"Liuzzi aku masuk ke kelas dulu ya soal nya dosen udah datang" ucap Yuri yang langsung berlari ke dalam kelas nya, Liuzzi melihat Yuri semakin lama semakin menjauh dari hadapan nya.
"Yah... gua sendiri lagi gak ada temen padahal gua masih sedih" ucap Liuzzi yang langsung duduk di sebuah kursi, tanpa ia sadar seorang mengintip dirinya yang tengah sendirian.
Tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampiri Liuzzi, dan langsung duduk di samping nya begitu saja, Liuzzi pun terkejut melihat seseorang duduk di samping, Liuzzi pun melihat bahwa yang duduk di samping adalah Zen.
"Elu!!"
"Eh... lu inget gua juga ya, ini pertemuan kita yang kedua iyakan?" tanya Zen dengan santai nya, Liuzzi pun hanya memasang wajah datarnya sembari melihat wajah Zen yang sangat sok tahu.
"Sotoy lu! udalah sono lu pergi gak usah memganggu hidup gua" ucap Liuzzi dengan nada kesalnya karena diganggu oleh Zen.
"Kayanya dari wajah lu tuh.... punya banyak masalah, kaya beban hidup gitu" ucap Zen dengan nada santai nya membujuk Liuzzi untuk berbicara jujur tentang keadaan dirinya.
"Beban hidup! elu lah yang bikin hidup gua jadi beban, jadi sekarang lu pergi geh!!" ucap Liuzzi yang langsung mengusir Zen dari tempat duduk itu, Zen masih tetap saja tidak mau mendengar perkataan Liuzzi, yang membuat Liuzzi pun mulai berdiri.
Sontak membuat Zen pun berdiri karena Liuzzi ingin pergi dengan wajah kesalnya kepada Zen, Zen pun sontak langsung menatap Liuzzi dengan wajah nya yang serius.
"Gua tahu lu itu punya masalah kan!? gua cuma pengen jadi orang yang baik ingin mendengar kan perasaan orang lain doang!!" teriak Zen dengan wajah serius, yang membuat Liuzzi pun membulat kan matanya, ia pun memutuskan untuk mengeluarkan air matanya itu di hadapan Zen.
Zen lantas terkejut melihat Liuzzi menangis, ia pun segera menyuruh nya untuk duduk terlebih dahulu, untuk bisa memenangkan diri dan bisa menceritakan semua perasaan nya.
"Jadian apa yang buat lu nagis?"
"Ini masalah gua sama abang gua, gua sebenarnya kasih tahu hal yang membuat mereka agar telepas dari masalah tapi mereka bilang apa coba! mereka bilang kalo gua tuh pembohong!!"
"Gua udah jelasin kemereka, tetapi mereka lebih percaya orang lain daripada adik nya sendiri!!" teriak Liuzzi sembari meneteskan air mata yang masih mengalir, Zen pun mengeluh bahunya.
"Kadang kalo abang kami bilang pembohongan, kamu sabar aja, kamu lakukan untuk bisa membuat mereka percaya sama kamu, bukan hanya itu aja cari bukti buat kamu bisa membuktikan bahwa kamu itu bisa dapat dipercaya" nasehat Zen pun membuat Liuzzi pun berhenti berhenti menangis, dan langsung menatap Zen.
"Ya... tadi gua juga udah curhat sama si Yuri dan dia kasih pendapat, yah.... hampir sama lah" ucap Liuzzi yang langsung menghapus air matanya nya itu dan langsung bertarung adu mulut dengan Zen.
Kring-kring...
Bel kampus pun berbunyi semua siswa dan siswi pergi ke kantin untuk istirahat, Liuzzi dan Yuri pun pergi bersama, disana banyak sekali siswa-siswi yang membuat mereka pun hanya bisa membeli makanan dengan penunjang yang lebih sedikit dibanding dengan pengunjung yang banyak.
Liuzzi dan Yuri sudah menerapkan itu dari agar para penjualan di kantin mempunyai pendapat yang sama, meskipun memang lebih banyak dari pada penjualan dengan pengunjung yang lebih banyak.
"Ibu kantin, aku beli nasi kuningnya 3 ya, ucap Yuri, Liuzzi oun memiliki beberapa nasi kuning yang telah disediakan di tempat kotak ia pun mengambil nya sangat memberikan ibu kantin itu beberapa uang.
" Nak... ini mah kebanyakan atuh" ucap Ibu kantin yang langsung melihat uang Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum karena ibu itu bersyukur.
"Gak apa-apa itu buat ibu aja, Yuri ayo kita ke kelas" ucap Liuzzi mengajak Yuri untuk pergi, tidak lupa memberikan senyum kepda ibu kantin itu agar bisa semangat lagi.
Tiba-tiba seseorang datang dan langsung menyenggol makan Liuzzi, sehingga nasi kuning itu pun jatuh ke lantai, sontak membuat semua siswa pun menjauh dari tempat itu.
"Oh... maaf ya Liuzziiii gua gak sengaja" ucap salah satu teman nya itu yang ingin membuat ulang lagi di depan semua siswa dikantin.
Liuzzi sontak terdiam, dan langsung pergi ke arah salah satu toko kantin itu dan mulai meminta beberapa sapu dan juga pengki. Teman Liuzzi pun terkejut bahwa dirinya harus disuruh sapu bersih lantai yang jatuh karena ia sengol bersama Liuzzi yang sudah mulai menyapu bekas nasi kuning itu.
"Hayo kenapa gak di sapu, sebagai permintaan maaf kerjakan lah" ucap Liuzzi yang langsung tersenyum licik kepada semua teman-teman Liuzzi, ia pun telah selesai menyapu.
Tiba-tiba ibu kantin pun datang, dan memberikan nasi kuning itu pada Liuzzi, Liuzzi pun tersenyum dan tak luput lupa berterima kasih kepada ibu kantin itu. Liuzzi pun pergi bersama dengan Yuri yang mengikuti nya dari belakang.
Cik!! main-main sama gua, lu berniat buat mempermalukan gua kan? gua akan mempermalukan nya balik!! lihat aja dasar orang g*bk*k!!!
Di sisi lain teman-teman Liuzzi, semua pun kesal karena tidak berjalan sesuai rencana, untuk membuat Liuzzi malu di depan smeua orang di lantin, tiba-tiba Zen pun datang dihadapan mereka.
Dengan senang nya salah satu dari mereka pun caper kepada Zen "Halo kk Zen" ucap dirinya yang langsung tersipu malu dengan wajah nya yang tampan beserta beberapa buku di tangan nya.
"Elu lagi! lu ngapa muncul dihadapkan gua hah!! gak dirumah, disekolah gua selalu ketemu sama lu!!" teriak Zen dengan nada benci nya kepada dirinya, Liuzzi yang tiba-tiba melihat kejadian itu pun kebingungan sejak kapan mereka saling tahu.
Lah!? itu Zen sama mantan temen gua ngapain ya? dan kenapa Zen kaya kenal gitu satu sama lain? wihiwww jadi kepo deh
Eh... tapi gua gak mau pikiran dan bahas itu dulu, gua harus bahas soal abang gua dan juga pacar nya, gua harus buat mereka berpisah dulu!!
Liuzzi pun pergi dari tempat itu, dan tiba-tiba ia melihat kakak nya yang ada di parkiran kampus yang menandakan bahwa ia akan pulang bersama pacar nya, Liuzzi pun menatap mobil itu yang semakin lama semakin menjauh dari pandangan matanya.
Melihat kedua abang nya pergi bersama Desi dan juga Bela, Yuri pun melihat Liuzzi sendirian berdiri melihat mobil sang abang yang telah menjauh. Dengan wajah datarnya Liuzzi pun pergi ke kelas nya kembali.
Yang sabar ya Liuzzi, aku tahu kamu seorang protagonis yang kuat, aku tahu kamu seperti tokoh yang ada didalam novel favorit ku, tetap semangat Liuzzi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
pantang menyerah👀
2022-07-30
2