"Lalu dimana Richie sekarang, Nek?"
"Jangan lagi menanyakan cucu Nenek yang tidak tahu diri itu. Dia sudah kembali ke Singapore. Richie akan melamar gadis itu."
"A-apa?" Hye jin tercenung. Secepat itu Richie akan melamar gadis itu? Ternyata memang dirinya tidak pernah berarti apa-apa bagi Richie. Hye jin menelan kenyataan pahit ini.
Hye jin memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia tidak menyangka Richie tidak memberitahu dirinya saat kembali ke Singapore. Tapi Hye jin memutuskan untuk ke Singapore dan menemui Richie. Ia akan memberikan ucapan selamat kepada Richie. Selain itu, Hye jin juga ingin mengetahui tentang gadis yang akan Richie nikahi.
***
Dea menatap dirinya sendiri di depan cermin. Ia merasa begitu jijik melihat pantulan dirinya. Apalagi ia mengingat ketika Richie diam saat Papa Arya bertanya dengan apa yang Richie lakukan dengan dirinya.
"Kenapa Dia begitu tega melakukannya padaku?! Aku membencimu, Richie!" teriak Dea dengan air mata yang berlinang.
Richie mengendarai mobilnya menuju ke rumah Papa Arya. Ia ingin mengabarkan kepada Papa Arya bahwa ia dan juga keluarganya akan segera melamar Dea.
Richie merasa begitu bahagia saat ini. Gadis yang sangat ia cintai kini benar-benar akan menjadi miliknya.
Mobilnya telah sampai di halaman rumah Papa Arya. Dengan langkah pasti, Richie mulai berjalan memasuki rumah tersebut.
Pelayan menyuruhnya masuk dan membawanya menuju ruang tengah, tempat di mana Papa Arya dan juga yang lainnya saat ini, kecuali Dea.
"Selamat siang, Paman, Bibi," sapa Richie ketika sampai di ruang tengah. Pandangannya mencari dimana Dea berada, namun matanya tak dapat menemukan dimana Dea saat ini.
"Duduklah," ucap Papa datar.
"Baiklah, Paman."
Mereka semua menatap tajam Richie. Richie merasa menjadi tersangka dalam sebuah kasus. Dan kenyataannya memang ia menjadi tersangka atas kejadian malam itu.
"Apa Kau sudah menentukan keputusan mu?" tanya Papa Arya langsung pada intinya.
Richie mengangguk mantap. "Saya sudah memutuskan untuk menikahi putri Paman." ucap Richie begitu mantapnya.
"Lalu bagaimana dengan tunanganmu? Kau ingin menikahi putriku dengan mematahkan hati tunanganmu?" Papa Arya menghela nafasnya sejenak. "Kau sudah memiliki seorang tunangan, tapi Kau membawa Dea ke apartemen mu tanpa izin ku. Itu tidak menutup kemungkinan jika Kau akan melakukan hal yang sama dengan memasukkan wanita lain ke apartemenmu ketika Kau menikah dengan putriku nanti." Papa Arya menatap Richie tajam.
"Paman, tolong jangan berpikir Aku seburuk itu. Aku tidak akan pernah melakukan hal tersebut." Beberapa detik Richie terdiam mendengar tuduhan Papa Arya. "Paman tidak pernah tahu bagaimana di jodohkan dengan gadis yang masih kerabat sendiri. Sementara Aku sendiri mencintai gadis lain yang yang tidak pernah bisa ku lupakan." Richie menjeda ucapannya.
"Bagaimana Aku bisa menikahi wanita lain sementara Aku tidak akan pernah bisa melupakan, Dea?"
Papa Arya dan yang lainnya terperanjat mendengar apa yang baru saja Richie ucapkan. Mereka terkejut.
"Jadi maksudmu Kau menyukai Dea?"
"Ya, Paman. Dan Aku membawa Dea ke apartemen ku juga bukan tanpa alasan... " Richie menceritakan setiap detail yang terjadi malam itu. Kecuali bagaimana cara dia meredam pengaruh obat itu pada tubuh Dea.
Dea menuruni anak tangga. Ia terkejut ketika melihat Richie berada di rumah Papa Arya.
"Pergi...!" seru Dea. Ia begitu membenci Richie saat ini. Air matanya membanjiri pipinya.
Seruan Dea membuat semua mata menoleh ke arahnya. Dea berjalan ke arah Richie.
"Kau pikir Aku menyukaimu huh!? Aku tidak menyukaimu. Jangan berharap Kau bisa menikahi ku! Pergi dari sini!"
"Dea!" bentak Papa Arya.
"Dea membencinya, Pa... "
"Tidak apa-apa jika Kau tidak menyukaiku. Aku akan berusaha untuk membuatmu mencintaiku." Suara Richie tegas, meleburkan keraguan dalam hatinya. Ia tidak benar-benar yakin dapat membuat Dea jatuh cinta, mengingat Dea yang begitu membencinya.
"Aku tidak akan pernah menyukaimu, dan Aku tidak akan pernah menikah mu!" tegas Dea.
"Aku tidak perduli jika Kau tidak menyukaiku. Tapi Aku akan tetap menikahimu."
"Kau gila, Richie!" Dea mendorong tubuh Richie dan berlari meninggalkan ruang tengah.
"Paman, Dea pergi. Aku akan mencarinya." ucap Richie yang akan mengejar Dea.
Papa Arya menarik tangan Richie yang nyaris meninggalkan ruang tengah.
"Richie... "
"Ya, Paman."
Arya menelisik ke dalam raut wajah Richie yang menyiratkan sebuah keputusasaan.
"Apa Kau sungguh mencintai Dea?"
Mata Richie terasa panas mendengar pertanyaan dari Papa Arya. "Aku sudah mencintai Dea sejak lama, Paman. Maafkan Aku jika Aku harus berkata seperti ini dan membuat Paman kecewa. Tapi Aku sungguh mencintai Dea, Paman."
Keheningan terjadi beberapa saat. Hingga suara Papa Arya kembali memecah keheningan.
"Aku akan mengizinkan mu mendekati dan menikahi Dea, asalkan Kau menyelesaikan masalahmu dengan tunanganmu. Richie seketika menatap Papa Arya dengan penuh binar.
"Aku berjanji akan membuat Dea bahagia, Paman. Dan Aku juga sudah menyelesaikan masalahku dengan tunangan ku. Dan beberapa hari lagi Aku dan keluarga ku akan melamar Dea, Paman," ucap Richie bahagia.
"Baiklah. Syukurlah jika Kau sudah menyelesaikan semuanya. Tapi Kau harus mengingat ini. Jika sekali saja Kau menyakiti putri Paman, maka Paman adalah orang pertama yang akan mengambil putri Paman darimu. Kami sangat menyayangi Dea, walaupun Dia bukan putri kandung kami, tapi kasih sayang kami sama dengan kasih sayang kepada Moza." tegas Papa Arya.
"Saya berjanji, Paman." Richie berkata dengan begitu pasti.
Papa Arya menyuruh Richie untuk kembali ke rumahnya. Ia menyuruh Richie kembali menemui Dea ketika Dea sudah merasakan sedikit tenang.
***
Dalam perjalanan menuju ke apartemennya, tiba-tiba saja ada yang menghadang mobil Richie.
Seseorang yang tidak asing turun dari mobil tersebut dan menghampiri mobil Richie. Richie segera membuka pintu mobilnya dan keluar untuk menemui pria tersebut.
"Apa mau mu?" Richie mengeluarkan suaranya merasa kesal karena Arsen menghadang mobilnya.
"Kau sengaja kan? Kau sengaja melakukan hal ini kepada Dea agar Kau bisa menikahinya! Kau itu sudah memiliki calon istri, sebenarnya apa mau mu huh!?"
"Aku tidak menginginkan apapun. Aku hanya ingin Kau berhenti mendekati Dea. Kau memiliki begitu banyak kekasih, dan Aku tidak ingin Kau menyakiti Dea!" tegas Richie.
"Lalu apa bedanya dengan mu? Kau tidak berkaca pada dirimu sendiri. Kau sungguh licik, Richie!" Arsen melayangkan pukulannya ke wajah Richie, namun Richie menghalaunya.
"Aku berterimakasih kepada mu. Karena dengan kejadian malam itu, Aku sekarang mendapatkan dukungan penuh untuk menikahi Dea." Semirik senyum Richie membuat Arsen begitu emosi.
"Kurang ajar! Kau sungguh pria licik, Richie!"
"Kau yang licik! Apa Kau pikir Aku tidak tahu tentang rencana mu dengan ayahmu?! Jangan harap kalian bisa memanfaatkannya, apalagi jika Kau mendekati Dea lagi, maka Kau akan tahu akibatnya!" ancam Richie.
"Aku sama sekali tidak memanfaatkan Dea. Untuk rencana Papa, Aku memang menyetujuinya karena Aku memang mencintai Dea. Dan Kau sudah mengacaukan semuanya!" bentak Arsen. Suaranya berubah parau. Richie dapat melihat kesungguhan ucapan Arsen dari sorot matanya. Namun ia tidak akan tertipu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
2023-07-28
0
Rosy
aku tetep dukung kamu Richie...selamat berjuang..💪💪
2022-07-18
1
Vita Zhao
aduh dea masih marah nih sama richie🥺
2022-07-18
1