Bab 17 : Menyatakan Cinta

Kenapa adalah orang yang mau neror gua sih!? gua kan ada di dunia novel!? masa ada yang mau neror gua!

"Mending gua tidur dulu lah, dari pada mikir yang engak-engak" ucap Liuzzi yang langsung membaringkan tubuh nya di atas rajang tempat tidur nya.

Hari semakin larut malam, Liuzzi tiba-tiba bermimpi sesuatu yang membuat nya berkeringat dingin.

Ini dimana!?

"Kau itu milik ku Liuzzi!!" teriak seorang pria itu yang membuat telinga Liuzzi semakin kesakitan karena ucapan itu terus di ulang-ulang.

"Si-siapa kau!!" teriak Liuzzi dalam mimpi itu sembari menutup telinga nya, agar bunyi suara itu tidak terdengar lagi, tetapi usaha Liuzzi sia-sia karena suara itu semakin kencang.

"Liuzzi.... kau itu milik ku bukan milik nyaaaaa!!" teriak suara seorang pria itu semakin kencang mengelilingi telinga Liuzzi, Liuzzi pun menatap sekitar, yang amat sangat gelap hanya ada suara teriakan itu saja.

"Siapa kau sebenarnyaaaa!!!" teriak Liuzzi, yang membuat nya pun terjatuh dari rajangan tidur, ia pun melihat bahwa kedua abang nya Aditya dan Kenan membawa bantal guling kekamar dirinya, dengan wajah cemas.

"Ka-kalian ngapain disini!?" tanya Liuzzi dengan terkejut melihat mereka berdua tiba-tiba sudah ada dihadapkan Liuzzi. Liuzzi segera berdiri da duduk dia atas ranjang nya sembari memegang kedua telinga nya.

"Justru gua sama abang Aditya yang nanya, ngapain lu teriak-teriak Siapa kau sebenarnya!?, emang lu mau nanya ama siapa?" tanya Kenan dengan kesalnya karena teriakan Liuzzi menganggu mereka berdua untuk tidur.

"Liuzzi kamu gak kenapa-kenapa kan? kamu mimpi buruk kah?" tanya Aditya dengan wajah cemasnya sembari mengelus-elus kepala Liuzzi.

"Yah... sepertinya aku mimpi buruk" ucap Liuzzi yang tiba-tiba mengingat apa yang dikatakan oleh seseorang di mimpi itu.

"Yaudah kalo mimpi buruk gak usah dipikirkan ya, tetap tetep inget! ayah sama ibu sedang istirahat, jangan sampai mengganggu mereka" ucap Aditya yang langsung pergi bersama Kenan dibelakang, Liuzzi pun melihat jam dinding melihat jam 1 malam ia terbangun, Liuzzi pun memutuskan untuk tidur kembali.

Keesokan harinya Liuzzi pun bangun dengan keadaan kelelahan karena 1 jam ia tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan orang yang ada di dalam mimpi itu, Liuzzi punn bersiap-siap untuk berangkat kuliah bersama kedua abang nya.

"Liuzzi lu gak apa-apa kan? ko kaya ngantuk gitu?" tanya Aditya melihat sikap Liuzzi seperti orang kelelahan. Liuzzi hanya mengeleleng kan kepalanya, bahwa dirinya baik-baik saja.

"Ya... udah kalo gitu kita bertiga berangkat dulunya bu" ucap Kenan dan Aditya, Liuzzi pun pergi masuk mobil terlebih dahulu, Liuzzi tetap saja mengingat suara seseorang itu.

Kenapa suara itu yang membuat gua ke inget terus sih!? apa itu pertanda bahwa akan ada seseorang yang akan menyukai gua?

Sesampainya di kampus Liuzzi di sambut dengan Yuri dengan wajah cerianya, sedangkan Liuzzi masih kepikiran soal mimpi dirinya kemarin.

"Liuzzi ayo kita ke tempat loker dulu bentar" ucap Yuri yang langsung membuat Liuzzi terkejut dengan perkataan nya, karena ia dari tadi hanya bengong saja.

"Ya... emang mau ngapain nke tempat loker? " tanya Liuzzi, Yuri pun tersenyum "Yah... sebenarnya ada barang yang ketinggalan aja sih, tadi aku sengaja ku taruh disana" ucap Yuri.

Mereka pun telah sampai di tempat loker semua siswa menyimpan barang, Liuzzi dan Yuri pun seketika berhenti melihat Zen meletakan surat di loker Liuzzi, Yuri dan Liuzzi pun bersembunyi di terlebih dahulu agar Zen tidak mengetahui bahwa mereka berada di sana.

"Hufh.... semoga dengan ini Liuzzi bisa menerima gua" ucap dirinya dan langsung menutup loker Liuzzi, dan pergi begitu saja. Liuzzi dan Yuri pun mendeka loker itu dan membukanya.

Su-surat!? ini surat apa?

"Ini seperti surat polos, menggunakan amplop polos, mungkin itu surat izin kali?" ucap Yuri dengan santai nya, Liuzzi pun langsung cepat merobek surat itu dan melihat sebuah kertas di dalam nya.

Isi Surat

Surat Dari Zen....

Halo Li-liuzzi, kalau kau membaca surah ini, artinya kau bisa menjawab perkataan ku ini....

Jadi hari ini, aku sebenarnya pertama kali melihat mu, aku menyukai mu Liuzzi, aku suka pada mu

Jadi kau mau jawab apa? apakah kau menyukai ku juga?

"Ha!? Liuzzi.... Zen menyukai mu kayakkkk" ucap Yuri yang langsung bertingkah aneh seolah-olah dirinya telah ditembak oleh seseorang.

Liuzzi pun melihat isi kertas ini, tiba-tiba otak nya pun langsung memikirkan alur cerita dari kedua abang nya itu, dan juga ia pun langsung mengingat akan tentang seseorang yang mengirim pesan dan surat itu kepadanya.

"Liuzzi gimana pendapat kamu? kamu suka gak sama dia?" ucap Yuri yang langsung membuat diri Liuzzi tersadar kembali, ia pun terdiam.

"Aku gak tahu, aku gak suka sama dia sih... tapi aku simpan dulu aja surat nya" ucap Liuzzi yang langsung meletakan surat tersebut di loker nya dan mengunci nya kembali, Yuri pun mengambil beberapa buku di lokernya dan langsung mengunci nya.

"Ya... udah, tapi kata gua sih pertimbangan aja, lu mau sama dia apa engga" ucap Yuri yang membuat Liuzzi pun melihat kedua kakaknya memberikan tiket bioskop untuk menonton berdua.

Liuzzi pun seketika menghentikan langkah nya, Yuri pun terlihat kebingungan dengan tingkah Liuzzi, yang tiba-tiba berhenti.

"Yuri kamu duluan aja ya pergi ke kelasnya" ucap Liuzzi, Yuri pun langsung pergi begitu saja, Liuzzi pun seketika senang karena abang nya Kenan adakn menonton bioskop berdua.

Heheh, alur ini yang membuat abang gua sangat menyayagi pacar nya, sehingga mereka seperti orang bodoh di dalam novel, gua harus bersiap-siap memulai rencana besok!

"Yuri!!" teriak seseorang dari belakang, Yuri mpun membalikan tubuh nya dan melihat orang itua adalah Zen yang tengah berlari mengarah dirinya.

"Ya kenapa? kenapa kaya ngos-ngosan gitu?" taunya Yuri dengan kebingungan, Zen pun menghembuskan nafas nya, untuk mencoba berbicara.

"Ini soal, Liuzzi... dia udah tahu tentang surat itu belum?" ucap Zen dengan wajah penasaran nya, apa yang di jawab oleh Liuzzi.

"Dia bilang.... kalo dia...." ucap Yuri dengan terpotong-potong, yang membuat Zen penasaran dengan jawaban Liuzzi.

Terpopuler

Comments

꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

percaya aja sama diri sendiri kak

2022-07-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Reinkarnasi
2 Bab 2 : Antagonis!?
3 Bab 3 : Kencan
4 Bab 4 : Rencana Gagal
5 Bab 5 : Fake Friends
6 Bab 6 : Cerita Cinta
7 Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8 Bab 8 : Sekongkol!?
9 Bab 9 : Memberi Tahu
10 Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11 Bab 11 : Pertemuan Kedua
12 Bab 12 : Tokoh Favorit
13 Bab 13 : Maafkan Aku...
14 Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15 Bab 15 : Unknown
16 Bab 16 : Siapa Itu!?
17 Bab 17 : Menyatakan Cinta
18 Bab 18 : Pengganggu
19 Bab 19 : Berkelahi
20 Bab 20 : Baju Kuno
21 Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22 Bab 22 : Mengulang
23 Bab 23 : Malam Yang Dingin
24 Bab 24 : Rancangan
25 Bab 25 : Sepatu
26 Bab 26 : Pengumuman Nay
27 Bab 27 : Paket misterius
28 Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29 Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30 Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31 Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32 Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33 Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34 Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35 Bab 35 : Menampar
36 Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37 Bab 37 : Nay Pembelot!?
38 Bab 38 : Jujur
39 Bab 39 : Omongan Manis
40 Bab 40 : Tertinggal Cepat
41 Bab 41 : Melacak
42 Bab 42 : Menikah!?
43 Bab 43 : Tertangkap
44 Bab 44 : Pingsan
45 Bab 45 : Menjauh
46 Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47 Bab 47 : Tawaran
48 Bab 48 : Kabar Baik
49 Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50 Bab 50 : Pria Misterius
51 Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52 Bab 52 : Dosen Muda
53 Bab 53 : Suka
54 Bab 54 : Diterima
55 Bab 55 : Jabatan
56 Bab 56 : Sengaja
57 Bab 57 : Dokter Tampan
58 Bab 58 : Tingkah
59 Bab 59 : Sikap Dingin
60 Bab 60 : Kisah Mikael
61 Bab 61 : Kagum
62 Bab 62 : Aku Mirya
63 Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64 Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65 Bab 65 : Dalam Pengawasan
66 Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67 Bab 67 : Penyakit Cinta
68 Bab 68 : Akhir Pekan
69 Bab 69 : Aku Raa
70 Bab 70 : Harapan Raa
71 Bab 71 : Ibu Mertua
72 Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73 Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74 Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75 Bab 75 : Jujur lah!
76 Bab 76 : Perjanjian
77 Bab 77 : Belum Terlambat
78 Bab 78 : Keributan
79 Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80 Bab 80 : Penolakan
81 Bab 81 : Pindah Rumah
82 Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83 Bab 83 : Diterima
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 : Reinkarnasi
2
Bab 2 : Antagonis!?
3
Bab 3 : Kencan
4
Bab 4 : Rencana Gagal
5
Bab 5 : Fake Friends
6
Bab 6 : Cerita Cinta
7
Bab 7 : Dendam!? Gak Peduli!
8
Bab 8 : Sekongkol!?
9
Bab 9 : Memberi Tahu
10
Bab 10 : Memutuskan Hubungan
11
Bab 11 : Pertemuan Kedua
12
Bab 12 : Tokoh Favorit
13
Bab 13 : Maafkan Aku...
14
Bab 14 : Cemburu!? Enggak!!
15
Bab 15 : Unknown
16
Bab 16 : Siapa Itu!?
17
Bab 17 : Menyatakan Cinta
18
Bab 18 : Pengganggu
19
Bab 19 : Berkelahi
20
Bab 20 : Baju Kuno
21
Bab 21 : Kak Luzi & Yuli
22
Bab 22 : Mengulang
23
Bab 23 : Malam Yang Dingin
24
Bab 24 : Rancangan
25
Bab 25 : Sepatu
26
Bab 26 : Pengumuman Nay
27
Bab 27 : Paket misterius
28
Bab 28 : POV (Yuri Dan Aditya)
29
Bab 29 : POV (Yuri Dan Aditya) #2
30
Bab 30 : Pengintai/Fans!?
31
Bab 31 : Tak Ingin Terulang
32
Bab 32 : Kisah Zen Dan Nay
33
Bab 33 : Kisah Zen Dan Nay #2
34
Bab 34 : Kisah Zen Dan Nay #3
35
Bab 35 : Menampar
36
Bab 36 : Nay Harus Dengan Zen!
37
Bab 37 : Nay Pembelot!?
38
Bab 38 : Jujur
39
Bab 39 : Omongan Manis
40
Bab 40 : Tertinggal Cepat
41
Bab 41 : Melacak
42
Bab 42 : Menikah!?
43
Bab 43 : Tertangkap
44
Bab 44 : Pingsan
45
Bab 45 : Menjauh
46
Bab 46 : Drama Yang Bagus [S1 END]
47
Bab 47 : Tawaran
48
Bab 48 : Kabar Baik
49
Bab 49 : Jurus Jitu Ibu Dosen
50
Bab 50 : Pria Misterius
51
Bab 51 : Hari Pertama Mengajar
52
Bab 52 : Dosen Muda
53
Bab 53 : Suka
54
Bab 54 : Diterima
55
Bab 55 : Jabatan
56
Bab 56 : Sengaja
57
Bab 57 : Dokter Tampan
58
Bab 58 : Tingkah
59
Bab 59 : Sikap Dingin
60
Bab 60 : Kisah Mikael
61
Bab 61 : Kagum
62
Bab 62 : Aku Mirya
63
Bab 63 : Apa Itu Suka!?
64
Bab 64 : Ibu Pengawasan Dosen
65
Bab 65 : Dalam Pengawasan
66
Bab 66 : Kepercayaan Kenan
67
Bab 67 : Penyakit Cinta
68
Bab 68 : Akhir Pekan
69
Bab 69 : Aku Raa
70
Bab 70 : Harapan Raa
71
Bab 71 : Ibu Mertua
72
Bab 72 : Pernikahan Nay & Zen
73
Bab 73 : Menyerahkan Jabatan
74
Bab 74 : Liuzzi Adalah Tempat Sandaran
75
Bab 75 : Jujur lah!
76
Bab 76 : Perjanjian
77
Bab 77 : Belum Terlambat
78
Bab 78 : Keributan
79
Bab 79 : Kehebatan Liuzzi
80
Bab 80 : Penolakan
81
Bab 81 : Pindah Rumah
82
Bab 82 : Buku Bersinar-bersinar
83
Bab 83 : Diterima

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!