Hari terus berlalu, kini sudah genap satu bulan aku berada di Kerajaan Xi'ang, mau tak mau aku harus menerima keadaan ini, mejadi Nona Muda kaya raya dan penuh kasih sayang dan penuh dengan masalah, yang namanya para selir pasti akan mencari cara menindas ku, oh tidak aku adalah Yi Yanli bukan Yu Ahli yang bodoh itu, hari hari ku habiskan dengan gembira, bermain bersama para pengawal, bercengkrama dengan Ming ji, dan yah kabur kuburan dari kediaman, hari ini ayah meminta ku untuk ke pasar dengan dalih mencari gaun terbaik untuk menghadiri jamuan di istana, dan tentu saja aku tak mungkin melewatkan kesempatan ini, kapan lagi aku di izinkan keluar secara resmi dan pergi bermain dengan bebas?,
"Aiyoo, lihat lah siapa yang berada di sini" Suara itu terdengar sangat sinis, dan sangat meremehkan, aku menghela nafas pelan, setelah beberapa hari hidup damai ternyata para curut bangkai ini mulai mengusik ku, dasar anak selir menyebalkan, beruntung aku adalah gadis yang baik maka mari bermain bunglon
"Ternyata kau juga di sini jie ke tiga?,"
"Kau benar Mei Mei, perayaan ini sangat penting bagai mana bisa aku melewatkannya"
"Jie terlihat sangat bersemangat, baik lah Ming ji, apakah kau sudah membayar pesanan ku, jika sudah mari berkeliling, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, sangat jarang ayah mengizinkanku keluar kediaman" Ucapku terkekeh pelan, aku sengaja mengucapkan hal itu, terdengar sedikit membanggakan diri namun siapa yang perduli, toh aku memang permata berharga keluarga Yu
"Uh ternyata, Mei Mei juga mendapatkan undangan, ku kira itu acara penting" Ucapnya lembut, bagus sekali ia sendiri yang mendorong diri, ia berencana mempermalukan ku, kita lihat bagai mana aku mengembalikan keadaan
"Ah tentu saja jie, selain putri SAH dari mentri yu, aku juga merupakan TUNANGAN dari pangeran ke empat, tentu saja aku akan mendapatkan undangan yang istimewa," Ucapku pelan, sebuah kereta berhenti di depan toko pakaian itu
"Kami di perintahkan oleh Raja untuk menjemput Nona Besar Yu"
"Ah ternyata raja sangat menyayangi ku, hm baik lah jie, aku harus pergi, sampai jumpa lain waktu" Ucap pelan, aku dan Ming ji berjalan menuju kereta, dan kereta itu membawaku ke istana, aku pun sempat terkejut, bagai mana bisa mereka menemukan ku dalam keramaian ini, bukankah mereka terlalu berniat?, ah lupakan yang penting aku bisa sombong di hadapan kakak ku itu
"Ming ji, kapan perayaan itu di mulai?,"
"Minggu depan nona" Ucap Ming ji pelan
"Apa?, apa mereka gila?, acara akan di adakan satu minggu lagi, tapi mereka?, bahkan mereka menjemput ku di tengah keramaian pasar, dasar raja aneh" Ucap ku mendengus kesal, hey kerajaan Xi'ang pasti di jaga dengan sangat ketat, bagai mana bisa aku kabur jika begini?,
"Maaf nona, tapi memang seperti ini peraturannya, para putri sah bangsawan akan tiba di istana sebelum perayaan di mulai, mereka memiliki kesempatan untuk belajar banyak mengenai etika kerajaan"
"Siapa yang membuat peraturan konyol seperti itu? merepotkan sekali" Ucapku mendengus
Sudah hampir satu jam aku menaiki kereta dan yah saat ini kereta perlahan memasuki gerbang istana,
"Apa kita sudah sampai? " Ucap ku saat kereta kuda itu berhenti
"Iya nona, mari saya bantu" Ucap Ming ji, ia perlahan turun dan setelahnya ia membantu ku, wow aku sangat terkagum kagum melihat indahnya pemandangan ini, uh ini sungguh bangunan yang mewah, meski tak kalah dari kediaman mentri, namun tempat ini sangat luas dan yah indah, di hadapkan dengan hamparan bunga lili yang menjadi bunga favorit ku
"Silahkan nona" Ucap Ming ji menarik ku keluar dari lamunan indahku, aku menghela nafas pelan dan melangkahkan kakiku ke paviliun indah itu, aku menghela nafas pelan, bahkan saat aku baru selangkah masuk, bisik bisik para nona muda itu sudah terdengar, memenuhi indra pendengaran ku
'Bukankah dia nona angkuh itu?, ku pikir ia tak akan menunjukkan wajahnya setelah pangeran ke empat dengan terang terangan menolaknya '
'Semua Orang tau bertapa tebalnya wajah nona muda angkuh itu'
'Dasar sampah kerajaan, ia mengunakan kekuasaan ayahnya untuk menekan para bangsawan'
'Benar mencoreng nama baik keluarga yu saja'
'Benar, ia tak memiliki kemampuan apapun, sangat kasar dan menunjukan etiket seorang nona muda bangsawan"
Aku menjerngit pelan, ini sudah sedikit keterlaluan, bagai mana bisa aku menjadi pencoreng nama baik keluarga?, sungguh berlebihan, dan apa ini?, ia malah menghalangi jalan ku, ingat aku tak memulai jika dia datang makan bersiap untuk jatuh
"Aiyooo, siapa yang berdiri di hadapan ku ini? " Ucapku dengan suara yang di buat selembut mungkin, baiklah mari bermain
"Nona Yu, dia adalah nona Xiao Li Min, nona muda dari keluarga Xiou dan dia selalu hadir di setiap jamuan teh para nona muda" Ucap seorang gadis berhanfu merah muda, aku terkekeh pelan
"Ah, penglihatan ku sedikit terganggu ah bukan ini bukan kesalahan mata ku, salah kan saja putri selir itu, kehadirannya merusak pemandangan ku, ku pikir hanya belalang yang lewat dan apa tadi?, apakah anda tidak salah tempat nona?, bukan sudah jelas tempat ini hanya untuk putri sah?" Ucapku menaikan alis dan disertai dengan kekehan pelan, menyenangkan jika bermain kata seperti ini, jika yang berada di tubuh ini adalah jiwa yu ahli makan keributan akan terjadi di sini, dan ia semakin di cap sebagai nona muda bodoh dan kejam, haha main halus seperti ini bukan hal buruk, lagi pula orang bodoh pun dapat mengetahui maksudku dengan jelas
"Kau pandai sekali bergurau nona Yu, meski nona xiou putri selir dia adalah permata kediaman Xiou" Ucap sang gadis lagi
"ah siapa nama mu?, nona muda ini tak pernah melihat mu"
"ah saya Mu Zi Lin,"
"pantas saja aku tak tau, aku tak pernah ingin berkenalan dengan gadis gadis kalangan bawah, terlebih hanya seorang anak selir"
"Nona Yu, anda terlalu kasar"
"reputasi ku memang seperti itu bukan?, batu kerikil sungai bermimpi untuk menjadi permata berharga, ah tidak masalah, memang, orang buta tak mungkin bisa membedakan mana permata yang asli dan mana yang hanya kerikil kecil yang bertingkah seolah dia permata, tak masalah, aku akan senang hati mengingatkan di mana seharusnya ia berpijak, bukan begitu nona Xiou?, kerikil akan tetap menjadi kerikil sampai kapan pun" Ucapku pada seorang nona muda yang tertunduk tak jauh dari ku, ia hanya membalas ucapan ku dengan anggukan pelan, sungguh nona muda lemah, baik lah aku akan jadi malaikat penolong mu nona Xiou Xin Yi, mari rubah orang penakut menjadi cerdas dan berani
"Aiyooo, nona, Xiou ku lihat kau sangat sederhana, namun elegan, sungguh Contoh bangsawan yang sangat bagus, karena pada dasarnya permata akan tetap menjadi permata yang di lihat dari sisi manapun tetap berkilauan dan indah"
"Terimakasih nona muda Yu" Ucapnya, suara itu terdengar sangat halus dan lembut, ku tebak ia adalah nona mudah yang hanya di ajari kesopanan sungguh bodoh, hidup di masa ini haruslah memiliki otak yang picik, jika kau lemah maka kau akan di tindas
"Nona Yu terlihat sangat kelelahan, kami tak akan menggangu" Ucap seorang gadis pelan,
"Ah baiklah, senang berbincang dengan para nona muda, uh sayang sekali saya tak memiliki banyak waktu untuk tinggal, bersenang senang lah menikmati paviliun ini para nona" Ucapku tersenyum manis dan segera berlalu meninggalkan para nona muda yang kini malah sibuk memiliki anak selir yang telah lupa diri itu, haha aku sama sekali tak perduli, jika dia mengusik mala siaplah menjadi butiran debu tak berharga
"Nona muda sangat hebat" Ucap Ming ji setelah kami sampai di kamar milik ku (paviliun ini di bagi lagi menjadi beberapa halaman, seperti yang ku tempati saat ini, ini adalah halaman timur, tempat para tamu yang di anggap penting oleh keluarga raja).
"Tentu saja, hal kecil seperti ini, pasti bisa ku atasi, sekarang bantu aku membersihkan diri, setelah itu kita harus berkeliling menikmati keindahan istana" Ucapku bersemangat, paviliun timur saja sangat indah bagai mana dengan istana utama?, uh pasti akan sangat menyenangkan tour di Kerajaan ini, apanya yang Kerajaan kecil, istananya megah seperti ini.
"Baik nona" Ucap Ming ji bersemangat, setelahnya kami memulai hari dengan berkeliling.
"Nona, nona muda Xiou Xin berkunjung" Ucap Ming ji pelan,
"Persilahkan dia masuk, siapkan teh dan kudapan" Ucap ku sembari menutup buku yang sempat ku baca
"Memberi salam pada nona muda yu" Ucapnya lembut, aku pun mengangguk dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan
"Silahkan duduk nona Xiou" Ucapku
"Terimakasih"
"Ada angin apakah yang membawa nona muda dari kediaman Xiou mengunjungi nona muda ini?" Ucapku sembari menyesap teh ku, aku sudah menduga hal ini, dan yah aku hanya ingin bermain sebentar, kita lihat bertapa bodohnya nona muda ini
"Maaf telah menunggu waktu istirahat anda, saya datang untuk mengucapkan Terimakasih, atas pertolongan nona tadi siang" Ucapnya pelan, ah ternyata ia begitu polos,
"Tak perlu di besar besar kan, di masa depan jadilah nona muda yang lebih berani, jangan pernah mau di tindas oleh orang, apalagi oleh putri selir, kau adalah putri sah, menjalani perintah mu adalah kewajiban mereka" Ucapku pelan
"Terimakasih atas nasehat anda nona" Ucapnya, obrolan berlanjut, dan dia meminta ku menjadi teman, yah aku menerimanya,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Dyah Shinta
picik itu bukannya artinya pemikiran yang sempit ya?
2022-12-24
0