Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya

"Aku di ampit oleh dua orang wanita, ibuku dan istriku, bagaikan buah simalakama, ku ikuti ke mau ibuku maka, istriku yanga akan marah merasa aku pilih kasih pada ibuku istriku merasa aku tidak adil padanya, istri akan merajuk dan marah padaku, pernah sekali ia mengatakan akan pergi dan membawa serta anak jika aku terus menuruti perintah ibuku dan ibuku terus ikut campur dalam urusan rumah tanggaku....

Sedangkan aku masih sangat mencintai istri dan tidak mau berpisah dengan istri dan anak-anakku.

"Namum entah mengapa aku malu jika teman-teman ku melihat istri yang bajunya tidak ikut tren dan model ala teman kantorku , wajahnya tidak terawat terlihat kusut dan memalukan menurutku.. Istriku selalu sibuk dengan kerjaan rumah tangga dan tidak memperdulikan terhadap penampilannya. Ia selalu menomor satukan aku dan anak-anak tapi aku juga mau ia tampil cantik.. Ku kira dengan uang sebulan aku kasih cukup untuk beli skin care dan baju-baju. Ia kan perempuan pasti tau bagaimana cara mengunakan uang dengan baik serta tidak boros. karena aku harus menghidupi orang tua ku dikampung biaya untuk ladang dan lain-lain.. Yang cukup besar di bandingkan kebutuhan kami di kota 4 orang sedangkan ibuku dan ayah ku hanya berdua tapi entah mengapa ibuku selalu membutuhkan uang lebih banyak. Ditambah lagi sekarang aku lagi merenovasi rumah kedua orang tuaku..

Kalau aku turuti istriku maka, Ibuku yang akan marah, Dan mengatakan bahwa aku anak. durhaka, Tidak berbakti pada orang tua.

ya Allah bagaimana caranya agar ibu dan istriku bisa akur dan agar aku tidak harus bersembunyi memberikan uang pada ibuku dan ibuku tidak ikut campur masalah rumah tangga kami.

Aku selama ini emang selalu menuruti semua mau ibuku bisa dikatakan selalu memproritaskan ibuku nomor satu dari pada keluargaku sendiri, menuruti segala perintah ibuku.

Hidupku benar kata istriku aku selalu di seperti robot yang selalu di atur oleh ibuku dah aku tidak bisa menolaknya karena aku Menyayangi ibuku dan juga tidak ingin menjadi anak durhaka.

Gaji aku setiap bulan lebih banyak untuk kebutuhan hidup orang tua ku di kampung hampir 60 % sisanya baru untuk kebutuhan hidup keluargaku. kadang kala tidak cukup karena harus membayar biaya kontrak rumah dan kebutuhan sekolah anak-anak aku.

Istriku sagat marah ketika tau aku merenovasi rumah orang tua aku tapi bagaimana aku sudah terlanjur setuju dan mengirim uang tabungan pembagunan rumah untuk kami pada orang tua kami. padahal itu tabungan sudah 7 tahun kami tabung.

Apa salahnya kalo aku memberikan tabungan ku pada ibuku.. toh itu uang aku dan untuk pembangunan rumah kami aku bisa menabung lagi, apa salahnya aku membahagiakan orang yang telah melahirkan dan membesarkan aku...

aku anak lelaki satu satunya , aku ingin membahagiakan orang tuaku dengan cara membiayai segala kebutuhannya serta menuruti perintahnya termasuk untuk tidak memberi uang lebih pada istriku.. ibuku mengatakan istriku boros dan suka belanja yang tidak penting dan suka bersenang-senang dengan teman-temannya. dan pasti apapun yang ibuku bilang benar karena ia pasti ingin lebih tau dari pada aku.. terutama ia ibuku ..

Apakah aku salah... Tidak... aku menjalankan yang benar .. ia ibuku.. orang tua aku.. tempat aku mengadu tempat yang mana membawaku kebahagian dunia akhirat.

Sedangkan kalo aku menurut ibuku maka istriku yang akan marah-marah bisa bisa ia tidak bicara dengan ku seminggu dan bahkan bisa lebih. Pernah sampai dua minggu aku tidur sendiri dikamar kala ia marah, Istriku kemala lebih memilih untuk tidur dengan di kamar anak-anak. Dengan mengatasnamakan dosa dan durhaka pada suami, Ku rayu ia untuk mau lagi tidur dengan ku.

Istri sangat patuh dan rajin namun ia bukan dari keluarga kaya raya seperti mau ibuku, Hingga ibuku selalu menyuruhku untuk mencarikan pengganti Keumala istriku. Tapi tidak ada alasan aku mengantikan posisinya di hati dan rumah tanggaku. Ia telah rela mendampingiku sejak Awal aku mulai karier.. Waktu aku tidak punya apa-apa.. Susah senang kami jalani bersama, suka duka kami jalankan penuh dengan air mata, Ia terus mendukungku, Semangat Ia berikan padaku.

Keumala Ia lah istri yang selalu di sampingku..

saat dimana ibuku sendiri menolak ku, karena aku pengangguran, Namun kini ibuku telah menerimaku lagi..

Ibu telah menerimaku saat tau aku sukses di rantau tempat orang. Aku bangga pada diriku, karena kulakukan dengan usaha kerja kerasku bisa seperti sekarang.

Apakah. pantas Aku berpaling dari wanita yang selalu ada untukku.. Apakah menyemangati ku, Memberiku kebahagian dan memberiku sepasang anak yang ganteng cantik, Pinter serta sholeh dan sholeha.

Tapi entah kenapa hatiku selalu terikat pada ibuku.. Orang yang telah melahirkan ku, Aku tak bisa bohong dan menolak permintaan beliau, Apakah ini ikatan ibu dan anak.. Entahlah..

Kadang kala aku merasa ibuku seperti memanfaatkan kondisiku, kelemahan ku yang tidak bisa menolak ke inginkan nya.

Di mana kadang hati ini ingin berontak atas ke inginkan ibuku yang tidak wajar. Dan diluar kata wajar.

Pernah sekali ibuku menawarkan aku untuk. menikah lagi dengan seorang anak terpandang di kampung ku, tapi itu ku tolak Mentah mentah karena aku punya istri dan anak tidak mungkin ku hianati orang yang sudah rela meniggalkan keluarganya, kerjaannya. Aku masih punya hati nurani. Kalo istri tau pasti Ia semakin membenci ibuku...

Ketika aku dirawat di rumah sakit beberapa hari yang lalu.. Ibuku tidak dapat datang dari kampung dengan alasan ada keponakan ku di yang tidak mungkin di tinggal.

Ia.. ibuku selalu ada saja alasan kalau aku membutuhkan sesuatu.. Padahal aku selama ini yang membiayain hidup kedua orang tuaku.. tapi ibuku hanya perduli pada adikku dan anaknya saja. kalau aku butuh selalu ada alasan untuk menolaknya. namun kalo adikku butuh dalam sekejam saja pasti dituruti.

Buka maksudku untuk Mengukit kembali pemberianku, Namun aku seperti bukan anak kandung ibuku, Tapi aku entah kenapa tidak bisa bilang tidak pada ibuku.. Dan selalu menuruti kemauan ibuku.

Kadang kala ibuku memintaku mengirim uang untuk kebutuhan keponakanku itu.. Aku tetap mengirimkannya uang tak bisa ku elak. padahal adikku orang tua dari keponakan ku orang kaya, Ayahnya pengusaha kayu di kampung punya kebun kelapa sawit dan jabatan di tempat ia kerja. adikku juga bekerja. dan mereka berdua memiliki pemasukan keduanya. Beda dengan aku yang hanya aku yang berkerja. pemasukan kami hanya ada dariku. sehingga aku masih kontrak rumah, beda adikku, Ia sudah memiliki rumah sendiri dan kini. lagi di renovasi lebih besar dan cantik.

Uang untuk membagun rumah sudah lenyap ku gunakan untuk renovasi rumah orang tuaku. rumah yang sudah di wariskan untuk Adikku..

Ku tahu rumah telah di wariskan pada adikku saat rumah sudah hampir siap di renovasi. Ooo tuhan kalau istriku tau maka habislah aku.

Menyesal tidak ada gunanya lagi.. Aku minta kembali pun uang renovasi tidak mungkin ada lagi... inilah takdirku kujalani sendiri.. Ku tak mau istriku tau.. bisa bisa ia minta pisah dariku..

*** Back Aku Di Rumah Sakit ***

Aku baru aja di pindahkan keruang inap Seorang Perawat cantik.. Ia adalah siti Mantan Pacarku waktu aku Sekolah di kampung dulu...

Ibuku ternyata tau kalau Siti bekerja di rumah sakit tempat aku di rawat. Ibuku menghubungi orang tua Siti, dan meminta nomor ponsel Siti. Ibuku menghubungi Siti dan memintanya untuk merawat aku selama aku berada di rumah sakit.

Rasa kesel pada ibuku karena melakukan suatu tindakan di luar batas namun aku tetap tidak bisa berbuat apa-apa.

Rasa bersalahmeliputi hatiku..

rasanya ku tak tega pada Keumala istriku...

Namun aku bingung harus berbuat apa...

Ku tau aku salah, Namun ini bukan dari ke hendak ku semata. Ini adalah ulang ibuku...

Syukur waktu ibuku telpon memberi tahu aku... bahwa Siti akan merawat aku, Keumala istriku lagi ke Administrasi mengurus perpindahan Aku keruang inap sehingga aku bisa mencari alasan untuk menyuruhnya pulang. dari pada Istriku di ruangan ini, Yang ada akan menyakiti hatinya.

Akhirnya istri ku pulang dengan rasa sedih kulihat matanya berkaca-kaca mencoba untuk tidak keluar. Aku tahu istriku wanita yang kuat dan mandiri. Rasa bersalah tetap berkumandang di hati, Rasa sesak di dada ini. Saat ku tahu Ia pasti terluka.

Dan Siti lah yang mengantikan untuk merawat aku. Kucoba untuk bisa menerima Siti seperti dahulu Waktu kami masih Sekolah Tingkat pertama dulu. Namun tidak bisa karena hatiku saat ini milik istriku. Rasa kehilangan rasa kesedihan meliputi hati, Rasa tak tega terus menghantuiku.

Tak sabar rasanya ku ingin pulang, untuk bertemu Keumala Ku sayang. Ibu dari Anak-Anakku.

Walau Siti Ada di sampingku merawat Aku,

Namun hati ini kosong, hampar...Tawar, Rasa kangen Keumala ku tak bisa ku tahan. Rasa ini sungguh menyakitkan..

Tak berani ku hubungi Keumala ku.. Karena aku yang menyuruhnya pulang. Kutahu Ia marah, sedih, kecewa... Namun apalah hendak kulakukan.. Karena ulah ibuku.. Ku telah melakukan lagi dan lagi.. menyakiti orang yang kucintai.

Belum semalam aku di rawat oleh Siti namun ku ingin kembali cepat-cepat ke rumah untuk menemui pujaan hatiku.

ketika Siti keluar Ku hubungi Tanteku, Yang dokter.. dan memintanya untuk memberi ijin aku pulang, dengan alasan aku ingin istirahat di rumah saja. karena aku sudah sehat dan kuat.

Alhamdulillah aku di ijinkan pulang esoknya.

Terpopuler

Comments

Hiatus

Hiatus

Mungkin sifat Yahya ini nurun ke ibunya, heh kau harusnya sadar kalo Keumala itu istri idaman.

2022-11-23

0

Fenti

Fenti

Disini laki-laki harus tegas mengambil keputusan tanpa melukai keduanya..

2022-11-22

1

Fenti

Fenti

Pusing dengan masalah Yahya ini.. masa iya kebutuhan dua orang melebihi kebutuhan empat orang 🤔... ini namanya dimanfaatkan, tapi masa iya ibu manfaatin anaknya.. bingung aku jadinya 😅

2022-11-22

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!