Keesokan harinya atau lebih tepatnya hari rabu saat ini anya sedang berbicara bersama sepupunya Lastri tak lupa dengan jina yang ikut nimbrung juga.
Lastri adalah anak dari bibi sara yaitu adik dari Raisya,Lastri Arletta Agathias adalah seorang gadis cantik dengan rambut sepundak dan mata bernetra coklat gelap ia adalah gadis periang dan humoris.
"Kak anya kak jina"panggil Lastri.
"Emm iya kenapa"jawab anya dan jina bersamaan sambil memakan camilan.
"Mau ikut Lastri kekebun teh gak?"tanya Lastri.
"Boleh"ucap jina setelah mengatakan itu ia pun membereskan Snack dimeja dibantu anya.
"tan jina sama anya dan Lastri ijin pergi ya,mau kekebun teh"ucap jina dan dibalas anggukan kepala oleh Raisya.
Setelah nya mereka berdua pun pergi menuju arah kebun teh.
Ditengah perjalanan menuju ke kebun teh tiba tiba anya,jina,dan Lastri melihat ada lumayan banyak warga yang tengah berkumpul mengelilingi sesuatu.
Anya,jina,serta Lastri pun bergegas kesana dan perlahan menembus kerumunan warga, setelah berhasil melewati kerumunan warga mata mereka menangkap gambaran kejadian mengejutkan yang terjadi didepan mereka Seorang gadis kecil yang tengah dipukuli oleh seorang pria tua.
Anya yakin itu adalah ayahnya sebab daritadi gadis kecil tersebut menyebut pria itu ayah.
Tanpa banyak berfikir anya pun bergegas kesana dan melindungi gadis kecil tersebut ketika ia melihat pria tua tersebut ingin menghantam kepala gadis kecil tersebut dengan sebuah balok kayu yang besar.
Bugh!
Bukan gadis kecil itu yang terkena hantaman balok kayu tapi anya karena melindungi gadis itu anya lah yang terkena hantaman balok kayu tersebut.
Gadis kecil yang tidak merasakan rasa sakit hantaman balok pun bingung karena yang ia rasakan malah sebuah kenyamanan pelukan dari seseorang, perlahan lahan ia membuka matanya dan terkejut ketika melihat seorang perempuan yang tengah memeluknya agar dia terlindung dari balok kayu tersebut.
"Kamu gak apa apa kan dek"tanya anya lalu menatap manik mata gadis tersebut.
"Hei anak kurang ajar ngapain kamu disini hahh pake melindungi anak kecil ini mau jadi pahlawan kesiangan kamu!!!"teriak pria tua tersebut pada anya.
"Mohon maaf pak sekarang masih pagi belum siang"bukan anya yang menjawab tapi jina lah yang menjawabnya.
[biasa lah jina anak spek setan kerjaannya motong pembicaraan orang dan selalu kek jelangkung datang tak diundang pulang tak diantar :v]
"Kamu lagi anak gak tau sopan santun dari mana sih kalian"teriak pria itu marah.
"Kamu?lagi? Mon maaf emang kita pernah bertemu sebelumnya ya pak owhh mungkin bapak ketemu saya di serial ikatan cinta secara saya kan artis top papan atas ya selalu jadi perbincangan hangat para netizen +62 kenalin nama saya jina artis terkenal ngalahin kpop korea"ucap jina dengan gaya alaynya.
'dia yang lakuin saya yang malu'batin anya dan Lastri sambil menatap jina dengan ekspresi wajah tertekan.
Sementara para warga yang ada disana mati matian menahan ketawa melihat kelakuan jina.
"Kamu ya bener bener kurang ajar"ucap pria itu.
"Pak bahar toh, astaga pak kok gak ada habis habisnya mukulin nandira tiap hari kasihan nandira toh pak"ucap Lastri ketika melihat wajah pria tua tersebut akhirnya ia ingat itu adalah pak bahar tetangganya.
"Kamu Lastri toh bilangin sana sama teman teman kamu itu jangan jadi sok jagoan disini"ucap pak bahar berteriak marah.
"Bapak yang salah kenapa malah jadi kami yang salah"ucap jina nyolot.
"Kamu berani sama orang tua ya gak ada hormat hormatnya"ucap pak bahar.
"Idih sorry saya hanya menghormati orang yang bisa menghormati dan menghargai orang lain secara bapak gak bisa kan jadi buat apa saya hormati bapak"ucap jina ngegas.
[Biasa abis minum gas elpiji 4 tabung :") ]
"melanggar HAM alias hak asasi manusia, melanggar aturan perlindungan anak,melakukan kekerasan terhadap anak bahkan hampir membunuhnya bapak pikir saya tidak tau kalau bapak sengaja terus menerus memukulinya agar dia mati dan nanti bapak bisa beralasan kalau fisik anak bapak lemah dan bapak khilaf gelap mata tak sadar mukulin anak bapak dan juga bapak beralasan kalau bapak gak mukul dengan kuat begitu? maaf pak terlalu klasik alasannya asal bapak tau itu termasuk pembunuhan berencana"sindir anya sembari membawa nandira ke dalam gendongannya.
"jika bapak tidak pergi sekarang dan tetap nekat saya gak segan segan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan membawa kasus ini kejalur hukum yang berlaku dan bapak bisa saja dipenjara bertahun tahun"anya pun melanjutkan ucapannya sembari menunjukkan layar hpnya yang sudah tertera nomor kepolisian setempat yang ia ketahui.
"Silahkan saja nanti saya bisa bilang pada kepolisian kalau kalian bocah bocah tengil bau kencur mencoba menculik anak saya"ucap pak bahar lalu tersenyum penuh kemenangan.
"Yakin pak?"tanya anya.
"Saya tinggal bilang saya mencoba melindungi nandira dari bapak bahar terhormat yang mencoba menyakitinya kalau kepolisian tetap tidak percaya maka sepertinya balok kayu berisi sidik jari bapak juga darah saya serta nandira yang menempel disana,luka dipundak saya,serta saksi mata ditempat kejadian alias para warga,dan juga korban yaitu nandira sudah cukup untuk bukti kejelasan bukankah begitu?"tanya anya menaikkan sebelah alisnya.
Pak bahar yang merasa bahwa kondisi sudah tidak menguntungkan untuknya pun lebih memilih untuk pergi saja dari sana.
"Awas kamu bocah bau kencur lihat saja pembalasanku nanti"ucap pak bahar lalu pergi dengan wajah merah padam menahan amarah serta tangannya yang mengepal dengan kuat.
"Kamu gak apa apa kan dek?"tanya anya.
"Makasih kakak baik"ucap nandira sambil memeluk erat leher anya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher anya seolah olah jika ia melepaskan pelukannya,maka anya akan menghilang dan membuat ia ada didalam kegelapan lagi.
"Udah jangan sedih ya"ucap anya menenangkan gadis kecil yang masih berusia 6 tahun itu dengan menepuk pelan punggungnya yang masih bergetar.
"Hiks makasih hiks"ucap nandira dibarengi dengan isak tangisnya yang semakin terdengar jelas.
mendengar suara isakan tangis nandira membuat hati anya terenyuh.
"Kita pulang aja udah yuk"ajak anya pada Lastri dan jina dan dibalas anggukan oleh keduanya, akhirnya mereka berempat (anya,jina,lastri,nandira) pun berjalan pulang dengan posisi anya yang masih menggendong nandira tak lupa mereka juga membubarkan para warga yang masih berkerumun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
나의 햇살
balasan apa??? balasan WA??? atau balasan DM dari seseorang???
2022-08-25
0