Nafas Zalfa yang terengah sedikit memelan, darahnya yang mendidih mulai mereda. Otaknya seperti sdang memberi tahu supaya ia meneliti kebenaran berita tersebut.
“Dengarkan itu baik-baik!” Arkhan menoleh ke arah TV dengan telunjuk tangan menunjuk ke arah yang sama.
Manik mata Zalfa melirik ke Tv sesuai perintah Arkhan. Telinganya menyimak baik-baik penyiaran berita.
‘Pemirsa, terjadi pembunuhan di kawasan komplek perumahan Indah Sari. Korban berinisial FA ditemukan pada pukul sebelas malam sudah tidak bernyawa sesaat setelah dibunuh. Korban berusia lima puluh tahun itu meninggal dunia ditusuk dengan pisau. Pelaku sampai saat ini masih dalam pencarian.’
Di layar bawah tertulis nama korban dengan jelas, Fatima Azzahra. Alamat korban pembunuhan memang sama, tapi namanya berbeda sedikit. Zalfa baru ingat, nama Bu Fatima adalah Fatima Azzahira. Ya ampun, kalau begitu benar apa kata Arkhan, Zalfa salah informasi. Muka Zalfa memerah seketika. Malu. Sudah marah-marah tak jelas, ternyata tuduhannya salah. Ia bingung mau menutup mukanya dengan apa. Asli, malu sekali. Kenapa sejak tadi Zalfa tidak ngeuh kalau nama yang disebutkan dalam berita itu berbeda dengan nama Bu Fatima. Apakah ini efek kecemasannya yang berlebihan hingga otaknya refleks menggiring pada pemikiran yang sesuai dengan perkiraan?
“Mas Arkhan!” Zalfa menghambur memeluk Arkhan. Ia membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Kalau sudah begini, mukanya selamat dari rasa malu.
“Ha ha haaaa…” Tawa Arkhan pecah seketika itu juga. “Jadi kau kira aku ini pembunuh? Lain kali jangan asal copas berita tanpa menelitnya dengan benar. Akhirnya kau salah tuduh.”
“Cukup! Jangan ketawain aku!” rengek Zalfa semakin membenamkan wajahnya di sana.
“Kalau begitu tidurlah di ranjang, biarkan aku mencumbumu!”
Zalfa membelalak. Dasar pria!
“Jawab aku dulu! Kenapa kamu harus pergi sembunyi-sembunyi dariku?” tanya Zalfa dengan manja.
“Apa lagi jawabannya jika bukan karena kau pasti akan melarangku pergi untu…
SALAH NIKAH
202.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 309 Episodes
Comments
sintesa destania
auto ngakak🤣🤣perut sampe sakit ketawa
2022-11-09
0
yuli
dih otor kamu me.porak.poranfakan hatiku, si arkan mah hebat bisa membuat drama sedemikian hingga ahar tdk.tercium tindakan kriminalnya
2022-10-08
0
Jusmiati
waduh.... siapa lagi tuh pelakunya...
2022-07-07
0