Keumala sudah didepan rumah minimalis tidak begitu besar namun cukup cantik dan menarik. ada banyak bunga yang tertata rapi walau halaman tidak begitu luas tapi cukup elegan. yang di kelilingi oleh pagar berwarna hitam yang cantik.
Tok tok tok
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam... "
Kreek suara pintu dibuka
"Apa kabar, Mala... dah lama kita tidak berjumpa." sambil memeluk Keumala
"Baik Ra.. bagaimana dengan dirimu, Ra?
"Aku baik, Mala"
"Ayo masuk, silakan duduk. mau minum apa, Mala'
"Apa aja boleh yang pasti yang dingin dingin soalnya panas banget diluar"
"Seep deh"
Tak lama kedua Zahara kembali dengan membawa minuman dan cemilan.
"Silakan diminum airnya, Nyonya Mala" he he sambil ketawa.
"Kamu itu dari dulu tidak berubah yaa, sama seperti dulu, suka jail dan bercanda, Ra"
"Harus doank kalau gak dah putih rambut nie.. cepat jadi nenek-nenek nantinya, hehe"
"Bisa saja kamu ini, Ra"
"Oh ya tumben banget kamu bisa ketempat Aku biasanya selalu sibuk sama kerjaan rumah tanggamu, Mala"
"Kalau Aku aja keluar selalu banyak banget alasanmu, Mala.. Apakah kamu mulai kangen sama Aku, Mala? " godanya Zahara pada Keumala sahabatnya itu.
"Ya lah pasti aku sangat rindu pada mu terutama pada godaan serta makan rujak, bakso ama kamu, Ra.. Kalo bersama mu kita seperti masih anak remaja saja, Ra" hi hi ketawa Keumala
"Eemm Kamu ini, Mala"
"Oh ya Kamu sekarang ada kegiatan apa, Ra"
"Biasa Aku jualan online dari rumah, semua ku jual asal masuk uang, hehehe" Ucap Zahara sambil ketawa.
"Aku ada lihat di media sosial mu, Ra"
"Emmm Ra.. "
"Aku pingin juga punya kegiatan yang bisa masuk uang tapi tidak menyita waktu Aku sama anak-anak Ku, Ra"
"Namum Aku tidak tahu bagaimana cara memulainya, Ra"
"Ikut jualan seperti Aku, Mala."
"Itu lah masalahnya, Ra,
ada gak lowongan kerjaan yang cocok untuk Aku dan Aku tidak tahu mau jualan apa, Ra"
"Gampang itu, cukup kamu jual barang yang kamu suka atau hobi Kamulah... kerjakan yang kamu suka maka semua akan jadi santai dan fokus dan pasti akan sukses karena Kamu melakukannya dengan hati bahagia, sukarela tanpa paksaan."
"Eemm ok, akan Ku pikirkan," Ucap Keumala penuh semangat.
Kini mereka sibuk berbincang-bincang yang di penuhi bercanda ria.
Keumala sedikitpun tidak menceritakan problem rumah tangganya pada sahabatnya, karena ia tidak mau masalah di rumah tangganya sampai keluar rumah itu hanya dia dan suaminya dan pun itu adalah satu aib suaminya sehingga ia tak mau orang ketiga walau itu sahabatnya sendiri.
Tujuan Keumala bertemu dengan sahabatnya Zahara adalah untuk melupakan sejenak penat di hatinya, ia juga ingin memberitahu tentang ingin bekerja dan sedang mencari pekerjaan yang cocok untuknya.
*****
Pulang dari rumah Zahara , ia Keumala langsung menjemput anak perempuannya Al-Ziatun di sekolahnya, karena jam masih belum waktunya makan siang serta anak lelakinya belum pulang sekolah ia berpikir untuk membuka lowongan kerjaan di media sosial melalui ponsel miliknya.
Akhirnya Keumala membaca sebuah lowongan kerjaan yang membutuhkan marketing di perusahaan property di daerah tempat ia tinggal dan perusahaan tersebut tidak jauh dari areal tinggalnya dan perusahaan tersebut salah satu perusahaan property terbesar di daerah A.
Keumala tidak mau menunggu lama ia langsung menghubungi nomor yang tertera di iklan tersebut untuk para pelamar.
"Selamat siang, dengan perusahaan Permata Property , ada yang dapat kami bantu," Sapa di ujung telpon.
"Saya Nur Keumala, saya melihat iklan perusahaan anda di media sosial lowongan kerja , Saya sudah membaca iklannya dan saya tertarik untuk bergabung di perusahaan property permata jaya.
"Benar, perusahaan kami telah membuka lowongan kerja, kalau Ibu Nur Keumala berminat silakan ajukan lamaran, kami tunggu sampai besok sore.
" Terima Kasih"
"sama-sama"
Tidak tunggu lama Keumala langsung mengumpulkan berkas-berkas yang di perlukan dan menyiapkan lamaran. setelah siap dia mengetik lamaran dengan mengunakan laptop milik suaminya yang ada di rumah, Keumala menyimpannya di flashdisk untuk ia cetak di toko rental terdekat karena Keumala tidak mempunyai printer di rumahnya.
*****
Setelah makan siang, ia membereskan meja makan dan merapikan ruang dapur dengan cepat ia mengajak tidur anaknya untuk tidur siang.
Sebelum Keumala pergi ke ia memberitahukan pada anaknya terlebih dahulu dan menelpon tetangganya yang biasa menjaga anak-anaknya yaitu Ibu Halimah seorang janda sudah berumur
untuk datang kerumahnya menjaga anak-anaknya.
***
Kini Keumala sudah berada di perusahaan Permata Property. Ia melihat ternyata halamannya sangat besar dan tertata rapi, dengan membaca Bismilah Keumala melangkah kakinya ke gedung tersebut.
"Selamat datang di permata Property, Maaf ibu ini mau bertemu dengan siapa?" tanya seorang pria separuh baya berseragam security.
"Saya Nur Keumala mau menyerahkan surat lamaran," Ungkap Keumala pada Bapak berseragam warna hitam.
"Eemm, baik Ibu ikut Saya," Pinta Bapak tersebut.
"Permisi, Ibu Ita,
ini ada Ibu Nur Keumala. katanya beliau mau antar lamaran"
"Baik pak ismail "
"Terima kasih"
"Mana lamarannya, ibu"
"Ini, bu"
"Baik kalau berkasnya anda cocok akan kami hubungi untuk selanjutnya ikut tes wawancara"
"Baik, Bu terima kasih."
Keumala keluar dari ruang HRD, menuju motor matiknya sebelum itu ia berterima kasih pada security yang telah mengantarnya tadi waktu di depan pintu keluar.
Diparkirkan Keumala melihat teman kuliahnya dulu yang baru keluar dari mobilnya, karena taman fendi agak jauh tempat ia berdiri sekarang, keumala akhirnya tidak menyapa temannya dan memutuskan untuk segera pulang kerumahnya.
***
Kini keumala asik membantu anaknya membuatkan tugas sekolahnya di teras depan rumah, sambil menikmati sore hari.
sebuah mobil warna hitam masuk dihalaman rumah mereka.
"Assalamualaikum anak-anak ayah.. ?
"Abang lagi buat tugas sekolah, adik lagi main boneka, Ayah" kata Al-Ziatun dengan senyum khasnya.
"Wah anak Ayah pinter-pinter, baik lah Ayah masuk dulu mau mandi dulu badan Ayah udah gerah.
"Baik, Ayah" jawab anaknya serentak.
Yahya masuk rumah di ikuti oleh keumala dari belakang.
*****
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Daisy harap keumala diterima lamaran pekerjaan ini, tidak perlu berharap minta wang suami kalau sifat suami yang begitu egois yang mementing ibunya sahaja
2022-11-26
1
Fenti
Memang ya kalau sama sahabat itu bebas melakukan apa saja, kadang hal-hal konyol diluar dugaan bisa terjadi.. Keumala dan Zahara ini mengingatkan ku pada sahabat-sahabat aku
2022-11-11
2
Hiatus
kasian di Keumala si Yayah juga kalo cuma cinta mandang sebelah mata yaudah gak usah dilamar!
2022-11-10
1