GI:Sekolah

"bosan"ucap jina dengan posisi duduk disalah satu tanah yang menjadi jalan setapak.

"hmm"dehem zefanya singkat,netranya terpaku menatap sesuatu berwarna putih terlihat mirip manusia namun entah kenapa zefanya meragukan hal itu.

tiba tiba sesuatu itu menoleh dan melambaikan tangan kanannya menyapa zefanya,hal itu membuat zefanya terkejut! bagaimana tidak? dengan jarak sawah kakek rahmat dengan jalan tempat orang tersebut berdiri itu lumayam jauh mustahil jika manusia bisa tau kalau zefanya terus menatapnya tapi harusnya tidak mustahil jiak yang ditatap zefanya sedari awal adalah sosok tak kasat mata.

selamat datang semoga betah

tiba tiba suara lirih dan riang menyapa indra pendengaran zefanya.

nama saya kasih larasati saputra kamu bisa panggil saya asih atau laras,saya ketuanya para lelembut desa pesan saya tolong jangan mengganggu,merusak,atau ikut campur terlalu dalam akan masalah desa takutnya kamu ketiban sial.

suara yang sama terdengar lagi di indra pendengaran zefanya namun kali ini nadanya terdengar seperti peringatan dan ancaman.

Setelah dari sawah mereka pun segera memilih untuk pulang karena sinar matahari yang sudah tepat berada diatas kepala mereka tanda kalau saat ini sudah tengah hari dan sudah waktunya untuk mereka makan siang,makan siang mereka tertinggal dirumah akhirnya mau tak mau mereka pun kembali kerumah untuk makan siang.

Tak butuh waktu lama mereka pun sampai dirumah nenek sita,mereka kecuali dion pun bergegas bersih bersih dahulu karena tadi sempat bermain disawah sambil membantu kakek rahmat.

"bersih bersih dulu toh"ucap nek sita ketika melihat dion yang akan duduk.

"Tau nih kak dion bukannya mandi dulu"ledek anya.

"Diam aja bisa"kesal dion lalu pergi.

"Dih kok ngamok"ucap jina.

"Udah udah kalian udah selesai mandinya kan kalau udah buruan makan abis itu langsung taruh piring kotornya di wastafel nanti biar mama yang cuci"ucap raisya menengahi perdebatan anak anaknya.

Tanpa ba bi bu anya dan jina pun langsung memakan masakan Raisya,tak lama dion pun keluar dengan rambut basah dan handuk yang masih menggantung dipundaknya

"Itu handuknya taruh jangan dibawa bawa terus"ucap Raisya sambil menahan tawa.

Dion pun menuruti perintah Raisya tanpa banyak bantahan.

"Anya 3 minggu lagi kamu akan mulai sekolah ya mungkin sekitar 3-4 minggu lagi kamu mulai masuk kesekolah SMA kamu dion kamu jangan lupa untuk jagain anya karena kamu akan ayah pindahkan ke sekolah anya sekalian"ucap Adnan yang baru masuk sambil membawa beberapa kantong kresek putih berlogo Indomaret

"apa apaan sih pah dion gak mau ya pindah sekolah dion udah nyaman dengan sekolah dan teman teman dion!"tegas dion menjelaskan denngan nda tak terima.

"Oke"itulah jawaban singkat yang keluar dari mulut zefanya,merasa bahwa dia sudah selesai makannya lantas ia pun segera menaruh piring kotor diwastafel sesuai apa yang diperintahkan Raisya.

"gak ada penolakan dion!"ucap adnan tak kalah tegas, membuat dion berdecih tak suka dan pergi meninggalkan meja makan tanpa menyelesaikan makannya.

"Na kalau ada apa apa panggil aja aku ada didepan mau bantu bantu ayah beresin barang dibagasi mobil"ucap zefanya lalu langsung bergegas menuju kearah luar rumah lebih tepatnya kemobil yang ditumpangi oleh ayah dan ibunya serta kakaknya tersebut.

Ia lalu membuka bagasi mobil dan membawanya satu persatu kedalam kamar masing masing dari pemilik barang.

Namun saat akan mengangkat barang terakhir dari bagasi mobil tiba tiba...

(Cinta datang padaku eakkk🙂

Oke lanjut eps selanjutnya🗿)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!