Jangan pernah menyimpan Bangkai, karena bau nya akan tercium.
Seorang perempuan, Ia ter diciptakan dari tulang rusuk sang suaminya .
Setiap perempuan yang di juluki Istri, Ia akan punya filing kuat, yang peka pada Suaminya.
Ketika Istri Bahagia maka seluruh isi rumah akan bahagia, begitu pula sebaliknya.
Keumala mengendarai motor metiknya dengan sangat was-was, Ia mengikuti Suami dari jauh. Keumala tidak mau Yahya tau kalau Ia lagi di buntuti.
Di lampu merah mobil berhenti, Rasa gugup debaran dada begitu kencang, namun Ia mencoba terus mengontrol emosinya agar lebih rilek.
Lampu hijau menyala, kendaraan melaju Kembali.
"Katanya ke kantor, kok belok sich." Batin Keumala bersuara. Karena mobil Yahya membelok arah lain buka jalan menunju kekantor.
Mobil Yahya masuk ke komplek perumahan, dan berhenti di sebuah rumah pagar warna putih dengan gaya mini malis dan elegan.
Keumala berhenti Agak jauh dari tempat Yahya meparkirkan mobilnya.
"Ini rumah siapa..." Tanya Keumala pada diri sendiri dengan suara pelang.
Terlihat Yahya keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah tersebut.
Keumala masih tempat semula, Ia mencoba menunggu.
"Aku akan tunggu, Rumah siapa ini..." Ucap Keumala dengan suara pelan.
Ia melihat kiri kanan, tidak ada satu orang pun yang keluar.
"Sepi amat ini komplek gak ada satupun manusia yang lewat." Keluh Keumala.
Keumala menunggu di motor agak jauh, sudah hampir tiga puluh menit Ia di menunggu di atas motornya namun yang di tunggu belum ada ciri-ciri akan keluar.
Setelah empat puluh menit menunggu, dengan panas terik matahari.
"ngapain di dalam sudah lama sekali, panas lagi di sini. Tidak aku akan terus menunggu, walau panas. ini udah terlanjur menunggu, Aku tidak akan menyerah," Keumala mencoba untuk menguatkan dirinya.
Triiiikk triiiik suara pagar rumah cat abu-abu itu di buka.
Terlihat Yahya keluar dari rumah pagar putih yang di buka oleh Yahya, terlihat seorang wanita berjalan di belakang Yahya.
"Siapa itu ucap Keumala." Ucap Keumala dengan suara pelan, Ia mencoba terus melihat wanita tersebut namun tidak kelihatan wajahnya karena tertutup dengan Yahya dan jarak Keumala berdiri agak jauh.
"Jadi penasaran aku, siapa sih.. Awas Ayah.. geser donk," Ucap Keumala dengan suara pelan hampir tak terdengar.
Keumala mengambil ponsel di dalam tasnya.
Ia. menghubungi Yahya.
Dreee dreee namun tidak ada jawaban di sana.
Keumala mencoba menghubungi lagi, Alhasil sama.
Keumala melihat Yahya mengambil ponselnya dari kantong celananya, tetapi Yahya memasukkan kedalam kantong celana lagi.
"Kamu gak angkat telpon dari aku, Ayah. Tega sekali kamu." Kata Keumala dengan penuh emosi dan kecewa.
"Bicara apa mereka, Kenapa berdiri dekat sekali." Ucap Keumala lagi.
"Aku harus pergi sebelum ketahuan." Ucap Keumala pada diri sendiri akhirnya.
Ia langsung memutar motornya dan meninggalkan tempat itu.
Yahya hanya berdiri sebentar dan menutup pintu dari luar serta masuk mobil. dan wanita itu langsung berbalik masuk kedalam rumah.
Keumala kini sudah kembali dan Ia langsung masuk kedalam rumahnya.
Ia menuju kamar anaknya Ia melihat kondisi Al-Ziatun, Ia melihat anaknya lagi tidur pulas.
"Maaf Merepotkan Mak." Ucap Keumala pada mak Halimah.
Keumala sudah menganggap Mak Halimah seperti Saudaranya sendiri. Ia memangil dengan panggilan Mak dan anaknya memanggil Nek Limah.
Mak Halimah adalah tetangganya yang sudah sangat dekat dengannya. Keumala selalu memberi uang untuk Mak Halimah karena menjaga kedua anaknya. Apalagi mak halimah salah satu warga miskin dan janda.
"Makasih, Mak." Ucap Keumala sambil tersenyum pada Mak Halimah.
"Sama-sama Mala." Balas Mak Halimah juga tersenyum pada Keumala.
"Mala masuk dulu, Mak, Gerah banget mau mandi dulu." Kata keumala, sambil membalikan badannya menuju kamarnya.
Keumala sudah siap mandi, dan duduk di sofa sambil menemani putranya Al-Mubaraq mengerjakan tugas sekolahnya.
Mak Halimah pun sudah pulang.
Dree dree suara ponsel Keumala berbunyi.
Ia melihat Ponselnya, ternyata nomor tidak di kenal.
"Halo," Ucap Keumala sambil meletakkan benda pipih tersebut di telinganya.
"Benar ini dengan Nur Keumala?" Tanya seorang wanita di ujung sana.
"Iya, saya sendiri." Jawab Keumala
"Saya dari perusahaan Permata Property." Kata wanita tersebut mengenalkan dirinya.
"Apakah ibu pernah melamar di perusahaan Kami?" Sambung wanita itu lagi.
"Iya, Pernah." Jawab Keumala.
"Baik, Bu. Bisa ibu besok pagi ke kantor kami Permata Property jam 10 pagi." Ucap wanita tersebut.
"Bisa.' Ucap keumala lagi.
"Baik, Sampai ketemu besok pagi, Selamat sore." Wanita yang tidak tau siapa namanya itu mengakhiri pembicaraannya.
"Selamat.sore." Keumala membalas dan menutup panggilannya.
Keumala sudah siap memandikan Al-Ziatun dan putranya pun sudah siap mandi.
Ia pun kini sudah siap mandi cantik menyambut suaminya pulang .
Ia biasanya siap mandi hanya memakai cream wajah dan lipstik gloss. Namun sore ini Ia memakai cream wajah bedak dan lipstik pink rose di tambah parfum yang lembut, hadiah dari temannya Sonia yang baru kembali dari luar Negeri.
Ia sengaja tampil beda, karena Keumala ingin tampil cantik di depan suaminya.
Tidak lama kemudian suara mobil masuk pekarangan rumah.
Keumala bangkit dari tempat duduk dan keluar membukakan pintu depan untuk suaminya.
Kree suara pintu dibuka.
"Assalamualaikum." Ucap Yahya
"Waalaikumsalam." Jawab Keumala dan Al-Mubaraq serentak.
Al-Mubaraq mencium punggung tangga Yahya.
Yahya mengusap kepala putranya sambil tersenyum.
"Gimana sekolahnya Baraq?" Tanya Yahya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah semua lancar, Ayah." Balas Al-Mubaraq.
"Mmm, Anak Ayah hebat." Puji Yahya pada sang Anak, yang di balas senyuman lebar boleh Putranya.
Yahya memalingkan wajahnya dan melihat ke arah istrinya.
"Mama cantik sekali mau kemana?. Tanya Yahya dengan wajah penasaran.
Ia jarang melihat istrinya berdandan cantik begitu kecuali ada acara.
" Mama mau pergi menyambut suami pulang kerja, kan suami Mama dari pagi capek kerja. " ucap Keumala sambil tersenyum pada Yahya.
Yahya membalas dengan kerutan dahi dan mata melotot melihat inten ke sang istri.
"Gak salah dengar Ayah nie, Baraq?" Tanya Yahya pada putranya yang berdiri di antara meraka bertiga.
"Baraq, juga mendengar seperti Ayah dengar," Jawab sang anak sambil pura-pura berpikir.
"Berarti, pendengaran kita sama." Ujar Yahya pada putranya, yang di balas anggukan oleh sang anak.
Keumala kini berdiri didepan dua pria satu besar satu kecil dengan tangan di pinggang.
"Ha ha ha" Tiba-tiba mereka ketawa bersamaan.
"Ada yang lucu, mmm." Sewot Keumala.
Yahya langsung merangkul pinggang sang istri mengajak masuk kedalam.
Di ikuti oleh Al-Mubaraq.
Mereka dari tadi berdiri didepan pintu.
"Mama wangi banget." Bisik Yahya pada istrinya.
Keumala hanya tersenyum tidak menangapi ucapan suaminya.
Dalam hati paling dalam Ia sangat kecewa pada suaminya, karena pergi ke menemui wanita lain entah siapa.. dan tidak. memberitahu dirinya, ketika Ia hubungi pun tidak di angkat telponnya.
Keumala berniat untuk tidak bertanya. Ia menunggu suaminya jujur padanya.
***
Keumala dan Yahya kini sudah di dalam kamar, Yahya pun sudah siap membersihkan badannya.
"Oh Ya, Sepertinya lelah sekali hari ini, Ayah, Meeting mana aja hari ini, Ayah?" Keumala memulai pembicaraan.
"Mmm, lumayan," Balas Yahya.
"Tumben Mama, Mmm..." Tambah Yahya lagi.
"Sekali-kali boleh donk Tanya." Ucap Keumala sebelum Yahya selesai berkata.
"Gak apa-apa sich, cuma tumben aja, tidak biasanya?" Tambah Yahya lagi dengan senyum tipis.
"Meeting dimana aja hari ini," ulang Keumala dengan lembut namun penuh penekanan.
Yahya kaget dengan pertanyaan sang istri, Ia melihat ke istrinya dengan inten. Yahya berjalan mendekati istrinya, kini Yahya sudah duduk dekat Keumala di atas tempat tidur.
"Hari ini Ayah tidak ada ada meeting di luar dan janji dengan siapa-siapa. Hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus Ayah kerjakan. Pertemuan ada cuma di lakukan hanya di kantor saja." Yahya menjelaskan mengakhiri dengan mengembuskan nafas yang terdengar.
Keumala hanya diam dan membalas tatapan suaminya. Ia tahu suaminya tidak jujur padanya.
"Maaf, Maa. Ayah telat sampai ke sekolah tadi." Tambah Yahya.
Keumala masih diam, mendengar setiap ucapan dan perkataan suaminya yang lagi tidak jujur padanya
"Gimana Mamak, masih di kota ini?" Tanya Keumala tiba-tiba.
Membuat Yahya kaget.
Yahya lama menjawab seperti Ia memikirkan sesuatu.
"Ayah.." Panggil Keumala
"Ya, Maa.." Balas Yahya yang terbangun dari lamunannya.
"Gimana sich, Ayah ini Mama bertanya kok diam saja." Tambah Keumala sewot.
"Tanya Apa, Mama." Tutur Yahya.
"Mama Tanya.... Mamak Ayah... masih di kota ini?" Ulang Keumala dengan suara lantang karena jengkel pada suaminya.
"Mmmm, Ma...maasih." Ujar Yahya.
"Oh, Betah sekali tempat orang dari pada anak sendiri, tinggal di sana seperti tinggal dengan menantu sendiri." Sindir Keumala.
"Jangan bicara gitu, Ma. Biarkan Mamak mau tinggal dimana, yang penting Ia senang." ungkap Yahya.
"Mmm gak apa-apa tinggal dimana, Asal jangan bawa suami orang lain, merusak mesjid orang." Ucap Keumala dalam hatinya.
"Asal Ayah ingat mana rumah dan istri Ayah." itu yang keluar dari mulut Keumala dengan suara pelan, tapi masih dapat di dengar oleh Yahya.
"Mmm Maksud, Mama? Tanya Yahya pada Keumala, karena Yahya kurang jelas mendegarmya.
" Gak ada apa-apa." Ucap Keumala akhirnya.
Yahya mengerut dahinya.
"Baiklah, Jangan pikirkan yang macam-macam. " Yahya mencoba menenangkan agar Keumala jangan curiga padanya.
"Jujur kah pada Mama, Ayah." Keumala ingin Yahya jujur padanya.
"Yaa.. Istriku sayang, Ayah selalu mencintai Mama," Ucap Yahya sambil tersenyum dan mengecup pucuk kepala. Keumala.
"Ayo kita makan malam dulu, sudah lapar perut Ayah." Ucap Yahya pada istrinya.
"Oh ya.. Mari." Keumala bangkit dari tempat duduk dan merangkul tangga suaminya.
Mereka keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan untuk makan malam.
Dree dree suara ponsel Yahya.
Yahya melihat ponselnya dan melihat ke arah Keumala.
Yahya membuka pesan dengan dan. membacanya.. lalu Ia bangkit dari tempat meja makan.
"Maaf, Mama. Ayah harus pergi segera. Mama makan terus bersaman anak-Anak. Tidur terus jangan menunggu Ayah. " Ucap Yahya dengan cepat dan terus berjalan dengan langka kaki cepat mengambil kunci mobil dalam kamar.
"Kemana, Ayah." Tanya Keumala.
Ketika sudah kembali dari kamar, Yahya mendekati Keumala dan mengecup kening Keumala sekilas, tidak menjawab pertanyaan dari Keumala.
Yahya terus keluar dari rumah menuju bagasi mobil.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Benar sekali, jika kamu sudah melakukan suatu kesalahan lebih baik kamu jujur langsung dan meminta maaf. Itu lebih baik dari pada terus bersembunyi dan masalah akan jauh lebih panjang lagi. Dan dari rasa takut juga malah membuat kita jadi menambah kejahatan aga tak mudah untuk ketahuan.
2022-11-27
1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
akhirnya Kumala mendapatka pekerjaan, dan mudah-mudahan bisa menjadi wanita sukses. Dan tak di anggap memalukan suami karena penampilannya.
2022-11-24
1
reedha
Bagaimana istri tidak berpikir macam-macam kalau sikapmu mencurigakan Pak Yahya, belum lagi dirimu berbohong, belum lagi mamakmu lebih memilih tinggal di rumah orang, macam mana istri bisa tidak berpikir yang macam-macam...
2022-11-11
3