Part 11 Gelisah hati...

Setiap kebaikan akan membuah kebaikan.. Begitulah sebaliknya...

Seperti perpatah yang mengatakan, Janganlah bermain api jika tak mau terbakar.

🌺🌺🌺

Lidah tak bertulang, Bisa lebih tajam dari pada pedang,

Dengan lidah bisa membunuh 1 kampung, Tau bisa jadi lebih...

Dengan Lidah bisa membuat mu jadi penghuni Neraka Jahanam.

Jagalah lidah, Seperti Menjaga Nyawamu.

Pagi-pagi sekali Keumala sudah banggun, Seperti biasa Ia tak lupa. menjalankan dua Raka'at sebagai umat muslim, Sebelum melakukan aktifitasnya sebagai sebagai ibu rumah tangga.

Nasi goreng kampung Ala Keumala kini tetap menjadi favorit keluargannya. Dengan hati bahagia Keumala memasak.

Tidak sampai 30 menit, Kini sarapa sudah siap Ia hidangkan di meja makan, Nasi goreng kampung, Telur dadar plus susu untuk anak-anaknya dan secangkir kopi hitam panas tuuk suaminya, Kopi susu panas untuk Ia sendiri.

Keumala berjalan menuju kamar anaknya untuk. melihat anaknya di. kamar mereka.

"Abang Udah siap?"

"Udah, Maaa"

"Mari sarapan dulu.'

" Masak apa, Maa"

"Nasi goreng kampung dengan Telur Dadar"

"Waa.. Kesukaan abang lah, Maaa.." Ucap Al-Mubaraq dengan semyum tuu sang Mamanya.

"Iyaa sayang.." Ikut tersenyum pada Anak lakinya.

"Mama tunggu di Meja makan ya..." Ucap Keumala lagi.

"Ok, Maaa"

Keumla ke Kamar Al-Ziatun.

"Dek, Udah Siap?" Tanya Keumala pada anak perempuannya.

"Hampir siap, Maa"

"ok,... Kemarilah biar Mama sisir rambut Adek."

Al-Ziatun mendekati Mama dwngan memberika sisir dan karet ikat rambut.

\*\*\*

Kini mereka sudah di meja makan, menikmati sarapan dengan hening tanpa suara.

Yahya juga ikut duduk di meja makan.

"Anak-anak biar Ayah yang antarkan, Mama dirumah aja.."

"ohya nanti, Siang Ayah tidak makan siang dirumah." Ucap Yahya. lagi.

"Tubeng banget tidak makan dirumah ada apa ?, Biasanya pun kalau tidak makan siang dirumah tidak kasih tau sekarang, paling 2 jam sebelum waktu makan siang.. " Ucap Keumala dalam hati

"Ada rencana apa lagi ini, Eemm urusan kemaren saja belum selesai. " Keluh Keumala dalam hati.

Semalam Keumala ingin membicarakan masalah omongan sang Mak Mertuanya, Tentang anaknya namun sepertinya Yahya menghindar.

Siap makan malam Yahya keluar dengan alasan ada kerjaan hingga tengah malam Ia pulang. Pagi ini Ia banggu telambat, Padahal Keumala sudah membanggukannya untuk sholat subuh.

Setelah sholat Yahya lanjut tidur lagi, Hingga bangun kesiangan.

Akhirnya Ia pada buru-buru. Sehingga Keumala tidak Sempat berbicara dengan Yahya. Dimeja makan tidak mungkin Keumala membicarakannya di depan anak-anaknya.

Yahya tau betul kalau Keumala tidak akan bertanya dan berdebat dengannya di depan anak-anaknya.

Rasa marah, dan tidak sukanya atas perkataan sang mertua membuatnya harus bersabar, Agar bisa bertanya langsung pada suaminya.

Pagi ini kecewa yang Ia dapatkan, Karena suaminya pintar menghindar.

"Awas kamu ya.." Kata Keumala.

"Hatiku udah panas gini.. Oh suamiku...Ooo suamiku... Suamiku Ternyata Anak Mami..." Keumala terus aja mercuacua swndiri tak henti.

Setelah suaminya dan anak-anaknya sekolah Ia terus aja berbicara sendiri, Mondae mandir karena hatinya tidak tenang rasa sakit kwcera sedih sudah seperti adonan menjadi satu..

Tangannya mengupal dengan mondar mandir.

"Ia Aku akan kekantornya..." Ucap Keumala

"Ooo tidak, Ayah pasti marah, Ia tidak suka kalau aku ketempat Ia kerja." Ucap Keumal lagi..

"Ooo gimana ini..." Ungkap Keumala lagi.

Ia masuk kedalam kamar mengambil ponselnya.

Ia mencari nama SUAMIKU dan menekan panggil

"Assalamualaikum, Ada apa, Mama ?" Suara di ujung sana.

"Waalaikumsalam, Papa dimana ?," Jawab Keumala

"Di kantor, Maaa" Jawab Yahya.

"Bisa kita ketemu, Ayah?." Ucap Keumala.

"Ayah lagi sibuk, Maa." Elak Yahya

"Sebentar saja., Ayah." Ucap Keumala. lagi

"Kita ketemu dekat Kantor Ayah.. Gimana bisa?" Tanya Keumala lagi.

"Jangan.. emmm, Baik Mama tunggu Ayah dirumah!" Perintah Yahya.

"Baiklah, Ayah." Keumala Setuju untuk menggu suaminya Yahya dirumah.

🌺 Satu Jam Kemudian🌺

Terdengan suara mobil memasuki halaman rumah.

Tak lama kemudian, langkah kaki dan pintu di buka terdengar.

"Assalamualaikum, Maa.. Mama.." Teriak Yahya memanggil istrinya.

"Mama disini, Ayah" Jawab Keumala.

Keumala keluar dari dapur dan mencium punggung tangan Yahya.

"Ada apa, Mama?" Tanya Yahya

"Mama ingin bicara dengan Ayah." Uca Keumala

"Kan bisa nanti, Maaa." Kata Yahya.

"Kenap harus sekarang sich Maa." Sambung Yahya

"Dari Kemaren Mama mau ngomon sama Ayah, Tapi Ayah terus sibuk gak ada kesempatan mama untuk bicara dengan Ayah." Kata Keumala dengan tak sabarnya.

"Emam Mama mau ngomon apa sich, Maa" Tanya Yahya

"Sok gak tau pulak nie Suami.. Kamu mau menghindar dari Aku Yah, Maaf kali ini tidak bisa.. tak akan ku biarkan berlarut larut dalam penasaran ku.. Akan ku kupas Habis." Ucap Keumala dalam hati.

"Mama mau ngomon masalah Mamak Ayah." Ucap Keumala tegas.

"Emmm" Keluar dari mulut Yahya

"Kok eemm sih, Ayah" Kesel keumala.

"Yah Allah Nie laki ya..Kalo urusan berhubungan dengan Mamaknya purak-purak bodoh," Geram Keumal dalam hati.

"Jadi Ayah harus gimana?." Kata Yahya lagi.

"Mama mau penjelasan.. Dan Mama urusan ini kelar, Ayah." Ucap Keumala lembut tapi penuh penekanan.

"Ooo" Keluar dari mulut Yahya dengan santai

"Kok Oooo lagi sich." Kini Keumala penuh emosi

"Gini dech.. Mama mau tanya.. Apa Ayah sudah transfer uang untuk beli ponsel Wandi?" Tanya Keumala.

"Yaa Belumlah..." Jawab Yahya.

"Bagus" Kata keumala dengan melihat mata Yahya, Ia melihat ke jujuran disana.

"Maa... Gimana kalo Ayah Tansfer aja uamg untuk Beli ponsel Wandi, Ayah takut ntar Mamak marah ngamuk-ngamuk pulak, beliau gacam kalo Ayah tidak transfer akan ke mari ambil uang." Kata Yahya dengan melihat Keumala intin.

"Berani sekali Mamak Ayah.. Tega sama anak sendiri.. Menghina cucu yang satu demi cucu yang lain, Teganya..." Kata Keumala.

"Jangan ngomon gitu lah, Maa". Kata Yahya.

"Jadi Mama harus gimana.. Merelakan anak sendiri dihina, membiarkan Ayah anak yang dihina membeli untuk anak yang di manjakan.. Yang bukan anak kandung, Tapi keponakan.

Ooo Tidak, Mama tidak setuju, Tidak rela". Ucap Keumala lagi.

"Hari ini mamak sudah tiga kali telepon Ayah, minta uang segera di transfer". Ucap Yahya.

" Tidak usah Ayah ladenin, Kalo telepon lagi Ayah Harus tegas, Kalo perlu Ayah bilang kalo Ayah tidak ada uang sudah belikan ponsel handphone untuk Mubaraq". Keumala mengajari Yahya suaminya yang bodoh sekali depan Mamaknya.

"Tapi, Maa.." Ucap Yahya lembut mencoba merayu istrinya.

" Gak usah tapi-tapi, Hati Mama sakit sekali mendengar seorang Nenek Lancang sekali bicaranya untuk cucunya sendiri, Udah itu pada Ayahnya cucu yang hina meminta uang tersebut." Ucap Keumala dengan Nada kesel.

"Mmm" Ucap Yahya dengan melihat ke Arah lain.

"Pokoknya Ayah kali ini jangan kasih uang beli ponsel, Titik!" Ucap Keumala Tegas.

"Mam, Maafin Mamak ya..." Ucap Yahya.

"Emm ini kenapa lagi Suamiku.. Oh anak Mami," kesel Keumala dalam hati

"Ya.. Menurut, Kalo Ayah degar Mama maka otomatif Mama maafin Mamak Ayah," Akhirnya itu yang keluar dari mulut Yahya.

"Kalo gak gimana, Maa" Ucap Yahya melihat wajah Keumala inten.

"YA.. Mama gak. mau dekat-dekat Ayah, Mama Akan tidur dikamar Dek Al, Jangan Telpon dan panggil Mama, karena ponsel mama akan Mama matikan, kamar akan Mama Kunci" Angcam Keumala pada Yahya dengan mulut di huat maju kedepan.

"Jangan gitu juga lah Maa, Dah lama nie puasa". Ucap Yahya pada istrinya.

"Baru semalam gak dapat jatah dah lama". Sewotnya Keumala.

\*\*

Sepulang Yahya dari rumah sakit, Keumala dan Yahya tidak tidur di satu kamar mereka, Yahya tidur di kamar mereka sedangkan Keumala di kamar Al-Ziatum.

Namun kemaren malam setelah mereka masuk kamar dan tidur, Tengah malam Yahya Telepon Keumala, Katanya Ia sakit.

Yahya minta Keumala untuk dibuatkan air Jahe hangat, Keumala banggu dan. melihat ke adaan suaminya, Dan Keumala pun membuatkan yang suaminya minta.

Setelah air jahe di minum, Yahya meminta untuk. dikerok badanya, karena badannya tidak enak, Katanya.

Kemala merasa kasihan pada Yahya suaminya. ia menuruti permintaan suaminya, Namun Yahya ternyata ada udang dibalik bakwan, Ia hanya ingin dekat dengan Keumala semata.

Rayuan 1000 langkah Ia gunakan,

"Maa," Ucap Yahya

"Yaa, Gimana Ayah udah enakkan," Tanya Keumala pada suaminya.

"Eem.. Ayah kengen Maa," Ucap Yahya Sambil menyetuh telapak tangan sang istri.

"Kalau gitu Mama balik kamar dulu." Ucap Keumala sambil menarik tangan yang tadinya di pegang oleh Yahya.

dengan cepat Yahya menarik kembali tangan sang istri, Yang kini membuat Keumala jatuh ke pelukan Yahya, Langsung di sambut dengan ciuman di bibir kenyar milik Yahya.

Yahya mecium bibirnya sang istri dengan lembut

Rasa kesepian, Rasa rindu yang sudah lama mereka pedam meminta lebih.

Keumala menerima perlakuan suaminya dengan rasa debaran di dadanya, rasa rindu yang sudah lama terpedam dan tubuhnya menerima, merespon semua yang dilakukan sang suami.

Kini mereka hanyut dalam ke nikmat surga dunia.

Selain kenikmat dunia juga mendapatkan pahala bagi suami istri yang sah.

\*\*\* NEXT\*\*\*

"Iyaaaa, Mama" Ucap Yahya akhirnya

"Jangan janji-janji saja tapi di ingkari." Kata Keumala lagi.

"Siap istriku." Jawab Yahya sambil memeluk istrinya.

Yahya mencoba memberi ketenangan pada sang istri, Ia tau istrinya pasti akan gelisah dan tidak tenang kalau menyakut kedua buah hatinya.

"Mereka Anak-anak Ayah juga, Jadi Mama tenang jangan berpikiran, Ayah janji akan melindungi anak-anak Ayah dan kamu Mama." Ucap Yahya meyakinkan sang istrimlnya.

"Baiklah, Ayah," Ucap Keumala sambil tersenyum

"Ada yang mau Mama Tanyakan lagi?

kalau tidak ada Ayah akan kembali ke kantor" Ucap Yahya sambil tersenyum dan mencium kening sang istri.

"Tidak ada lagi, Makasih Ayah," Ucap Keumala sambil tersenyum.

"Baiklah, Ayah berangkat kekantor dulu." Ucap Yahya sambil bangkit dari tempat duduknya.

Di ikuti oleh Keumala yang hendak mengatar suaminya sampai depan pintu rumah.

Tiba depan pintu Ia di kejutan kedatangan seorang yang femiliar.

🌺🌺

Seorang suami tidak hanya memberi Nafkah lahir batin saja, Tetapi juga harus mampu melindungi istrinya, Baik melindungi fisik maupun mental si istri.

Terpopuler

Comments

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨

Benar sekali, cuma saat kita ingin mengerjakannya pasti ada banyak halangan yang membuat langkah kita ingin berhenti. Namun jika sudah ada niat tak akan peduli apa pun itu.

2022-11-11

1

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ

Wihh, sulit kalau punya mertua kanyak gitu, sangat menyulitkan anaknya dan membuat berpisah dengan menantunya...

2022-11-10

1

reedha

reedha

Sabar Keumala, memang bagus kalau ada masalah segera dibicarakan tapi lebih bagus lagi kalau timing-nya tepat dan suasana hati lagi bagus.

2022-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2 Part 2 Telepon dari jauh
3 Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4 Part 4 Norak dan kampungan
5 Part 5 Melamar kerja..
6 Part 6 Rumput Tetangga
7 Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8 Part 8 Di Aja Pacaran
9 Part 9 Berdua..
10 Part 10 Ia Cucu Mu...
11 Part 11 Gelisah hati...
12 Part 12 Pelakor...
13 Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14 Part 14 Siapa wanita itu...
15 Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16 Part 16. Gagal dech...
17 Part 17 Cubitan...
18 Part 18 Siapa Pria itu...
19 Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20 Part 20 Lipstik....
21 Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22 Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23 Part 23 Satu Syarat
24 Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25 Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26 Part 26. Menghilangnya Yahya.
27 Part 27 Keumala mulai bekerja
28 Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29 Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30 Part 30 Membawa pulang perempuan
31 Part 31. Dasar Pelakor
32 Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33 Part 33. Malam penuh luka.
34 Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35 Part 35. Pilih Aku atau Dia
36 Part 36 Aku memilih Mu...
37 Part 37 Siti datang
38 Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39 Part 39. Taktik Siti
40 Part 40 POV Mak Hendon
41 Part 41. Rayuan Siti
42 Part 42 Siti tidak mau pulang.
43 Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44 Part 44 Ada syaratnya....
45 Part 45 Kembali Ke Rumah.
46 Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47 Part 47. Janji Yahya.
48 Part 48. Tertangkap Basah
49 Part 49 Manja kok sama suami orang?
50 Part 50. Hianati Keumala
51 Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52 Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53 Part 53. Kegelisahan Hatiku
54 Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55 Part 55 Curhat Keumala.
56 Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57 Part 57 Ancaman Mak Hendon
58 Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59 Part 59. Keumala curiga pada Siti.
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Part 1 Di Usir dari rumah sakit
2
Part 2 Telepon dari jauh
3
Part 3 Kembali kerumah Prov Keumala
4
Part 4 Norak dan kampungan
5
Part 5 Melamar kerja..
6
Part 6 Rumput Tetangga
7
Part 7 Wanita Lain Merawatku Prov Yahya
8
Part 8 Di Aja Pacaran
9
Part 9 Berdua..
10
Part 10 Ia Cucu Mu...
11
Part 11 Gelisah hati...
12
Part 12 Pelakor...
13
Part 13 Ke sekolah Al-Ziatun
14
Part 14 Siapa wanita itu...
15
Part 15. Ooo Mamak.... Pov Yahya
16
Part 16. Gagal dech...
17
Part 17 Cubitan...
18
Part 18 Siapa Pria itu...
19
Part 19. Tidak pulang semalam suamiku...
20
Part 20 Lipstik....
21
Part 21 Ku putuskan untuk pergi...
22
Part 22 Kata kramat dari bibir suamiku....
23
Part 23 Satu Syarat
24
Part 24 Telpon dari Sang Pelakor
25
Part 25 Rayuan. Pov. Yahya
26
Part 26. Menghilangnya Yahya.
27
Part 27 Keumala mulai bekerja
28
Part 28. Pov Yahya. Keluar kota dengan Siti
29
Part 29. Pov Yahya Keluar kota dengan Siti 2
30
Part 30 Membawa pulang perempuan
31
Part 31. Dasar Pelakor
32
Part 32. Terbongkar rahasia Yahya
33
Part 33. Malam penuh luka.
34
Part 34 : Rela istri pergi demi pelakor...
35
Part 35. Pilih Aku atau Dia
36
Part 36 Aku memilih Mu...
37
Part 37 Siti datang
38
Part 38. Cemburu Aku Pov Yahya
39
Part 39. Taktik Siti
40
Part 40 POV Mak Hendon
41
Part 41. Rayuan Siti
42
Part 42 Siti tidak mau pulang.
43
Part 43 POV YAHYA Aku diapit dua wanita.
44
Part 44 Ada syaratnya....
45
Part 45 Kembali Ke Rumah.
46
Part 46. Andaikan Mamakmu meminta untuk menceraikan Aku...
47
Part 47. Janji Yahya.
48
Part 48. Tertangkap Basah
49
Part 49 Manja kok sama suami orang?
50
Part 50. Hianati Keumala
51
Part 51. Nasehat Untuk Mak Hendon
52
Part 52 POV Yahya Ini tidak benar
53
Part 53. Kegelisahan Hatiku
54
Part 54 Mertua Minta Aku memberikan Izin Suami Nikah Lagi...
55
Part 55 Curhat Keumala.
56
Part 56 POV Tidak Itu Bukan Anak Aku.
57
Part 57 Ancaman Mak Hendon
58
Part 58 POV YAHYA Ada Syarat nya.
59
Part 59. Keumala curiga pada Siti.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!