Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...

Pagi-pagi sekali Keumala sudah bangun Ia melihat suaminya Yahya tidak ada di tempat.

Ia ke kamar mandi untuk melihat ternyata Yahya tidak ada di kamar mandi. lalu Keumala ke kamar mandi membersihkan diri untuk sholat subuh.

*****

Setelah mengerjakan. kewajiban sebagai umat islam Ia mencari keberadaan suaminya,

di seluruh rumahnya namun Ia tidak menemukannya.

"Kemana Laki ku itu, apa semalam tidak pulang, emmm."Aku membatin.

Ternyata suami ku Yahya tidak di rumah. karena aku tidak melihat baju kotor yang Ia gunakan semalam.

Aku ambil ponsel ku di atas naskah, kulihat ada panggilan tidak terjawab dari suamiku.

"Emm, Ia telpon Aku jam 1 malam, Kenapa." Bisik ku dalam hati.

Ku lihat ada pesan masuk dari suamiku Yahya. ( Maaf, Ayah tidak pulang malam ini karena ada kerjaan penting).

Kecurigaan ku semakin menjadi jadi rasanya gak percaya. Hatinya bagaikan di remas-remas, semenjak kami berkeluarga belum pernah Ia tidak pulang ke rumah, ini pertama kalinya.

"Tidak, tidak mungkin suamiku menduakan Aku." batinku bersuara. Air bening tumpah membasahi pipi ini.

Aku Menghubunginya, namun ponselnya tidak aktif, dada ini sesak terasa. Ku perjam mata ini ku coba menguatkan diri.

Aku tidak boleh sedih, anak-anakku membutuhkan Aku, tambah lagi hari ini hari. pertama Aku Kerja jadi aku harus melakukan yang terbaik. Bisik hatiku.

Aku bangkit menuju dapur menyiapkan sarapan tuk putra dan putriku dan. bekal untuk mereka.

*****

Kini kami sudah duduk di meja makan, aku pun sudah memakai baju blus biru muda lengan panjang dan celana putih di padu dengan jilbab warna senada dengan celana.

Hari ini Aku memakai Make up namun tetap terlihat natural, yang jarang Aku gunakan saat pergi antar jemput anak.

"Cantik sekali, Mama.." celoteh anak gadis kecilku Al-Ziatun.

"Terima kasih, Sayang." Senyum penuh cinta.

"Iya.. Mama cantik sekali pagi ini, tidak biasanya" Ungkap Al-Mubarak Penuh Selidiki.

" Eemm, Mama kan selalu cantik." Ucapku menyombongkan diri pada anak-anakku sambil tersenyum.

"Mama yang tercantik di dunia ini, tiada duanya." Balas putra ku dengan makanan penuh di mulut.

"No, No.. Ada lagi yang cantik selain Mama." Kini putri ku membalas ucapan abangnya dengan. senyum penuh arti.

"Siapa lagi, Dek?" Tanya Aku dan Mubaraq serentak.

"Ha.. ha.." Ketawa Al dengan kencangnya.

"Kok ketawa." Balas Mubaraq.

"Aduh.. Gimana sich, Ya Aku lah. ha ha ha " ungkap al-Ziatun dan kini ketawanya lebih kencang dari tadi.

Kini wajah Mubaraq di buat cemberut dan bibir maju ke depan.

"mulai hari ini mama kerja, jadi mama akan antar jemput kalian tapi nanti siang akan di temani oleh nenek Halimah." Aku memberitahukan pada Anak-anakku.

Aku mulai menceritakan semua pada anak-anak di mana aku bekerja dan sebagai apa, serta meminta anak-anak untuk mengerjakan tugas sekolah ketika aku tidak ada di rumah. Alhamdulillah anakku mengerti dan mereka setujui.

"Ayah mana, Maa, kenapa tidak sarapan sama kita." Tanya Mubaraq tiba-tiba.

"Ooo, eemmm A-Ayah su-sudah berangkat tadi buru-buru, iya buru-buru ada meeting penting pagi-pagi." Alasanku agar anak-anak ku jangan berpikiran,

Hati boleh menangis, namum bibirku harus tersenyum untuk mereka sang buah hatiku. Ungkap ku dalam hati.

"Ooo." Itu yang keluar dari mulut putra ku Mubaraq.

*****

Kini Aku sudah di kantor property Permata, setelah terlebih dahulu mengantarkan anak-anak ke sekolah. Ku langkah kaki dengan bismilah, Semoga Allah memberiku yang terbaik rezeki melimpah.

Aku menjumpai sekuriti dan mereka. membawa ku keruangan marketing. Seorang lelaki tampan menyapaku dan Ia memperkenalkan ku pada karyawan lain. Ternyata Ia kepala bagian Marketing.

Setelah aku memperkenalkan diri pada karyawan lain dan mengetahui tugas-tugas yang harus aku kerjakan. Aku langsung mengerjakan apa yang di tugaskan untuk aku.

Aku terus mencoba fokus pada kerjaan aku walau kadang pikiran ku pada suamiku.

Ketika jam makan siang Aku ijin pulang untuk menemui anak-anakku dan makan siang bersama mereka. walaupun Mak Halimah menemani mereka di rumah.

*****

Malam ini aku makan malam hanya bertiga dengan anak-anak, Mak Halimah sudah pulang dari sore. Suamiku Yahya belum pulang juga. hatiku sedih, kecewa namun apa boleh buat, Aku tak berdaya dan tak tau harus berbuat apa.

Seperti biasa setelah makan malam ke dua anak ku sibuk dengan tugas sekolah masih-masih di kamar mereka. Aku duduk depan televisi menyalakannya. namun pikiranku tidak pada layar TV namun berkelana kemana-mana, sekali kali aku menghapus air bening di pipi ini.

Suara mobil masuk ke pekarangan rumah, aku bangkit dan menyapu air bening di pipi dengan. telapak tangan ku. Aku tahu itu suara mobil suamiku.

*****

Bersambung.

Menurut kalian Yahya selingkuh atau kemana Ia pergi...

Terim kasih kalian sudah mau mampir di tulisan recehan Aku. jangan lupa turus beri semangat Author dengan meninggalkan Like, Vote dan komentar.

💖💖💖 kalian banyak banyak tanpa terkecuali

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

Ya ampun... Kira - kira apa yang sudah di lakukan Yahya ya di sana, sampai ia setega ini pada Keumala. Semoga saja tidak berlebihan hingga melukai hati istrinya sendiri.

2022-11-30

1

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

memang Kumala, istri yang sabar dan sosok ibu yang penyayang terhadap anak-anaknya dan keluarganya. tapi pantaslah Yahya mendapatka istri seperti itu🤔

2022-11-26

1

reedha

reedha

Alhamdulillah anak-anakmu baik Keumala, mereka bisa diberi pengertian, selamat berjuang ya, semoga ini awal yang baik untukmu...

2022-11-26

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!