Rasa kecewa, dikala Luka
Perih di dada menusuk kalbu
Aku istrimu, Bukan pembantu mu
Wahai lelakiku, Peluklah aku bersama cintamu.
Dengan Gerak cepat Keumala ambil motor kesayangannya.
Ia mulai mengikuti Yahya. Ia terus mengikuti dengan menjaga jarak agar tidak ketahuan ama Yahya. Gelap malam pun membuat Keumala agar kesusahan mengikuti di tambah lagi macet. Keumala terus fokus pada jalan dan mobil yang di kendaraan yang di kendarai Yahya.
"Kemana malam-malam begini, ini kok belok.. dan bukan menuju rumah tadi siang Ayah pergi." Keumala. berkata sendiri.
Ia terus ikuti mobil Yahya yang mulai melaju kencang.
Antri di lampu merah cukup panjang , Mobil yang di kendarai Yahya sudah berhenti dan selang 3 mobil dari Yahya motor keumala ikut berhenti.
Lima menit kemudian lampu hijau nyala. semua kendaraan jalan dengan pelan namun pasti.
"Buset, mobil depan itu jalannya seperti kura-kura saja." Keumala bicara sendiri.
"Nah.. ini apa lagi" Kata keumala dengan suara pelan, namun masih dapat didengar.
kendaraan samping keumala
menoleh ke arah keumala dan tersenyum.
Seakan mengatakan, sabar...
"Waduh, cepat lah ntar lampu merah nyala lagi.. cepat donk." Keumala terus saja ngomel sendiri Ia tidak memperdulikan kendaraan di sampingnya terus aja melihat Ia.
Akhirnya lampu merah menyala, Tinggallah mobil depan dan kendaraan Keumala serta kendaraan lain yang berada di belakang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan.
"Aduh gimana ini, Aku ketinggalan jejak." Keluh Keumala.
Mobil yang di kendarai oleh Yahya sudah melaju ke depan. Keumala tidak dapat melajukan kendaraannya karena harus berhenti di lampu merah.
Di lampu merah Keumala cukup lama. Ia terus saja gelisah, mulutnya gocek terus.
Kini lampu hijau telah menyala. kendaraan mulai melaju lagi. Namun Keumala bingung harus membelok kemana ketika sudah sampai di persimpangan, Ia akhiran memilih belok ke arah kiri.
Ia terus menyelusuri jalanan, namu tidak tau dan tidak terlihat mobilnya Yahya.
karena malam sudah mulai larut, Keumala memutuskan untuk kembali pulang.
"Sial banget dech, udah capek begini tiada hasilnya. Sudah jauh padahal tinggal. sedikit lagi eeh hilang, mmmm." Keumala terus bicara sendiri sambil memasukan motornya ke bagasi rumahnya.
Tok tok tok
Mak Halimah yang membukakan pintu rumahnya.
"Assalamualaikum, Mak" Ucap Keumala
"Waalaikumsalam" Jawab Mak Halimah.
"Anak-anak dimana Mak." Tanya Keumala.
"Sudah tidur Mala." Jawab Mak Halimah.
"Terima Kasih, Saya masuk kamar dulu." Ucap Keumala sambil tersenyum.
Mak Halimah hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum.
Keumala langsung ke kamar ganti baju, dan melihat si buah hati yang tadi Ia tinggalkan.
Ia memeriksa kamar putra dan putri.
"Ternyata mereka sudah tidur pules." Ucap Keumala pelan.
Mak Halimah sudah pulang, tinggal keumala bersama anak-anaknya.
Keumala masuk kamar dan menyibukkan diri dengan membaca Novel online kesayangannya.
"Aku mengantuk sekali." Ucap Keumala sambil melihat jam.
"Pantaslah Aku mengantuk ternyata sudah jam sebelas lewat, Kemana pergi suamiku." sambung Ia lagi.
Akhirnya Keumala langsung tidur, Ia tidak sanggup menunggu suaminya lagi karena matanya sudah tidak bisa di ajak bergadang.
Paginya keumala banggung melihat suaminya masih tidur di samping Ia berbaring, Keumala banggung membersihkan diri dan sholat subuh.
Setelah sholat Keumala ke dapur untuk. menyiapkan sarapan untuk anak dan Suaminya.
Ia melihat suaminya berjalan ke meja makan.
Keumala melirik saja namun Ia tidak berkata apapun.
"Aku tidak akan bertanya, kutunggu Ayah cerita padaku." bisik Keumala dalam hatinya.
mereka makan dengan tidak ada yang memulai berbicara kecuali Putra Al- Mubaraq dan putrinya Al-Ziatun.
Yahya dan anak-anaknya sudah pergi, tinggallah Keumala di rumah sendiri.
"Waduh lupa, Aku hari ada panggilan di kantor Permata Property. Aku harus beres rumah cepat-cepat dan harus kekantor tersebut." Bisik Keumala dalam hati.
"Aku juga lupa bicarakan pada Ayah, gimana ini.." bisik Keumala dalam hati.
"Aku Belum minta ijin sama Ayah, Aku akan telpon Ayah, Aku tidak mau menjadi suami durhaka, Tidak aku kan lagi malas bicara sama Ayah, apalagi Ia tidak jujur sama aku kenapa aku harus cerita.. tidak aku tidak akan cerita dulu, nanti kalo Aku sudah diterima baru Aku akan kasih tau." Tambah Keumala lagi.
Keumala memutuskan untuk tidak memberitahukan pada suaminya dulu.
Setelah pekerjaan rumah selesai, Keumala. siap-siap kantor Permata Property yang di kenal dengan Nama Kantor PP.
Keumala keluar dari kantor PP dengan wajah berseri penuh kebahagian, Sungguh bahagia hatinya, karena Ia di terima di kantor Permata Property.
"Alhamdulillah, mulai besok Aku sudah masuk kerja." bisik Keumala dalam hati.
"Aku akan jemput Dek Al dan dan menyiapkan semua keperluan Aku besok." Tambah Keumala dengan wajah ceria.
Dree dree
Suara ponsel Keumala.
Keumala mengambil benda pipih yang yang terus berbunyi dari tasnya.
Ia Melihat Nomor yang tidak ada namanya di ponselnya.
"Assalamualaikum" Sapa Keumala.
Keumala kaget mendengar suara di ujung ponselnya.
******
Maaf lama Update. kesibukan di dunia nyata yang begitu banyak tambah lagi badan kurang sehat.
Alhamdullilah, semoga Allah terus memberikan kesehatan untuk Aku dan kalian semua pencinta karya Neunek Ulka. 🙏
Terima Kasih buat teman-teman yang sudah memberi dukungannya, dan juga telah meninggalkan like, vote dan komen agar aku terus semangat tuk berkarya. 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ialah, istri adalah wanita mu yang harusnya saling membantu dan menyayangi bukan di jadikan sebagai suatu hal yang memenuhi kebutuhanmu saja, entah secara fisik atau biologis.
2022-11-30
1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Karisma Ad🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aku jadi penasaran sama suara orang yang berada di seberang telephon tersebut, humm siapa ya..kok jiwa kepo ku melambungnya..
2022-11-24
1
reedha
Wah Keumala diterima kerja, jangan lupa beritahu Yahya ya, minta izin sama suami agar langkahmu dalam mencari nafkah mendapat ridha Allah.
2022-11-22
2