GI:pantangan

tak terasa waktu dengan cepat belalu hari kini sudah sore,langit menampakkan semburat oranye dilangit.

anya sudah terbangun beberapa saat yang lalu,kini ia tengah bersiap siap untuk kembali lagi kesekolah.

tak butuh waktu lama untuk bersiap siap setelah seleseai anya,jina,dan lastri pergi berangkat bersama kesekolah dengan berjalan kaki sekalian berolah raga.

kini anya sedang berada disekolahnya bersama Lastri dan jina,serta murid murid lainnya.

saat ini mereka tengah berada didalam asrama bersama kelompok mereka (kasurnya misah).

"Kapan acaranya dimulai udah lemes banget aku ini pren"ucap saras salah seorang anggota dari kelompok Anya.

"Mohon perhatian semuanya"ucap alvero yang membuat seluruh murid mengalihkan atensinya kearah alvero yang berdiri diambang pintu.

"Jadi gini sebelum acara dimulai ada 6 peraturan penting buat kalian yang gak boleh dilanggar karena itu pantangan"ucap sena dengan nada dingin tak bersahabatnya

"1.jangan memasuki menara hitam di arah barat apalagi perpustakaan nya

2.jangan memasuki lantai tiga gedung sekolah apalagi kelas 11 MIPA 2

3.jangan pakai baju merah kesekolah

4.jangan memasuki hutan dibelakang sekolah

5.jangan memasuki area kolam renang diarah selatan

6.setiap bulan nya tanggal 15 jangan ada yang datang kesekolah oke sekian dan terima kasih harap patuh jangan coba coba penasaran"ucap vero yang seakan tau kalau beberapa murid akan penasaran sehingga ia terlebih dahulu mewanti wanti mereka agar mengurungkan niatnya.

'kayaknya ada yang agak gak beres ehh ralat emang ada yang gak beres pantangan pantangan yang gak boleh dilanggarnya kok kayak aneh gitu sih'batin anya kebingungan setelah mendengar ucapan alvero kakel sekaligus osis sekolahnya itu.

"Oke kita lanjut ke acara nya"ucap devan dan diangguki seluruh murid dengan antusias kecuali anya yang masih larut dalam pikirannya bersama dengan pendapat pendapatnya yang muncul secara tiba tiba.

"hei gadis kecil ayo buruan kelapangan yang lain udah duluan jangan ngelamun mulu nanti kerasukan baru tau"ucap devan menyadarkan anya dari lamunannya.

"Hai hei hai hei saya punya nama!"ucap anya dengan tatapan jengkel yang diarahkan kearah devan.

"Apa?! Nantangin?!by one dek!"ngegas devan dengan jari tengah yang mengarah pada anya.

"Stress"gumam anya pelan namun masih dapat didengar oleh devan.

"Serius gak apa apa demi alex gak ngapa ngapa gak ngapa ngapa"ucap devan dengan mengusap air mata imajinasi nya.

Pakh!

Anya memegang pundak kiri devan dengan tangan kanannya meski begitu tubuhnya tetap menghadap kearah pintu,tanpa berniat melihat devan.

"saya tau anda gila tapi tolong hargai yang waras"ucap anya lalu melepaskan tangannya dari pundak devan lalu beranjak menuju pintu keluar menyusul jina dan lastri yang sudah meninggalkan dirinya.

"Pliss cobaan apa lagi ini kenapa mendapatkan adkel model begini,dah 4 kali gue diginiin sama adkel kalau gini caranya pen berhenti aja gue jadi Anggota osis"ucap devan meratapi nasibnya yang sudah menjadi bahan bullyan adek kelasnya(ngerasa terbalik gak seh?iya emang sengaja dibuat terbalik soalnya bosen gitu tiap baca cerita tema sekulah selalu aja kakel yang bully adkel makanya sekali kali yekan adkel yang bully kakel biar gak bosen:v)

Akhirnya devan pun segera beranjak dari posisinya menuju pintu keluar,tak butuh waktu lama ia sudah sampai dilapangan yang saat ini sudah dipadati oleh para murid.

Ia cepat sampai karena lapangan dengan asrama kelompok anya tak jauh hanya melewati 4 lorong kelas,3 putaran,5 tanjakan,7 perempatan,2 pertigaan, melewati rawa buaya,lalu jatuh kejurang matekk (oke canda :v)

~Back to story~

Setelah sampai devan pun beranjak ke tempat teman teman yang lainnya (anggota osis).

"Mobil van lama amat dah daritadi kok kagak balik balik nyasar kemana sih"tanya vero bingung kala melihat devan yang baru balik padahal para anggota osis lain sudah berkumpul lebih awal.

"Gak ngapa ngapa cuman abis dari toilet"ucap devan menutupi apa yang terjadi padanya ketika dikerjai para adkel,biasa gengsi tinggi melewati batasan langit yang penuh awan biru sampai menembus angkasa oke gak lagi ngelawack :^

"Biasa adkel ngerjain"ucap Albert yang entah datang darimana langsung ngikut nimbrung.

"Heh heh heh!!! Itu aib jan asal sebar mau ditaruh dimana muka saya yang ganz melebihi anda itu"ucap devan ngegas sambil berkacak pinggang menatap tajam albert.

"dikaki"jawab albert asal dan berakhir dengan mulutnya yang tersumpal kerupuk.

"Ngiming jan asal ya Ferguson nanti we tendang kemars juga lu"ucap devan memandang kesal kearah albert yang masih duduk adem anyem mengunyah kerupuk yang devan sumpalkan kemulutnya tadi,dengan wajah b aja lebih tepatnya tanpa ekspresi yang mirip minta dilempar pakai palu.

"Lumayan bisa jual soto disana sapa tau dapat uang banyak lumayan kan sapa tau alien yang beli bayar pakai batu batuan yang berguna mungkin punya unsur emas dll kan bisa terkenal juga gue karena jual soto dimars sekaligus menemukan mata uang alien si makhluk asing dan mayan juga bisa ketemu alien disana"ucap albert menanggapi ucapan dari devan.

"Sumvah lu bukan prend saya"sahut devan.

"Sejak kapan juga kita jadi teman"ucap albert acuh.

Jderr!

Sebuah panah imajinasi menusuk hati devan "tega amat lu"ucap devan dengan wajah yang dibuat Seolah olah menyedihkan dan butuh dilempar sapu ;)

"Berisik elah gak konsen nih gue belajar!!!!kalau mau ribut pergi sana ketempat adu tinju bertumbuk klean dua dugong disana!!!!"ucap nirmala negegas, karena ia yang sedari tadi mengerjakan tugas jadi tidak fokus karena perdebatan kedua orang didepannya.

Sedangkan devan langsung diam karena ia tahu semengerikan apa nirmala bila mengamuk bahkan amukannya sangat menyeramkan melebihi kurama yang mengamuk dicerita anime naruto.

Albert?jan ditanya dia malah tetap diam, adem anyem,muka kek gak ada rasa salah,gak ada niatan minta maaf,gak juga ada niatan untuk diam malah duduk sambil bolak balik halaman buku sampe berisik,spek spek orang minta dilempar pake sendal jepit gitulah👀✌️.

Nirmala yang sudah tertekan hanya bisa segera pergi kedalam ruang osis untuk mengerjakan tugasnya agar otaknya bisa lebih tenang dan tugasnya segera selesai.

Para murid?jan ditanya mereka sudah pergi mengerjakan tugas untuk mencari setiap lencana yang ada didalam sekulah dengan mengikuti peta yang sudah diberikan kepada masing masing kelompok (mirip mirip jurit malam gitulah tapi ini disekulah☺️).

Terpopuler

Comments

나의 햇살

나의 햇살

aku juga ngerasa ada yg gk beres sama peraturannya apalagi yg ke 6 masa gk boleh datang ke sekolah setiap tanggal 15 tiap bulan , kyk ada tumbal kalau datang ditanggal itu

2022-08-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!