Hal yang tidak mereka ketahui adalah jika saat ini ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan, menikmati senyuman lebar dari kedua gadis cantik itu, senyuman yang begitu ceria seakan tak memiliki beban hidup, mereka dapat melihat jika keduanya sedang sibuk menikmati hari harinya sangat menyenangkan ini, di adalah Wu Lian pemuda yang telah mengikuti Yu ahli sejak beberapa minggu lalu, tatapan dingin dan tajam itu sungguh mengerikan, namun siapa yang menyangka jika wajah datar dan tatapan itu sedang mengawasi dua orang gadis, sungguh tak dapat di percaya bukan?, sosok yang berperawakan seperti itu bisa bisanya mejadi seorang penguntit
Wu Lian menghela nafas pelan, entah mengapa ia merasa tak tenang jika gadis cerewet itu tak berada dalam pengawasannya walau sesaat, gadis konyol yang bahkan tak mengenalinya saat dengan jelas melihat waja tanpanya, gadis konyol yang memiliki mulut yang kejam namun berhati lembut
"Belum saatnya kita bertemu, bersabarlah" Ucapnya pelan, ia bahkan tak mengedipkan matanya, seolah jika ia lengah gadis itu akan segera menghilang dari penglihatannya, setelah di selidik ternyata gadis yang membantunya malam itu adalah gadis yang berasal dari keluarga Yu, tepatnya nona ke empat dari keluarga Yu, nona muda yang selalu di kelilingi rumor buruk, nona muda yang sedang heboh di bicarakan karena dengan lancang memutuskan pertunangan dengan seorang pangeran, namun?, Wu Lian jelas tau jika rumor itu sudah di tambah bumbu bumbu pemanas, ia masih diam saat
mendengar suara langkah kaki dari seseorang di belakangnya
"Yang mulia sudah waktunya kembali" Ucap seorang pria yang berdiri di belakangnya dengan pelan, ia menghela nafas sembari mengangguk sebagai jawaban
"Jangan sampai dia terlepas, jika sampai terlepas maka bersiaplah untuk menerima hukuman" Ucap Wu Lian pelan
"hamba akan menjaganya yang mulia" Ucap sang bawahan pelan,
"dia sangat licik waspadalah" Ucapnya datar dan setelahnya ia menghilang di antara derasnya salju yang memutih, membiarkan yu ahli menikmati hari harinya dengan bahagia, ia merasa belum saatnya, belum saatnya ia menunjukan diri pada gadis itu, namun yakinlah, cepat atau lambat masa itu akan tiba
"Baru kali ini yang mulia merepotkan diri dengan mahluk yang bernama wanita, terlebih jika di perhatikan lagi wanita itu terlihat sedikit merepotkan" Ucap Chan Li menghela nafas pelan, ia tak habis fikir dengan tuanya ini, sejak kapan gunung es ini memperhatikan mahluk sekitar?, gadis yang di awasinya sama sekali tak istimewa, meski ia cantik namun siapa yang tak tau rumor buruk mengenai putri ke empat perdana mentri ini, putri yang di kenal bodoh dan kasar, namun?, apakah yang terjadi pada tuanya ini?, apakah kepala tuannya terbentur batu?, masih banyak gadis yang bahkan lebih segalanya dari nona muda Yu itu, namun?, bahkan ia tak pernah melirik mereka sedetik pun
"Ah sudah lah, lebih baik tak mengeluh, jika tidak maka kepala ku akan segera terlepas" Ucap chan li bergidik ngeri, ia berdiri dalam diam, memantau segala pergerakan yang di lakukan oleh kedua gadis itu
"Membosankan sekali, aku adalah penguntit dan penyusup ahli dalam peperangan namun apa ini?, yang mulia bahkan memberikan tugas ini pada ku, benar benar merepotkan" ocehnya, sedari tadi ia bahkan selalu mengeluh, mengeluh dengan tugas tak masuk akal ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments