Part 5 Melamar kerja..

Keumala sudah didepan rumah minimalis tidak begitu besar namun cukup cantik dan menarik. ada banyak bunga yang tertata rapi walau halaman tidak begitu luas tapi cukup elegan. yang di kelilingi oleh pagar berwarna hitam yang cantik.

Tok tok tok

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam... "

Kreek suara pintu dibuka

"Apa kabar, Mala... dah lama kita tidak berjumpa." sambil memeluk Keumala

"Baik Ra.. bagaimana dengan dirimu, Ra?

"Aku baik, Mala"

"Ayo masuk, silakan duduk. mau minum apa, Mala'

"Apa aja boleh yang pasti yang dingin dingin soalnya panas banget diluar"

"Seep deh"

Tak lama kedua Zahara kembali dengan membawa minuman dan cemilan.

"Silakan diminum airnya, Nyonya Mala" he he sambil ketawa.

"Kamu itu dari dulu tidak berubah yaa, sama seperti dulu, suka jail dan bercanda, Ra"

"Harus doank kalau gak dah putih rambut nie.. cepat jadi nenek-nenek nantinya, hehe"

"Bisa saja kamu ini, Ra"

"Oh ya tumben banget kamu bisa ketempat Aku biasanya selalu sibuk sama kerjaan rumah tanggamu, Mala"

"Kalau Aku aja keluar selalu banyak banget alasanmu, Mala.. Apakah kamu mulai kangen sama Aku, Mala? " godanya Zahara pada Keumala sahabatnya itu.

"Ya lah pasti aku sangat rindu pada mu terutama pada godaan serta makan rujak, bakso ama kamu, Ra.. Kalo bersama mu kita seperti masih anak remaja saja, Ra" hi hi ketawa Keumala

"Eemm Kamu ini, Mala"

"Oh ya Kamu sekarang ada kegiatan apa, Ra"

"Biasa Aku jualan online dari rumah, semua ku jual asal masuk uang, hehehe" Ucap Zahara sambil ketawa.

"Aku ada lihat di media sosial mu, Ra"

"Emmm Ra.. "

"Aku pingin juga punya kegiatan yang bisa masuk uang tapi tidak menyita waktu Aku sama anak-anak Ku, Ra"

"Namum Aku tidak tahu bagaimana cara memulainya, Ra"

"Ikut jualan seperti Aku, Mala."

"Itu lah masalahnya, Ra,

ada gak lowongan kerjaan yang cocok untuk Aku dan Aku tidak tahu mau jualan apa, Ra"

"Gampang itu, cukup kamu jual barang yang kamu suka atau hobi Kamulah... kerjakan yang kamu suka maka semua akan jadi santai dan fokus dan pasti akan sukses karena Kamu melakukannya dengan hati bahagia, sukarela tanpa paksaan."

"Eemm ok, akan Ku pikirkan," Ucap Keumala penuh semangat.

Kini mereka sibuk berbincang-bincang yang di penuhi bercanda ria.

Keumala sedikitpun tidak menceritakan problem rumah tangganya pada sahabatnya, karena ia tidak mau masalah di rumah tangganya sampai keluar rumah itu hanya dia dan suaminya dan pun itu adalah satu aib suaminya sehingga ia tak mau orang ketiga walau itu sahabatnya sendiri.

Tujuan Keumala bertemu dengan sahabatnya Zahara adalah untuk melupakan sejenak penat di hatinya, ia juga ingin memberitahu tentang ingin bekerja dan sedang mencari pekerjaan yang cocok untuknya.

*****

Pulang dari rumah Zahara , ia Keumala langsung menjemput anak perempuannya Al-Ziatun di sekolahnya, karena jam masih belum waktunya makan siang serta anak lelakinya belum pulang sekolah ia berpikir untuk membuka lowongan kerjaan di media sosial melalui ponsel miliknya.

Akhirnya Keumala membaca sebuah lowongan kerjaan yang membutuhkan marketing di perusahaan property di daerah tempat ia tinggal dan perusahaan tersebut tidak jauh dari areal tinggalnya dan perusahaan tersebut salah satu perusahaan property terbesar di daerah A.

Keumala tidak mau menunggu lama ia langsung menghubungi nomor yang tertera di iklan tersebut untuk para pelamar.

"Selamat siang, dengan perusahaan Permata Property , ada yang dapat kami bantu," Sapa di ujung telpon.

"Saya Nur Keumala, saya melihat iklan perusahaan anda di media sosial lowongan kerja , Saya sudah membaca iklannya dan saya tertarik untuk bergabung di perusahaan property permata jaya.

"Benar, perusahaan kami telah membuka lowongan kerja, kalau Ibu Nur Keumala berminat silakan ajukan lamaran, kami tunggu sampai besok sore.

" Terima Kasih"

"sama-sama"

Tidak tunggu lama Keumala langsung mengumpulkan berkas-berkas yang di perlukan dan menyiapkan lamaran. setelah siap dia mengetik lamaran dengan mengunakan laptop milik suaminya yang ada di rumah, Keumala menyimpannya di flashdisk untuk ia cetak di toko rental terdekat karena Keumala tidak mempunyai printer di rumahnya.

*****

Setelah makan siang, ia membereskan meja makan dan merapikan ruang dapur dengan cepat ia mengajak tidur anaknya untuk tidur siang.

Sebelum Keumala pergi ke ia memberitahukan pada anaknya terlebih dahulu dan menelpon tetangganya yang biasa menjaga anak-anaknya yaitu Ibu Halimah seorang janda sudah berumur

untuk datang kerumahnya menjaga anak-anaknya.

***

Kini Keumala sudah berada di perusahaan Permata Property. Ia melihat ternyata halamannya sangat besar dan tertata rapi, dengan membaca Bismilah Keumala melangkah kakinya ke gedung tersebut.

"Selamat datang di permata Property, Maaf ibu ini mau bertemu dengan siapa?" tanya seorang pria separuh baya berseragam security.

"Saya Nur Keumala mau menyerahkan surat lamaran," Ungkap Keumala pada Bapak berseragam warna hitam.

"Eemm, baik Ibu ikut Saya," Pinta Bapak tersebut.

"Permisi, Ibu Ita,

ini ada Ibu Nur Keumala. katanya beliau mau antar lamaran"

"Baik pak ismail "

"Terima kasih"

"Mana lamarannya, ibu"

"Ini, bu"

"Baik kalau berkasnya anda cocok akan kami hubungi untuk selanjutnya ikut tes wawancara"

"Baik, Bu terima kasih."

Keumala keluar dari ruang HRD, menuju motor matiknya sebelum itu ia berterima kasih pada security yang telah mengantarnya tadi waktu di depan pintu keluar.

Diparkirkan Keumala melihat teman kuliahnya dulu yang baru keluar dari mobilnya, karena taman fendi agak jauh tempat ia berdiri sekarang, keumala akhirnya tidak menyapa temannya dan memutuskan untuk segera pulang kerumahnya.

***

Kini keumala asik membantu anaknya membuatkan tugas sekolahnya di teras depan rumah, sambil menikmati sore hari.

sebuah mobil warna hitam masuk dihalaman rumah mereka.

"Assalamualaikum anak-anak ayah.. ?

"Abang lagi buat tugas sekolah, adik lagi main boneka, Ayah" kata Al-Ziatun dengan senyum khasnya.

"Wah anak Ayah pinter-pinter, baik lah Ayah masuk dulu mau mandi dulu badan Ayah udah gerah.

"Baik, Ayah" jawab anaknya serentak.

Yahya masuk rumah di ikuti oleh keumala dari belakang.

*****

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Daisy harap keumala diterima lamaran pekerjaan ini, tidak perlu berharap minta wang suami kalau sifat suami yang begitu egois yang mementing ibunya sahaja

2022-11-26

1

Fenti

Fenti

Memang ya kalau sama sahabat itu bebas melakukan apa saja, kadang hal-hal konyol diluar dugaan bisa terjadi.. Keumala dan Zahara ini mengingatkan ku pada sahabat-sahabat aku

2022-11-11

2

Hiatus

Hiatus

kasian di Keumala si Yayah juga kalo cuma cinta mandang sebelah mata yaudah gak usah dilamar!

2022-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!