Sudah 2 minggu lebih 2 hari sejak kejadian hari itu terjadi dion mulai menjaga jarak dari zefanya, sedang zefanya masih berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi hari itu.
"Hufh gak bisa gini terus harus segera menjelaskan"gumam zefanya meyakinkan dirinya,lalu ia pun beranjak kearah ruang tamu tempat abangnya Dion sedang bersantai lebih tepatnya bermain game.
"Bang ikut kedepan teras,aku mau ngomong"setelah mendengar hal itu Dion pun pergi menyusul zefanya yang sudah lebih dahulu berada didepan teras.
"Apa?"tanya dion singkat dengan alis yang terangkat sebelah ketika ia sudah berada didepan teras.
"Duduk"ucap anya sembari menempuk kearah kursi kosong disampingnya.
"Hmm"dehem dion lalu duduk disamping zefanya sambil memainkan gamenya.
"Maaf"ucap zefanya lirih sambil menundukkan kepalanya sedikit.
"untuk?"tanya dion mengalihkan perhatian nya dari game tersebut kearah zefanya yang masih menundukkan kepalanya.
"Maaf hari itu gue gak niat ngebentak lo bang sebenarnya gue ngebentak hantu yang gangguin gue pas lagi gue bawa barang, abisnya dia gangguin gue pake tarik tarik rambut gue makanya gue bentak eh ternyata ada lo dibelakang gue maaf ya"ucap anya menjelaskan dengan cepat, sedangkan dion terpaku mendengar penjelasan anya.
"uuuuu hantuuu"ucap dion dengan nada mengejek.
"ishh beneran loh!"kesal anya.
"halah palingan hoax doang"ucap dion sambil melanjutkan main gamenya yang tertunda.
"huhh rese yaudah kalau gak percaya"kesal anya lalu bangun dari duduknya dan berjalan masuk sambil menghentak hentakan kakinya.
"dih ngambek,udah sih gue juga udah maafin lagian itu udah lama kejadiannya"ucap dion.
"Beneran?"tanya anya membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah dion dengan cepat untuk memastikan kebenaran dari ucapan dion tadi..
Defeat!
Tiba tiba bunyi notifikasi dari game yang dion mainkan membuyarkan suasana haru yang sedang terjadi.
"Kurang gede bang volumenya"ucap zefanya sedikit menyindir dengan ekspresi yang sangat datar.
"Nyeh"ucap dion yang tau kalau anya sedang menyindirnya.
"Yaudah gue mau main lagi jan ganggu"setelah mengatakan hal itu dion bangkit dari kubur canda:") dion pun bangkit dari kursi tersebut lalu beranjak masuk kedalam rumah meninggalkan anya didepan teras sendiri.
"Bang gendong boleh kagak cuman sa..."ucap anya yang terpotong oleh ucapan dion.
"Ogah badan lu berat"ejek dion lalu berjalan memasuki rumah dengan sedikit cepat
"Dih yang minta buat lu gendong gue sampe kedalam juga sapa,gue cuman minta gendong level akun gue biar gak di elit doang tapi ke mythic kek lu atau setidaknya dibawah mythic juga boleh alias legend kek atau epic"ucap anya kesal membuat langkah Dion berhenti sejenak.
"Usaha pren"ucap dion lalu melanjutkan langkahnya dan meninggalkan anya yang tengah cemberut.
"Abang yang halal dibunuh"gumam anya kesal.
"dingin juga udaranya"ucap anya.
tangannya bergerak mengambil handphone berlogo apel digigit dengan casing berwarna ungu dari dalam saku celananya.
jarinya telunjuknya menekan aplikasi game ML yang tengah marak dimainkan oleh kalangan anak muda.
jari jemarinya bergerak lincah memain kan hero miya dan juga melakukan serangan pada pihak lawan,matanya terpaku terus menatap layar hp dan beberapa kali memperhatikan kotak yang ada dipojok layar (map).
"hachiuu hachiuu"ucap anya yang bersin bersin merasakan angin yang menyentuh kulitnya.
setelah menang dari game Anya segera menyelesaikan acara mainnya tersebut dan hendak bergegas masuk kedalam rumah.
Tiba tiba...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments