Setelahnya mereka sudah berada dilapangan dan berkumpul bersama para murid lainnya.
"Oke sekian jadi untuk semuanya kalian siapkan barang barang yang diperlukan oke jangan lupa sore nanti berkumpul lagi ingat ya barang barang yang harus dibawanya senter,snack boleh bawa asal jangan buang bungkusnya sembarangan,dan peralatan lain lainnya yang sudah dijelaskan sebelumnya"ucap alvero menjelaskan,para murid yang mendengarnya hanya mengangguk paham.
"Oke silahkan pulang kerumah masing masing"ucap sena mempersilahkan.
Mendengar hal itu para murid MOS pun bergegas pulang menuju rumah masing masing.
~Dirumah~
"Lagi apa"tanya dion ketika melihat adiknya (anya) sedang sibuk memasukan beberapa benda kedalam tas ranselnya.
"Perlengkapan buat Mos"jawab anya singkat lalu lanjut menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.
"Anya semuanya udah selesai?"tanya Raisya yang tiba tiba masuk kedalam kamar anya membuat anya dan dion terkejut.
Dion pun segera keluar dari kamar anya karena ia menerima sebuah telpon dari seseorang.
"Belum tinggal dikit"jawab anya dengan singkat.
"Kalau sudah kemeja makan ya kamu makan dulu oke"ucap Raisya,yang dibalas anggukan pelan oleh anya,melihat Respon putrinya tersebut Raisya tak ambil pusing lalu pergi keluar tak lupa menutup pintu kamar anya.
Setelah Raisya keluar tiba tiba dikamar anya tercium aroma semerbak bunga melati yang sangat pekat seolah ada bunga tersebut didalam kamarnya padahal tak ada satupun bunga melati disana ataupun bunga melati dihalaman rumah yang tumbuh,sekalipun ada tak akan benar benar tercium sampai kedalam kamarnya apalagi aromanya sangat pekat.
"Ada yang tidak beres pasti ada sesuatu yang akan terjadi"gumam anya dengan perasaan yang sudah tidak karuan membayangkan kemungkinan terburuk apa yang akan segera terjadi.
tiba tiba aroma bunga mawar yang pekat tergantikan oleh aroma anyir darah membuat anya menutup hidungnya tak kuat menahan aromanya yang terasa tidak mengenakkan,anya mencoba menahan diri agar tidak memuntahkan isi perutnya.
Angin pun perlahan seperti berhembus kencang membuat pandangan anya terhalang "ini pasti bukan angin biasa"gumam anya dan melihat sekelilingnya guna mencari sumber angin aneh ini berasal namun tetap tidak ia temukan.
"Jangan coba coba ikut campur atau kau tak akan selamat bukan hanya kau tapi seluruh keluargamu"ucap sebuah suara dengan nada ancaman,yang terbawa hembusan angin kencang tersebut secara tiba tiba.
Anya melihat sekelilingnya mencoba mencari sosok yang barusan berbicara dengannya meskipun angin masih berhembus menghalangi pandangan nya,tiba tiba anya melihat sekelebat bayangan hitam tinggi dan besar seperti yang ia lihat diantara guru guru sebelum pingsan diacara mos.
sosok itu nampak sedang berdiri diatas lemari pakaian miliknya lalu pergi ketika anya melihatnya.
Bersamaan dengan perginya makhluk tersebut suasana dikamar anya pun mulai kembali normal tidak seperti sebelumnya,aroma bunga melati ataupun aroma anyir darah sudah tidak ada lagi sama sekali begitu juga dengan hembusan angin yang kini sudah tenang dan normal.
"Hufh syukurlah sudah berakhir"anya menghela nafas.
"tapi tadi apa?kenapa dia mengancamku seolah olah dia tau aku ingin mencari tahu banyak hal disekolah?"ucap anya kebingungan tak ingin ambil pusing ia segera membereskan beberapa buku yang berserakan dilantai lalu menaruhnya diatas rak buku lagi,setelah itu pergi kemeja makan untuk makan (ya iyalah makan ya kali mandi)
setelah itu anya memutuskan membaca buku lalu beristirahat sementara karena ia lelah,lelah dnegan kegiatan mos hari ini serta banyaknya sosok yang mencoba mengganggunya serta mengambil energinya disekolah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments