Tak butuh waktu lama zefanya pun sudah sadar dari pingsan nya,ia mulai menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya.
Setelah merasa sudah lumayan membaik dia pun melihat sekitarnya yang sangat sepi,dengan perlahan ia turun dari kasur uks tapi tiba tiba sebuah suara menghentikan tindakannya.
"Jangan,tubuh lemah"ucap sebuah suara dengan kata kata yang singkat dan membuat anya sedikit tidak mengerti.
"Hahh?"tanya anya pada orang yang mengeluarkan suaranya barusan,dia bermaksud meminta orang tersebut untuk mengulang kembali ucapannya.
"Udah abaikan dia,maksud dia tuh kamu jangan bangun dulu tubuhmu masih lemah butuh istirahat untuk memulihkan tenaga milikmu"ucap suara seorang perempuan menjelaskan maksud perkataan dari orang sebelumnya.
"O...oke"ucap anya mengangguk paham.
"Mohon maaf mau tanya kalian ini anggota osis ya"tanya anya dan dibalas anggukan pelan keduanya.
"Owhh oke salken kak namaku zefanya agathias kalian bisa panggil aku zefanya atau anya aja"ucap anya kepada kedua orang didepannya.
"Ohh kalau kakak namanya sena Zealand panggil kak sena aja ya,kalau disamping kakak namanya Alberto Gilardino panggil aja kak albert atau al btw saltoo"ucap sena memperkenalkan diri mereka.
"Anya!!!"teriak sebuah suara yang diiringi dobrakan pintu,tak lama anya merasakan sesak akibat pelukan yang sangat erat.
Orang yang mendobrak pintu tersebut tak lain adalah jina,dan yang memeluk anya dengan erat adalah jina dan Lastri.
"Oyy sesak lepas lepas!"ucap anya sambil memukul kepala jina dan Lastri dengan keras membuat jina dan Lastri meringis kesakitan lalu segera melepaskan pelukan mereka.
"Anya/kak anya jahat ishh"ucap jina dan Lastri berbarengan sambil mengusap kepala yang dipukul oleh anya.
"Ehem"dehem sena menyadarkan anya,jina,dan Lastri bahwa dia dan Albert masih ada disana.
"Ehehehe"ucap jina dan Lastri cengengesan tak jelas.
"Maaf ya kak"ucap zefanya tak enak.
"I..."ucapan sena terpotong oleh suara benda jatuh yang lumayan keras dari sebuah vas bunga kaca yang sudah hancur.
Prang
"Astaga"kaget mereka semua kecuali albert yang masih tetap tenang.
"Ada apa sih ini kok vas sebesar ini bisa terjatuh masa sih karena angin"ucap sena kebingungan.
Disaat yang lain sedang angkat suara untuk berbicara albert hanya diam saja sedangkan anya dia mulai memfokuskan dirinya untuk merasakan aura yang ada disekitarnya.
Anya sempat terkejut ketika ia merasakan aura disekitar nya yang awalnya hanya aura positif tiba tiba berubah menjadi aura negatif ketika vas itu hancur.
"Kita keluar dari sini udah gak aman ada yang gak beres"ucap anya tiba tiba sehingga memotong percakapan atau lebih tepatnya asumsi asumsi dari sena,jina,dan Lastri.
Jina dan Lastri yang sudah paham akan maksud dari anya segera membantu anya bangun perlahan lahan sedangkan sena dan juga Albert memasang wajah kebingungan karena tidak mengerti.
"Ada a..."ucapan sena terpotong oleh tarikan tangan dari Lastri yang mengajaknya untuk keluar dari uks menyusul anya dan jina yang sudah ada diluar bersama albert.
"Sebenarnya ada apaan sih"tanya sena bingung ketika mereka sudah berada diluar ruangan uks.
Anya,jina,dan Lastri yang mendapat pertanyaan dari sena pun seketika diam tak ingin menjawabnya karena mereka tak ingin ada siapapun yang tau tentang kemampuan anya.
"Hei"ucap sena menyadarkan anya,jina,dan Lastri dari lamunan mereka.
"Jangan tanyakan itu kak lebih baik kita segera bergegas menuju lapangan untuk bergabung dengan yang lain"ucap anya mengalihkan pembicaraan,lalu bangkit dari duduknya dan berjalan bersama jina dan Lastri menuju lapangan tempat para murid sudah berkumpul.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments