Part 20 Lipstik....

Pintu rumah ku buka, kulihat suamiku tersenyum pada ku, Ku abaikan tak perduli. Setelah ku buka pintu Aku tetap menyalurkan tangan ini mencium punggung tangannya, dan berbalik meninggalkannya setelah suamiku Yahya menutup pintu depan.

Tidak ku tanyakan kemana dan kenapa Ia tidak pulang semalam, tidur dimana. Walau hati ini penasaran dan penuh tanda tanya. Karena Aku tau suamiku pasti akan tidak jujur dan aku pun tau Ia akan melakukan seakan tidak terjadi apa-apa, karena itu pun sudah menjadi kebiasaannya.

Kulihat suamaiku Yahya masuk langsung ke kamar tanpa menegurku, se akan aku yang salah disni.

Aku kembali duduk di sofa, dengan TV menyala. ku abaikan suamiku yang masuk ke kamar pasti Ia bersih-bersih dan ganti baju. Kemaren suamiku pergi dengan baju lain hati ini ia pulang dengan baju berbeda bukan baju yang Ia miliki.

"Apa Ayah beli baju lain, Ia kemaren pergi tidak membawa baju satu pun, malam ini pulang dengan baju kemeja abu-abu celana hitam. sedang kemaren malam baju kaos merah celana coklat dan baju ket coklat juga." Bisik ku pada diriku.

Pikiran Ku terus menggenerawang kemana-mana.

terbayang Lipstik yang jatuh dari kantong baju suamiku, banyak yang pertanyaan belum terjawab. Membuat hati semakin pilu. Namun lagi-lagi Aku tidak tau harus berbuat apa. Air bening ku tahan agar tidak jatuh, Aku tidak mau terlihat lemah di depan suamiku. Aku tidak boleh rapuh, Aku terus membatin dan menguatkan diri sendiri.

15 menit berlalu....

Sebuah tanggan memegang bahuku, kupalingkan wajah. Senyum minis di bibirnya terukir indah padaku. Namun Hanya wajah datar ku berikan. ku tak bisa lagi menahan rasa dan kecewa ini. bukan sekali dua kali Ia membuatku kecewa, nanum sudah sekian kalinya. Bagaikan luka yang di taburkan garam, sakit luar biasa ku rasakan. namun ku coba terus bertahan.

Kini Yahya sudah duduk di sofa samping Keumala.

"Cemberut amat sih, Mama." Senyum. mengembang di bibir Yahya.

Keumala diam tak menangapi perkataan Yahya.

"Maaa..., Ayah semalam tidak pulang karena ada suatu hal yang tidak bisa Ayah ceritakan pada mama." Tutur kata keluar dari mulut Yahya.

Kulihat wajah suamiku dengan inten, tak percaya Aku, ucapannya sungguh menusuk sampai ke ulu hatiku.

Kenapa Ia tidak cerita sama Aku, emang aku ini di anggap apa.. Tidak aku harus selesaikan semua ini aku tidak mau di remehkan walau ia suamiku, sebagai seorang perempuan apa lagi statusku istri sah Ia. bisik hatiku.

"Oo.. Jadi Gitu ya.. Emm... Ya ya.. Aku ini gak perlu tau dan tidak usah tau.. Emangnya aku ini siapa nya Kamu sih, Ayah. Kamu pergi pagi, pulang pagi lagi ya.. gqk masalah." ucapku pelan namun tegaskan.

Aku bangkit menuju kamar, Ku Tinggalkan suamiku Yahya masih duduk dan berkata membela dirinya, Namun aku tidak mau dengar, Emosiku sudah di ubun-ubun.

Ku masuk kamar ku ambil lipstik yang jatuh dari kantong baju suamiku.

"Ini apa, Yah." Tanyaku sambil menunjuk kan sebuah lipstik di tangan ku.

"Gak Tau, Maa" Ucap Yahya sambil mengambil lipstik di tangan Istrinya.

Tangan di dada ku hembuskan nafas kasar, Aku tak tau apakah suamiku jujur atau tidak, yang pasti benda itu ku dapatkan dari kantong baju suamiku dan itu lipstik benda pasti milik perempuan.

"Apa Ayah Sekarang mengunakan lipstik?" Tanyaku

"Tidak Lah, Mama." Balas Yahya buru-buru.

"Ini jelas lipstik lho Ayah, Yang kemaren jatuh dari katong baju Ayah." Jelas ku lagi pada suamiku Yahya.

"Iya... Mama. Ayah tau ini lipstik ta-tapi..." Ucap Yahya mulai gugup.

"Tapi Apa, Ayah." Sambung Aku mendengar suamiku gugup dan lama menjawab, seperti. lagi mencari sebuah alasan.

"Tidak mungkin lah, Ayah mengunakan lipstik, Ayah laki-laki sejati, buka jadi-jadian." Senyum dibuat -buat terukir di wajah Yahya.

"Kalau bukan punya Ayah, punya siapa juga." Tanyaku.

"Punya Mama kali." Balas Yahya dengan melihat tempat lain seakan cuek.

"Kalau punya Mam.. tidak mungkin mama tanya Ayah..." Kini suaraku mulai tinggi.

Ku lihat mimik wajah suamiku lagi kebingungan.

Tak akan ku biarkan ini berlalu begitu saja, sudah sifat suamiku Yahya yang membuat semua masalah berlalu begitu saja tanpa kata permintaan maaf setiap kali Ia berbuat salah tau menyakiti hatiku. Tekat ku dalam hati.

"Jawab Ayah! kenapa Ayah diam.. Atau jangan-jangan ini punya perempuan simpanan, Ayah?." Ku tatap wajah lelaki yang berstatus suamiku.

"Bu-bukan, Maa." Kini suara suamiku ini Mulai gugup ku tatap wajahnya ku ingin melihat kejujuran di sana, Namun Keringat di wajahnya menandakan Ia lagi berbohong.

"Kenapa gugup, Ayah." Tembak ku langsung tak ingin bertele-tele lagi.

Aku sakit dan kecewa namun aku harus tegas, ini kenyataan, Namun Aku berharap ini hanya mimpi buruk ku.

"Sudahlah, jangan membuat keadaan makin kacau, Maa."

Lhok, Apa-apaan ini.. Ia tuduh ku membuat kekacauan, Memperburuk keadaan, tidak akan kubiarkan ini, dah pinter bicaranya. batinku tak terima.

"Apa maksud ayah, Mama membuat keadaan makin buruk, Gak salah.. Ayah sediri yang membuat keadaan ini." Rasa kesel sudah di ubun-ubun tangan ku lipat di dada dengan lipstik masih aku pegang.

"sudah lah, Maa, mendingan kita keluar ayo cari angin." Dengan. mimik tak bersalah dan santai.

"Tiiiidaaaaak!" Suaraku lebih keras

"Ini harus selesai sekarang, ini aku serius Mr Yahya. tolong sekarang jujur dan jelaskan kemana semalam tidak pulang." Tambak ku lagi.

"Te-tenang, Maa." suara gugup namun di coba terlihat santai dengan senyum terpaksa terukir di bibir.

"Beneran Ayah tidak tau punya siapa lipstik itu, Maa." Kini dengan suara penuh emosi Tangkas Yahya.

"Ayah cuma nginap tempat kawan, Karena kami di kafe sampai tengah malam. Teman Ayah tidak bisa mengemudi mobil karena sudah mengantuk sekali, Ayah antar pulang Ia." Tambah Yahya Lagi mulai menjelaskan.

"Lalu Ayah kemana lagi, Kenapa tidak pulang?."

Mama tidak tanya teman Ayah. Namun AYAH KENAPA TIDAK PULAANG." Tanya Ku dengan penuh penekanan dan suara lebih rendah seperti mengeja kata kata.

"Yaa ka-karena A-Ayah tidur rumah Ia." Ucapnya dengan suara terpata-pata.

"Ooo.. Gituuuu. Mama mohon Ayah jujurlah, Jangan begini." Suaraku serak karena ku tahan tangis agar tak pecah.

Diam sesaat.

"Jawab." Ucapku

Lelaki yang ku cintai ternyata masih diam tak berkutik. Aku tak tau apa yang Ia pikirkan. Yang Ku Tau Aku terluka, Aku tersakiti, Aku kecewa.

Hanya Diam tau menjawab, Ia duduk di sofa tak membalas kata-kata ku mau pun memberi penjelasan semua ini. Membuatku semakin emosi. Kini aku tak sanggup lagi menahan air bening yang mengalir membasahi pipi ini.

Driii Driii

Benda pipih milik suamiku berbunyi. Ku alih pandangan pada benda itu. Aku tak dapat melihat siapa gerangan yang menghubungi Lelaki berstatus suami sah Ku. Ia melihat sekilas namun seperti tak ada niat untuk mengangkat panggilan tersebut.

"Siapa yang menghubungi mu, Ayah." Rasa penasaran membuat Aku bertanya. Tak tahan hati ini untuk tidak bertanya. Sambil ku hapus air bening yang membasahi pipi ini. Aku bangkit dan mendekati suamiku.

Ia tak menjawab melihat. ku sekilas dan mematikan panggilan dengan menggesernya tombol warna merah.

"Kenapa Tidak Ayah Jawab." Tanyaku lAgi

Yahya masih diam.

Dree dree

Kini benda pipih itu bunyi lagi Suamiku langsung menolak panggilan tersebut.

******

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

Janganlah kamu menyembunyikan masalah Yahya, jika benar kamu tidak melakukan hal yang di tuduhkan oleh Kumala. ceritakanlah masalah itu, aku yakin Kumala akan mengerti, dari pada kamu hanya menyembunyikannya dan membuat suasana makin kacau.

2022-11-27

0

reedha

reedha

Nah ini yang bakal bikin Keumala berpikiran buruk sama kamu, Yahya. Kalau alasannya bagus dan masuk akal, ya tidak perlu ditutup-tutupi.

2022-11-26

2

Neunek Ulka

Neunek Ulka

Kalau Kamu jadi Keumala..
Apa yang akan kamu lakukan?😩🤔

2022-09-17

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!