Tak terasa beberapa hari telah berlalu sejak kejadian hari itu dan sejak hari itulah hubungan diantara zefanya dan kedua orang tuanya mulai merenggang.
Minggu,30 April
"Dio anya ayo sarapan"ucap Raisya
Tanpa menjawab ucapan ibunya zefanya langsung saja memakan makanannya sedangkan Raisya dan Adnan yang melihat hal itu tak dapat berbuat apapun.
Tak butuh waktu lama untuk zefanya menyelesaikan waktu sarapan nya setelah selesai dia langsung membawa piringnya ketempat cuci piring lalu mencucinya dan menaruhnya dirak piring setelah selesai dia pun langsung pergi kembali kekamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Anya sudah selesai bersiap nya belum"tanya Raisya dari lantai bawah.
yah, rencananya mereka akan kedesa nenek anya dari pihak ibu hari ini juga.
Ceklek!
Terdengar suara pintu yang dibuka dari lantai atas yang tak lain adalah kamar milik zefanya.
Terlihat zefanya berada ditangga dengan sebuah koper kecil berwarna biru ditangan kanannya.
Zefanya POV
Aku benar benar tak ingin meninggalkan Jakarta tapi apalah dayaku aku tak bisa melawan keinginan dari kedua orang tuaku terlebih lagi aku memang membutuhkan ketenangan dan suasana baru.
satu hal lagi aku benar benar ingin pergi menjauh dari Dion,memang cukup tidak sopan memanggilnya hanya menggunakan namanya saja tapi yasudahlah apa perduliku tentu saja tidak ada.
Jam 09.44 mobil yang kami sekeluarga tumpangi mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumah.
Aku hanya duduk diam dan bermain hp saja atau lebih tepatnya mendengarkan musik sambil melamun namun sebuah notifikasi chat di wa ku yang berbunyi membuyarkan lamunanku.
Kulihat nama yang tertera dilayar dan tak lain itu dari sahabatku Jina yang bertanya dimana aku berada saat ini.
Ohh ya Tuhan aku lupa mengabarinya dan dean kalau aku akan dipindahkan ke kampung nenekku cepat cepat aku pun segera menyetop mobil yang sedang ayah kemudikan yang tepat melewati depan rumah jina dan dean.
Setelah meminta ijin aku pun segera kerumah jina dan dean untuk mengucapkan salam perpisahan.
Zefanya POV end
Didepan sebuah pekarangan rumah,zefanya saat ini sedang berjalan kearah pintu rumah lalu ia pun memencet bel yang ada disamping pintu tak butuh waktu lama pintu terbuka menampilkan jina dengan wujud agak mengerikan dengan mata sembabnya dan rambut yang berantakan.
"Huwaaaaaaaa Anya!!!! Lo kok gak bilang kalau mau pindah huwaaaa gue kaget tau pas tetangga Lo bilang katanya Lo baru aja pergi karena mau dipindahkan kerumah nenek Lo"tangis jina sambil memeluk zefanya erat.
"Iya iya maaf gue lupa kabarin"ucap zefanya cengengesan dan dibalas dengan melayang nya sebuah kepalan tangan kearah kepalanya.
"Ehh ada Anya gimana kabarnya sehat ohh iya Anya kesini sama siapa "ucap seorang wanita yang berumur 32 yang tak lain adalah ibunya jina dan dean yang bernama tania.
"Sehat kok Tan kalau Tante gimana oh ya Anya kesini sama papa dan mama juga kak dion"ucap zefanya.
"Tante juga sehat ayo masuk"ucap Tania kepada zefanya.
"Ehh gak usah Tan ini juga Anya udah mau berangkat tuh mobil ayah udah nungguin"ucap zefanya cengengesan.
"Yah sayang sekali"ucap Tania.
"Ma jina mau ikut sama Anya boleh gak mah please lagipun kan mama sama papa sering keluar kota bang Dean juga malah sering dikantor sekarang ngurusin ini itu jina kan jadi sendirian"ucap jina tiba tiba.
"Haish baiklah baiklah tapi kamu jaga diri baik baik ya ohh iya ini kunci rumah punya papamu dulu yang masih ada dikampung rumahnya ohh ya kamu juga hati hati jangan keluar pas udah lewat jam 9 malam oke jangan telat makan kalau ada apa apa kasih tau mama atau minta tolong sama Anya jangan lupa rajin ibadah ingat kalau udah sampai hubungi mama sering kasih kabar dan jangan lupa buat kangen sama mama oke"ucap Tania dengan memberikan banyak nasihat kepada anaknya.
"Iya iya ma"ucap jina dengan menenteng koper berwarna hitam yang entah sejak kapan sudah berada ditangan nya.
"Ohh ya ma kunci mobil jina mana"tanya jina sambil mencari kunci mobilnya yang ternyata berada didalam saku bajunya
Meskipun jina memang belum genap usia 17 tahun namun dia sudah bisa dalam hal menggunakan mobil dan motor meski kedua orang tuanya sempat melarang karena khawatir takut terjadi apa apa karena jina baru berusia 15 tahun-an namun jina yang keras kepala membuat kedua orang tuanya lelah membujuknya.
"Pa Anya naik mobil jina aja ya"ucap zefanya dan mendapat anggukan dari ayahnya.
Setelah itu zefanya berjalan menuju mobil jina,dan memasuki nya lalu duduk dikursi samping pengemudi.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan Adnan yang memimpin jalan sedangkan jina mengikuti dari belakang.
Karena waktu perjalanan yang cukup lama zefanya pun tertidur pulas.
Langit yang tadinya cerah perlahan lahan berubah gelap pertanda akan segera hujan benar saja tak butuh waktu lama hujan kecil pun turun membasahi jalanan kota Jakarta yang tengah ramai dengan mobil motor dan orang orang yang berlalu lalang.
Akhirnya Adnan dan jina menjalankan mobilnya dengan perlahan dan hati hati karena hujan yang kecil namun lumayan deras ini membuat jarak pandang mereka berkurang.
Tak terasa 6 jam sudah berlalu diperjalanan mereka menuju desa neneknya Anya sekaligus desa tempat ayahnya jina dan dean dulu tinggal.
"Weh nya bangun nya Anya!!!!"teriak kesal jina sambil terus mencoba membangunkan zefanya yang masih tertidur pulas.
Zefanya yang merasa terusik pun akhirnya terbangun dan mendapati mereka sedang berada disebuah parkiran rumah makan.
"Ayo turun kita makan dulu yang lain udah masuk tinggal kita doang yang masih Disini makanya lu Jan ngebo Mulu njer"ucap jina kepada zefanya.
"Lu makan aja gih gue gak nafsu makan gue dimobil aja ye"ucap zefanya kepada jina dan akhirnya jina mengangguk lalu beranjak pergi meninggalkan zefanya dimobil sendirian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
Yani Cuhayanih
Gedek aku Zefanya jd pulkam terpaksa....
2023-07-29
0