Part 4 Norak dan kampungan

Setalah anak-anak mulai tidur dikamar mereka

Keumala menyusul Yahya dikamar mereka.

ia melihat Yahya sudah tidur terdengar suara halus yang menandakan sang sudah tertidur dengan lelapnya.

Keumala menganti bajunya dengan baju tidur setelah bersih dikamar mandi ikut berbaring atas tempat tidur.

***

Pagi nan cerah embun membasahi rumput

matahari mulai terbit dengan senyum

seakan berkata selamat pagi..

Keumala sudah bangun dan melihat suaminya Yahya masih ketiduran dengan posisi semalam ia bergegas bangun dan menuju kamar mandi, dan menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim.

Setelah semua anggota keluarga juga Yahya ikut sarapan dimeja makan bersama anak-anaknya sebelum berangkat sekolah dan mengantar kan anak-anak ke sekolah yang tidak begitu jauh dari rumah mereka tinggal.

Sedangkan Yahya di rumah ia masih cuti belum. masuk kantor, ia duduk di ruang keluarga sambil membuka media sosial di ponselnya.

Tidak berapa lama kemudian Keumala pulang.

"Assalamualaikum ayah" sapa Keumala

"Waalaikumsalam" jawab Yahya tetap sibuk ponselnya.

Keumala langsung masuk kamar tidak lama kemudian ia kembali dan meletakkan pantatnya di sofa ruang keluarga.

"Ada apa ini semua Ayah,

kenapa, Ayah tolong jelaskan pada Mama , Ayah" tanya Keumala pada suaminya.

"Tidak ada apa-apa Mama,

Ayah cuma lelah, saat ini mungkin lagi sakit makannya Ayah cepat emosi," kata Yahya dengan tetap sibuk dengan ponselnya.

"Mama ingin bicara, Ayah

kenapa sibuk dengan ponsel Ayah, lihat Mama, Ayah, Jelaskan." Pinta Keumala, dengan rasa kecewa di dada.

"Tidak ada yang harus dijelaskan, Mama,

ini cuma pikiran Mama saja, Ayah tidak mau Mama capek dan lelah makannya Ayah tidak mau dirawat oleh Mama."

"sudahlah, Mama, Ayah tidak mau ribut, jangan mencari masalah," kata Yahya dengan masih cuek tak perduli.

"Siapa yang mencari masalah, Mama tidak cari ribut dan masalah, tapi Mama mau penjelasan Ayah, Mama hanya ingin Ayah jujur pada Mama, hanya itu Ayah. " Air bening kini telah tumpah membasahi pipinya yang putih bersih, rasa sesak di dada mendengar suaminya ucapkan.

"Oke oke, Ayah emang tidak mau Mama yang rawat.. Ayah tidak mau kalo ada kawan-kawan dan dokter serta perawat di sana melihat Mama dengan penampilan kusut dan kumuh begini,

Ayah sekarang seorang manajer di perusahaan tapi istri berpenampilan norak dan kampungan, Mama tidak seperti teman-teman Ayah di luar sana." Ungkap Yahya tanpa bersalah atas ucapannya itu.

Bagaikan di sambar petir siang bolong, tanpa hujan dan gerimis, tiba-tiba petir, hatinya hancur sungguh sangat sakit tak bisa di gambarkan bagai mana perihnya luka ini, apalagi di tabur garam tiba-tiba.

"Ayah malu apa lagi jumpa teman atau clean ayah, jadi Ayah mohon mengertilah Mama," ucap Yahya lagi sambil mengacak acak rambutnya sendiri.

Keumala hanya diam tidak bersuara hanya menangis dan terus menangis, sesak dada tidak bisa ia kendalikan, pikirannya kacau, hatinya hancur, sehancur hancurnya, kini kakinya terasa lemas dadanya terasa sesak.

"sudahlah, Mama tidak perlu menangis begini Mama, Ayah rasa ini semua wajar dan tidak ada yang salah" Tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Yahya mendekat dan memeluk istrinya..

tapi Keumala menolak dan bangkit dari tempat duduk meninggalkan yahya sendiri.

Setelah kepergian Keumala.. Yahya duduk dan membuang nafas dengan kesal seakan yang ia lakukan adalah benar, ia merasa bahwa Keumala yang tidak mengerti ia.

Yahya mengambil ponselnya mencari nama MAMAK DiKAMPUNG.

langsung menekan dan menghubunginya

tidak lama langsung ada yang menyapa di ujung sana Yahya terus menceritakan ke adaan nya dan tetang masalahnya pada sang ibunya di kampung.

(churhat nie yeee 😁 )

Setelah puas ia bercerita dan berbincang dengan ibunya dikampung Yahya mengakhiri pembicaraan dengan banyak petuah petuah dari ibunya, tidak bukan tidak lain ujung-ujungnya Keumala jadi sasaran kekesalan ibunya dan menyalakan Keumala.

Sedangkan Keumala sekarang berada dalam kamar duduk dekat jendela sambil membuka gawai nya membuka situs untuk melihat lowongan pekerjaan

"Aku harus bangkit, Aku tidak bisa begini terus" ucap Keumala dalam hati.

Ia betekat untuk mecari pekerjaan agar bisa membiayai kebutuhan ia sendiri.

Keumala yakin kalo ia dapat berubah, ia bisa mandiri tidak tergantungan pada sang suami, sedangkan untuk beli bedak aja ia susah meminta uang pada suaminya itu.

ia tau selama ini suaminya di kendalikan sama Mamaknya maka rumah tangga mereka tidak akan ada masa depan.

Impian mereka pasti tidak bisa terwujud, apalagi sekarang uang gaji suaminya habis untuk merenovasi rumah orang tua dikampung

Untuk belanja dan kebutuhan sehari hari aja suaminya yahya memberikan perhari Rp.15 000 semua di situ kecuali bayar listrik dan susu anak

Karena begitu perintah sang ratu hi hi

betul siapa lagi kalo bukan perintah Mak mertuanya.

Keumala tidak dapat lowongan yang cocok akhirnya ia keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur .

"Duduklah disni, Mama," kata Yahya sambil melihat ke arah Keumala.

Keumala tidak menangapi ucapan Yahya, ia terus menuju dapur dan menuangkan air dalam gelas serta duduk di kursi meja makan terus meneguk air minumnya.

"Ada apa lagi udah tidak mau berkata jujur dan meminta maaf, capek Aku, Sekarang Aku tidak mau memaafkannya begitu saja karena sudah sering dia lakukan tapi semakin kesini semakin parah, emang dia anggap apa Aku ini, Aku tidak mau lagi selalu dia dan orang tuanya menindas Aku ,sudah cukup, Aku akan membuat dia dan orang tuanya menyesal, " ucap Keumala dalam hati.

"Maaa.. Mamaa," suara dibelakang Keumala

spontan Keumala menoleh dan kaget karena suara tersebut ternyata milik Yahya sang suami yang juga yang membuatnya bangun dari lamunannya.

"Eemm Ayah, ada apa, Ayah," ucap Keumala dengan tidak menatap ke arah Yahya.

"Bisakah kita bicara." Tanya Yahya.

Ada apa kenapa ayah mau bicara.. apa kah ia mau. minta maaf.. aku rasa ada hal lain, berkata keumala dalam hati.

"Kenapa meminta ijin, bicaralah, Ayah

dan mohon jangan membuat Mama kecewa, Ayah," dengan suara serak karena baru siap menangis dan mata lebam.

"Jangan terlalu mencurigai itu tidak bagus, Mama, coba lah mengerti, Ayah hanya mau sedikit pengertian agar rumah tangga kita adem-adem saja hanya itu, Mama," kalimat yang sangat menyakitkan hati Keumala keluar dari bibir Suaminya Yahya tersebut, tanpa saringan dan egois.

"Apa maksudnya, Ayah, apakah selama ini Mama selalu tidak pengertian? cobalah pikir dan tanya pada diri sendiri, tanyakan pada istri teman-teman Ayah, bagaimana perasaan mereka kalo suami mereka perbuatannya seperti Ayah sekarang," ucap Keumala dengan tidak habis pikir, ia merasa Yahya seperti suaminya yang dulu pertama ia kenal.

"Sudahlah Ayah, apa salah Mama sama Ayah, kenapa Ayah tega banget menyakiti perasaan Mama?" tanya Keumala dengan lembut.

"Tidak ada maksud sedikitpun Ayah mau menyakiti hati Mama," dengan egoisnya ia berkata, dan tetap menyalahkan Keumala.

"Hanya itu yang ingin dibicarakan, Ayah? " tanya Keumala.

"Tidak, Mama" jawab Yahya.

"Ada apalagi? " tambah Keumala.

"Ehmm yaa udahlah tidak jadi, maksudnya tidak ada apa-apa , Mama," ucap Yahya dengan mata melihat ketempat lain dan bangkit dari tempat duduk.

Yahya mendekati istrinya dan merangkulnya sambil tersenyum.

"lupakanlah, Mama," dengan senyum tipis

"Ayah sekarang sudah sembuh jadi jangan di ingat yang di rumah sakit lagi ya, Mama" rayu Yahya.

"Enak banget bilang jangan di ingat, lupakan saja, Astafirullah suami ku ini, ia kira hati Aku ini tidak sakit," ucap Keumala dalam hati.

"Mama mau memasak dulu, mau makan apa Ayah," tanya Keumala.

"Apa aja yang dimasak oleh Mama pasti Ayah makan." Dengan tersenyum.

"Ada apa dengan suamiku ini kadang baik kadang menyebalkan, tapi terserahlah yang penting Aku tidak mau lagi bergantungan lagi ama suamiku itu.. Aku harus bekerja biar dapat uang, yang penting," tekat Keumala dalam hati

*****

"Hari ini anak-anaknya di antar sekolah sama Yahya, jadi Keumala bisa lebih cepat mengerjakan tugas rumah tangga. ia mencuci baju dan merapikan rumah tidak lupa ia memasak cepat agar pulang nanti tinggal dipanaskan.

Karena hari ini ia berencana untuk pergi menemui temannya Zahara, teman satu sekolah sejak mereka tingkat pertama, mereka sudah sangat lama bersahabat, kini mereka jarang bertemu karena Zahara sudah berumah tangga.

*****

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

bingung ane ama jalan pikiran orang kayak pak yahya ini.. di modalin kagak, tapi permintaannya setinggi langit. lu kate cantik mulus ama pakaian keren itu gak butuh modal? deuh! pengen tak bejek rasanya kalo gak dosa mah😤😤😅🙏
sorry, bun.. kebawa emosi saya...

2022-11-27

1

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

lu modalin kagak?

2022-11-27

0

Fenti

Fenti

apa maksudmu Yahya??

2022-11-10

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!