Kini Keumala berada dalam kamar bersama suaminya Yahya yang baru pulang dari kantor.
"Mau istirahat atau langsung mandi, Ayah" Tanya Keumala pada suaminya
"Mandi," jawab Yahya singkat.
"Baiklah, Ayah." ucap Keumala dengan lembut.
Yahya masuk ke kamar mandi dan Keumala mengambilkan mempersiapkan baju ganti untuk sang suami.
Sambilan menunggu Yahya siap mandi Keumala keluar kamar melihat anaknya yang lagi asik di teras depan.
Ia menyuruh anak-anaknya untuk masuk kedalam rumah, Anak-anak Keumala menurutinya, Al-Mubaraq masuk kedalam kamarnya sedangkan Al-ziatun duduk di depan TV tapi bukan nonton namun lanjut main boneka kesayangannya.
Keumala ke dapur mengambil Air putih untuk Yahya walau sikap suaminya selalu menyakiti menyakitinya, ia tetap saja melayani suaminya dengan sangat baik.
"Minumlah Ayah, Pasti Ayah haus Mama bawakan air putih untuk Ayah."
Keumala membawakan segelas air putih sambil duduk dekat suaminya.
"Aku akan minta ijin padanya untuk bekerja, tapi kalo hanya minta ijin pasti ia tidak akan mengijinkannya." kata Keumala dalam hati.
"Apakah aku harus minta ijin pada Ayah?, Ooo tidak ia pasti akan tidak kasih, atau aku tidak usah minta ijin untuk bekerja..." Kata keumala lagi..
"Ayah..."
"Emmm" Jawab Yahya singkat, matanya masih tertuju pada ponsel.
"Ini laki, kita mau ngomong sibuk dengan ponselnya.. Lihat apa ya, Istri sendiri di cuekin,
Ini pasti lihat istri orang, emang rumput orang akan terlihat lebih lebih hijau dari rumput sediri." Omel Keumala dalam hati terasa kesel pada suaminya Yahya.
Keumala bangkit dari tempat duduknya menuju pintu depan rumah.
"Lihat Ayah.. Tanaman Bu Sri tumbuh sangat cantik ya..." Kata Keumala tiba-tiba pada suaminya agak keras agar suaminya mendengar.
"Tanaman yang mana Maaa?" Tanya Yahya dengan penasarannya sambil bangkit dari tempat duduk menuju ketempat Keumala berdiri sekarang.
"Bilang taman buk Sri langsung hidup, dasar laki-laki, awas saja kamu Ayah akan Mama kerjain kamu nanti baru tahu rasa," kata Keumala dalam hati lagi, sakin keselnya ia pada Yahya suaminya.
"Itu lho Yah." Sambil Menunjuk rumah buk Sri
"OOH iya, ya, Maa"
"Benarkan, Ayah"
"Siapa cantik ama taman kita, Ayah?" Tanya Keumala.
Taman rumah Keumala lebih cantik di penuhi oleh bunga anggrek, Mawar merah dan Putih, bunga, Aneka keladi, Janda bolong bunga, bunga kupu-kupu Serta bunga matahari yang sudah pada berbunga.
bunga taman Keumala lah Yang merawat. Keumala juga menjual bunga bagi yang berminat.
Rame warga tempat ia tinggal termasuk kampung dan komplet tetangga sebelah yang datang membeli bunga punya Keumala.
Termasuk Buk Sri bunganya semua ia beli pada Keumala, bunganya buk Sri tak seberapa banyak dan tidak cantik di tata dibandingkan punya Keumala.
Bunga Keumala tersusun menurut jenis bunganya dengan warna yang aneka warna, yang melihatnya, pasti ingin mendekat dan memilikinya.
Keumala sengaja ia menanyakan pada suaminya karena suaminya lah yang tidak pernah memuji bunga milik Keumala selama ini.
Yahya melihat ke halaman sampingnya yaitu tanaman milik Keumala. Ia memperhatikan tanaman milik Keumala dengan sesama,
selama ini Yahya tidak pernah memperhatikan bunga milik Keumala, padahal halamannya luar dan dipenuhi dengan bunga yang cantik.
"Besar segitu pun tak terlihat sepertinya bunga matahari, mawar merah yang bunganya Sungguh indah pun tak ia perduli kan.." 😩
🌺Ooh Keumala.. Malangnya nasib mu😁🤭🌺
"Walah Cantik sekali tanaman, Mama" Puji Yahya seperti kerasukan..
"Tapi, tetapi terlalu rame, dan masih kurang cantik bunganya dengan punya buk Sri jadi, Punya buk Sri lebih cantik, Mama."
"Baru aja memuji eh udah menusuk jiwa, Lama-lama gini bisa bisa mati berdiri aku." Ucap Keumala, dengan suara kecil hampir terdengar oleh Yahya.
"Kenapa ngomong sendiri, Mama?"
"Dari pada ngomong sama Ayah, Gak jelas"
"Gak Jelas gimana.. Gini Ayah besar berdiri., kok gak jelas.. Besok Mama beli aja kacamata biar jelas lihat Ayah." Kata yahya sok cueknya.
"Iya ya.. Mama Sepertinya harus beli kacamata karena lihat Ayah sudah tidak jelas...
"Tapi... Mama kok jelas ya lihat Pak Jhon suaminya Buk Sri ya.." Kata Keumala sambil senyum-Senyum.
"Apa Maksud, Mama?" Tanya Yahya kesel Akhirnya..
🌺Buat cemburu Nieyeee😆😆😆😁🤭🌺
"Tak apa-apa Ayah... Mama hanya menjelaskan Masalah mata kita."
"Jadi permasalah mata dan penyakit mata kita hampir sama.. Kalo Mama melihat Ayah tidak jelas lagi.. dan melihat Pak Jhon masih jelas sangat, dan begitu pula dengan Ayah Kebalikannya, Ayah melihat Bu Sri begitu cantik, seksi dan tidak malu-maluin suami. Ya kan?"
"Coba deh.. Ayah tanya Sama Pak Jhon Tau lelaki lain teman Ayah, apakah Mama cantik?"
"Apakah Mama masih menarik?"
"Kenapa begitu ngomong, Mama?" Dengan suara tinggi Yahya bertanya pada sang istri.
"Rumput Tetangga kelihatan lebih Hijau, Taman Tetangga Kelihatan lebih indah, Mengerti Ayah.."
"Maksudnya Apa, Mama?, Ayah tidak mengerti" ucap Yahya panik.
"Kalau tak mengerti.. Ayah cari tau aja di ponsel... Karena ponsel teman Ayah 24 jam." Sambil berlalu, Meninggalkan Yahya dengan perasaan marah.
"Tunggu Ayah belum siap bicara, Maa" Teriak Yahya
Keumala terus berjalan masuk kedalam rumahnya, tidak menangapi panggilan dari Yahya.
*****
Kini Keumala sudah dalam kamarnya, sedang membereskan kain yang sudah rapi ia gosok tadi sore. karena tadi tidak sempat ia masukkan kedalam lemari pakaian.
"Pembicaraan kita masih belum kelar, Maaa"
"Pembicaraan yang. mana?"
"Kok yang mana sich, Mama"
"Maksudnya Yang mana, Ayah, kan selama ini pembicaraan kita selalu tidak kelar... gak ada ujungnya.. gak ada solusinya" kata Keumala dengan kesel.
"Yang tadi sore, Tentang Tanaman, Maaaamaaa," Dengan suara sedikit di tekannya.
"Ooo itu, Mau bicara apa lagi, Ayah. Ayah Dah Tau maksud Mama kan.. Jadi gimana?"
"Gituu aja Mama marah... Jangan gambek donk, Mama" Rayu Yahya pada istrinya.
"Tanaman Mama lebih cantik kok.., Jadi jangan marah lagi." Tambah Yahya.
🌺Keumala masih diam🌺
"Kenapa kurang peka ini laki kalo sama istri sendiri.. Giliran sama Orang Tuanya peka banget" Keluh Keumala dalam hati.
"Mama kenapa sih..." Tanya Yahya lagi.
"Dasar Anak Mami..." ucap Keumala dalam hati lagi.
"Ya Allah suamiku ini..." Kata keumala pada Yahya.
Yahya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jangan bicara lagi sama Mama kalo belum ngerti juga,"
Keumala menutup lemari pakaian serta keluar dari kamar.
Kini tinggallah Yahya sendiri dikamar dengan kebingungan.
Dreee dreee
"Assalamualaikum, Mamak"
"Waalaikumsalam, Yahya. Apa kabar Nak?"
"Alhamdulillah, Baik, Mak.. Gimana kabar Mamak dan Ayah di sana?, Sehatkan."
"Alhamdulillah, kami sehat Nak.."
"Alhamdulillah kalo gitu.."
"Yahya Mau tanya sama Mamak, apakah Mamak tau arti dari Rumput Tetangga lebih Hijau?" Tanya Yahya sama mamaknya sambil mimik wajah ragu, Sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.
"Rumput Tetangga Lebih Hijau...?" di ulang lagi pertanyaan Yahya oleh Hendon.
"Iya Mak" Kata Yahya lagi.
"Ini maksudnya benar-benar rumput atau pribahasa?" Tanya Hendon lagi pada Yahya.
"Pribahasa sepertinya, Mak"
'Kok Sepertinya..., Gimana sih Yahya?"
"Ya.. Gitulah Maak.. Yahya aja kurang tau."
"Duh Anak ku ini." Kata Hendon
"Kalo dibahasakan masalah tanaman kamu kan bisa lihat sendiri. ini tanama hijau atau kering... Bisa kamu nilai sendirilah Yahya."
"Kalau Pribahasa... Itu artinya ya... Artinya... Istri sendiri jelek.. lihat istri orang, Tetangga cantik, Menarik.. Karena yang dilihat itu dari sudut pandang seorang laki-laki yang sudah biasa melihat istri sendiri, Gituu."
"Emang siapa yang bertanya Pada mu, Yahya?."
"Keumala, Mak"
"Dasar Istri tak tau diri dia itu, tidak usah kamu dengan kan kata-kata istrimu itu." Kata Hendon pada Yahya.
"Iya Mak, Terima kasih."
Yahya kini telah memutuskan pembicaraan dengan ibunya di kampung melalui ponsel.
*****
🌺 Dua Hari Kemudian 🌺
Dua hari sudah berlalu namum, Keumala masih diam, Ia hanya bicara yang berhubungan dengan kebutuhan anaknya saja.
Hari hari pun tanpa ada kedekatan kedua suami istri itu, mereka terus sibuk dengan urusan masing-masing.
kalau sudah malam tiba, Keumala terus tidur dan Yahya Sibuk dengan kerjaan kantor yang ia bawa pulang kerumahnya.
*****
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Dasar yahya perkataan istri langsung tidak peka tetapi buat kecantikan langsung peka. bikin daisy annoyed terhadap sifat yahya, anak mami lah kononnya😒
2022-11-26
1
Hiatus
Tinggalin aja aku rela kok Keumala nanti dicariin calon baru buat kamu...🤭
2022-11-21
0
Fenti
hmmmmm. uang lagi tyu
2022-11-21
0