"Richie...! Nenek tidak akan pernah setuju Kau membatalkan pernikahan mu dengan Hye jin. Bagaimana mungkin Kau membatalkannya? Berikan alasan kepada nenek kenapa Kau sampai membatalkan pernikahan ini!" Nenek menentang keras pembatalan pernikahan Richie. Tatapannya begitu tajam menatap cucunya.
"Nek, Richie tetap akan membatalkan pernikahan ini. Richie tidak mencintai Hye jin. Richie memiliki gadis yang Richie cintai sendiri, Nek. Dan Richie akan menikahinya," ucap Richie.
Nenek langsung syok mendengar penuturan dari cucunya. "Nenek tidak akan pernah menyetujuinya...!" Nenek langsung meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya. Sementara keluarga besarnya menatap nanar ke arah Richie.
"Kau sungguh tega, Richie!" Hye jin juga pergi meninggalkan ruang tengah. Air matanya berlinang tak terbendung.
Hye jin begitu sakit mendengar pembatalan pernikahannya dari mulut Richie langsung. Dia begitu mencintai Richie , bahkan semenjak dia masih kecil.
Hye jin begitu girang ketika Richie datang ke Korea. Mereka sama-sama kehilangan kedua orang tua mereka ketika melakukan perjalanan bisnis bersama. Pesawat yang ditumpangi oleh kedua orang tua mereka telah terjatuh.
Sejak saat itu Richie kecil terlihat begitu tegar. Ia berkata akan melindungi Hye jin, Richie akan menjadi kakak untuk Hye jin. Sejak saat itu mereka menjadi begitu akrab. Namun ketika sang nenek menjodohkan mereka, Richie seolah menjauhinya.
Dan sekarang Hye jin harus merasakan sebuah patah hati yang teramat dalam.
***
Seluruh kerabat besar Nenek telah pulang. Saat ini Auntie Rebecca merasa begitu kesal kepada Richie karena sudah mengatakan pembatalan pernikahannya.
"Kau membuat semuanya menjadi rumit, Richie. Lihatlah, sekarang Nenek pasti tidak akan membiarkan mu untuk membatalkan pernikahanmu." Rebecca berkata dengan frustasi. Ia takut sakit Nenek akan kambuh lagi.
"Auntie, Richie tidak bisa menikahi Hye jin. Jika Richie menikahinya, itu hanya akan membuat aku dan Hye jin tidak akan bahagia. Pernikahan tanpa dasar cinta tidak akan pernah berhasil, Auntie. Jadi lebih baik Richie membatalkannya."
"Dan Kau akan menikahi Dea? Aku sudah mengetahui semuanya dari Uncle mu. Bagaimana Kau bisa melakukan hal itu pada Dea, Richie? Sekarang keadaan akan menjadi sangat rumit." Auntie Rebecca terlihat nampak begitu gusar.
"Aku akan berbicara kepada Nenek, Auntie. Aku akan meyakinkan Nenek agar mau merestui ku untuk menikah dengan gadis yang kucintai." ucap Richie dengan begitu yakin.
Auntie Rebecca hanya menghela nafasnya, lalu ia menganggukkan kepalanya.
"Auntie selalu mendoakan kebahagiaan mu, Richie."
"Terimakasih, Auntie."
Richie mulai melangkah menuju ke kamar sang Nenek. Biar bagaimanapun ia tetap harus mendapatkan restu dari sang Nenek, Richie harus bisa meyakinkannya.
Richie membuka kenop pintu kamar neneknya. Ia tahu saat ini neneknya pasti kecewa padanya. Di lihatnya sang Nenek yang saat ini tengah duduk di kursi yang menghadap ke arah jendela. Richie perlahan melangkah menghampirinya.
"Kenapa Kau melakukan ini kepada Nenekmu, Richie? Apa Kau ingin Nenekmu cepat tiada?" Sang Nenek sudah mengetahui bahwa Richie memasuki kamarnya.
"Nek... "
"Apa lagi yang ingin Kau katakan? Sekarang keluarga kita dan keluarga Hye jin sudah mengetahui bahwa Kau ingin membatalkan pernikahan ini. Mereka pasti akan sangat kecewa kepada Nenek. Karena Nenek yang pertama kali menginginkan agar Hye jin menikah denganmu."
Richie menyentuh tangan Nenek. Ia menggenggamnya dengan begitu hangat. Ia begitu menyayangi neneknya, tapi ia juga tidak ingin menyakiti Hye jin jika harus menikah dengannya. Hatinya telah terpatri untuk gadis lain.
"Nek..., Aku sudah melakukan kesalahan besar, Maafkan Richie, Nek. Richie tidak bisa meneruskan pernikahan Richie dengan Hye jin. Richie... " Richie sejenak menghentikan ucapannya. Ia harus mendapatkan restu dari neneknya dengan segala cara. Kemudian ia menceritakan tentang yang ia alami bersama Dea.
Nenek begitu terkejut dengan apa yang dilakukan cucunya. Richie sedikit membumbui ceritanya dengan sedikit kebohongan. Ia mengatakan kepada sang Nenek jika ia telah menghamili seorang wanita.
"Richie, Nenek telah gagal membesarkan mu. Kenapa sekarang Kau menjadi nakal seperti ini?! Nenek tidak tahu lagi harus berkata apa. Kau sudah membuat Nenek dan Hye jin begitu sedih, dan sekarang Kau juga menghamili seorang wanita?!" Nenek semakin merasa kecewa dengan cucunya. Namun Richie segera memeluknya.
"Nenek, maafkan Richie. Richie sudah melakukan kesalahan besar, tapi Richie tidak menyesalinya Nek. Karena Richie sangat mencintainya."
"Jadi gadis yang Kau hamili adalah seseorang yang Kau cintai? Sepertinya dia bukan gadis baik-baik. Kalau dia gadis baik-baik, maka ia akan mampu menjaga kesuciannya." Nenek berkata sinis.
"Sudah Richie katakan ini adalah kesalahan Richie, Nek. Richie yang tidak dapat menahan diri Richie. Dia adalah gadis yang baik." ucap Richie membela Dea.
Nenek terdiam sejenak. "Baiklah, Nenek akan merestui mu untuk bertanggungjawab kepada gadis itu. Tapi untuk menerimanya di rumah ini, Nenek belum bisa. Jadi Kau ajak Auntie dan Uncle mu saja untuk melamar gadis itu. Karena Nenek masih belum sepenuhnya menerimanya masuk kedalam keluarga kita," ucap Nenek, kemudian ia melepaskan pelukan Richie dan genggaman tangannya. Nenek berdiri membelakangi cucunya.
"Aku sudah menyetujuinya, sekarang pergilah!" Nenek berkata tanpa menatap wajah Richie.
Richie menatap sang Nenek dengan begitu sendu. Sejujurnya ia ingin sang Nenek lah yang melamar kan Dea untuknya. Tapi hati neneknya belum sepenuhnya luluh. Richie hanya bisa menerimanya, setidaknya Nenek sudah memberikan restunya. Dan mungkin hati neneknya akan luluh seiring berjalannya waktu.
***
Setelah mendapatkan restu dari sang Nenek, Richie memutuskan kembali ke Singapore. Ia akan melamar Dea dengan mengajak Uncle Gemal dan Auntie Rebecca, serta keluarga lainnya.
Richie sengaja tidak memberitahu Hye jin ketika ia kembali ke Singapore. Ia tahu perasaan gadis itu begitu sakit karena dirinya. Richie tidak ingin menambah luka hati Hye jin.
Di sisi lain, Hye jin masih menahan luka hatinya ketika mendengar pernyataan dari Richie. Namun ia juga ingin mendengar alasan Richie secara detailnya lagi.
Ia kembali mengusap air matanya dan memantapkan hatinya untuk menemui Richie.
Pelan, Hye jin membuka pintu kamarnya. Kakinya melangkah menuju kamar Nenek. Hye jin berpikir Richie berada di kamar Nenek.
"Nenek... " Hye jin mendekati Nenek yang termenung di sofa kamarnya. Nenek menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya di punggung sofa. Ia membuka matanya dan menatap Hye jin yang memasuki kamarnya. Rasa bersalah kembali menyerang hati Nenek kala melihat Hye jin yang nampak sembab.
"Kemarilah, Nak," pinta Nenek. Ia menepuk sofa di sampingnya. Hye jin tersenyum dan menuruti nenek untuk duduk di sampingnya.
"Maafkan Nenek, Hye jin. Nenek tidak bisa menahannya untuk berada di sisimu," ucap Nenek sedih.
Hye jin memeluk Nenek. Ia tidak tega melihat Nenek terlihat sesedih itu.
"Nenek tidak salah. Seharusnya Hye jin memikirkan tentang perasaan Richie. Hati Richie bukan untuk Hye jin, Nek. Walaupun nanti kami menikah, kami tidak akan bahagia, Nek. Nenek jangan lagi bersedih, Hye jin tidak apa-apa. Hye jin menghargai keputusan Richie, Nek," ucap Hye jin.
Nenek semakin memeluk Hye jin. "Maafkan Nenek, Nak."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
2023-07-28
0
Rosy
wah...sepertinya hidup Richie akan penuh perjuangan nih untuk mendapatkan hati Dea gadis yg sangat ia cintai....
2022-07-18
1
Vita Zhao
aduh richie kamu sungguh nekat rela berbohong demi mendapatkan restu nenekmu, meskipun nenekmu akan membenci Dea dg kejadian itu🥺
2022-07-18
1