Aku yakin kalian gak bakal percaya dengan ku! tapi gua bakal memastikan kalian berdua tidak akan menikah!! lihat aja!
"Emang apa yang Desi dan juga Bela lakukan di luar?" tanya ayah Liuzzi yang langsung berdiri, Liuzzi pun lantas melihat wajah kedua abang nya yang panik itu.
"Menghamburkan uang ayah..." ucap Liuzzi yang membuat ayah nya merasa ragu, dengan perkataan Liuzzi barusan.
"Tapi nak... mereka sama sekali tidak menginginkan uang kita, malah mereka sendiri yang rela memberikan uang mereka untuk anak panti asuhan, dan juga paling Kenan dan Aditya memberi uang kepada mereka cuman buat beli barang yang mereka mau aja"
Liuzzi pun sontak terkejut mendengar perkataan itu, ia pun lantas tersenyum dan memohon meminta maaf sambil menundukkan kepalanya kepada kedua abang nya itu dan pergi begitu saja ke kamar nya.
"Kalian jangan bertengkar lagi ya sama adik kalian, apa lagi buat mu Aditya, kamu bentar lagi mau kerja kan? jadi jangan bikin keributan" ucap ayah Liuzzi yang langsung pergi kekamar nya bersama Ibu nya yang langsung mengikuti suami nya dari belakang.
"Abang Aditya, kata ayah benar, mending kita akhir saja pertengkaran ini, lagi pula kan Liuzzi masih kecil jadi dia gak terlalu tahu apa-apa" ucap Kenan yang langsung pergi ke kamar nya begitu saja, Aditya pun melihat pintu kamar Liuzzi sembari tersenyum.
Ia pun mendekati pintu kamar Liuzzi dan mengetok-ngetok nya, "Liuzzi maaf bkan abang ya, abang tahu abang salah membentak mu kemarin, nanti pagi abang akan antara kamu ke kampus ya" ucap Aditya sontak tidak ada respon apa pun dari Liuzzi, Aditya pun pergi kekamar nya.
Abang Aditya, Kenan maaf in Liuzzi juga mungkin perkataan Liuzzi juga menyakiti kalian... sekali lagi Liuzzi minta maaf
Liuzzi pun seketika tidur dikasur nya, dengan keadaan matanya yang bengkak karena terus menerus menangis, dan dengan tubuh nya yang mulai kelelahan.
Keesokan harinya Liuzzi pun bangun dari tidur nya dengan rambut yang berantakan dan juga dengan wajah nya yang kusam, ia pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah selesai mandi, Liuzzi pun bersiap-siap untuk pergi ke kampus dengan berpakaian rapih ditambah dengan buku-buku yang banyak yang harus ia bawa karena tahun ini adalah semester terakhir jadi para dosen akan memberikan lebih banyak pelajaran dibanding kan dengan latihan.
Dengan cepat Liuzzi keluar dari kamar nya itu dsana langsung sarapan begitu saja karena ia akan sibuk untuk mempelajari untuk ujian dan juga untuk membuat rancangannya memisahkan abang nya dari Desi dan Bela.
Gua emang sibuk, tapi... gua gak bakal lupa gua ada di posisi mana!! Gua sekarang harus lebih berhati-hati, karena jika rencana ini sampai diketahui oleh orang lain, pasti gua bakal mati dan celak nya gua bakal di bu*uh sama Desi dan juga Bela.
"Liuzzi ayo kita berangkat kenapa lu diam aja?" tanya Kenan dengan wajahnya yang sedang terburu-buru, Liuzzi pun langsung masuk kedalam mobil dan mulai pergi menuju kampus.
"Abang Aditya, abang Kenan aku mau minta maaf sama pacar abang boleh gak? soalnya ku juga merasa bersalah kepada mereka" tanya Liuzzi dengan wajahnya yang mulai merasa bersalah, itulah yang membuat Liuzzi bisa berpura-pura akting didepan kedua abang nya.
"Boleh aja, nanti mereka bakal nyamperin ke mobil juga, jadi gak usah ngerasa sedih dan bersalah ok" ucap Aditya yang langsung mengelus-eluslan kepala Liuzzi dengan lembut.
"Baiklah kalau begitu nanti kita pas besok libur kita ajak Bela dan juga Desi buat makan bareng di restoran bersama ibu dan juga ayah" ucap Kenan yang langsung mengetik jari jemarinya di hpnya yang sedang mengirim kan pesan kepada ibu dan juga ayah nya.
Sesampainya dikampus mereka pun langsung dihampiri oleh Desi dan juga Bela, kedua abang nya pun bersemangat dan langsung keluar mobil begitu saja, Liuzzi dengan tatapan tajam nya yang masih duduk didalam mobil hanya bisa memendam nya saja ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Liuzzi ayo keluar lah dan minta maaf lah" ucap abang nya Aditya yang langsung mengetuk-ngetuk kaca jendela mobilnya nya itu, Liuzzi pun keluar dan dengan wajahnya yang benar-benar merasa bersalah.
"Kakak Desi dan kakak Bela, maafkan aku ya kak aku jadi salah sama kak, karena sudah bersikap tidak sopan" ucap Liuzzi yang langsung menundukkan kepalanya, seketika Yuri melihat kejadian itu pun terkejut, karena disana Yuri hanya menunggu kedata Liuzzi saja.
"Liuzzi gak usah sampe nunduk gitu dong" ucap Deai yang langsung memeluk Liuzzi dari belakang Liuzzi pun dengan wajah kesalnya ia harus menang rasa kejijian ini. Agar bisa terlihat seperti dramatis, sehingga tidak di curigai oleh Desi dan juga Bela.
Lah!? Liuzzi ngapain nunduk-nunduk segala? padahal diakan emang gak salah apa-apa? tau lah yang penting gua mau nyamperin Liuzzi buat masuk ke kelas sama-sama
"Yuri!? kamu ngapain narik-narik tangan aku?" tanya Liuzzi dengan terkejut nya, Yuri pun melepaskan tarikan nya itu dan tersenyum meminta maaf karena sudah lancang menarik-narik tangan Liuzzi.
Yuri pun langsung menghampiri Liuzzi, sontak membuat Liuzzi dan Desi pun melepaskan pelukan nya itu, dan tiba-tiba Yuri pun langsung menarik tangan Liuzzi untuk pergi begitu saja.
"Hehehe, maaf aku asal narik soal nya lama sih kamu bicaranya sama abang kami, aku mau nanyain satu hal sama kamu Liuzzi?" ucap Yuri yang langsung berubah dengan wajah serius, Liuzzi pun langsung kebingunga.
"Mau nanyain soal apa Yuri?" ucap Liuzzi yang langsung membuat Yuri tidak berbasa-basi.
"Kan kemarin lu bilang lu berantem ama abang lu? tapi kenapa sekarang lu udah baikkan?" tanya Yuri, Liuzzi pun langsung tersenyum mengingat kejadian kemarin.
"Ohhh.... yang kemarin itu, aku udah minta maaf sama abang ku, abang ku juga udah minta maaf sama aku, namanya saudara harus saling mengasihi, dan yang paling terpenting jangan ada celana untuk membuat persaudaraan menjadi hancur karena suatu masalah kecil saja" ucap Liuzzi dengan panjang lebar nya.
Liuzzi dan Yuri pun tersenyum senang, mereka menceritakan kejadian masing-masing, tetapi disisi lain Liuzzi dan Yuri pun menghentikan langkah nya melihat keadaan Zen yang tengah berjalan bersama dengan mantan teman nya yang bernama Nay.
Zen!? kenapa dia jalan berenang sama Nay!?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Jun!!!
Mon maaf 🙏, kalimat yang 'soalnya ku juga...' Itu gak usah dipakein tanda tanya aja lebih cocok kayaknya. Trus dipisahin aja sama dialog pertama. Mungkin author butuh ide ini 😁.
2022-07-29
1