Pagi-pagi sekali Keumala sudah bangun Ia melihat suaminya Yahya tidak ada di tempat.
Ia ke kamar mandi untuk melihat ternyata Yahya tidak ada di kamar mandi. lalu Keumala ke kamar mandi membersihkan diri untuk sholat subuh.
*****
Setelah mengerjakan. kewajiban sebagai umat islam Ia mencari keberadaan suaminya,
di seluruh rumahnya namun Ia tidak menemukannya.
"Kemana Laki ku itu, apa semalam tidak pulang, emmm."Aku membatin.
Ternyata suami ku Yahya tidak di rumah. karena aku tidak melihat baju kotor yang Ia gunakan semalam.
Aku ambil ponsel ku di atas naskah, kulihat ada panggilan tidak terjawab dari suamiku.
"Emm, Ia telpon Aku jam 1 malam, Kenapa." Bisik ku dalam hati.
Ku lihat ada pesan masuk dari suamiku Yahya. ( Maaf, Ayah tidak pulang malam ini karena ada kerjaan penting).
Kecurigaan ku semakin menjadi jadi rasanya gak percaya. Hatinya bagaikan di remas-remas, semenjak kami berkeluarga belum pernah Ia tidak pulang ke rumah, ini pertama kalinya.
"Tidak, tidak mungkin suamiku menduakan Aku." batinku bersuara. Air bening tumpah membasahi pipi ini.
Aku Menghubunginya, namun ponselnya tidak aktif, dada ini sesak terasa. Ku perjam mata ini ku coba menguatkan diri.
Aku tidak boleh sedih, anak-anakku membutuhkan Aku, tambah lagi hari ini hari. pertama Aku Kerja jadi aku harus melakukan yang terbaik. Bisik hatiku.
Aku bangkit menuju dapur menyiapkan sarapan tuk putra dan putriku dan. bekal untuk mereka.
*****
Kini kami sudah duduk di meja makan, aku pun sudah memakai baju blus biru muda lengan panjang dan celana putih di padu dengan jilbab warna senada dengan celana.
Hari ini Aku memakai Make up namun tetap terlihat natural, yang jarang Aku gunakan saat pergi antar jemput anak.
"Cantik sekali, Mama.." celoteh anak gadis kecilku Al-Ziatun.
"Terima kasih, Sayang." Senyum penuh cinta.
"Iya.. Mama cantik sekali pagi ini, tidak biasanya" Ungkap Al-Mubarak Penuh Selidiki.
" Eemm, Mama kan selalu cantik." Ucapku menyombongkan diri pada anak-anakku sambil tersenyum.
"Mama yang tercantik di dunia ini, tiada duanya." Balas putra ku dengan makanan penuh di mulut.
"No, No.. Ada lagi yang cantik selain Mama." Kini putri ku membalas ucapan abangnya dengan. senyum penuh arti.
"Siapa lagi, Dek?" Tanya Aku dan Mubaraq serentak.
"Ha.. ha.." Ketawa Al dengan kencangnya.
"Kok ketawa." Balas Mubaraq.
"Aduh.. Gimana sich, Ya Aku lah. ha ha ha " ungkap al-Ziatun dan kini ketawanya lebih kencang dari tadi.
Kini wajah Mubaraq di buat cemberut dan bibir maju ke depan.
"mulai hari ini mama kerja, jadi mama akan antar jemput kalian tapi nanti siang akan di temani oleh nenek Halimah." Aku memberitahukan pada Anak-anakku.
Aku mulai menceritakan semua pada anak-anak di mana aku bekerja dan sebagai apa, serta meminta anak-anak untuk mengerjakan tugas sekolah ketika aku tidak ada di rumah. Alhamdulillah anakku mengerti dan mereka setujui.
"Ayah mana, Maa, kenapa tidak sarapan sama kita." Tanya Mubaraq tiba-tiba.
"Ooo, eemmm A-Ayah su-sudah berangkat tadi buru-buru, iya buru-buru ada meeting penting pagi-pagi." Alasanku agar anak-anak ku jangan berpikiran,
Hati boleh menangis, namum bibirku harus tersenyum untuk mereka sang buah hatiku. Ungkap ku dalam hati.
"Ooo." Itu yang keluar dari mulut putra ku Mubaraq.
*****
Kini Aku sudah di kantor property Permata, setelah terlebih dahulu mengantarkan anak-anak ke sekolah. Ku langkah kaki dengan bismilah, Semoga Allah memberiku yang terbaik rezeki melimpah.
Aku menjumpai sekuriti dan mereka. membawa ku keruangan marketing. Seorang lelaki tampan menyapaku dan Ia memperkenalkan ku pada karyawan lain. Ternyata Ia kepala bagian Marketing.
Setelah aku memperkenalkan diri pada karyawan lain dan mengetahui tugas-tugas yang harus aku kerjakan. Aku langsung mengerjakan apa yang di tugaskan untuk aku.
Aku terus mencoba fokus pada kerjaan aku walau kadang pikiran ku pada suamiku.
Ketika jam makan siang Aku ijin pulang untuk menemui anak-anakku dan makan siang bersama mereka. walaupun Mak Halimah menemani mereka di rumah.
*****
Malam ini aku makan malam hanya bertiga dengan anak-anak, Mak Halimah sudah pulang dari sore. Suamiku Yahya belum pulang juga. hatiku sedih, kecewa namun apa boleh buat, Aku tak berdaya dan tak tau harus berbuat apa.
Seperti biasa setelah makan malam ke dua anak ku sibuk dengan tugas sekolah masih-masih di kamar mereka. Aku duduk depan televisi menyalakannya. namun pikiranku tidak pada layar TV namun berkelana kemana-mana, sekali kali aku menghapus air bening di pipi ini.
Suara mobil masuk ke pekarangan rumah, aku bangkit dan menyapu air bening di pipi dengan. telapak tangan ku. Aku tahu itu suara mobil suamiku.
*****
Bersambung.
Menurut kalian Yahya selingkuh atau kemana Ia pergi...
Terim kasih kalian sudah mau mampir di tulisan recehan Aku. jangan lupa turus beri semangat Author dengan meninggalkan Like, Vote dan komentar.
💖💖💖 kalian banyak banyak tanpa terkecuali
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya ampun... Kira - kira apa yang sudah di lakukan Yahya ya di sana, sampai ia setega ini pada Keumala. Semoga saja tidak berlebihan hingga melukai hati istrinya sendiri.
2022-11-30
1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
memang Kumala, istri yang sabar dan sosok ibu yang penyayang terhadap anak-anaknya dan keluarganya. tapi pantaslah Yahya mendapatka istri seperti itu🤔
2022-11-26
1
reedha
Alhamdulillah anak-anakmu baik Keumala, mereka bisa diberi pengertian, selamat berjuang ya, semoga ini awal yang baik untukmu...
2022-11-26
2