"kenapa kamu disini apa mau menyelamatkan temanmu"anya dibuat terkejut oleh kata kata yang terlontar dari mulut sofia,suaranya terdengar sangat halus dan lembut namun bagi anya itu terdengar memekakkan telinga.
"Emm iya bisakah kakak keluar dari tubuhnya"anya perlahan mencoba melakukan negosiasi agar sosok yang ia perkirakan mengambil alih tubuh sofia adalah sosok hantu penari tersebut mau keluar secara halus tanpa perlu menggunakan cara kasar.
"Sayang sekali tubuh ini akan menjadi milikku"tolak sosok hantu tersebut dengan suara yang semakin merendah membuat kesan mencekam dan mengerikan memenuhi seluruh ruangan.
Melihat penolakan dari hantu tersebut anya mulai mencari cara lain agar hantu itu mau keluar tanpa cara kekerasan,karena jika menggunakan kekerasan bisa saja akan berakibat fatal pada tubuh dan jiwa sofia yang bisa saja terluka.
"Keluar dengan cara halus maka akan aku bantu menyelesaikan atau keluar dengan cara kasar dan musnah"ucap anya sambil menatap tajam kearah tubuh sofia yang masih dikendalikan hantu penari tersebut.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan gadis kecil?"tanya hantu tersebut yang sepertinya tertarik akan tawaran anya.
"Aku akan membantumu menyelesaikan tugasmu yang belum selesai didunia ini"ucap anya dengan tegas dan menatap mata sofia yang menghitam sepenuhnya mungkin dikarenakan sosok tersebut mulai mengambil alih sepenuhnya tubuh sofia.
"Hmm tawaran yang bagus baiklah tapi aku punya satu syarat jika dalam waktu 1 bulan kau tidak berhasil maka gadis ini akan mati"ucap sosok hantu itu lalu segera pergi dari tubuh sofia,membuat tubuh sofia yang sudah lemah itu terjatuh kelantai lalu tak lama ia pun pingsan.
Suara gamelan yang tadinya berbunyi pun berhenti,suasana menjadi sepi hanya tersisa angin yang berhembus dengan tenang dan juga suara binatang malam yang kini sudah terbangun.
"Hei sofia sadarlah"anya pun berjalan kearah sofia dan menepuk nepuk pelan pipi sofia berharap gadis itu segera sadar.
"Jina!!!"anya pun memanggil nama sahabatnya itu,lalu tak lama terlihat jina dan anggota kelompok yang lainnya berjalan memasuki ruangan menuju kearah anya yang sedang duduk disamping tubuh sofia yang kini masih terbaring pingsan.
"Farhan cepat angkat sofia kita bawa keluar dulu biar dia bisa leluasa buat bernapas ruangan ini terlalu pengap"ucap anya, Farhan hanya menurut lalu segera menggendong tubuh sofia yang masih pingsan.
~Disisi lain~
**tap!
tap!
tap**!
Suara langkah kaki terdengar menggema di koridor sekolah,terlihat lastri dan yang lain beserta para anggota osis sedang berlarian menuju ruang tari.
"Itu kak hahh....hahh..."Lastri pun menunjuk kearah ruang tari.
Terlihat meja yang kini sudah terbelah berada didekat jendela dan juga pecahan kaca berserakan dimana mana serta pencahayaan yang minim membuat suasana didekat ruang tari tampak mengerikan,tak lama dari ruang tari terlihat beberapa remaja yang tak lain kelompok anya.
"Astaga kalian baik baik aja kan?"tanya sena seraya menghampiri anya dkk.
"Kami baik tapi enggak sama teman kami"ucap anya sambil mengalihkan pandangannya kearah sofia yang masih terbaring lemah dan pingsan dalam gendongan farhan.
"Devan kamu bawa gadis ini ke uks cepet"perintah Nirmala yang segera diangguki oleh devan.
Dengan perlahan devan mengambil sofia dari gendongan farhan dan membawanya menuju UKS,disusul oleh yang lain dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments