Mentari kembali menyapa, aku mengeliat pelan dan beranjak duduk, oh ia saat ini aku sudah berada di kediaman pinggir hutan, tempatnya cukup mewah,
Tempat ini bahkan sangat tidak layak di sebut sebagai pengasingan, rumah yang besar dan memiliki beberapa pelayan yang tentu saja akan melayani ku dan segala kebutuhan ku, baru kali ini aku menjadi orang kaya dan tentu saja aku harus menikmatinya, sudah terlanjur juga kan,
Menolak pun aku sudah tak bisa, aku sudah di sini dan tidak bisa melakukan apapun selain menikmati apa yang ku miliki saat ini, aku mensyukurinya, setidaknya aku berada di tubuh seornag anak kesayangan, jika tidak maka kehidupan sulit sudah menanti ku di kediaman
"Selamat pagi nona" Ucapnya,
Kini ku dapati Ming ji dengan wajah takut takutnya, apakah gadis ini tak bisa menatap Ku sebagai manusia?, aku bukan hantu ataupun siluman, mengapa harus menatap ku seperti itu
"Kau ini, apakah kau tak bisa tersenyum, dan tatapan mu itu?" Ucap ku dengan nada sewot, merusak mood ku saja, baru saja terbangun malah di suguhi wajah menyebalkan itu
Ia masih seperti sebelumnya, selalu saja memakai wajah yang sangat tidak enak di pandang itu, bisakah ia menujukan wajah yang lebih layak
Aku akan merasa risih jika berada di sekeliling orang orang berekspresi menyedihkan seperti ini, membuat ku menjadi semakin tidak nyaman saja
"Ampuni saya nona, saya tidak bermaksud" Ucapnya menunduk dalam, aku menatapnya dengan jengah sembari menghela nafas
"Apakah kau kehilangan ekspresi bahagia?, selama satu pekan ini wajah mu selalu ketakutan, seperti berada dalam masalah besar, aku bukan hantu,"
Aku menghela nafas pelan, aku adalah manusia, masih muda cantik dan begitu menawan, lalu mengapa semua orang melihat ku seperti itu
Ku fikir aku tidak mengerikan ini, aku adalah gadis baik hati, cantik ramah dan begitu mempesona, mengapa malah seperti ini?,
"Maafkan saya telah membuat nona merasa tak nyaman" Ucapnya dengan suara yang sedikit gugup
Semua orang bertindak begitu aneh, aku sudah di sini selama beberapa waktu, dan hal seperti ini selalu ku lihat sepanjang hari, aku bukan monster ataupun iblis, lalu mengapa semua orang bisa begitu ketakutan bahkan hanya dengan melihat ku saja
"Kau angkat kepala mu saat berbicara dengan orang lain, sangat tidak sopan, jika aku mengatakan sesuatu kau harus menjawabnya, kau fikir aku apaan bicara sendiri"
Aku menunjuk seornag pelayan yang berada di hadapan ku, bukan mengangkat kepala pelayan itu malah menjatuhkan diri dan berlutut di hadapan ku
Apa yang sedang ia lakukan, aku bahkan belum menyentuhnya, mengapa bersikap seolah aku begitu kejam sampai membuat seseorang berlutut dan menangis di hadapan ku
"Maafkan hamba nona, hamba pantas mendapat hukuman mati karena berani membuat anda merasa tak bahagia"
Ia berucap, dan kata kata seperti ini sudah sangat sering ku dengar, apakah nyawa setidak berharga itu, hingga saat melakukan kesalahan akan memohon sebuah kematian
Aku hanya sedang risih dengan sekeliling, aku ingin bertanya dan memastikan apa yang terjadi, namun melihat reaksi yang berlebihan seperti ini membuat ku menjadi tidak nyaman
"Huh Minta di hukum mati lagi, apakah nyawa kalian sangat tak berharga seperti itu, sedikit sedikit minta mati, sedikit sedikit ingin mati"
"Hamba yang rendah ini tidak bisa merawat nona dengan baik, hamba pantas mendapat hukuman berat"
"ah, sudah lah, kau sangat menyebalkan dan membosankan, apakah mahluk di masa ini semua sama seperti mu, huh benar benar sangat menyebalkan, sekarang siapkan aku air, aku ingin mandi" Ucap ku dengan nada kesal
Aku sudah membujuk Ming ji untuk segera menghilangkan ekspresi menyebalkan itu, tapi dia bahkan terlihat semakin ketakutan dan aku semakin terlihat mengerikan,
Apakah gadis bermarga Yu menyeramkan seperti itu hingga membuat orang orang berfikir dua kali untuk membuat Maslah dengannya
Oh tidak apapun yang di lakukan yu ahli sebelum ini bukan urusan ku, karena itu bukan milik ku, namun kali ini?, aku sudah di sini, dan tentu saja aku bukan nona muda bermarga Yu yang kejam yang angkuh dan menyebalkan, aku adalah Yi Yan Li, sosok baik hati, ramah, imut dan suka menolong, aku akan memakai sifat ku sendiri, lagi pula siapa yang tahan bersama orang angkuh dan kasar,
Saat ini aku hanya memiliki satu tekat yakni membuat Lie Wang menderita, hingga tak ada tempat untuk mencari sebuah pengampunan, lagi pula siapa suruh menjadi orang jahat,
Ming ji kembali menemui ku setelah selesai menyiapkan air Mandi, dan tentu saja aku segera berjalan menuju pemandian, sangat tak nyaman jika tak mandi di pagi hari, waktu berjalan begitu saja Tampa terasa aku telah berhasil menyelesaikan segara ritual mandi ku, perut ku sudah sangat lapar, aku sudah tak sabar untuk makan.
"Bukankah aku meminta mu untuk menyiapkan makanan?" Aku berucap lagi,
Pagi hari, perutku sudah terasa lapar, aku sudah berada di hutan semalam, dan kembali ke kediaman setelahnya langsung beristirahat, hari ini aku akan menikmati makanan khas orang yang di asingkan, apakah lezat ataukah sebaliknya
"Makanan anda sudah berada di atas meja nona" Ming Ji berucap pelan
Setelah menyuruh pelayan menyiapkan air mandi ia segera memerintahkan pelayan dapur untuk membuat makanan
Setelahnya ia kembali untuk melayani nonanya untuk mandi, membersihkan tubuh sang nona dari kotoran dari luaran sana
"Makanan apa yang kau sediakan?, mengapa sedikit sekali?, kau pikir aku akan hidup jika hanya memakan kue kue kecil ini?, kau ingin membuat ku mati kelaparan, kau mau melihat ku menderita" Ucap ku mendudukkan diri di balik meja kecil,
Aku menjadi kesal dengan hal di atasnya, aku lapar, dan bagai mana bisa mereka hanya memberikan ku sepiring kecil kue ini?, aku tak mungkin kenyang jika makan sedikit ini
"Ampuni budak ini, budak ini pantas mati nona, budak ini salah menyiapkan makanan dan membuat nona tak bahagia" Ucap kedua pelayan itu bersujud di hadapan ku,
Huh aku hanya bisa menghela nafas pelan drama di pagi hari, jika meminta maaf katakan saja, jangan katakan ingin mati sambil bersujud, berlebihan sekali
"Bangkit, siap kan aku, ikan asam manis, ayam bakar, dan sayur kubis, nasi putih dan jangan lewatkan sup dan buahan segar pencuci mulut aku tak mungkin bisa kenyang jika makan ini" Ucap ku mendengus kesal,
"Kau tinggallah" Ucap ku yang hanya di balas dengan anggukan oleh Ming ji, kedua pelayan itu segera ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sang nona,
"Duduk lah di sini" Ucap ku menepuk tempat di samping ku,
Aku harus belajar banyak lagi, aku harus belajar mengenai gadis ini, sangat merepotkan, aku merasa kesepian di tengah keramaian, dan itu adalah hal yang paling mengerikan
"Hamba tidak berani"
Ming Ji bahkan masih bertahan di posisinya, aku hanya menyuruhnya duduk di samping ku, bukan memintanya memetik bintang di langit, lalu mengapa begitu cepat menolak
"Kau membantah ku lagi Ming ji?, apakah kau ini benar benar pelayan pribadi ku, seharunya kau tau dan lebih dekat dengan nonanya, tapi lihatlah?, kau bahkan tak jauh berbeda dari yang lain, aku memaklumi orang lain karena mereka memang tak berada di sisi ku setiap hari, tapi kau?, aku memerintahkan mu dan kau menolaknya, apakah itu pantas?"
"Ampun nona, hamba tak pantas untuk duduk berdampingan dengan anda hamba hanyalah seorang budak yang hina"
"Jika kau tak ingin menjadi pelayan ku maka bisa mengatakannya aku akan melepaskan mu, aku akan mencari pelayan lebih patuh dan tak keras kepala seperti mu" Ucap ku kesal, gadis kecil ini selalu membantah ku, aku adalah nonanya jika sudah tak senang melayani ku maka katakan aku akan mencari yang baru
"Mohon jangan buang hamba, hamba rela menerima hukuman nona, hamba mohon jangan buang hamba nona, nona adalah dunia hamba, hamba rela mati demi nona" Ucapnya dengan nada panik
Aku tidak memiliki niat untuk membuangnya, jika ia tak bahagia bersama ku maka aku tak akan menahannya, masih begitu banyak orang yang bisa menemani ku, begitu banyak pelayan yang akan dengan senag hati melayani ku
"Maka patuh lah, duduk di sini, dan jangan tunjukan takut mu itu, aku tak suka dengan raut wajah mu, membuat ku sangat tidak nyaman" Ucapku, akan sangat menyebalkan jika berada di ruangan yang sama dengan orang yang melihat mu seperti hantu, Ming jie tersenyum kaku,
"Sekarang ceritakan kebiasaan ku, aku tak mungkin bisa menghadap ayah jika begini" Ucapku pelan,
Ming Ji adalah pelayan pribadi dan tentu saja tau segalahal mengamati tubuh ini, ia adalah orang yang paling dekat dengan tubuh ini, aku membutuhkan banyak informasi karena kehidupan di dunia ini sedikit lebih menyeramkan, jika tak bersiap bisa saja aku mati tampa pernjelasan
"Baiklah, Nona sangat suka makan kue mawar sebagai sarapan pagi, nona selalu menjaga penampilan dan tubuh Nona yang indah, Nona tak suka makanan berat seperti nasi atau gandum, Nona menyukai kue kue kecil dan teh melati yang lezat untuk menemani hari hari Nona" Ucap Ming ji aku menjerngit pelan, tak suka makanan berat?
Bagai mana pemilik tubuh ini bisa hidup jika tak makan?, gadis yang konyol, bahkan aku berkerja keras untuk memuaskan keinginan ku, sedangkan dia yang punya segalanya?, malah memilih untuk membatasi diri, pilihan yang buruk,
Cerita Ming ji cukup panjang, hingga para pelayan dapur kembali dengan membawa makana yang ku pesan, aku tersenyum lebar menatap makanan lezat ini, sangat enak, perutku sudah demo sedari tadi
"Sekarang kalian duduk lah, dan temani aku makan" Ucapku, ketiganya itu saling tatap, wajah takut itu masih terlihat jelas,
Sungguh lucu, menurut kaca yang kulihat, tubuh ini cukup cantik, dengan hidung kecil, bibir semerah ceri, tulang pipi yang indah dan wajah yang halus dan bersih, lalu di mana sisi menakutkan tubuh ini?, mengapa semua orang menatapnya begitu
"Kalian ingin membantah ku, ku katakan duduk maka duduk lah, temani aku makan, tak perlu sungkan makanan ini masih sangat banyak, aku tak bernafsu memakan kalian, makan sendiri sangat tidak enak, aku tak terbiasa" Ucapku mencoba untuk bercanda untuk mencairkan suasana
"Sangat tidak pantas Nona, kami hanya.. "
"Aku akan memotong lidah mu jika kau melanjutkannya, ku katakan duduk maka duduk lah, tersenyum jangan menangis dan jangan mengatakan ingin mati, karena aku bisa saja membunuh kalian saat ini" Ucapku, memang sedikit memaksa namun sungguh tak nyaman jika di tatap seperti itu
"A.. H.. Baik Nona" Ucap ketiganya gagap, ia tak mungkin membantah, mereka masih sayang nyawa,
"Ming ji bawakan peralatan makan" Ucapku, Ming ji mengangguk dan segera meniggalkan meja makan, setelah beberapa saat akhirnya Ming ji masuk dengan beberapa set peralatan makan
"Duduk lah"
"Tapi ini tak pantas nona" Ucap Ming ji pelan
"Pantas atau tidaknya aku yang memutuskan" Ucapku,
Saat ini aku adalah tuanya, aku adalah hukum yang harus di patuhi, jika aku menyuruh mereka duduk mereka harus duduk dan menemani ku makan
"Makanan apa ini, rasanya sangat enak" Ucap ku mengunyah keamanan yang berwarna merah,
Sangat lezat dan menggelitik di lidah ku, pedas, asam manis tercampur dan meleleh di mulutku, seumur hidup aku tak pernah mencoba makanan seenak ini
"Ini adalah Bebek peking kesukaan Nona beberapa tahun yang lalu" Ucap Ming ji pelan
Aku dapat melihat sedari tadi Ming Ji selalu saja mengamati dengan senyuman yang tersembunyi, apakah makanan ini beracun?, apakah dia memiliki niat jahat pada ku, tapi tidak mungkin, ia adalah pelayan ku, ia bahkan rela mengorbankan nyawanya demi aku, aku terlalu banyak berfikir
"Baik lah, mulai sekarang masakan semua makanan lezat yang kalian bisa, aku akan memakannya dengan senang hati" Ucapku tersenyum cerah
Makanan makanan ini sangat nikmat dan aku harus menghabiskannya, makanan lezat tak boleh di buang, tak ada kata mubazir dalam kehidupan ku
"Aggg, aku kenyang sekali"
"Nona, apakah anda ingin melakukan hal lain hamba akan menyiapkannya"
"Tidak perlu, temani aku pergi jalan jala, kediaman pengasingan ini cukup besar, aku belum berkeliling, Ayo temani aku" Aku melangkah meninggalkan kamar untuk berkeliling, bangunan klasik yang cukup megah, hal seperti pantaskan di sebut sebuah pengasingan
Aku di layani dan kebutuhan ku di penuhi dengan baik di sini, alih alih merasa di asingkan aku malah merasa jika diriku sedang liburan
Menepi ke pinggiran kota menjauh dari keramaian untuk menikmati suasana dan hari hari yang tenang
"Sudah berapa lama aku berada di kediaman ini, kediaman ini begitu mewah, ayah pasti sangat menyayangiku saat pengasingan pun ayah memberikan hal terbaik untuk ku"
"kita di sini sudah hampir enam bulan nona, dan benar, Mentri sangat menyayangi nona, meski di tempatkan di tempat mewah Mentri selalu merasa kahwatir, takut jika nona tak bahagia di lekatan di kediaman di pinggir kota seperti ini"
"Aku tentu saja bahagia, aku butuh ketenangan, kehidupan di kediaman Mentri pasti sangat menakutkan, aku harus menyiapkan mental terlebih dahulu untuk menghadapi kelicikan orang orang di kediaman, menurut pengalaman, ayah ku memiliki banyak selir kan?"
"Hanya ada dua selir yang tersisa nona"
"Dikit sekali, bukankah ayah ku Seornag pria kaya, mengapa tak memperbanyak istrinya"
"Para selir itu adalah wanita pemberian yang mulia permaisuri terdahulu, Mentri tak bisa menolak hadiah itu, dan saat ini para selir itu mulai termakan usia dan mati satu persatu"
"Apakah ayah tak ingin mengambil selir baru?, selir yang lebih muda, ayah adalah pria kaya, mendapatkan selir tak akan sulit baginya"
"Tuan sudah berjanji pada nyonya bahwa hanya akan mencintai nyonya seumur hidupnya, tuan juga tak pernah berfikir memiliki selir, baginya memiliki nyonya adalah hal yang sangat ia syukuri, hanya saja para selir masuk ia tak bisa menolak, karena menolak perintah dari permaisuri sama dengan pemberontakan"
"Ayah ku yang malang"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Hasan
🤣🤣🤣 jiwa miskin nya meronta banyak makanan enak malah cmn makan kue buat sarapan
2022-10-07
5