Keumala duduk ruang keluarga sambil memikirkan telpon dari seseorang tadi siang. Hatinya sedih, ingin marah namun Ia tidak tau harus berbuat apa.
"Aku lagi bahagia dapat kerjaan, tapi kenapa ada saja yang membuatku sedih." Bisik ku dalam hati.
"Ada-ada saja, gimana kalau yang di bilang mamak mertua benar, hiks... hiks.... " Bisik ku lagi sambil menangis.
"Tidak akan ku biarkan mertuaku dan perempuan centil itu mengambil suamiku." Aku membatin.
"Terlihat anak anak ku sibuk dengan tugas sekolah. Aku bahagia mempunya anak yang rajin dan patuh. walau anak ku masih kecil namun mereka selalu bisa membuat tersenyum. Terima. kasih ya Allah engkau telah memberikan anak anak-anak yang sholeh dan sholeha, semoga mereka sukses dan masa depan yang indah serta bahagia selalu." Ucapku sambil tersenyum.
"Aku tidak akan membiarkan rumah tanggaku hancur." Tekat ku dalam hati.
Keumala bangkit dari sofa, Ia melangkah kakinya ke keluar terasnya untuk merawat bunga-bunganya, agar bisa melupakan sejenak permasalahan yang mengukir indah di dadanya.
bunga-bunga di taman samping rumahnya adalah sumber penghasilan saat ini, dikala suami tidak pernah memberi uang bulan untuknya apa lagi kebutuhan pribadinya.
kesibukannya benar-benar membuatnya melupakan permasalahan yang sedang di landa ibu dua anak tersebut.
****
Sore hari nan cerah, Keumala duduk becekarama dengan ke dua buah hatinya.
Mereka bercanda ria sambil menunggu Yahya pulang kerja.
"Tadi abang di sekolah ada di pilih untuk ikut baca puisi, Mam," Ungkap Al-Mubaraq dengan senyum bahagia penuh semangat.
"Wah, hebat anak mama." Uja Ku dengan penuh bahagia
"Iya donk, siapa dulu... Al-Mubaraq." Ucap Mubaraq bangga.
"Keyen, Abang." Tambah si kecil Al-Ziatun.
Bahagia tiadatara tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, melihat sang buang hati bahagia dan penuh canda tawa.
*****
Yahya sudah pulang dan seperti biasa Keumala mengambil pakaian dan menyiapkan minuman untuk suami tercinta.
Yahya sudah siap membersihkan diri dari kamar mandi. Ia keluar dengan mengunakan Handuk.
"Ayah ada acara diluar bersama teman-teman kerja, tidak usah menunggu seperti, Ayah pulang telat." Ucap Yahya pada istrinya sambil memakai bajunya, tanpa melihat. ke arah Keumala.
"Mau kemana Ayah, tidak biasanya, ini pasti ada sesuatu yang di sembunyikan pada ku." Aku membatin.
"Emmm." Namun hanya itu keluar dari mulut Aku.
Ku melihat suami ku. sudah siap. pakai baju rapi dan tidak lupa mengunakan parfum.
Aku melihat penuh dengan kecurigaan. buka apa-apa, biasanya jarang mengunakan handbody, parfum minyak rambut dan serapi ini kalo keluar dengan teman-temannya. Kecurigaan memenuhi hati dan pikiran Aku.
"Emang Ayah mau kemana sama teman-teman Ayah, teman yang mana, Ayah ?." Akhirnya keluar juga pertanyaan dari mulut Aku.
"I-itu lho teman Ayah yang satu sekolah Ayah, Ia baru sampai dari luar kota dan mengajak Ayah ngopi bareng, Mama tidak kenal. Karena kita nikah dulu Ia kerja luar kota dan tidak bisa hadir." Ucap Suamiku dengan gugup dan panjang lebar.
"Ku tau sepertinya suamiku mencari alasan dan penuh dengan kebohongan, Kalau Ia memang mau ngopi bareng temannya, kenapa harus gugup gitu. Eemm ini patut dicurigakan." Aku membatin
Keumala berdiri dekat Yahya sambil melipatkan tangannya di dada.
"Kenapa melihat segitunya, Mama."
"Eeemmm gak, sepertinya Mama punya firasat lain dech, Yah"
"Emmm, Maksud Mama.gimana?." Tanya Yahya sambil mengerutkan dahinya.
"Bukan Apa-apa sich, hanya hati Mama gak enak aja."
"Kenapa gak enak.. Mama buat enak aja."
"gimana maksudnya, Ayah. Caranya gimana coba Ayah jelaskan."
"Terserah, Mama lah."
"Oooo,"
Lalu Keumala mendekati suaminya Ia langsung...
"Aauuuuuu, Sakit Mala."Teriak Yahya.
Kenapa tidak ternyata Keumala mencubit paha suaminya dengan sangat kuat sekuat-kuatnya.
"Tidak akan ku lepaskan, sebelum hatiku puas." bisik ku dalam hati.
"Kenapa kamu mencubit Ayah, Maaa." Ucap Pria yang duduk samping Keumala sambil mengelus pahanya yang tadi di cubit oleh Keumala.
"Tadi Ayah bilang buat enak saja.. ya Mama. buat enak.. hati mama puas sekarang,' Ucapku tanpa rasa bersalah.
Mata Yahya melotot ke arah keumala, namun keumala membuah muka seakan Ia tidak melihat.
"Bukan gini juga kali... " Yahya mulai kesal
"Jadi gimana juga? " Aku pura-pura bodoh.
"Kamu ini ya.. " Yahya mengangkat tangan ingin menampar Keumala namun di ulurkan kembali, Ia. menggumpal tangannya dengan gigi dirapatkan.
"Sudahlah." Ucap Yahya kesel.
"Walau Aku belum puas namun dalam hati aku senang." Bisik ku dalam hati.
Aku mendekati suamiku dan minta maaf sambil mengusap paha dan sambil minta maaf, padahal Aku senang bisa mengobati sedikit kekesalanku pada suamiku itu.
"Maaf ya.. Mama kan cuma mepraktekan yang Ayah bilang." Ucapku manja tak bersalah dan terus mengusap paha suamiku yang telah ku cubit kuat.
"Baiklah, mama." ucap Yahya sambil bangkit dari tempat duduk.
Ia mengambil baju Ket nya dan memakainya, namun ada suara benda jatuh entah apa dari dalam kantong, Keumala dan Yahya mencari benda itu namun tidak ketemu.
"Mungkin uang koin yang jatuh, tidak usah di cari lagi." Ucap Yahya penuh keyakinan.
Yahya mengecup pucuk kepala sang istri dan keluar.
Keumala mengekor suaminya sampai ke pintu depan, Keumala melambaikan tangganya. dan menutup pintu rumah begitu mobil suaminya sudah tidak kelihatan oleh matanya.
"Sepertinya bukan koin yang jatuh, karena suaranya agak berat dan beda." batinku berbisik, Aku berlari ke kamar untuk mencari benda tersebut.
Akhirnya Keumala menuju kamarnya dengan berlari kecil.
******
Bersambung....
Author sangat berterima kasih pada kalian yang terus memberi semangat dengan meninggalkan Like komen dan Vote.
💖💖 Lov u all tanpa kecuali.... 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Baik, ayo Keumala kamu pasti kuat. Jangan biarkan mereka berbuat semana - mena kepadamu karna diammu. Itu tidak akan menyelesaikan masalah sedikit pun kalau kamu gak ikut terjun.
2022-11-30
1
reedha
Harta paling berharga bagi orang tua itu adalah anak-anak yang shaleh dan shalehah.
Sama sepertimu Keumala, mau lagi galau atau emosi gak karuan, kalau lihat anak-anak baik-baik saja berasa tenang hati dan semangat lagi aku.
2022-11-24
2
Mentari.f.v
jangan-jangan itu cincin
2022-10-20
1