Dea menatap Richie yang menunduk di depan Papa. Sementara Papa Arya menatapnya dengan tatapan yang begitu garangnya. Papa Arya terlihat begitu marah. Perlahan Dea menghampiri mereka.
"Pa, Ma... " Dea merasa takut menatap Papa Arya. Ia juga menundukkan kepalanya.
"Duduklah, sekarang kita akan membahas tentang tindakan bodoh kalian!" Papa Arya berbicara dengan nada tinggi. Dea merasa begitu ketakutan.
"Paman, ini tidak seperti yang Paman dan Bibi lihat. Aku semalam... "
"Diam! Kau sudah membawa putriku ke apartemen mu tanpa meminta izin kepada kami. Bahkan kalian telah tidur bersama, kalian sudah mempermalukan keluarga!" Papa Arya berkata dengan kecewa.
"Pa, ini pasti ada kesalahpahaman. Aku dan Richie tidak mungkin melakukan apa yang Papa pikirkan. Iya kan, Richie?" Dea menatap tajam Richie.
Richie tidak menjawab, melainkan dia menunduk menyembunyikan wajahnya. Dan itu membuat Dea berjalan menujunya.
"Katakan, Richie. Semalam tidak terjadi apapun dengan kita kan?"
Richie masih tak memberikan jawabannya, ia menunduk tak menjawab pertanyaan Dea. Sementara Dea merasa jantungnya terpompa begitu cepat. Keterdiaman Richie membuatnya membenarkan tuduhan Papa Arya.
"Richie, katakan jika ini tidak benar! Kau tidak melakukan apapun terhadap ku bukan?" Dea mengguncang tubuh Richie. Air matanya mulai mengalir seiring kecemasan yang melanda hatinya.
"Maaf, De...."
Plak... Dea menampar keras pipi Richie.
"Papa tidak mau tahu. Pokoknya kalian harus segera mempertanggungjawabkan perbuatan kalian! Kalian harus di nikahkan!" Papa begitu murka.
"Apa!" Richie dan Dea berucap bersamaan. Mereka begitu terkejut.
"Tapi, Pa... " Dea hendak protes, namun Papa Arya menatapnya tajam hingga Dea terdiam.
"Tapi, Arya. Richie saat ini telah memiliki seorang tunangan. Bagaimana Richie dan Dea bisa menikah?" Uncle Gemal menimpali.
"Seorang pria yang sudah memiliki tunangan tidak akan membawa perempuan lain ke apartemennya, apalagi mereka melakukan hal terlarang," ucap Papa Arya datar. Gemal tak dapat berkata apa-apa lagi.
"Kalian harus memikirkannya dengan baik. Aku ingin Richie memberikan jawabannya sebelum kejadian ini terendus media," ucap Papa Arya dengan tegas. Kemudian ia mengajak Mama, Rey dan Dea untuk kembali ke rumah.
***
"Apa Kau sudah gila, Richie? Bagaimana Kau bisa melakukan hal segila ini? Kau ini sudah memiliki tunangan. Sekarang bagaimana cara menjelaskannya kepada nenek dan juga Hye jin?!" Uncle Gemal memijat pelipisnya.
Richie menghela nafasnya, Ia tidak pernah menyangka akan menjadi serunyam ini.
"Uncle, kami tidak melakukan apapun. Percayalah pada Richie." Richie berusaha meyakinkan Uncle Gemal.
"Tapi apakah Nenekmu dan Hye jin akan mempercayai ucapanmu, Richie. Mereka pasti akan marah dan kecewa kepada mu."
Richie terdiam. Ia tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi seperti ini.
"Aku akan bertanggung jawab, Uncle," ucap Richie. "Aku akan menerima konsekuensinya jika Nenek dan Hye jin mengetahuinya, Uncle."
"Bertanggung jawab? Kau akan menikahi Dea?" Uncle Gemal mengerutkan keningnya merasa aneh pada Richie. Sebelumnya Richie begitu frustasi ketika bertunangan dengan Hye jin. Namun sekarang ketika Richie harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Dea, pria itu langsung menyetujuinya dan mengatakan akan bertanggungjawab.
"Richie, apa gadis yang Kau sukai selama ini adalah Dea?"
"Kenapa Uncle bertanya seperti itu?"
"Kau terus saja mengundur pernikahan mu dengan Hye jin dan mengatakan bahwa Kau tidak mencintai Hye jin. Sementara saat ini Kau langsung ingin bertanggung jawab terhadap Dea. Apa Dea gadis yang selama ini Kau cintai?" tanya Uncle Gemal menatap Richie penuh selidik.
Richie menghela nafasnya sejenak, kemudian ia menganggukkan kepalanya.
" Ya, Dea adalah gadis yang ku cintai selama ini, Uncle," tutur Richie.
Uncle Gemal sudah menduganya. Kemudian ia menatap Richie seraya menepuk pundaknya. "Kalau Kau benar-benar mencintai Dea, maka buktikan. Perjuangkan dia. Selesaikan terlebih dahulu urusanmu dengan Hye jin. Kau juga harus menjelaskannya kepada nenek," ucap Uncle Gemal. Richie tersenyum dan mengangguk pasti. Ia lega karena Uncle Gemal tidak menentang dirinya yang hendak menikahi Dea.
"Baiklah, Uncle."
***
Richie mengambil penerbangan ke Korea siang ini. Ia akan menjelaskan kepada keluarga besar di Korea untuk membatalkan pernikahannya dengan Hye jin.
Kini pesawat telah landing. Richie segera memesan taksi dan menuju ke rumahnya. Kebetulan hari ini keluarga Hye jin juga berkunjung ke rumah nenek.
Keluarganya belum mengetahui jika hari ini Richie kembali ke Korea, kecuali Auntie Rebecca. Uncle Gemal telah memberi tahu kejadian yang dialami oleh Richie.
Rebecca merasa harap cemas ketika mendengar masalah Richie. Hari ini keluarga besar Hye jin telah berkumpul di rumah nenek untuk membahas pernikahan Richie dan Hye jin.
"Annyeong haseyo," ucap Richie yang kini sudah sampai di ruang tengah. Ia melihat Hye jin dan keluarga besarnya berada di sana.
"Richie, Nak. Kau pulang? Kenapa tidak mengabari Nenek agar bisa menyuruh supir untuk menjemputmu?" Sang nenek langsung menghampiri cucunya dan memeluknya.
"Maafkan Richie, Nek. Tapi kedatangan Richie untuk menyampaikan sesuatu yang begitu penting," ucap Richie menatap dalam Nenek. Membuat sang nenek mengerutkan keningnya dan begitu ingin tahu.
"Lebih baik kita duduk dulu." Nenek membawa Richie duduk di antara keluarga besar tersebut. "Lihatlah, Hye jin. Sekarang calon suami mu sudah pulang. Kau tidak perlu khawatir lagi," ucap Nenek menggoda Hye jin yang tersenyum malu-malu.
Richie merasa sangat bersalah saat ini. Neneknya pasti akan begitu kecewa padanya. Tapi ia tidak mungkin menikahi Hye jin. Ia tidak ingin menyakiti Hye jin ketika sudah menjadi istrinya. Karena hati Richie tidak akan pernah ada untuk Hye jin.
Sebenarnya keluarga besar Hye jin masih kerabat Nenek. Hye jin kehilangan kedua orang tuanya ketika masih kecil. Dan Nenek lah yang telah merawatnya selama ini. Makanya Nenek tidak ingin kehilangan Hye jin, ia akan menjodohkannya dengan Richie agar Hye jin tetap bersamanya.
"Sekarang Kau bisa mengatakan apa yang akan Kau katakan kepada kami, Nak."
Dengan menghela nafas panjang, Richie memberanikan diri untuk mengatakan bahwa Ia akan membatalkan pernikahannya dengan Hye jin.
"Sebenarnya Richie pulang karena Richie ingin mengatakan kepada kalian semua bahwa... "
"Richie, berhenti! Jangan katakan apapun. Kau tidak boleh memperkeruh keadaan." Suara Auntie Rebecca membuat semuanya menoleh ke arahnya.
Nenek menjadi semakin penasaran. Sepertinya Rebecca mengetahui apa yang akan di katakan oleh Richie. Ia kembali menatap cucunya.
"Sebenarnya apa yang akan Kau katakan, Richie? Katakan, Nak." desak sang Nenek.
Richie menatap kearah Auntie Rebecca yang menggelengkan kepalanya. Lalu ia juga menatap Hye jin sejenak. Gadis itu juga terlihat begitu penasaran.
"Richie ingin membatalkan pernikahan Richie dengan Hye jin, Nenek," ucap Richie hati-hati.
Semuanya terkejut tak terkecuali Nenek.
"Apa maksudmu, Richie? Katakan kalau Kau tidak sungguh-sungguh mengatakannya, Nak." ucap Nenek. Ia berharap cucunya itu hanya bergurau.
"Richie sungguh-sungguh, Nek. Richie ingin membatalkan pernikahan Richie dengan Hye jin," ulang Richie.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
2023-07-28
0
Qaisaa Nazarudin
Mengapa Dea malah bertanya kek gitu?? Apa Dea gak merasa sakit atau nyeri di inti nya? Atau Dea mmg pernah melakukan nya sebelum ini?? katanya gak pernah pacaran, Atau Richie emang belum ngelakuinnya??🤫🤫
2023-07-28
0
Qaisaa Nazarudin
Gak nyadar kamu semalaman menggoda Richie 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
2023-07-28
0