda motor, dengan cepat Liuzzi pun berlari ke luar, dan mengikuti abang nya tersebut.
Disepanjang trotoar Liuzzi melihat bahwa kencan antara abang nya dengan Bela tidak terlalu jauh dari rumah, yang membuat nya berhasil mengetahui dimana tempat mereka kencan.
Tapi anehnya di sebelat cafe ada sebuah restoran, yang membuat Liuzzi bingung adalah mengapa Desi ada di dalam restoran itu dan seperti menunggu seseorang.
Ko kaya gak ada yang beres ya? kenapa si Desi ada di restoran sebelah cafe dimana abang dan Bela berkencan!?
Apa mereka tengah berencana kan sesuatu yang membuat abang tertipu? apa mereka bersengkongkolan?
Liuzzi pun masuk kedalam cafe itu dan melihat bahwa abang nya tengah memberikan sebuah amplop yang berisikan uang itu untuk Bela, tapi anehnya Bela sama sekali senang karena Aditya memberikan nya uang sebesar 20 juta.
Kenapa dia wajahnya seneng gitu ya? harus nya dia sedih dong karena orang tua nya sedang sakit?
"Makasih bangett ya sayang kamu udah kasih uang ini untuk pengobatan orang tua ku" ucap Bela yang langsung memeluk Aditya, Liuzzi pun melihat tingkah Bela seketika ia jijik.
"Iya sayang sama-sama" ucap Aditya sambil membalas pelukan Bela itu dengan hangat.
Mengapa kedua abang ku g*bl*k semua!! dasar pada bodoh!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Jun!!!
Sebenarnya gak ada yang salah, cuma mereka pada iri aja
2022-07-23
3