Menyetujui Pernikahan

Setelah beberapa saat keheningan, Dea pun akhirnya membuka suara.

"Hye jin. Untuk kejadian siang tadi, Aku ingin meminta maaf kepadamu. Sungguh Aku tidak tahu jika Richie adalah tunanganmu. Aku terus saja menolaknya, tapi dia...."

"Ku mohon, Dea. Jangan pernah lagi untuk menolak Richie. Dia adalah pria yang baik. Dia begitu mencintaimu hingga tak ada lagi celah untuk ku memasuki hatinya. Menikahlah dengannya, Dea," pinta Hye jin.

"Tapi Aku tidak memiliki perasaan terhadap Richie, Hye jin. Aku tidak mau menikah dengannya," ucap Dea tersenyum getir. Bagaimana mungkin ia akan begitu tega menikah dengan Richie sementara dia sangat tahu jika sebenarnya Hye jin begitu mencintai Richie.

Hye jin menggenggam tangan Dea dan menatapnya. "Kumohon, Dea. Menikahlah dengan Richie demi Aku. Jika nanti Kau tidak menikah dengan Richie, Nenek pasti akan bersikeras untuk menikahkan kami. Jika itu terjadi, maka Aku akan sangat menderita karena Richie sama sekali tidak pernah mencintai ku, " ucap Hye jin dengan tatapan memohon.

"T-tapi, Kau mencintai Richie," ucap Richie dengan pandangan tertunduk.

"Tapi Richie mencintaimu, Dea. Selama Aku bertunangan dengannya, dia sama sekali tidak pernah menganggap ku ada. Dia selalu bersikap dingin kepada ku. Dan Aku tidak ingin terjebak dalam suatu hubungan yang menyakitkan dengan Richie. Tolong menikahlah dengan Richie." bujuk Hye jin sekali lagi.

Dea masih terdiam. Ia bukanlah seseorang yang begitu tega merebut pria milik orang lain. "Maaf, Hye jin Aku...."

"Aku tidak menerima penolakan. Ku anggap Kau sudah menyetujui pernikahan ini. Kalian pasti akan bahagia, Dea. Aku harus segera turun. Aku sudah memesan tiket untuk kembali ke Korea malam ini juga. Aku tidak ingin meninggalkan Nenek sendirian." Hye jin mulai berdiri. "Sampai jumpa, Dea," ucap Hye jin yang kini sudah mulai meninggalkan kamar Dea.

Dea terdiam. Ia hanya mampu menatap tubuh Hye jin yang perlahan mulai menghilang dari kamarnya.

Dea semakin merasa bersalah. Tidak seharusnya Richie melepaskan gadis sebaik Hye jin hanya demi dirinya.

Dea memutuskan untuk melangkah keluar dan mengejar Hye jin. Namun ia begitu terkejut kala mendapati Richie yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.

"Kau.... Mau apa Kau kemari," ketus Dea.

"Aku hanya ingin mengatakan bahwa Aku akan mengantar Hye jin ke bandara," ucap Richie.

Dea terdiam. "Kenapa Kau harus mengatakannya kepada ku?"

"Ya karena Kau adalah calon istri ku, makanya Aku berpamitan kepada mu." Richie mengedipkan sebelah matanya menggoda Dea.

"Dasar pria gila! Sudah kubilang Aku tidak akan menikah dengan mu!"

"Kau tetap akan menikah dengan ku, Dea. Apa Kau tidak kasihan dengan Paman Arya dan Bibi Zara? Apa Kau ingin mengecewakan mereka? Lihatlah di sosial media. Entah siapa yang menyebarkannya, tapi berita tentang kita malam itu telah terendus media." ucap Richie membuat Dea terkejut.

Seharian ini memang Dea malas untuk memegang ponselnya.

"A-apa?"

"Turunlah ke bawah. Dia sana ada keluarga ku yang akan membahas tanggal pernikahan kita." Richie perlahan memegang tangan Dea saat gadis itu masih tercenung. Dan tidak ada perlawanan seperti biasanya.

"Percayalah padaku, Dea. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Dan untuk Hye jin, Kau sudah mendengar sendiri kan, kalau dia menyetujui kita menikah."

Dea tampak berpikir. Tatapannya menatap lurus ke arah Richie.

"Baiklah, Aku akan menikah dengan mu. Tapi Aku menyetujuinya bukan karena Aku mencintaimu, melainkan karena Aku menyayangi keluargaku. Aku ingin membalas budi tentang semua kebaikan keluarga ini kepadaku. Jadi Kau jangan pernah salah sangka!"

Richie tak percaya mendengarnya. Dea akhirnya menyetujui pernikahan ini. Richie begitu senang. Ia tidak perduli dengan alasan Dea menyetujui pernikahan ini. Richie yakin jika dia pasti akan bisa membuat Dea jatuh cinta padanya nanti.

Richie refleks langsung memeluk Dea dengan eratnya. Membuat Dea mematung terkejut dengan pelukan Richie.

"Terimakasih karena sudah menyetujui pernikahan ini."

Dea terdiam. Ada gejolak dalam hatinya merasakan pelukan Richie. Jantungnya berdegup kencang saat ini. Tak ingin larut dalam sebuah perasaan, Dea segera menjauhkan tubuhnya dari pelukan Richie.

"Jangan lancang memeluk ku, Richie! Cepat antar Hye jin ke bandara, dia pasti sudah menunggumu," ucap Dea dan segera membalikkan badannya dan segera memasuki kamarnya.

Richie tersenyum menatap punggung Dea yang menghilang dari balik pintu kamar Dea. Ia merasa lega, walaupun akhirnya ia akan tetap menikahi gadis pujaannya, setidaknya Dea kini telah menyetujui pernikahan mereka yang selalu Dea tolak.

"Tunggu Aku, Dea. Aku akan segera kembali," ucap Richie yang suaranya sedikit ia keraskan, agar Dea mendengarnya. Kemudian Richie segera turun dan akan mengantar Hye jin ke bandara.

"Dasar pria gila," umpat Dea di iringi dengan senyum tipis.

Dea berjalan ke kamar mandi dan mencuci wajahnya agar terasa segar. Ia memutuskan untuk turun bertemu dengan keluarga Richie.

***

"Mana Dea, Richie? Bukankah Kau ke kamarnya untuk mengajaknya turun?" tanya Rebecca dan di angguki oleh semuanya.

Jelas sekali terlihat binar kebahagiaan dari wajah Richie. Berbeda dari sebelumnya ketika ia hendak menaiki tangga menuju kamar Dea.

"Iya, Auntie. Dea sedang mempersiapkan diri untuk bertemu dengan kalian." ucap Richie dengan senyum yang mengembang.

Hye jin hanya bisa menatapnya sendu. Gadis itu yakin jika Dea pasti sudah menyetujui menikah dengan Richie. Ia terluka, tapi ia juga bahagia ketika melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Richie.

"Yasudah, kalau begitu cepat Kau antarkan Hye jin ke bandara. 30 menit lagi pesawat akan take off," perintah Uncle Gemal.

"Baik Uncle," ucap Richie patuh.

Hye jin dan Richie pun segera keluar dari rumah menuju mobil Richie. Dengan cepat dan hati-hati Richie mengemudikan mobilnya menuju bandara, ia tidak ingin Hye jin sampai ketinggalan pesawat.

Tak berapa lama mobil Richie pun sampai di Bandara. Keduanya turun.

Richie mengantarkan Hye jin hingga ke dalam. Tidak ada percakapan antara mereka berdua dari rumah Arya hingga bandara. Richie menjalankan perintah Auntie dan Uncle nya untuk mengantarkan Hye jin hingga pesawat landing.

"Richie," panggil Hye jin.

Richie menatap Hye jin yang kini menatapnya dengan senyum.

"Ada apa?"

"Aku memiliki sebuah permintaan padamu sebelum Aku kembali ke Korea."

"Permintaan?"

"Ya. Aku ingin kita berteman seperti sebelum kita di jodohkan. Bisakah itu, Richie?" Hye jin bertanya dengan penuh harap.

Richie terdiam menatap Hye jin. Memang sejak perjodohan dirinya dan Hye jin, pertemanan keduanya menjadi terputus.

'Hanya berteman saja, tidak ada salahnya kan?' ucap Richie dalam hati.

Lalu Richie tersenyum mengangguk. "Baiklah, Hye jin. Tapi ini hanya pertemanan, karena Kau tahu sendiri kan, kalau Aku akan segera menikahi Dea," ucap Richie.

Hye jin tersenyum mengangguk. "Tentu, setidaknya selain kita kerabat, kita juga berteman. Itu sudah lebih dari cukup bagiku. Aku juga mendoakan kebahagiaan mu dan Dea," ucap Hye jin tulus.

Lalu mereka berjabat tangan sebelum Hye jin menuju pesawat ketika panggilan penumpang sudah di infokan.

Setelah pesawat yang ditumpangi Hye jin take off dari landasan, Richie segera kembali ke rumah Papa Arya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan gadis pujaan hatinya.

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

meskipun awalnya Dea terpaksa menikah dg Richie tapi aku doakan semoga Richie bisa membuat Dea jatuh cinta padanya karena dari awal Dea memang sudah punya rasa itu tapi Dea hanya gengsi mengakuinya ...

2022-08-05

0

Vita Zhao

Vita Zhao

ciee seneng ya richie bentar lagi mau menikahi wanita pujaanmu🤗

2022-08-03

0

Uciha Naruto

Uciha Naruto

lanjut Kak

2022-08-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!