Senyum Anak-anaknya adalah suatu kebahagiaan tiada Tara nya. Kebahagian anak tetap nomor satu. Tapi Orang tua juga harus tegas dan disiplin pada anak-anaknya, agar anaknya kelak menjadi anak yang mandiri dan berakhlak baik dan bertanggung jawab.
Guru pertama bagi anak adalah orang tuanya di rumah, Lingkungannya.
Keumala kini sudah diparkiran sekolah Al-Ziatun.
Ia berjalan buru-buru menunjuk ruang kelasnya Al-Ziatun putri kecilnya itu.
"Permisi, Ini dengan Mamanya Al ya?." Tanya seorang guru.
"Ia bu." Jawab Keumala.
"Tadi wali kelasnya Al menghubungi saya, Tapi saya tidak angkat. kebetulan ponsel saya di kamar dan saya keluar," Ucap Keumala lagi.
"Ooo iya Mama Al." Kata Guru tersebut.
"Ada Apa ya, Bu." Tanya Keumala.
"Mari Bu, Ikut saya." Aja guru tersebut.
Keumala tidak menjawab Ia hanya Mengangguk kepalanya dan mengikuti Ibu guru dari belakang.
"Mari masuk bu." Ibu tersebut mengajak Keumala masuk ke sebuah ruangan.
Ruangan UKS di sekolahnya.
Keumala masuk dan melihat Gadis kecilnya berbaring di sana dan seorang guru yang duduk di samping anaknya berbaring.
Ia melihat kening dan tangannya di perban.
"Kenapa anak saya bu ?" Tanya Keumala pada ibu guru.
"Maaf bu, Tadi jam istirahat ketika Al bermain dengan kawan-kawannya Ia ketabrak Ayunan bu, Al tadi lari mau ke plosotan ketika Ia menyebrang kawannya lagi main ayunan." Ucap ibu guru menjelaskan pada Keumala..
Keumala langsung melihat anaknya sambil. mendengar penjelasan dari ibu guru.
"Iya, Maa, Ade Tadi au main pecotan awu kawan. ade tabak ade jatoh dech," Kata Al-Ziatun dengan logaknya.
"Mmm, Masih sakit Nak?" Tanya Keumala pada Al-Ziatun dan melihat perban di kening anaknya.
"Sakit Mama." Jawab Al-Ziatun.
Keumala tersenyum tipis pada anak buah hatinya.
"Iya sayang, Sabar ya." Hanya itu yang keluar dari mulut Keumala. Ia tidak mau membuat anaknya sedih lagi.
"Iya, Maa" Jawab Al-Ziatun
"Lain kali kalo mau lewat depan ayunan lihat dulu ada yang naik tau gak, Hati-hati waktu melintasi ayunan ya." Ucap Keumala sambil mengusap kepala anaknya.
"Iya Maa, Al inta maaf, Al lintas ayunan egak ati-ati" Ucap Al-Ziatun penuh dengan penyesalan dan dengan bahasanya yang belum begitu pasih berbicara membuat Keumala tersenyum dan mencium tangan anaknya.
Matanya Mulai berkaca-kaca, Bukan karena sedih, tapi Ia Bangga pada sang buah hatinya yang bisa mengerti, Menyadari kesalahannya serta mampu berkata maaf.
Anak seusia nya yang masih balita dan mampu mencoba menyenangi hati orang tuanya.
"Napa Angis, Maa?" Tanya Al-Ziatun
"Mama tidak nangis, Ini mata Mama Kelilipan dech sepertinya." Ucap Keumala sambil menghapus air matanya dengan punggung jari telunjuknya.
"Bu gimana kondisi lukanya?"
"Gak apa-apa, Mama Al, Kata dokter tadi lukanya tidak parah, Ini ada di kasih obat sama dokter Anita." Ucap ibu guru tersebut.
"Baik, Terima Kasih." Ucap Keumala.
"Apakah anak saya sudah bisa saya bawa pulang, Bu?" Tanya Keumala lagi.
"Tentu, Mama Al." Ucap Bu guru
"Baik saya akan bawa pulang Al." Ucap Keumala pada gurunya Al-Ziatun.
Keumala mengambil ponsel dari tasnya, lalu mencari nama "SUAMIKU" lalu menekan tanda warna biru keluar panggilan.
Panggilan Pertama tidak di angkat, Keumala menghubungi lagi, Pada Panggilan ke tiga baru ada suara dari sana.
"Assalamualaikum, Mama." Suara dari sana.
"Waalaikumsalam, Ayah. Ayah bisakah Ayah ke sekolah Dek Al sebentar untuk membawa pulang Dek Al." Ucap Keumala.
" Biasanya Mama yang jemput Dek Al, Kenapa tidak Mama saja yang jemput, Ayah lagi sibuk nie." Tolak Yahya.
"Tapi sekarang Dek Al lagi sakit Ayah, Lebih baik Ayah bawa pulang dengan mobil, Buka apa-apa kasihan Ia kalau Mama bawa pulang dengan Motor." Kata Keumala lagi.
Hening Sesaat.
"Mmm, Baiklah. Tunggu Ayah Tiga puluh menit lagi." Akhirnya Yahya setuju untuk menjemput anaknya.
Keumala melepas nafas dengan berat mengigat tingkah Suaminya Yahya.
Setelah menekan tanda merah di benda pipih tersebut.
"Ayah akan menjemput Kamu sayang, Al pulang sama Ayah nanti biar anak Mama bisa santai dari pada naik motor dengan Mama ya sayang." Ucap Keumala pada anaknya.
"Oc, Maa." Ucap Al-Ziatun semangat
\*\*\* Empat puluh menit kemudian\*\*\*
Keumala melihat jam di ponselnya.
"Ini sudah lebih dari tiga puluh menit." Ucapnya dalam hati. Ia tidak mau anaknya mendengar dan membuat anaknya kecewa.
Keumala mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu Ia menghubungi suaminya Yahya untuk menanyakan keberadaan sang suami saat ini.
Tapi sayang Ia telah mencoba beberapa kali namun tak kunjung di angkat, hanya suara operator yang terdengar.
Keumala mulai gelisah, Ia tidak mau membuat Putrinya tercinta kecewa dan sedih.
Ia mencoba lagi dan lagi untuk menghubungi sang suaminya yaitu Yahya.
Kini sudah satu jam mereka menunggu Yahya di ruang UKS. Al-Ziatun pun kini mulai bertanya tentang keberadaan sang Ayah.
"Ayah lama kali kok, Maa?" Tanya Al-Ziatun pada Mamanya.
"Iya, sayang sabar ya.. Ayah sedang di jalan menuju kemari, mungkin macet dijalan." Kata keumala pada anaknya sambil tersenyum. Ia mencoba mencari alasan untuk. membuat sang buat hati tenang
Bukan khawatir karena tidak di jemput sama suaminya Yahya saja, tapi Ia takut membuat anaknya kecewa, Ia telah terlanjur berjanji pada anaknya kalau Ayahnya Yahya akan datang menjemputnya.
kini sekolah sudah mulai sepi, karena banyak anak anak dan guru sudah pulang.
Perasaan sedih meliputi lara, Ia tidak mau anaknya kecewa.
Ia mencoba menghubungi lagi Yahya, namun tetap kecewa yang Ia dapatkan. Lalu Ia mengirim pesan pada Yahya.
{ Dimana, Ayah?, Kenapa lama sekali, Kami menunggu Ayah si sekolah Dek Al.}
Pesan terkirim, contreng dua.
Keumala memasukkan lagi ponsel dalam tas karena belum berubah warna biru, yang menandai kalo pesannya belum di baca.
Duduk Ia menemani sang buah hati, sambil bercerita mencoba untuk membuah sang anak sabar menunggu Jemputan.
Mulut berbicara, becekrama bersama sang putri tapi hati pikirannya berkelana kemana-mana memikirkan suaminya yang. belum juga datang,. mereka menunggu hampir dua jam berlalu.
suara pintu di buka dari luar. Terlihat seorang yang datang dengan wajah kusut. Ia Adalah Yahya.
"Maaf Ayah terlambat." Ucap Yahya sambil berjalan ke arah Keumala dan Al-Ziatun.
"Lama kali,Ayah." Tanya Al-Ziatun pada Ayahnya Yahya.
Yahya berjalan mendekati sang anak sambil tersenyum dan langsung mengecup kening si buah hatinya.
"Maafin, Ayah Nak, tadi Ayah waktu mau jemput Al datang teman kekantor, Mmm maksudnya clean Ayah." Yahya menjelaskan pada anaknya kenapa Ia telat datang menjemput, dan Ia melirik sang Istri karena penjelasannya padahal di tunjukan untuk pada istrinya.
Al-Ziatun mengangguk kepalanya dengan tersenyum indah pada sang Ayah.
"Maaf telat datang menjemput, Mama." Ungkap Yahya sambil memalingkan wajahnya pada sang istri dan senyum kecil.
Keumala hanya diam, Ia hanya melihat ungkapan sang suami padanya dengan wajah datar saja.
Yahya tidak bisa menebak, apakah Keumala Marah atau tidak. kini Yahya di buat salah tingkah.
Ia merasa bersalah pada sang istri dan anaknya. Ia telah minta maaf dan Yahya kira itu sudah selesai dan buat apa marah, toh Ia sudah datang kok Pikir Yahya.
Ia tidak menjelas lagi kenapa terlambat pada istrinya menurut Ia, karena Ia telat mengutarakannya tadi pada anaknya dan istrinya pasti sudah mendengarnya.
"Anak Ayah kenapa ini?" Tanya Yahya pada Al-Ziatun.
"Ade Tadi au main pecotan awu kawan ade tabak ade jatoh dech," Kata Al-Ziatun pada Ayahnya.
"Mmm, baiklah sekarang kita pulang ya." Kata Yahya pada Anaknya.
"Ayo sayang kita pulang." Kata Keumala pada anaknya sambil mengambil tas anaknya.
Yahya mengendong putrinya.
"Terima kasih, Bu. Kami permisi dulu." Keumala meminta ijin pulang pada ibu guru yang lagi duduk di depan ruangnya, ketika Ia melihat ada ibu guru yang masih pada saat Ia melintasi Ruang UKS.
"Ia, Mama Al." Jawab Ibu guru sambil mengangguk kepalanya dan tersenyum.
Yahya pulang hanya dengan Al-Ziatun karena Keumala pulang dengan motor metik kesayangannya.
Ia tadi pergi ke sekolah Al-Ziatun buru-buru dan mengendarai motor matiknya.
Kini mereka sudah di rumah, Yahya membawa putrinya beristirahat di kamarnya.
Keumala mengikuti mereka, membawa tas dan membantu Al-Ziatun menganti baju sang putrinya.
Dree, dree.
Suara ponsel Yahya.
Yahya langsung keluar dari kamar anaknya, meninggalkan putrinya dan Keumala di dalam kamar putrinya yang sibuk menganti baju anaknya Al-Ziatun.
"Siapa yang Menghubunginya Ayah. biasanya Ayah akan terima telpon langsung depan Ia dan anak-anaknya dan tidak pindah." Ucap Keumala dengan suara pelan namun tak terdengar.
Keumala buru-buru menganti pakai anaknya. Ia ingin mendengar pembicaraan suaminya, karena gerak gerik suaminya mencurigakan.
"Ok sayang, Kamu istirahat dulu ya, Mama keluar dulu nanti Mama akan kemari lagi, Kata Keumala pada anaknya sambil tersenyum.
" Oc, Mama." jawab Al-Ziatun sambil tersenyum.
Keumala keluar. dengan membuka pintu pelan-pelan dan berjalan menuju kamarnya.
Ia mendengar suara Yahya di sana. suara yang sangat pelan hingga keumala susah mendengarnya. telinganya Ia tempelkan di pintu kamar namun suaranya kurang jelas hingga Keumala Kepo ingin tau dan penuh teka teki dengan siapa suaminya bicara.
Ia memutuskan untuk masuk ke kamar, Ia buka pintu pelan dan masuk.
Ia melihat suaminya berdiri dekat jendela dan berbicara melalui benda pipih itu dengan serius dan sangat pelan hampir berbisik.
Keumala kini duduk di atas tempat duduk sambil memperhatikan dan mendengar pembicaraan suaminya.
"Iya, sebentar lagi akan ke sana. Anak Yahya sakit. Ini yang sakit anak aku, darah daging aku sendiri. tolong mengertilah .." Terdengar suara Yahya berbicara dengan nada penuh penekanan dan kesel.
"Siapa yang telpon kenapa meminta suamiku ke sana, memaksakannya lagi." ucap Keumala dalam hati.
Yahya membalikan badannya, Ia kaget ketika melihat Keumala telah duduk di atas tempat tidur mereka.
"Sudah dulu, nanti ke sana." Yahya memutuskan pembicaraannya di ponselnya dan tidak menyebut nama pembicara di ujung sana, ketika Ia di kaget kan sudah ada istrinya di dalam kamar.
"sudah lama, Mama?" Tanya Yahya pada istrinya.
"Siapa yang telpon, Ayah" Keumala balik bertanya, Ia tidak menjawab pertanyaan suaminya.
"Bukan siapa-siapa, biasa orang kantor." Jawab Yahya sambil tersenyum pada Keumala.
"Mmm," Ucap Keumala tidak percaya filing Ia mengatakan suaminya tidak jujur dan patut di curigai.
"Telpon dari Mama kenapa tidak di angkat dan pesan juga tidak dibalas?" Tanya keumala lagi.
"Maaf tadi Ayah lagi ada tamu dari kantor pusat, jadi tidak bisa terima telpon." Jawab Yahya sambil merangkul bahu istrinya keumala.
Dree dree.
Pesan masuk di ponselnya Yahya.
Yahya melepaskan tangganya dari bahu Keumala dan berdiri.
Ia membaca pesan sambil berdiri, dan melihat arah Keumala, Ia pun tersenyum pada Keumala.
Keumala pun ikut tersenyum pada suaminya.
Yahya duduk di samping istrinya dan merangkul istrinya.
"Mama baik-baik di rumah ya, Ayah pergi dulu." Ucap Yahya pada istrinya. Yahya mencium kening istrinya lalu berdiri dan keluar dari kamar.
Keumala tidak berkata apa-apa Ia hanya terdiam. melihat suaminya yang. semakin tidak terlihat.
Keumala kaget dan terbangun dari lamunannya.
ternyata tadi Keumala asik melamun memikirkan suaminya.
Ia bangkit dari tempat Ia duduk, Ia berlari kecil, tanpa Yahya mau membuka pintu mobil.
keumala berlari kedalam kamarnya lalu mengambil tas dan ponselnya.
Ia masuk ke kamar anaknya.
Ia melihat anaknya yang berbaring di atas tempat tidur asik dengan boneka beruangnya.
"Sayang, Mama keluar sebentar ya, Mak Halimah akan Mama suruh kemari, Abang Mubaraq pun sebentar lagi pulang" Ucap keumala pada putrinya.
"Al-Ziatun mengangguk-angguk kepalanya.
Keumala mencium kening anaknya dan keluar buru-buru.
Mobil Suaminya keluar dari pekarangan rumah.
Keumala langsung mengeluarkan motor kesayangannya untuk mengikuti suaminya.
🌺🌺🌺
BERSAMBUNG
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
apapun usahakan kasih kabar ya pak yahya, supanya istrimu dan anakmu tak menunggu lama. jadi istrimu bisa mengantisipasi kalau kamu memang tidak bisa datang cepat.
2022-11-24
1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar banget kaka, karna kalau terlalu di manja itu juga tidak bagus. Ia akan menjadi anak yang sangat sulit untuk menerima nasehat saat melakukan suatu kesalahan.
2022-11-21
1
reedha
Pak Yahya kalau memang seperti itu kan bisa menelpon istrinya, kabari kalau ada tamu dan kemungkinan datang terlambat.
Kasihan anak dan istrimu menunggu-nunggu. Bapak lupa ya fungsi utama ponsel???
2022-11-10
3