"Nona" Suara itu terdengar sedikit samar di telinga ku, aku memilih untuk mengabaikannya dan terus menikmati ikan bakar yang baru saja di siapkan oleh Xio Bai, ku akui ia memang sangat hebat,
Ia bisa menangkap ikan dengan tangan kosong, di era modern ikan di tangkap menggunakan jaring, pancing atau alat lainya, tapi ini?, menangkap dengan tangan kosong, bayangkan ikan yang berada di dalam danau di tangkap tampa membuat pakaian basah?, keren bukan?,
"Nona" Seseorang berlari dengan kuat ke arah ku, ia langsung bersujud, aku mengerutkan kening ku, siapa gadis ini
"Apa yang kau lakukan, berdirilah, siapa kau"
Apakah orang orang di sini memang seperti ini?, sangat suka datang Tampa di undang, melakukan hal berlebihan seperti ini pada orang yang jelas tak ia kenali
"Nona melupakan budak hina ini?, budak hina ini rela di hukum mati atas kelalaian, budak hina ini adalah pelayanmu" Ucap si gadis sembari terisak pelan, sedangkan aku?,
"Kau?, Seornag budak?, aku tak pernah melihat budak selama hidup ku, apakah seperti ini, jika benar maka akan sangat menyedihkan dan sangat di sayangkan"
"Nona, budak hina ini pantas di hukum, budak hina ini telah lalai menjaga nona, budak hina ini telah membuat pakaian nona kotor dan membuat nona berada dalam bahaya" Ucapnya, oh tidak, pakaian kotor?, itu bukan masalah besar, namanya juga masuk jurang pastinya kotor lah
"Sudah lah, jangan terlalu berlebihan dan jangan selalu mengatakan ingin mati, seperti aku orang jahat saja, segera bangkit"
"Kau tak perlu menatap ku seperti itu juga, sekarang duduk lah di samping ku, kau pasti lapar karena telah mencari ku hingga malam seperti ini" Ucapku pelan, malam sudah larut, dan aku juga dapat melihat bertapa kotor penampilan gadis ini, mungkin ia sudah mencari dalam waktu yang cukup lama
"Budak ini tidak berani" Ucapnya, wajah takut disertai pucat masih terpampang jelas, akankah pemilik tubuh ini memiliki tempramen buruk?, tidak jika begini lalu mengapa aku di sini, aku adalah gadis yang di kenal baik di kantor bagai mana bisa menjadi gadis tak berperasaan ini?
"Makan lah, setelah itu bersihkan diri aku sangat benci jika orang sekeliling ku kotor"
Ia masih menatap ku dengan takut, aku menghela nafas pelan dan mengulurkan seekor ikan panggang ke hadapannya, ia terlihat sangat mengerikan jika begini, aku tak ingin di salahkan dewa karena telah membiarkan seseorang mati kelaparan
"No"
"Kau membantah ku, kau mengatakan jika kau adalah budak ku, bukankah seharunya kau sedikit patuh, jika kau tak mau maka pergilah aku tak membutuhkan pelayan yang tidak bisa di atur" Ucapku datar, aku sudah lelah membujuk namun gadis ini masih saja menatap ku seperti kelinci yang akan di makan
"Hamba tidak berani nona ini menyalahi aturan" Ucapnya mengambil alih ikan yang aku ulurkan, ia makan dengan sangat lahap dan yah mungkin sangat kelaparan, setelah menyelesaikan acara makan, gadis itu segera menuju danau untuk membersihkan diri
"Ini hanyalah hutan, dimanapun tempatnya toh kita masih berada di bumi yang sama, dan mahluk berjenis sama, sama sama Seornag manusia, lalu apanya yang tak pantas
"Non" Ming berucap
ini tak pantas, meskipun di hutan ia tetaplah seorang budak rendahan, dan bahkan sangat tak pantas untuk duduk sejajar dengan nonanya
"Aku tak akan mengulang ucapan ku"
Aku menatapnya dengan tatapan lekat, dan setelahnya terlihat berat ia segera mendudukkan diri tak jauh dari ku
Aku adalah mahluk moderen hal seperti ini tentu saja tak bisa ku terima, aku suka pelayanan aku suka teman dan aku sangat suka kemewahan, namun aku bukan orang yang kejam
Aku bukan gadis yang akan memandang seseorang dengan begitu rendah, apapun posisinya aku dan dia sama sama manusia tak ada hal yang perlu di banggakan dari itu
"Berapa lama aku menghilang?" Ucapku pelan,
Karena ia mengaku budak ku maka aku hanya perlu bertanya dan mengatakan beberapa hal, dan tentu saja memastikan tempat ini, babi jelek itu bisa saja menipuku,
Mungkin saja aku hanya sedang di culik dan di buang kehutan untuk menghilangkan jejak, semua kejahatan bisa saja terjadi, terlebih sahabat laknat ku yang bahkan begitu bersikap ria dengan kematian ki
Saat ia udah berada di samping ku, dengan penampilan yang lebih segar dari selamnya, karena ia mengaku sebagai pelayan ku maka aku harus mengorek informasi dari tubuh ini
Jujur saja aku bahkan tak mendapatkan petunjuk apapun sebelumnya, tak seperti novel yang ku baca, aku hanya seperti orang bodoh yang tersesat dan tak tau arah dan tujuan
"Sudah hampir 1 minggu nona menghilang, budak hina ini bersalah karena lalai menjaga nona, maafkan budak ini karena membuat nona berada dalam hal dan menempuh hari yang begitu menakutkan" Ucapnya, sembari terisak pelan
Ia terlihat begitu menyedihkan, kepergian ku sudah satu Minggu, dan mengapa aku masuk kehutan, bukankah aku Seornag nona muda, mengapa bermain di tempat bahaya seperti ini
"Hutan ini tak begitu melakukan, meskipun cukup banyak binatang buas tapi aku adalah gadis cerdas yang tak akan mati dengan mudah, ah ia ceritakan apa yang terjadi?" Aku berucap,
Meskipun hutan terlarang aku hanya melihat beberapa binatang saja, mereka juga tak membahayakan ku, ku fikir ini akan aman
"Bud"
"Tak perlu katakan diri mu sebagai budak hina, itu membuat ku tak nyaman" Ucapku pelan
Aku tak suka dengan perbudakan seperti itu, meski aku suka mengatur Xio bai tapi itu bukan berarti aku merebut dunia, aku memberinya kebebasan untuk memilih kehidupan selanjutnya, eh bicara mengenai Xio bai kemana dia?, apakah masih di danau?, sejak tadi aku tak melihat batang hidungnya
"Baik nona"
Seketika aku di seret keluar dari lamunan dan kembali melanjutkan perbincangan dengan gadis kecil di hadapanku, jika di dunia moderen umurku sudah hampir mencapai tiga puluh tahun dan kini aku menjelma menjadi gadis 18 tahun sungguh menggelikan, aku kembali menjadi seorang remaja,
"Katakan"
Desak Ku aku harus tau mengapa aku berada di sini, mengapa aku berada di hutan dan bahkan sudah menghilang selama satu Minggu,
Aku adalah seorang nona muda apakah tidak ada orang yang turun untuk mencari ku, apakah orang tua ku tak merasa cemas anak gadisnya meninggalkan rumah selama beberapa waktu ini
"Hari itu, nona mendapatkan surat dari merpati, di surat itu tertulis jika pangeran Lie Wang ingin bertemu dengan anda, anda sangat senang dan segera mengenakan pakaian terbaik dan perhiasan terbaik anda saat itu budak sedang berada di dapur untuk menyiapkan teh untuk nona, nona menghilang begitu saja, budak ini sudah mencari nona ke seluruh hutan namun nona tak bisa di temukan di mana pun" Ucapnya aku hanya diam dan mendengar segala cerita singkat itu,
Aku duduk diam sembari mendengarkan si gadis yang bercerita, bagai manapun ini adalah kehidupan, aku harus mencari tau agar tak tersesat dan tak diperdayai
Perihal surat itu, apakah dia begitu bodoh hingga bahkan dengan mudah mendatangi seseorang yang menyampaikan pesan lewat surat yang tidak akurat
Mungkin saja saat itu aku di jebak, seseorang menggunakan nama orang lain untuk mencelakai dan membunuh ku
"Nona, apakah nona baik, maafkan budak ini, budak ini pentas di hukum mati, budak ini telah membuat nona menderita" Ucapnya dengan cemas
Ia bahkan masih terisak dengan penuh penyesalan, ini bukan kesalahannya, akulah yang bodoh, ah tidak, pemilik tubuh ini lah yang bodoh
Begitu mudah di perdayai, lihatlah apa yang terjadi saat ini, ia harus mati dan terdampar di dalam hutan belantara seperti ini, membuat semua orang repot saja
"Diam lah, aku tidak apa apa, saat itu aku terbangun di dasar jurang, kepala ku terasa sedikit pusing, mungkin terkena terhempas bebatuan jurang, aku baik baik saja, tapi aku tak dapat mengingat apapun, bahkan aku tak tau nama ku sendiri, dan siapa pangeran Lie Wang itu?" Ucapku beralasan
Karena sudah di sini maka aku tak bisa melakukan apapun, hanya bisa melanjutkan hidup dnegan baik dan tenang, masa ini orang orang akan sangat sensitif jika aku mengaku aku adalah mahluk yang berasal dari dimensi lain maka aku akan mati dengan mudah
Sepertinya di masa ini masih mempercayai adannya hantu, monster, siluman dan hal lainya, aku tak bisa gegabah aku hanya bisa beralasan untuk mempertahankan nyawa ku
"Maaf kan.."
"Sudah lah lupakan saja kau tak salah, lagi pula penyesalan apapun sudah tidak berguna lagi, toh semua sudah terjadi dan berlalu, dan saat ini aku hanya seseorang yang sudah kehilangan ingatan, kau perlu menceritakan siapa aku, dan bagaimana kehidupan ku, dengan begitu barulah bisa menghadap dunia, aku pasti bisa mengingatnya kembali seiring perjalanan waktu" Ucapku pelan, ia hanya mengangguk dan kembali meneruskan jalan ceritanya
"Hm baik lah nama saya adalah Yu Ming ji, dan nona adalah Yu Ahli Xiang putri sah dari perdana menteri keuangan, yang bernama Yu Lao Zhi, tuan Lou zhi memiliki tiga selir, di antaranya adalah selir Wei Lian, Selir Chou dan Selir Yang" Ming ji bercerita cukup panjang,
Oh ternyata aku adalah putri ke empat, dan putri sah dari nyonya mentri, aku memiliki tempramen yang buruk, kasar dan tampa ampun, ibu ku telah meninggal sejak aku berusia sembilan tahun,
Setelah kematian ibu ayah ku tak pernah mengangkat nyonya di kediaman, aku adalah nona besar dan nona yang begitu di sayangi ayah dan seluruh kediaman,
Tapi beberapa tahun ini hubungan ku dengan ayah sedikit buruk, itu di akibatkan oleh pria yang bernama Lie Wang itu, pemilik tubuh ini mencintainya dan ayah tak menyukai itu, dan di sanalah mulai keretakan itu terjadi
"Ming ji, jika aku adalah putri kesayangan mengapa aku berada di sini?, apa yang terjadi, lalu apa hubungan ku dengan pangeran Lie Wang itu?" Ucapku pelan
Jika putri kesayangan bukankah seharunya aku di kediaman, menikmati kehidupan yang nyama dan baik
"Pangeran Wang adalah tunangan nona, dan perihal nona diasingkan?, nona di tuduh telah meracuni nona ke tiga, Selir Chou meminta keadilan pada tuan mentri, tuan mentri bingung, Selir Chou meminta supaya anda diasingkan ke tempat yang jauh, Selir Yang pun meminta keadilan untuk nona ke dua, karena dengan terang terangan mengatainya ****** saat berada di sebuah jamuan di istana kerajaan Xi' Ang" Ucap Ming ji pelan, aku hanya mengerutkan kening ku, Lie Wang tunangan ku?,
Ia mengirimkan surat dan berakhir dengan pengepungan, dan aku juga telah merusak reputasi nona kelima yang merupakan adik seayah ku?, ini bercanda?, bagai mana bisa aku sejahat dan sebodoh itu, jika aku memang ingin membuat lelucon itu pastinya aku akan bermain trik, setidaknya itu cukup berguna untuk benteng pertahanan
"Apakah aku sangat mencintai Lie Wang itu? " Itu adalah pertanyaan yang terpenting, bagai manapun ini menyangkut masa depan ku di dunia ini
"Sangat, Nona sangat mencintai pangeran, bahkan nona menentang tuan mentri, nona meminta pada raja untuk menikahi nona dengan sang pangeran, sedangkan pangeran sediri tak mencintai nona, nona selalu mengejarnya, menempel padanya, hati pangeran terlalu keras ia memang tak menolak anda di hadapan umum namun ia diam diam menjalin hubungan dengan nona kedua"
"Ah baik lah, jika begitu, kapan pengasingan ini selesai?, aku merindukan Ayah dan kakak laki laki ku"
Ini kesempatan yang baik, di era moderen aku hidup sendiri di perantauan, mengandalkan diri sendiri untuk tetap bertahan hidup, ayah dan ibu?, tentu saja aku tidak tau, aku di besarkan di panti asuhan,
Saat menyelesaikan sekolah menengah pertama aku mendapat beasiswa melanjutkan sekolah menengah atas di London dan tentu aku tak melewatkannya, dan yah aku berada di London hingga menyelesaikan perguruan tinggi,
Setelahnya aku kembali ke Shanghai untuk mencari tau keluarga ku namun mereka menghilang di telan bumi, kali ini aku memiliki kesempatan untuk merasakan kasih sayang keluarga, dan tentu saja aku tak akan melewatkan hal itu
"Menurut perhitungan seharusnya minggu para mengawal akan datang menjemput kita" Ucap Ming ji
"Ah baik lah, sekarang ayo kembali, aku ingin beristirahat" Ucap ku tersenyum lembut, Ming ji memberi tatapan aneh pada ku
"Ada apa?" Ucap ku
"Nona terlihat sangat cantik jika tersenyum"
"Apakah selama ini aku tak pernah tersenyum"
"Hanya ke pada pangeran Lie Wang"
"Mana mungkin aku sekonyol itu, sudah lah lupakan, dan satu hal yang harus kau ingat aku sudah tak menginginkan pangeran bajingan itu lagi, kau memiliki tugas untuk mengingatkan ku bahwa, pangeran bajingan itu adalah mahluk tak tau malu" Ucapku, untuk apa aku berharap pada orang yang jelas tak bisa menghargai ku, buang buang waktu, lebih baik mencari pria tampan dan menghabiskan hari dengan bahagia
"Baiklah nona" Ucap Ming ji, kami berjalan beriringan meninggalkan api unggun menuju pinggiran hutan, soal Xio bai?, biarkan saja toh ia akan kembali sendiri jika ia mau, aku tak ambil pusing, siapa suruh dia meninggalkan ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Hasan
betul betul betul buang tuh pangeran sampah biar nanti cari putra mahkotanya atau raja negara lain🤭🤭🤭
2022-10-07
2
Chou12999
author cerita nya seru menarik
tapi aku gk suka baca pakai pihak pertama kata aku
mohon di ganti pakai pihak ketiga pakai nama aja
2022-07-22
7