Bertemu Arsen

Hari ini, tepat satu Minggu Richie dan Dea menjadi pasangan suami-istri. Namun tidak ada raut kebahagiaan di wajah Dea. Ia masih saja bersikap ketus kepada suaminya itu. Bahkan mereka juga tidur terpisah.

Richie tidak mempermasalahkan semua itu. Dea sudah menyetujui pernikahan ini dan mau hidup bersamanya pun menurutnya sudah lebih dari cukup. Untuk membuat Dea jatuh cinta padanya itu akan menjadi tantangan untuknya.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Richie ketika Dea baru saja datang ke meja makan. Saat ini mereka tinggal di apartemen Richie atas permintaan Richie. Dan Dea menyetujuinya. Jelas saja Dea setuju, karena Dea tak ingin keluarganya tahu jika mereka saat ini pisah kamar.

Dea tak menjawab sapaan Richie. Ia langsung duduk dan menikmati sarapan paginya yang sudah Richie siapkan untuknya.

Ya, selama mereka menjadi suami-istri, Dea tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. Apalagi memasak untuk Richie. Richie lah yang selalu membuat sarapan untuk mereka. Sementara pekerjaan rumah lainnya akan ada pelayan yang akan datang setelah mereka berangkat bekerja.

"Maaf, Sayang. Sepertinya besok Aku harus ke luar kota untuk proyek besar yang akan berlangsung dengan perusahaan GM Groups, jadi untuk sarapan Kau bisa memesannya lewat aplikasi." ucap Richie.

Seketika membuat Dea menghentikan kunyahan nya dan menatap Richie. "Kau tidak perlu khawatir, Aku bisa membuat sarapan ku sendiri," ucap Dea datar.

"Benarkah? Apa suatu saat Kau juga akan membuatkan ku sarapan? Aku ingin sekali mencicipi masakan mu, Sayang." ucap Richie menggoda. Sejujurnya dia juga ingin sekali menikmati masakan Dea.

Namun Dea malah menatapnya tajam dan membuat Richie terkekeh di buatnya. Sungguh menurutnya Dea begitu galak, namun justru itulah yang selalu membuat Richie merindukan istrinya itu.

"Aku berangkat," ucap Dea setelah menyelesaikan sarapan paginya.

"Kenapa buru-buru? Tunggulah sebentar, Aku akan mengantarmu, Sayang," ucap Richie.

Dea tak menyahut, tapi ia menunggu Richie di depan pintu apartemen. Hari ini memang perusahaan miliknya akan bekerjasama dengan perusahaan milik Richie. Dan nanti juga akan ada Uncle Gemal dan Papa Arya yang akan hadir. Jadi Dea tidak ingin mereka tahu jika pernikahannya dengan Richie sebenarnya tidak seperti pernikahan pada umumnya.

***

Sampai di kantor, mereka berjalan beriringan. Tangan Richie meraih tangan Dea dan menggenggamnya. Tak ada perlawanan dari Dea. Richie tahu, istri arrogant nya itu pasti tidak akan menolaknya karena saat ini Papa Arya dan Uncle Gemal ada di kantor ini. Richie akan memanfaatkan peluang untuk bisa berdekatan dengan Dea.

"Selamat pagi Papa, Uncle," sapa Richie saat memasuki ruangan meeting. Tangannya masih setia menggandeng tangan Dea.

Melihat Richie yang menggandeng tangan Dea, membuat Papa Arya dan Uncle Gemal tersenyum bahagia. Ternyata tidak sia-sia mereka menikahkan Richie dan Dea. Mereka selalu mendoakan kebahagiaan untuk Dea dan Richie.

"Pagi, Nak. Kalian mesra sekali," celetuk Uncle Gemal.

"Jelas saja mereka mesra. Pengantin baru," sahut Papa Arya sembari mengedipkan sebelah matanya tertawa.

Sementara Dea menundukkan kepalanya merasa malu. Perlahan ia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Richie. Namun sayangnya Richie malah semakin mengeratkan genggaman tangannya. Hingga tak ada celah lagi untuk Dea melepaskannya.

Akhirnya perusahaan keduanya kini telah bekerjasama. Dan kini banyak sekali alasan mereka berdua untuk sering bertemu.

Dea kembali ke ruangannya setelah menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan Richie.

Tangannya tak hentinya memijat pelipisnya mengingat bahwa dirinya akan sering bertemu dengan Richie selain d apartemen.

Untungnya hari ini Richie ada meeting dengan perusahaan lainnya, sehingga ia memiliki sedikit waktu untuk sendiri tanpa suaminya.

"Selamat pagi, Nona Dea," sapa Celine.

"Hemm," jawab Dea membuat Celine memperhatikan wajah Dea yang nampak di tekuk.

"Kenapa Anda terlihat begitu masam, Nona? Apakah semalam Tuan Richie membuat Anda terlalu lelah, Nona?" tanya Celine membuat Dea seketika menatapnya tajam, membuat Celine terkekeh.

"Lebih baik Kau kembali bekerja ke menjamu sana, Celine. Aku tidak ingin Kau menggangguku dengan pertanyaan konyol mu itu," ucap Dea sembari membuka laptop yang ada di depannya.

"Maaf, Nona," ucap Celine menyadari suasana hati Dea yang memang sedang tidak baik. "Tapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa Tuan Abraham memajukan pertemuan menjadi siang ini."

"Apa? Bagaimana bisa? Kenapa mendadak sekali?!" seru Dea.

"Itu karena Tuan Abraham ada kepentingan yang tak bisa di tinggalkan lusa. Jadi beliau mempercepat pertemuan kita." jelas Celine. Membuat Dea frustasi.

Dea memperhatikan jam tangannya yang menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dan dia juga belum mempelajari tentang yang akan mereka bahas dalam pertemuan nanti. Sementara pukul satu siang mereka sudah harus bertemu.

"Siapkan semua berkas yang akan ku pelajari, Celine. Tidak ada waktu lagi."

"Baiklah, Nona. Secepatnya akan saya persiapkan," ucap Celine patuh dan segera pergi ke mejanya mengambil berkas yang akan Dea pelajari untuk pertemuan siang ini.

***

Kini sudah pukul setengah satu siang. Dea mengajak Celine untuk menuju mobilnya dan berangkat ke restoran yang akan menjadi tempat pertemuannya nanti.

Tapi Dea menepuk keningnya ketika menyadari bahwa Richie membawa kunci mobilnya. Suaminya lupa untuk memberikan kuncinya tadi.

"Bagaimana ini, Nona?" tanya Celine karena waktu terus berjalan.

"Cepat suruh sopir menyiapkan mobil kantor untuk kita. Tidak ada waktu lagi, Celine," perintah Dea.

"Baiklah, Nona."

***

"Celine, Kau harus belajar menyetir agar jika ada pertemuan mendadak seperti sekarang ini Kau bisa di andalkan," ucap Dea.

"Baiklah, Nona. Saya akan belajar menyetir mobil nanti."

"Bagus." Dea tersenyum. Sekertarisnya itu memang handal. Dan sekarang Celine harus serba bisa melakukan semuanya termasuk menyetir mobil.

Tak berapa lama kemudian mobil mereka telah sampai di restoran yang menjadi tempat pertemuan. Dea segera turun dan berjalan terpogoh-pogoh di ikuti Celine di belakangnya.

Salah seorang asisten Tuan Abraham sudah menunggu di depan restoran dan menunjukkan arah dimana pertemuan siang ini.

"Silahkan, Nona. Tuan Abraham sudah menunggu," ucap asisten Tuan Abraham.

Dea tersenyum mengangguk dan segera mengekori di belakangnya. Hingga sampailah mereka di sebuah ruangan yang terdapat pintu khusus.

Dea dan Celine segera masuk kedalam sana. Tuan Abraham berdiri dan menghampiri Dea untuk berjabat tangan dengannya.

"Selamat siang, Nona Dea."

"Selamat siang, Tuan Abraham."

"Silahkan duduk."

Dea mengangguk singkat mengiyakan. Namun ia di buat terkejut kala melihat sosok dua pria yang begitu ia kenal.

"Arsen?"

Salah satu pria itu adalah Arsen. Pria yang telah menjadi rekan bisnisnya bahkan hingga saat ini. Semenjak insiden waktu itu Dea memang tidak pernah lagi bertemu dengan Arsen. Pria itu seperti menghilang bak di telan bumi saja. Namun sekarang Dea malah bertemu kembali tanpa di duganya.

"Hai, Dea. Lama tak berjumpa." sapa Arsen tersenyum.

Dea hanya tersenyum simpul tanpa bersuara. Ia mengajak Celine untuk duduk di sebrang tempat duduk di antara para pria itu. Merasa begitu canggung dan tidak nyaman. Jika sampai Richie mengetahuinya, pasti akan menjadi masalah besar. Sebab, Richie begitu tak menyukai Arsen dan selalu melarangnya untuk bertemu Arsen.

***

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

eh..kenapa Dea jadi canggung dan tidak nyaman saat bertemu arsen karena Richie tidak mengetahuinya...kan itu pertemuan bisnis bukan sengaja janjian...apa jangan2 Dea mau menjaga hati Richie takut Richie cemburu ya...🤭🤭
Dea ..Dea .jangan terlalu benci sama Richie karena beda antara benci dan cinta itu sangat tipis...😄😄

2022-08-05

2

Vita Zhao

Vita Zhao

wah udah nikah ajah dea sama richie, aku kan gak tau acara pernikahannya, aku nggak diundang sama dea dan richie🤭.

sabar richie ayo semangat buat dea jatuh cinta sama kamu🤗.
tapi sebernarnya dea itu cinta sama kamu cuma dea takut gagal dan malah patah hati

2022-08-04

1

Widi

Widi

Dea itu sebenarnya cinta sama richie, cuma cinta nya tertutup oleh rasa takut, takut patah hati mungkin

2022-08-04

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!