Part 6 Rumput Tetangga

Kini Keumala berada dalam kamar bersama suaminya Yahya yang baru pulang dari kantor.

"Mau istirahat atau langsung mandi, Ayah" Tanya Keumala pada suaminya

"Mandi," jawab Yahya singkat.

"Baiklah, Ayah." ucap Keumala dengan lembut.

Yahya masuk ke kamar mandi dan Keumala mengambilkan mempersiapkan baju ganti untuk sang suami.

Sambilan menunggu Yahya siap mandi Keumala keluar kamar melihat anaknya yang lagi asik di teras depan.

Ia menyuruh anak-anaknya untuk masuk kedalam rumah, Anak-anak Keumala menurutinya, Al-Mubaraq masuk kedalam kamarnya sedangkan Al-ziatun duduk di depan TV tapi bukan nonton namun lanjut main boneka kesayangannya.

Keumala ke dapur mengambil Air putih untuk Yahya walau sikap suaminya selalu menyakiti menyakitinya, ia tetap saja melayani suaminya dengan sangat baik.

"Minumlah Ayah, Pasti Ayah haus Mama bawakan air putih untuk Ayah."

Keumala membawakan segelas air putih sambil duduk dekat suaminya.

"Aku akan minta ijin padanya untuk bekerja, tapi kalo hanya minta ijin pasti ia tidak akan mengijinkannya." kata Keumala dalam hati.

"Apakah aku harus minta ijin pada Ayah?, Ooo tidak ia pasti akan tidak kasih, atau aku tidak usah minta ijin untuk bekerja..." Kata keumala lagi..

"Ayah..."

"Emmm" Jawab Yahya singkat, matanya masih tertuju pada ponsel.

"Ini laki, kita mau ngomong sibuk dengan ponselnya.. Lihat apa ya, Istri sendiri di cuekin,

Ini pasti lihat istri orang, emang rumput orang akan terlihat lebih lebih hijau dari rumput sediri." Omel Keumala dalam hati terasa kesel pada suaminya Yahya.

Keumala bangkit dari tempat duduknya menuju pintu depan rumah.

"Lihat Ayah.. Tanaman Bu Sri tumbuh sangat cantik ya..." Kata Keumala tiba-tiba pada suaminya agak keras agar suaminya mendengar.

"Tanaman yang mana Maaa?" Tanya Yahya dengan penasarannya sambil bangkit dari tempat duduk menuju ketempat Keumala berdiri sekarang.

"Bilang taman buk Sri langsung hidup, dasar laki-laki, awas saja kamu Ayah akan Mama kerjain kamu nanti baru tahu rasa," kata Keumala dalam hati lagi, sakin keselnya ia pada Yahya suaminya.

"Itu lho Yah." Sambil Menunjuk rumah buk Sri

"OOH iya, ya, Maa"

"Benarkan, Ayah"

"Siapa cantik ama taman kita, Ayah?" Tanya Keumala.

Taman rumah Keumala lebih cantik di penuhi oleh bunga anggrek, Mawar merah dan Putih, bunga, Aneka keladi, Janda bolong bunga, bunga kupu-kupu Serta bunga matahari yang sudah pada berbunga.

bunga taman Keumala lah Yang merawat. Keumala juga menjual bunga bagi yang berminat.

Rame warga tempat ia tinggal termasuk kampung dan komplet tetangga sebelah yang datang membeli bunga punya Keumala.

Termasuk Buk Sri bunganya semua ia beli pada Keumala, bunganya buk Sri tak seberapa banyak dan tidak cantik di tata dibandingkan punya Keumala.

Bunga Keumala tersusun menurut jenis bunganya dengan warna yang aneka warna, yang melihatnya, pasti ingin mendekat dan memilikinya.

Keumala sengaja ia menanyakan pada suaminya karena suaminya lah yang tidak pernah memuji bunga milik Keumala selama ini.

Yahya melihat ke halaman sampingnya yaitu tanaman milik Keumala. Ia memperhatikan tanaman milik Keumala dengan sesama,

selama ini Yahya tidak pernah memperhatikan bunga milik Keumala, padahal halamannya luar dan dipenuhi dengan bunga yang cantik.

"Besar segitu pun tak terlihat sepertinya bunga matahari, mawar merah yang bunganya Sungguh indah pun tak ia perduli kan.." 😩

🌺Ooh Keumala.. Malangnya nasib mu😁🤭🌺

"Walah Cantik sekali tanaman, Mama" Puji Yahya seperti kerasukan..

"Tapi, tetapi terlalu rame, dan masih kurang cantik bunganya dengan punya buk Sri jadi, Punya buk Sri lebih cantik, Mama."

"Baru aja memuji eh udah menusuk jiwa, Lama-lama gini bisa bisa mati berdiri aku." Ucap Keumala, dengan suara kecil hampir terdengar oleh Yahya.

"Kenapa ngomong sendiri, Mama?"

"Dari pada ngomong sama Ayah, Gak jelas"

"Gak Jelas gimana.. Gini Ayah besar berdiri., kok gak jelas.. Besok Mama beli aja kacamata biar jelas lihat Ayah." Kata yahya sok cueknya.

"Iya ya.. Mama Sepertinya harus beli kacamata karena lihat Ayah sudah tidak jelas...

"Tapi... Mama kok jelas ya lihat Pak Jhon suaminya Buk Sri ya.." Kata Keumala sambil senyum-Senyum.

"Apa Maksud, Mama?" Tanya Yahya kesel Akhirnya..

🌺Buat cemburu Nieyeee😆😆😆😁🤭🌺

"Tak apa-apa Ayah... Mama hanya menjelaskan Masalah mata kita."

"Jadi permasalah mata dan penyakit mata kita hampir sama.. Kalo Mama melihat Ayah tidak jelas lagi.. dan melihat Pak Jhon masih jelas sangat, dan begitu pula dengan Ayah Kebalikannya, Ayah melihat Bu Sri begitu cantik, seksi dan tidak malu-maluin suami. Ya kan?"

"Coba deh.. Ayah tanya Sama Pak Jhon Tau lelaki lain teman Ayah, apakah Mama cantik?"

"Apakah Mama masih menarik?"

"Kenapa begitu ngomong, Mama?" Dengan suara tinggi Yahya bertanya pada sang istri.

"Rumput Tetangga kelihatan lebih Hijau, Taman Tetangga Kelihatan lebih indah, Mengerti Ayah.."

"Maksudnya Apa, Mama?, Ayah tidak mengerti" ucap Yahya panik.

"Kalau tak mengerti.. Ayah cari tau aja di ponsel... Karena ponsel teman Ayah 24 jam." Sambil berlalu, Meninggalkan Yahya dengan perasaan marah.

"Tunggu Ayah belum siap bicara, Maa" Teriak Yahya

Keumala terus berjalan masuk kedalam rumahnya, tidak menangapi panggilan dari Yahya.

*****

Kini Keumala sudah dalam kamarnya, sedang membereskan kain yang sudah rapi ia gosok tadi sore. karena tadi tidak sempat ia masukkan kedalam lemari pakaian.

"Pembicaraan kita masih belum kelar, Maaa"

"Pembicaraan yang. mana?"

"Kok yang mana sich, Mama"

"Maksudnya Yang mana, Ayah, kan selama ini pembicaraan kita selalu tidak kelar... gak ada ujungnya.. gak ada solusinya" kata Keumala dengan kesel.

"Yang tadi sore, Tentang Tanaman, Maaaamaaa," Dengan suara sedikit di tekannya.

"Ooo itu, Mau bicara apa lagi, Ayah. Ayah Dah Tau maksud Mama kan.. Jadi gimana?"

"Gituu aja Mama marah... Jangan gambek donk, Mama" Rayu Yahya pada istrinya.

"Tanaman Mama lebih cantik kok.., Jadi jangan marah lagi." Tambah Yahya.

🌺Keumala masih diam🌺

"Kenapa kurang peka ini laki kalo sama istri sendiri.. Giliran sama Orang Tuanya peka banget" Keluh Keumala dalam hati.

"Mama kenapa sih..." Tanya Yahya lagi.

"Dasar Anak Mami..." ucap Keumala dalam hati lagi.

"Ya Allah suamiku ini..." Kata keumala pada Yahya.

Yahya menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Jangan bicara lagi sama Mama kalo belum ngerti juga,"

Keumala menutup lemari pakaian serta keluar dari kamar.

Kini tinggallah Yahya sendiri dikamar dengan kebingungan.

Dreee dreee

"Assalamualaikum, Mamak"

"Waalaikumsalam, Yahya. Apa kabar Nak?"

"Alhamdulillah, Baik, Mak.. Gimana kabar Mamak dan Ayah di sana?, Sehatkan."

"Alhamdulillah, kami sehat Nak.."

"Alhamdulillah kalo gitu.."

"Yahya Mau tanya sama Mamak, apakah Mamak tau arti dari Rumput Tetangga lebih Hijau?" Tanya Yahya sama mamaknya sambil mimik wajah ragu, Sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.

"Rumput Tetangga Lebih Hijau...?" di ulang lagi pertanyaan Yahya oleh Hendon.

"Iya Mak" Kata Yahya lagi.

"Ini maksudnya benar-benar rumput atau pribahasa?" Tanya Hendon lagi pada Yahya.

"Pribahasa sepertinya, Mak"

'Kok Sepertinya..., Gimana sih Yahya?"

"Ya.. Gitulah Maak.. Yahya aja kurang tau."

"Duh Anak ku ini." Kata Hendon

"Kalo dibahasakan masalah tanaman kamu kan bisa lihat sendiri. ini tanama hijau atau kering... Bisa kamu nilai sendirilah Yahya."

"Kalau Pribahasa... Itu artinya ya... Artinya... Istri sendiri jelek.. lihat istri orang, Tetangga cantik, Menarik.. Karena yang dilihat itu dari sudut pandang seorang laki-laki yang sudah biasa melihat istri sendiri, Gituu."

"Emang siapa yang bertanya Pada mu, Yahya?."

"Keumala, Mak"

"Dasar Istri tak tau diri dia itu, tidak usah kamu dengan kan kata-kata istrimu itu." Kata Hendon pada Yahya.

"Iya Mak, Terima kasih."

Yahya kini telah memutuskan pembicaraan dengan ibunya di kampung melalui ponsel.

*****

🌺 Dua Hari Kemudian 🌺

Dua hari sudah berlalu namum, Keumala masih diam, Ia hanya bicara yang berhubungan dengan kebutuhan anaknya saja.

Hari hari pun tanpa ada kedekatan kedua suami istri itu, mereka terus sibuk dengan urusan masing-masing.

kalau sudah malam tiba, Keumala terus tidur dan Yahya Sibuk dengan kerjaan kantor yang ia bawa pulang kerumahnya.

*****

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Dasar yahya perkataan istri langsung tidak peka tetapi buat kecantikan langsung peka. bikin daisy annoyed terhadap sifat yahya, anak mami lah kononnya😒

2022-11-26

1

Hiatus

Hiatus

Tinggalin aja aku rela kok Keumala nanti dicariin calon baru buat kamu...🤭

2022-11-21

0

Fenti

Fenti

hmmmmm. uang lagi tyu

2022-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!