~Dikelompok 2 as kelompok anya~
Anggota kelompok anya:
Rama
Keenan
Gilang
Farhan
Fianz
Raki
Saras
Sofia
Anya
Jina
Lastri
Gladis
"Ini kemana sih arahnya"ucap keenan bingung saat membaca arah peta.
"Terbalik itu"ucap saras dengan ekspresi kesal.
"O..oh oke"setelah itu keenan langsung memutar arah peta yang terbalik.
"Oke kita belok kanan"ucap keenan yang bertugas sebagai penunjuk arah.
Anggota kelompok pun hanya ikut ikut saja sesuai dengan petunjuk yang keenan ucapkan.
Mereka saat ini tengah melewati ruang seni tari yang terkenal akan keangkerannya akibat suara gamelan yang sering terdengar ketika menjelang jam 17.00-17.24 konon katanya pada jam tersebut terdapat seorang gadis penari yang tengah mengikuti kegiatan latihan tari menjelang acara lomba tahunan sma negeri lembanyu tapi ia meninggal dunia gantung diri dengan sebuah selendang merah tanpa kejelasan kenapa ia melakukan bunuh diri.
~back to story
Wushh!
Kelompok anya merasakan sepertinya angin berhembus lumayan kencang melewati mereka,hal tersebut membuat mereka merasa merinding.
Mereka pun segera bergegas mempercepat langkah mereka melewati ruang tari tersebut,tapi rama melihat sebuah lencana yang tergantung disebuah tiang didalam ruang tari tersebut akhirnya ia pun segera menghentikan langkah teman temannya.
"Berhenti ada lencana didalam ruangan!!!"teriak rama membuat langkah yang lain terhenti.
"Serius ada lencana didalam?"tanya jina memastikan,rama pun membalasnya dengan anggukan sambil menunjuk kearah sebuat tiang tempat lencana tersebut menggantung.
"keenan ambil gih"ucap saras dan dibalas gelengen oleh keenan yang masih memfokuskan pandangan kearah peta.
"Ka..kalau begitu biar aku yang masuk dan mengambilnya"ucap sofia dengan yakin.
"jangan masuk"cegah anya kepada sofia,entah kenapa anya merasakan firasat buruk.
"kenapa?"tanya rama kebingungan begitupun dengan yang lain mereka menatap anya dengan tatapan meminta penjelasan.
"udah gak apa apa biar aku ambil"sofia kekeh ingin mengambil lencana tersebut.
Perlahan sofia berjalan memasuki ruangan tersebut untuk mengambil lencana yang tergantung diatas tiang.
Anya sudah mencoba melarangnya untuk kedalam tapi sofia yang bersikeras untuk masuk dan mengambil lencana tersebut.
Sofia pun sudah berhasil mengambil lencana yang tergantung diatas tiang dengan bantuan sebuah meja kayu yang lumayan rapuh,setelahnya ia mulai berjalan menuju pintu keluar untuk menemui kelompok nya untuk menyerahkan lencana tersebut.
Saat tersisa beberapa langkah lagi agar dia sampai dipintu,tiba tiba...
Brak!
Pintu tersebut langsung menutup dengan kencang membuat sofia terjebak didalam.
"Aaaaa teman teman tolong aku!!!"teriak sofia histeris dari dalam karena melihat sesuatu berwarna merah terbang kearahnya membuat ia ketakutan.
Sementara yang diluar juga mulai merasa cemas dan khawatir kalau terjadi sesuatu dengan sofia ditambah lagi teriakan sofia membuat mereka semakin khawatir dengan keadaannya.
"Dobrak pintunya!!!"usul lastri dan diangguki oleh 6 orang laki laki yang ada didalam kelompok.
"te..teman teman..."tiba tiba keenan memanggil teman temannya membuat anya dan yang lainnya menoleh kearah keenan.
"kenapa?"anya bertanya dengan raut wajah kebingungan yang kentara.
"lihat peta ini,ruang tari disini harusnya gak ada lencana sama sekali,yang ada lencana dipeta kita ini cuma ruang badmintoon,basket,volly,ruang kelas XIl ipa dan ips,serta ruang pentas drama ruang tari gak terdaftar disini"ucap keenan sambil menunjukkan titik titik merah dipeta yang menunjukkan letak lencana.
"sial"gerutu anya ketika menyadari apa yang kini sedang terjadi.
"dobrak pintunya cepat!"perintah anya dan diangguki yang lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments