🌺 Fisik Raga Kau sakiti, Hati jiwa Kau lukai, Lahir Batin Tersiksa, Masih dapat Ku Maafkan.
Namun Jangan Kau Hina, Kau sakiti Buah hatiku, Karena ku bertahan demi pelita hati.
***
"Angkat ponselnya, Ayah" Kata keumala.
Dari tadi ponsel Yahya berbunyi terus.. Yahya sengaja tidak mau angkatnya.. Karena Ada keumala di dalam mobil bersama Ia.
Yahya Tau.. Mamaknya telpon untuk meminta uang lagi.. Karena Semalam sudah di hubungi Yahya kalau uang yang dikirim oleh Yahya kurang.. .
Semalam juga Mamaknya mau uangnya dikirim pagi ini.
Namun karena tanpa rencana Yahya mengajak Keumala untuk berjalan berdua, Hingga membuat Yahya lupa mengirimkannya.
"Biarkan saja." Ucap Yahya.
"Kok gitu. Mungkin ada perlu..." Keumala khawatir.
"Tidak ada yang penting kok, Mama" Kata Yahya lagi.
"Angkat aja dulu, Ayah.." Keumala mencoba agar suaminya mau mengangkat benda tipis itu.
Ia takut nanti mamak mertuanya Akan marah dan Menelpon Ia dan menghinanya lagi.
"Ia..." Kata Yahya akhirnya.
Yahya mengambil ponsel dan menekan bulat warna biru dilayar ponselnya.
"Assalamualaikum, Mak" Ucap Yahya
"Waalaikumsalam, Nak... Udah kamu Transfer yang Mamak mInta... " Tanya Hendon tanpa ada basa basi pada Yahya.
"Belum, Mak.. " Ucap Yahya.
"Kenapa belum kamu transfer Yahya?" Kata hendon dengan nada keselnya pada Yahya.
"2 hari yang lalu udah Yahya transfer uang 3 juta, kok dah minta lagi... Emang mamak bawak kemana dalam 3 juta habis dua hari... Dan uang bulanan yang Yahya kasih kemana Mak." Ucap Yahya..
Yahya lupa kalau disampingnya ada Keumala, dan mendengar pembicaraan mereka.
"Jangan kamu banyak tanya,!" Kata Mak hendon pada Yahya.
"Wajarlah Mak.. Yahya tanya... pengeluaran Mamak ini sudah luar kewajaran,... uang belanja kami aja sebulan aja tidak segitu.. Ini masya Allah Mak... Anak mu ini kerja keras siang malam... Yahya bukan seorang pemilik perusahaan, aku kerja di perusahaan orang Mak... Tolong berhemat." Seru Yahya.
"Kamu ini sudah pinter bicara, beraninya kamu bicara seperti itu sama Mak mu.. Mau jadi anak durhaka kamu ya?, eem." Kata Mak hendon dengan suara tinggi di seberang sana.
"Sekarang Yahya tanya... Uang untuk apa lagi?"Tanya Yahya.
" Mau Mak beli ponsel untuk Wandi keponakanmu.. Ponselnya Sudah rusak, Kasihan dia tidak punya ponsel lagi..." Kata Mak hendon dengan santai.
Keumala ikut mendengar perkataan Mak Mertuanya.
Keumala melihat suaminya, dan Yahya melihat ke arah Keumala dan mereka saling mandang.
Keumala hanya diam, tidak ikut bicara.
Ia membiarkan ibu dan anak berbicara melalui ponsel mereka.
"Waduh... Mak, suruh beli sama orang tuanya.. anak aku aja tidak aku kasih ponsel" Ucap Yahya.
"Beda lah... sama anak mu itu... " Kata mak hendon
Keumala kaget banget...
Ia merapatkan giginya, Tangannya megumpal saking geramnya dan emosi yang iya tahan dan memandang mata suaminya dengan tajam
Yahya tau istrinya sangat marah, Atas perkataan mamaknya.... Ia melihat ke arah mata Keumala hingga Ia merasa pembicaraan ini harus di cukup sampai sini.. Kalau tidak akan berbahaya baginya....
Ia Baru baik kan sama istrinya.. Jangan. sampai istrinya ngambek lagi, bisa pisah kamar dan puasa lagi. Kesel Yahya dalam hati.
"Kok beda," Ulang Yahya.
"Yaa, Bedalah, Anak kamu itu tidak pantas pakai ponsel, Kalau Wandi tidak apa-apa." Kata Mak Hendon lagi.
Mendengar perkataan Mak Hendon sang mertua, Keumala mencubit paha Yahya.. saking emosinya.. sang suami jadi pelampiaskan ke marahan nya.
"Auuu" Jerit Yahya suara pelan sehingga Mak hendon tidak mendengarkan jeritan Yahya.
"Ooo gitu... Eemmm Kalau gitu, Suruh orang tua nya yang membelikan nya untuk Ia. Aku tidak ada uang, Karena Aku ingin juga membelikan ponsel untuk Baraq anakku." Kata Yahya sambil mematikan ponselnya. dengan perasaan penuh kesal pada ibunya, Dan melihat ke Istrinya, Yahya takut istrinya merajuk Lagi.
"Mamamu itu mengapa sich Yah, Selalu. menghina anak kita, Pada hal Baraq kan cucunya juga." Ucap Keumala geram.
"Gak taulah.. Mungkin karena Wandi dari kecil sudah di jaga oleh Mamak." Bela Yahya.
"Tidak gitu juga kali... adalah kata-kata lain.. Jangan bilang anak. kita tidak Pantas." Kata Keumala sambil melipatkan lengan di dada dan bersandal di kursi mobil.
Yahya hanya melirik ke arah Keumala, Dan diam.
Kini mobil melaju ke arah pulang,Tanpa suara pembicaraan keduanya.
Untuk mengisi suara hening Yahya menghidupkan lagu, Kesukaannya.
***
Kini Mereka sampai di rumah.
Keumala Hendak turun. Namun Yahya mencegahnya.
"Maa..." Keumalah tidak berhenti tangannya yang hendak membuka pintu mobil, Menoleh ke Yahya.
Diam sejenak
"Mohon Maaf atas nama Mamak Ayah... Ayah tau ini membuat Mama pasti marah." Ucap Yahya
" Mama, Tidak marah namun Mama sungguh sangat kecewa, Pada Mamak Ayah.. Entahlah dengan Ayah saat ini." Ucap Keumala dengan mata menatap Yahya tajam, Seakan ingin iya telat hidup-hidup.
"Mama adalah seorang ibu... yang ingin anaknya bahagia, Dan selama Mama masih hidup, Maka tidak akan kubiarkan anak--anakku tersakiti, Dihina oleh siapapun." Ucap Keumala Tegas
Yahya terdiam tidak mengeluarkan kata sepatah pun.
Keumala membukakan pintu mobil, Ia turun dari mobil, Masuk kerumahnya. Meninggalkan Yahya didalam mobil.
***
Hatiku Hancur, Rasanya sesak di dada, Ku ingin marah namun Aku tidak bisa melakukannya. Tak percaya... Teganya,
SeOrang cucu adalah keturunan, Tau penerus generasi pada keluarganya..
Namun dari Anak laki-laki lah menjadi keturunan generasi penerus Ayahnya, Ia adalah generasi. keturunan Sebelah Ayah tau kakek Ayahnya. Yang mengunakan gelar nama Ayahnya.
Bukan dari anak perempuan... karena cucu dari anak perempuan akan mejadi keturunan Ayah anak tersebut , Bukan ibu! dan tidak memakai gelar nama keluarga ibunya.. namun gelar nama dari Bapaknya tau Ayahnya.
Namun ia tetap keturunan dari bapak dan ibunya.. Lebih baik kalau setiap cucu itu tidak di beda-bedakan dari anak perempuan atau dari anak laki-laki, karena setiap anak, setiap cucu membutuhkan kasih sayang dari keluarganya, dua belah pihak, Baik itu kedua orang tuanya.. dan Kakek Neneknya.
Keumala duduk sambil bersandar di kepala tempat tidurnya sambil memutar putar ponselnya.
Ia terus melamun mengigat ingat kata Mak Hendon sang mertuanya.
Kali ini Aku harus tegas, Aku tidak mau anakku dihina oleh neneknya sendiri. Ucap Keumala dalam hatinya.
Keumala bangkit dari tempat duduknya..
Ia mencari keberadaan sang suami.
Ia melihat suaminya lagi berada di belakang rumah, Asik melihat si Al-mubaraq main dengan mobilan yang Al-mubaraq buat dari bahan kadus bekas.
Keumala tersenyum melihat, Ayah dan anak tersebut Yang kompak.
Ia menunda untuk memanggil sang Suami untuk berbicara berdua, melihat sang anak bahagia dengan Ayahnya.. membuat hatinya luluh, Emosinya kembali panam yqng tadinya sudah si puncak.
Andai saja.. kamu Yah selalu ada waktu untuk anak-anak dan selau memproritaskan kami nomor satu dalam hatimu.... Alangkah bahagiannya Aku dan anak-anak. Ucap Keumala dalam hati.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Hiatus
Cubitan maut mah sama kayak cubitan emak gua rasanya sampe kepala dan ubun ubun...🤣
2022-11-26
0
reedha
Ya Allah.... Mak buat ponsel cucumu toh, biar mamak dan bapaknya yang belikan, jangan pula Yahya yang harus belikan.
Mak, anakmu bukan ATM berjalan ya...
2022-11-07
1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Pengen di apain coba emaknya yahya, sudah mintak ke bapaknya untuk foya-foya. Dan giliran ke cucunya anak dari yahya malah tidak di anggap....
2022-11-07
1