Part 12 Pelakor...

Jangan libatkan hati saja, atau otak saja, Namun libatkan kedua-duanya, Agar kamu tak tersakiti.

Pria bertindak pakai otak

Wanita bertindak pakai hati.

Dengan cinta bersatu maka rumah tangga akan sempurna Ketika Otak dan Hati menyatu dalam perbuatan dan tindakan, Kebahagian akan Tercipta.

Kakiku terhenti, Melihat dua wanita datang memasuki halaman rumah ku, Seorang wanita paruhbaya yang sangat familiar dan satu lagi wanita muda yang cantik dan tidak pernah aku melihatnya.

Senyum manis sang wanita muda ke arah sang suami ku, Hati perih, Rasa penasaran dan debaran jantungku begitu kencang, Bibir terdiam kaki melangkah refeling pikiran negatif bermuculan.

Kenapa hati tak enak, Kabar apa yang dibawa, Siapa wanita itu.. Terus muncul pertanyaan dikepala Aku.

Aku tidak mengenalannya tapi hati ini seperti mencurigai sesuatu..

Adakala sang mertua jalan bersamaan dengan wanita muda cantik yang hampir usianya se usiaku dari wajahnya, Penampilannya sungguh menarik, hiasan make up penuh di wajahnya dwngan lipstik merah menyala.

Tapi entah kenapa rasanya hati ini gelisah terus.

Aku masih terpaku di belakang suamiku yang jarak cuma satu meter.

Aku tidak dapat melihat, Apakah suamiku membalas senyum wanita itu.. Rasa ini,... Oh suamiku anak mami ini...

Ingin menjerik Kumenagis, Namun Ini mungkin cuma rasa ingin tau dan cemburuku saja.

Ku coba membangtah semua pikiran negatif ini.

ku ingin tenang agar bisa ku lalui dengan santai.

"Ternyata Kamu dirumah, Yahya." Ucap Mak Hendon tanpa basa basi.

"Iya Mak, Yahya dirumah." Jawab Yahya.

"Kenapa kemari Mak?" Tanya Yahya.

"Dari tadi Mak tunggu kamu, Yahya.

Kenapa tidak datang, Eemm.

Makanya Mak kemari." Ucap Mak Hendon

Yahya Hanya Terdiam, Dan memalingkan wajangnya pada sang istri.

"Maaf Mak, Yahya sibuk, Rencananya sekarang," Ucap Yahya.

"Ayah kamu ternyata..." Ucap Keumala

"Iya Ma, Maaf." Ucap Yahya cepat sebelum Keumala menyelesaikan perkataanya.

"Kenapa Ayah?" Tanya Keumala.

"Apa-apaan kalian orang tua baru datang bukan nya disambut, Ini malah mempertanyakan yang tidak jelas." Kata Mak hendon sinis melihat Keumala.

"Masuk Mak," Ucap Keumala sambil berjalan kearah Mak Hendon dan mencium punggun tangan Mak Hendon dan memyalamin Wanita tamu tak Ia kenal itu.

Walau Mak Hendon tidak pernah mengangapnya sebagai menantu, Ia tetap menghargai mak Hendon dan menghormati Mertuannya itu, Sebagai orang yang telah melahirkan dan membesarkan. suaminya, Keumala memperlakukan Mak Hendon dengan baik.

Mak hendon masuk kedalam rumah yang di ikuti oleh Yahya, Keumala beserta wanita tersebut.

Kini mereka duduk kecuali Keumala, Ia masih berdiri di belakang sang suami.

Sedangkan Yahya duduk di kursi tamu, didepannya duduk Mak Hendon dan Wanita muda tersebut.

"Bikinkan minum dingin, Keumalah." Minta Mak Hendon.

"Oh ya, Mak. Jadi lupa Mala." Kata keumala dengam senyum terpaksa.

"Aduh padahal aku mau dengar apa yang mereka bicarakan" Ucap Keumala dalam hati sambil berjalan menuju dapur.

Keumala membuatkan Air jeruk dingin untuk tamu tak di undangnya, Tapi telingannya tetap ke ruang tamu.

"Mereka bicara apa sich, Aku tidak dapat mendengarnya, Karena mereka berbicara seperti berbisik-bisik saja." Keluh Keumala namun dengan suara kecil, Apa lagi di dapur hanya Ia sendiri.

"Entah kenapa, Tidak Ada angin tak ada hujan mertua ku datang-datang, Eh bawa berita apa, Gak biasanya." Keumala terus berbicara sendiri, Tapi telinganya fokus ke ruangan tamu tempat dimana suami dan tamunya berada. Padahal jarak jauh dari jangkau telingan, Namun bila berbicara suara masih terdengar desah desuhnya pelan.

Dengan cepat keumala membuatkan minuman agar bisa kembali bisa berkumpul bersama tamu-tamunya.

"Silakan diminum" Ucap Keumalan pada tamunya.

"Terima kasih." Kata wanita tersebut.

Keumala tersenyum tipis pada tamunya.

"Kenapa tidak dikenali sama aku ya, Mereka tadi. serius sekali bicara, aku datang kok pada diam, Mmm" Keluh Keumala pada dirinya.

"Perkenalkan Nama Aku Keumala. Istrinya bang Yahya," Ucap Keumala memperkenalkan diri pada wanita tersebut sambil mengakat tangannya,

Yahya dan Mak Hendon saling melihat, Mereka beradu pandang.

"Oh Iya." Kata wanita tersebut dan ikut menerima salaman dari Keumala sambil tersenyum di paksakan

"Ini Orang kenapa tidak memperkenalkan diri pada ku, seperti yang aku lakukan," Ucap Keumala dalam hatinya.

"Ini Siti, Saudara Jauh mamak," Ucap Yahya memperkenalkan tamu wanita tersebut.

"Ini orang tahu isi hati aku, Tapi... Mmm Yah udah lah." Ucap Keumala dalam hatinya lagi.

Keumala terus dibuat curiga oleh tingkah tiga manusia yang sekarang duduk bersamanya.

Siapa yang tidak curiga, Ketika Keumala datang pada diam dan bukam mulut seribu bahasa, Tidak ada yang berbicara pada diam tiba-tiba.

"Minum dulu kakak." Keumala memecahkan keheningan di ruang tamunya.

"Iya.. Jangan panggil Kakak, Panggil saja AKu Siti, Kita sebaya kok, Aku adek letingnya Bang Yahya waktu Sekolah dulu," Ucap Siti dengan senyum manja.

"Ooo" leluar dari mulut Keumala sambil menganguk kepalanya.

Keumala terus mengajak ngobrol tamunya yang bernama Siti tersebut, Untuk menyelidiki hubungan Ia dan keluarga suaminya dan kenapa Siti kerumahnya.

Namun Yahya selalu mengcari cara agar Keumala tidak banyak bertanyak.

Kalau hanya untuk menemani mertuanya Mak hendon, Kenapa Ia tidak mengenal Siti, Bukam baru berumah tangga Ia dan suaminya, Keumala Terus penasarah dengan tingkah mertua dan suaminya ini.

Mertuanya tidak bertanya sedikitpun tentang kabar mereka, Anak- anaknya Keumala, Seakan tak kenal saja cara bertamunya kerumah Anak dam menantunya.

Keumala geleng-geleng sendiri memikirkan Mak mertuanya.

"Mak. Yahya mau Ke kantor lagi, Mak sama Siti mau disini, Atau Yahya antar ketempat Kostnya Siti?." Ucap Yahya.

"Mmm, Suamiku tau, Kalau Siti kost di kota ini," Ucap Keumala dalam hatinya, Sambil memalingkan wajah melihat inten Suaminya.

Namun Yahya tidak melihat ke arah Keumala, Ia melihat Mak Hendon dan Siti wanita yang konong katanya adek leting disekolahnya dulu.

"Siti Pulang saja Bang," Ucap Siti.

"Iya, Mak mau ke tempat Siti saja, Mak masih masih ingin bicara dengan Siti." Ucap Mak hendon.

"Bolehkan Siti kalau Mak ketempat mu?," Tanya Mak Hendon pada Siti.

"Tentu saja boleh" Jawab Siti dengan senyum manis, Matanya melihat ke arah Keumala dengan sinis.

"Kenapa Mak gak disini Saja, Inikan rumah anak Mak." Ucap Keumala.

" Tidak, Mak mau ke rumahnya Siti saja." Ucap Mak hendon.

"Tapi, Mak" Cegah Keumala.

"Udahlah Keumala, Biarkan Mak ginap dimana Mak suka." Kata Yahya.

"Ini yang menantunya Aku atau Siti sich" Ucap Keumala dalam hati.

"Suamiku ini pun ikut setuju, Apa mereka mencari tempat untuk membahas sesuatu.. Mmmm."

"Kan bisa di bicarakan di sini, Kenapa harus di tempat Siti, Kenapa Mak nginap di tempat Siti." lagi-lagi keumala bicara sendiri.

"Mak kan baru sampai dari kampung.. Baiknya istirahat dulu disini Mak," Ucap Keumala.

"Mak sudah lama sampai, Dari kemaren sore Mak sudah di kota ini, Mak langsung ketempat Siti," Ucap Mak Hendon

Membuat Keumala Kaget dan melihat ke suaminya, Ia mencari jawaban disana.

Yahya membuang muka Ia melihat ke arah lain, Yahya Tidak berani melihat ke arah istrinya.

Keumala berdiri terpana melihat sumainya dan Mak hendon sang Mertuanya.

Keumala seperti orang bodoh dan kebinggungan.

"Ayo Mak." Ajak Yahya pada Mak Hendon.

"Ayah berangkat dulu ya, Mama." Ucap Yahya Pada istrinya tanpa melihat ke arah istrinya.

Keumala masih terdiam di tempat, Mulutnya tak dapat berbicara.

Mak hendon dan Siti keluar dari rumah menuju mobil Yahya, Tanpa permisi pada Keumala, mereka langsung berjalan.

Di ikuti oleh Yahya dan Keumala di belakang.

Sampai depan mobil Yahya menekan remot mobilnya, Mak hendon naik mobil duduk di kursi belakang, Membiarkan Siti duduk di depan bersama Yahya suaminya Keumala.

Membuat hati Keumala panas melihat adegan di depannya.

"Ayah.." Keumala memangil suaminya.

"Iya, Maa." Jawab Yahya.

Keumala mendekati Yahya, Dan membisik di telinga Yahya.

"Ingat, Ayah punya istri dan anak, Mama mau Ayah jaga Jarak dengan Siti." Ucap Keumala.

"Iya, Mama, Kami hanya berteman tidak lebih," Ucap Yahya santai.

"Apa Ayah bilang.. Berteman?, No,. Mama tidak mau Ayah berteman dengan Siti, Ia perempuan Ayah." Ucap Keumala dengan suara berbisik tapi Ia tekankan pada suaminya.

"Cepatlah Yahya.. Ngapain kalian.. Emm..." Tegur Mak Hendon dari dalam mobil.

"Iya Bentar, Mak." Jawab Yahya sambil melihat ke arah Mak Hendon.

"Tenang, Maa, Ayah cuma mencintai Mama seorang, Jadi Mama tidak usah khawatir." Yahya meyakinkan istrinya sambil menepuk pundak sang istri.

"Tapi Mama tidak yakin.." Ucap. Keumala melihat inten ke Arah mata Yahya. Mencari ke Jujuran disana.

Namun Ia tak melihat kejujuran di sana.

Tiba-tiba Keumala mecium dan memeluk suaminya didepan Mertua dan Tamu yang berstatus pelakor menurut pengamatan Keumala Saat ini.

Keumala sengaja melakukannya untuk menegaskan bahwa Ia istri sah dan wanitanya suaminnya.

Yahya Membalas pelukan dan ciuman istrinya, Mengecup kening sang istri dengan senyum lebar.

Ujung mata Keumala melihat ke arah Siti Tanpa terlihat muka Siti cemberut dan kesel.

"Pergi dulu ya, Mama." Ucap Yahya sambil memalingkan wajahnya serta badannya berjalan menuju kemudi mobil.

Ketika Yahya Sudah dalam mobil dan menghidupkan mobil Siti melihat ke arah Keumala dan Tersenyum megejek Keumala.

Mobil Yahya telah keluat dari pekarangan rumah, Mulai menjauh dan tak terlihat.

Keumala masih berdiri dengan perasaan tak menentu. Rasanya dadanya sesak dan emosi menguaguak tapi tetap Ia harus bersabar, Ia tidak mau terlihat lemah didepan suaminya apalagi Mak Hendon dan Siti.

Ia masuk kedalam rumah dengan galaunya hati, dan rasa curiga meliputi dadanya.

Keumala masuk kedalam kamar, Duduk di dekat kepala tempat tidur dan bersandar disana.

Ia melihat ponselnya di atas naskah mengabilnya.

"Ada 4 pangilan tidak terjawab dari sekolah Al, Ada apa .. Kenapa Wali kelas Al Telpon." Ucap Keumala hampir tak terdengar.

Ia langsung menghubungi kembali nomor ponsel tersebut. Tidak ada jawaban dari seberang Ia coba lagi dan lagi.. Tetap tidak ada jawaban.

Akhirnya Ia memutuskan untuk kesekolah anak bungsunya Al-Ziatun.

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

Menatu itu patut di sayang dan dijaga, bukan malah buat anaknya berpisah dengan menantu. Lagian menantunya itu baik, ramah dan perhatian. malah dengan tenganya ingin memisahkan mereka.

2022-11-21

1

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

Benar sekali... Tapi semua itu benar - benar tak mudah, tak jarang sampai ada yang rela untuk memilih kehidupan mereka masing - masing dari pada mempertahankan. Cuma kembali lagi pada konfliknya apa masih bisa di maklumi atau tidak.

2022-11-11

1

reedha

reedha

Mak Hendon ini benar-benar keterlaluan, menantu sudah baik gitu dianggap angin lalu.
Terus Siti, kayak bukan sesama perempuan saja, hatimu di mana Mbak???

2022-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!