Memelukmu sampai puas

Sampai di rumah sakit, Richie menemui Hye jin di ruang pemeriksaan. Wajah Hye jin terlihat begitu pucat. Richie segera menghampiri dokter untuk mengetahui keadaan Hye jin.

"Bagaimana keadaan saudara Saya, Dok?" tanya Richie.

"Pasien mengalami dehidrasi, Tuan. Dan harus di rawat untuk setidaknya dua hari ke depan." tutur dokter. Richie menghela nafasnya.

"Baiklah, Dok. Lakukan yang seharusnya di lakukan. Aku ingin saudara Saya mendapatkan perawatan terbaik."

"Baiklah, Tuan. Perawat akan memindahkan pasien ke ruang rawat inap." Richie mengangguk. Kemudian ia menghampiri Hye jin yang nampak lemah.

"Kenapa bisa sampai seperti ini, Hye jin?"

"Aku tidak apa-apa, Richie. Aku terlalu bersemangat untuk melanjutkan kuliahku, jadi Aku sampai lupa mengurus kesehatan ku," ucap Hye jin tersenyum getir.

Sebenarnya dia terlalu menyesal karena sudah melepaskan Richie. Sedetikpun ia tak mampu berpaling dari Richie. Hingga ia sengaja untuk menyakiti dirinya dengan tidak memperhatikan asupan makanan yang ia makan.

Dan saat Hye jin melihat Richie yang datang saat ini. Hye jin merasa begitu bahagia. Melihat Richie yang selalu mengungkapkan cinta kepada istrinya dan Dea yang selalu saja acuh membuat Hye jin tidak dapat merelakan Richie.

"Kau sudah dewasa, Hye jin. Seharusnya Kau bisa menjaga kesehatanmu sendiri. Lihatlah, Kau sekarang terlihat begitu pucat. Dan Kau juga harus di rawat selama dua hari."

"Maafkan Aku, Richie. Lain kali Aku akan lebih berhati-hati lagi dalam menjaga kesehatan ku. Terimakasih karena sudah datang. Sekarang Kau boleh pulang menemani istrimu. Biarkan Aku berada di sini sendirian," ucap Hye jin memalingkan wajahnya.

Richie menghela nafasnya. Sejujurnya ia ingin sekali kembali dan menatap wajah Dea ketika tidur. Tapi Auntie Rebecca sudah menyuruhnya untuk menemani Hye jin malam ini, besoknya Uncle Gemal akan kembali dan menggantikannya untuk menjaga Hye jin.

"Aku akan menjagamu malam ini, Tidurlah. Perawat sebentar lagi akan memindahkan ke ruangan intensif." ujar Richie.

Hye jin merasa begitu senang mendengar Richie yang akan menemaninya malam ini.

Sementara di rumah.

Dea mondar-mandir menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ia begitu gelisah karena Richie tak kunjung pulang.

"Sebenarnya kemana Richie? Kenapa sampai jam segini belum pulang juga?" Dea terus saja bergumam. Ia memegang ponselnya, tapi ia begitu gengsi jika harus menelpon Richie lebih dulu.

Akhirnya karena sudah terlalu malam, Dea memberanikan dirinya untuk menghubungi nomor ponsel Richie. Namun Dea terkejut ketika mendengar suara ponsel yang bergetar di atas nakas.

"Ponselnya ketinggalan? Dasar pria ceroboh." ucapnya pelan.

Tapi itu malah membuat Dea semakin cemas memikirkan kemana Richie pergi hingga larut malam seperti ini.

Hingga ia mendapatkan notifikasi pesan dari Hye jin. Dea mengerutkan keningnya. Ia segera melihat ponselnya. Satu notifikasi pesan dari Hye jin. Dea segera membukanya.

'Dea, saat ini Richie telah bersamaku. Dia tadi menyuruh ku untuk memberitahu mu. Dan maaf, Richie tidak bisa pulang malam ini. Jadi jangan menunggunya'

Begitulah isi pesan Hye jin. Hati Dea serasa memanas setelah membaca pesan dari Hye jin.

"Kenapa Richie bisa bersama Dea? Dan apa yang mereka lakukan sehingga Richie tidak pulang malam ini?" Dea terus saja memikirkannya. Ia memutuskan untuk menghubungi nomor Hye jin, tapi sudah tidak aktif.

Dea semakin gelisah. Mungkinkah Richie tidak mau pulang karena dirinya terlalu galak dan cuek kepada suaminya itu Apakah dirinya sudah terlalu keterlaluan?

Dea tak dapat memejamkan matanya sedetikpun.

Pukul dua dini hari perlahan Dea mulai memejamkan matanya. Bahkan saat ini ia membaringkan tubuhnya di sofa tempat Richie biasanya tidur. Dan di antara sadar dan tidak sadar, seolah-olah ia melihat sosok Richie yang tengah mendekatinya dan mengecup keningnya. Bahkan saat ini bayangan itu tengah memeluknya dengan hangat. Dea pun membalas pelukan tersebut.

"Jangan tinggalkan Aku, Richie," ucap Dea ketika matanya sudah terpejam sempurna.

Sementara Richie tersenyum mendengar ucapan Dea sebelum memasuki alam mimpinya. Ia begitu bahagia. Richie yakin jika suatu saat nanti dirinya akan mampu membuat Dea mencintainya.

"Selamat malam istriku, selamat tidur. I love you so much," ucap Richie memeluk tubuh Dea.

Richie memang telah kembali pulang setelah Uncle Gemal sampai dan langsung menuju ke rumah sakit untuk menggantikannya menjaga Hye jin.

Setelah sampai di rumah dan membuka kamarnya, ia terkejut melihat Dea yang tidur di tempatnya, yaitu sofa empuk yang ada di sebelah ranjang.

Bibirnya melengkung tersenyum. "Kau sendiri yang melemparkan dirimu ke tempat tidur ku, Sayang. Jadi jangan marah jika malam ini Aku akan tidur dengan memeluk mu sepuasnya," ucap Richie.

Namun yang terjadi, Richie malah tidak tidur semalaman. Ia terlalu senang memeluk istrinya. Bahkan ia terus saja menciumi rambut wangi Dea. Richie tidak ingin melewatkan momen seperti saat ini.

Terpopuler

Comments

FUZEIN

FUZEIN

Kasihan dia....

2023-10-07

0

Vita Zhao

Vita Zhao

wah hye jin sengaja nih ngejelasinnya gak lengkap tentang kenapa richie bisa bersamanya, pasti biar dea kepikiran sama richie, dan akhirnya berhasil deh, dea benar2 gak bisa tidur karna memikirkan richie 🤭

2022-08-09

0

Rosy

Rosy

nah kan...Dea ketahuan tidak mau kehilangan Richie ..sampai tidur pun dia memilih tidur di sofa tempat yg biasa di tempati Richie hanya karena merasa gelisah saat Richie tidak kunjung pulang...

2022-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!