GI:Dipindahkan #1

Kini anya,jina,dan dean sedang dalam perjalanan pulang dengan menggunakan mobil jina yang disupiri oleh dean.

"anya jangan pulang dulu ya mampir dulu kerumah,kita main dulu ya?main apa aja gitu atau mungkin skincare-an dulu?nonton drakor?"bujuk jina ketika mengetahui kalau Anya ingin langsung pulang kerumah saja.

"udahlah jina biarkan aja Anya kan mau pulang kok lu larang larang"sahut dean dari kursi pengemudi.

"shut diam ini urusan para cecan bukan cowok jelek kayak kau"ucap jina ngegas.

Dean seketika marah karena dibilang cowok jelek namun saat akan melampiaskan amarahnya ia mengurungkannya karena itu akan percuma yang ada dia diaduin ke ayahnya dan kena siraman rohani, akhirnya ia pun memutuskan untuk fokus menyetir saja.

"gak bisa gue udah ditelpon teus nih suruh pulang"ucap anya sambil menunjukkan layar hpnya yang terdapat isi chat dan telpon dari mamanya dan ayah tirinya yang memintanya segera pulang kerumah.

"hahh okelah"ucap jina menghela nafas pasrah.

akhirnya mereka pun mengantarkan anya terlebih dahulu kerumahnya yang tak jauh dari rumah dean dan jina karena memang masih satu komplek perumahan.

setelah mengantar anya hingga sampai rumah,dean dan jina pun pergi menuju rumah mereka sendiri.

Anya dengan segera membuka pintu gerbang dan berjalan masuk menuju rumahnya.

Ceklek!

Saat pintu terbuka terlihat sosok pria dengan setelan jas lengkap berdiri menghalangi pintu dengan tatapan tajam yang mengarah kezefanya

"Apa lagi ini"ucapnya sambil melemparkan sebuah amplop putih kearah zefanya untung saja dengan cepat tanggap zefanya segera menghindari lemparan itu

Pria itu tak lain adalah ayah zefanya lebih tepatnya ayah sambung/ayah tiri nya.

"Udah baca kan?kalau udah ngapain nanya buang buang waktu aja"ucap zefanya acuh lalu langsung masuk kedalam rumah lalu membanting dirinya keatas sofa.

Sikap zefanya mungkin bisa dibilang cukup tidak sopan kepada ayah tirinya yang lebih tua darinya,ayah tiri zefanya ini bernama Adnan dirgantara,ya begitulah memang sikap zefanya kepada ayah tirinya.

"Kamu bisa gak sekolah dengan normal gak usah cari masalah terus"ucap Adnan mencoba menasehati dengan lembut perempuan yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya itu.

"Berisik aku cape mau istirahat"ucap zefanya lalu bangun dari acara tiduran nya disofa dan berjalan cepat kearah lantai atas tempat kamarnya berada.

"Sabar mas Anya memang begitu"ucap seorang wanita yang tak lain adalah ibu nya Anya,sambil membawa segelas kopi lalu meletakkannya dimeja.

"Iya gak apa apa aku juga sudah terbiasa kuharap kamu juga terbiasa akan sikap Dio"ucap adnan yang dibalas anggukan oleh raisya

Dio atau seorang pria bernama lengkap Dion Alaska Dirgantara anak dari Adnan Dirgantara dan mendiang Sintya Alaska Dirgantara ^_^

"Mas apa kita pindahin aja Anya kedesa ibuku"ucap Raisya memberi saran.

"Apa kamu yakin takutnya Anya down mentalnya karena dipindahkan secara tiba tiba"ucap Adnan mengkhawatirkan keadaan zefanya yang bisa saja down.

"Hufh yaudah kita pindahkan dia setelah dia lulus sekolah saja jadi nanti saat disana dia bisa langsung masuk SMA sekalian"ucap Raisya mengambil keputusan yang tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapapun.

"Yaudah aku berangkat terlebih dahulu ada meeting sama klien"ucap Adnan yang sudah pasrah akan keputusan raisya,ia lalu bersiap siap dan tak lupa mengambil tas kantor nya yang ia taruh disofa.

Terpopuler

Comments

Yani Cuhayanih

Yani Cuhayanih

Tega bener emak anaknya sendiri di ekspor ke kampung halaman....

2023-07-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!