Richie berusaha keras menahan libidonya. Siapa yang tidak tergoda jika Dea terus menyulut libido dalam dirinya. Apalagi Dea adalah gadis yang ia cintai, itu semakin membuat Richie begitu frustasi.
Richie melepas paksa pagutan bibir Dea. Ia menyalakan shower dan membasahi tubuh Dea di dalam bathtub.
Namun setelah beberapa saat, tubuh Dea masih saja menggeliat. "Seberapa besar dosis obat yang pria itu berikan pada Dea? Bagaimana ini, apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin Aku merusak Dea, dia pasti akan sangat marah padaku jika sadar nanti," gumam Richie. Ia terus berusaha menahan Dea yang sejak tadi terus berusaha meraih dirinya.
"Tolong... Tolong Aku... " ucap Dea tersengal-sengal. Tubuhnya begitu tersiksa menahan pengaruh obat dalam tubuhnya.
Richie merasa kasihan melihat Dea begitu tersiksa. Ia geram dengan Arsen yang mengajak Dea ke klub dan berakibat seperti sekarang ini.
"Tidak ada pilihan lain, Aku harus melakukannya. Maafkan Aku, Dea tapi ini untuk menolong dirimu. Aku tidak bisa melihat mu tersiksa seperti ini." ucap Richie. Ia segera mendekati tubuh Dea.
***
Richie menatap Dea yang nampak lelah. Saat ini Dea tertidur pulas di kasurnya. "Aku mencintaimu, Dea. Kenapa sulit sekali untuk mendapatkan cinta darimu?" ucap Richie pada Dea yang terlelap.
Dering ponsel Dea membuat Richie berjalan dan mengambil ponsel tersebut. Nama Arsen tertera di sana. Seketika kemarahan Richie mencuat. Ia segera mengangkat panggilan dari Arsen.
"Dea, Kau dimana?" Suara Arsen terdengar setelah Richie menempelkan ponsel Dea ke daun telinganya.
"Dea bersamaku, Aku Richie," ucap Richie menahan emosi.
"Richie? Kenapa Dea bisa bersamamu?"
"Seharusnya Aku yang bertanya, kenapa Kau membawa Dea ke tempat seperti itu. Apa Kau tahu apa yang Dea alami saat ini?!" Suara Richie meninggi.
"Apa masalahnya? Aku hanya mengajak Dea pergi ke ulang tahun temanku."
"Di club?!"
"Ayolah Richie. Aku menjaga Dea di sana. Aku bingung ketika kembali saat Aku mengambil makanan dan minuman untuk Dea. Dia sudah tidak ada," ucap Arsen.
"Kau tidak menjaganya. Kau tahu apa yang terjadi? Seorang pria hidung belang telah memberinya obat, dan jika Aku tidak datang tepat waktu, Aku tidak tahu apa yang akan pria hidung belang itu lakukan pada Dea."
"A-apa... Kau jangan bohong, Richie." Nada suara Arsen terdengar terkejut. "Aku menyukai Dea, Aku akan menikahinya. Aku hanya meninggalkannya sebentar tadi. Aku tidak tahu jika ada seseorang yang mendekati Dea."
"Kau mau menikahinya? Aku tahu Kau pria seperti apa, Arsen. Aku tidak akan membiarkan mu menikahi gadis polos seperti Dea. Jauhi Dea!"
"Siapa dirimu berani menyuruh ku untuk menjauhinya!" sembur Arsen. "Kau sudah memiliki calon istri, kenapa Kau mencampuri urusanku dan Dea?"
"Karena Dea adalah temanku, sebaiknya Kau menjauhinya atau Aku akan melaporkan mu pada Paman Arya jika Kau sudah membawa Dea ke club malam!" ancam Richie.
Arsen kalah telak, ancaman Richie membuatnya terdiam dan menahan amarahnya. Sejujurnya Arsen memang tidak mengetahui tentang yang terjadi setelah dia meninggalkan Dea tadi. Pria itu memiliki ketertarikan Kepada Dea. Dea adalah gadis yang begitu sulit untuk di taklukkan.
Richie segera mematikan ponsel Dea sebelum Arsen kembali berbicara. Sungguh, Richie begitu marah dengan Arsen saat ini.
Richie mendekati Dea. Ia ikut berbaring di samping Dea, menatap wajah cantik Dea yang membuat hatinya begitu tenang.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu dalam bahaya, Aku akan selalu melindungi mu, Dea." ucap Richie sebelum matanya terpejam karena terlalu mengantuk.
***
Pagi harinya...
Richie terbangun ketika mendengar gedoran pintu apartemennya. Ia segera duduk, lalu ia berjalan menuju pintu apartemennya dan membuka pintu tersebut.
Betapa terkejutnya Richie ketika melihat Uncle Gemal dan dan juga Paman Arya beserta istrinya dan juga Rey di sana.
"Uncle, ada apa ini, kenapa kalian semua berada di sini?" tanya Richie menatap Uncle Gemal. Richie melihat tatapan mereka yang terlihat begitu marahnya.
"Dimana Dea, Richie? Dea tidak pulang semalaman. Paman Arya sudah menghubungi Arsen. Dan Arsen mengatakan bahwa Dea sedang bersama mu."
Richie lupa semalam belum mengabari Arya jika putrinya tengah bersamanya. Richie menelan ludahnya kasar melihat tatapan marah dari Papa Arya dan juga Mama Zara.
"Dea, ada di dalam, Paman. Maaf jika semalam Richie tidak memberitahu Paman." ucap Richie.
Arya tidak menjawab kata-kata Richie. Ia segera menerobos masuk ke apartemen Richie untuk mencari Dea diikuti dengan Mama Zara dan yang lainnya. Terakhir Uncle Gemal, ia menepuk pundak Richie.
Suara teriakkan Mama membuat semua orang mendekatinya. Mereka semua memasuki sebuah kamar di mana Dea masih tertidur di sana. Namun saat ini Dea terbangun ketika mendengar suara teriakkan Mama Zara.
"Ada apa Mam?" tanya Papa dan juga Rey. Seketika Mama langsung menutupi tubuh Dea dengan tubuhnya.
"Jangan lihat kesini, kalian cepat keluarlah!" Perintah Mama. Papa dan yang lainnya segera keluar dari kamar Richie.
Sementara Mama mendekati Dea yang terkejut mendengar teriakkan Mama Zara.
"Dea, Mama tidak menyangka Kau melakukan hal seperti ini dengan Richie. Dia adalah tunangan wanita lain, Nak," Mama berucap dengan sedih.
Namun Dea tidak mengerti akan ucapan Mama. Ia menggaruk tengkuknya. Dea masih belum menyadari jika tubuhnya polos.
"Apa maksud Mama?" tanyanya tidak mengerti. Mama segera menyelimuti tubuh Dea. Dan itu membuat Dea sadar bahwa dirinya tidak mengenakan apapun pada tubuhnya. Dea begitu terkejut.
"Ma, dimana Dea? Kenapa Dea tidak memakai pakaian?" tanya Dea.
"Kenapa Kau malah bertanya kepada Mama, Dea. Seharusnya Mama yang bertanya bagaimana Kau bisa berada di apartemen Richie dan tidur dalam keadaan polos di kamarnya?"
Dea membeliak. Ucapan Mama membuatnya begitu syok. "A-apa, Ma. Dea tidak tahu bagaimana Dea bisa berada di sini. Dea tidak mengingat apapun," ucap Dea masih dengan keterkejutannya.
Mama segera mengambil jaket Richie yang tergantung di kamarnya. "Pakai ini, dan segera temui Mama dan Papa di luar!" ucap Mama lalu keluar dari sana.
Dea masih tercenung. Ini di apartemen Richie? Bagaimana mungkin? Dea masih mengingat-ingat apa yang terjadi semalam hingga ia bertemu dengan Richie dan menjadi polos seperti sekarang ini.
Tapi ia tidak mendapatkan jawabannya, Dea tidak mengingat apapun. Mungkinkah Richie melakukan hal itu padanya? Dea tak dapat membayangkannya. Yang dia ingat, dia pergi ke sebuah club malam bersama Arsen. Lalu kemana pria itu? Dea masih bertanya-tanya dalam hati.
Tak ingin bergelut dengan hatinya, Dea segera menyambar jaket Richie kemudian memakainya. Namun saat ia hendak keluar kamar, ia melihat bagian bawahnya yang masih belum tertutupi. Tanpa minta izin pemiliknya, Dea mengambil celana jeans Richie dan memakainya.
Terlihat begitu kebesaran ketika di pakai Dea. Namun ia tetap mengenakannya, kakinya melangkah keluar dari kamar tersebut untuk menemui Papa dan Mama.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Terus, Apa mereka sudah melakukannya??
2023-07-28
0
Rosy
kok Dea nggak kesakitan pada tubuh intinya Thor ..apa Richie tidak melakukan hal itu sama Dea ya...🤔
mungkin papa Arya ingin Richie bertanggung jawab terhadap Dea dan itu pasti membuat Dea semakin membenci Richie...
2022-07-18
2
Vita Zhao
apa richie benar2 melakukannya 🤔.
ah apapun intinya semoga dea dan richie bisa segera bersatu
2022-07-17
2