Tiba tiba...
Tiba tiba saja ada sebuah sosok menyeramkan dengan rambut berantakan menggantungkan kepalanya diatas mobil dan rambutnya menjuntai mengenai kepala zefanya hal itu tentu saja membuatnya terkejut walaupun sudah terbiasa tetap saja dengan kemunculan sosok sosok tak kasat mata yang terkadang tiba tiba tentu saja ia tetap terkejut.
"ada apa"tanya adnan yang baru datang ketika melihat ekspresi terkejut yang terpampang jelas diwajah putrinya itu.
"Gak apa apa"ucap zefanya singkat lalu langsung mengangkat barang tersebut dari dalam bagasi lalu langsung menutup pintu bagasi dan pergi meninggalkan adnan yang sedikit kebingungan.
Hantu tersebut yang tadi dengan isengnya menjahili zefanya menggunakan wajah seramnya.
kini ia mengikuti zefanya masuk kedalam rumah dengan jahilnya sesekali ia memainkan rambutnya zefanya dan menanyakan banyak hal yang membuat zefanya kesal bukan main,hantu itu pun saat ini masih mengikuti zefanya hingga kedalam kamar bahkan ketika ia mengangkat kotak berat kearah dapur hantu tersebut masih mengikutinya.
Hal tersebut tentu saja membuat zefanya jengkel "bisa berhenti mengikuti aku!"bentak zefanya kesal.
dion yang sedang berada dibelakang zefanya pun sampai terkejut ketika mendengar bentakannya.
"Maksud lo apa hahh ngebentak bentak segala"ucap dion dari arah belakang zefanya.
"Ehh nanti aku bisa jelasin tu..."terlambat dion sudah pergi dari hadapan zefanya dan menghilang dibalik tembok,meninggalkan zefanya yang masih terdiam menatap kearah tempat dion menghilang.
Dion pov
Saat sedang berbincang bincang dengan kakek dan nenek dari keluarga ibu tiriku aku melihat zefanya yang sepertinya sedang kesusahan membawa barang.
Akhirnya aku mengejar dia untuk membantunya membawa barang tersebut,aku pun segera bergegas pergi ke adik tiriku itu Setelah melihat dia yang mulai berjalan dan perlahan menghilang dibalik tembok.
Namun ketika aku sudah ada tepat dibelakangnya dan baru akan mulai berbicara dia langsung berbicara dengan nada yang tinggi atau mungkin lebih tepatnya membentak.
"bisa berhenti mengikuti aku!"bentaknya
Hal itu tentu saja membuat ku sedikit kaget "Maksud lo apa hahh ngebentak bentak segala"aku yang tak sempat mengontrol emosi Langsung mengucapkan kata kata itu dengan nada yang tak kalah tinggi juga.
Aku langsung menyadari kesalahan yang baru saja kulakukan karena tak ingin masalah semakin besar aku memilih untuk pergi dari sana dan mencoba menenangkan emosiku dahulu.
Entahlah yang aku rasakan saat ini adalah perasaan emosi,perasaan kecewa pada nya tapi disatu sisi aku lebih kecewa dengan diriku, perasaan itu bercampur menjadi satu.
Aku emosi karena dia tidak menghargai niat baik yang ingin kulakukan untuk membantunya,aku kecewa padanya apa sesulit itukah memberikan aku satu kesempatan untuk memperbaiki segalanya? tapi aku sadar ini memang kesalahan ku yang lebih dahulu menghancurkan semuanya,aku juga kecewa pada diriku kenapa malah tidak bisa mengendalikan emosi ku.
Dion pov end
Sementara itu disisi zefanya ia masih tetap terdiam melihat kepergian abang tirinya itu,dalam hati ia mengutuk sang hantu yang membuat ia berada dalam kekacauan.
"Pergilah sana aku kan sudah bilang akan membantumu nanti kenapa kau malah terus terusan mengikuti aku"kesal zefanya apalagi ketika melihat wajah dion saat pergi yang menyiratkan emosi dan kecewa padanya,hal itu tentu membuat zefanya merasa bersalah.
"Maaf"ucap hantu tersebut lalu bergegas pergi dengan cara menembus dinding.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments